Beli Baju Lebaran Sebelum Puasa

Beli Baju Lebaran Sebelum Puasa. Perlu gak sih setiap tahunnya kita beli baju lebaran? Apakah memang harus selalu baru atau cukup mengenakan yang sudah ada? Mungkin seperti itu setiap tahunnya kita dihadapkan pada obrolan -dengan diri kita sendiri- terkait akan mengenakan pakaian apa pada hari lebaran nanti. Baik untuk kita pribadi, maupun keluarga. Pertanyaan tentang perlu eh butuh atau tidak, apakah harus membeli baru ataukah cukup mengenakan pakaian lama yang sudah ada. Tapi sepertinya itu adalah diri kita yang dulu, makin bertambah usia, makin ke sini, rasanya kita semakin bijak terkait keputusan membeli baju lebaran atau tidak. Ya gak?

Kalaupun memang harus membeli, tentu akan dibeli. Toh itu memang untuk digunakan di hari lebaran pun hari-hari lainnya yang sekiranya sesuai dengan tema pakaian tersebut. Tidak memaksa harus membeli pakaian baru, namun tidak dapat dipungkiri pula, bahwa kita tak seabai/setidak peduli itu untuk mengganti pakaian yang sudah tak layak pakai dengan yang baru, yang lebih baik. Kalau memang pakaian di tahun-tahun sebelumnya masih bisa dikenakan, kenapa tidak? Kalau memang sudah waktunya harus diganti, kenapa tidak membeli yang baru? Kira-kira begitu.

Baju Baru, Alhamdulillah..

Jadi apa kabar bapak ibu? Jelang pertengahan bulan ramadan ini, apakah sudah diputuskan apakah akan membeli baju baru atau tidak? Kalau kata sebuah lirik lagu: baju baru, Alhamdulillah. Tuk dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama. Masya Allah ya, menenangkan sekali liriknya. Hahaha. Membuat saya kembali mengingat, rasanya beberapa tahun terakhir sudah tidak membeli baju baru deh, apalagi sampai sespesifik itu tujuannya untuk dipakai lebaran. Sebab rasanya, pakai gamis yang sudah ada, asal dalam keadaan bersih dan layak pakai, rasanya sudah cukup. Alhamdulillah.

Demikian pula dengan anak-anak, diajak belanja pakaian baru untuk lebaran, ya Alhamdulillah. Tidak pun, mereka tak menuntut macam-macam. Toh terkadang, tak mesti ramadan- atau jelang lebaran, ketika dibutuhkan, maka pada akhirnya akan membeli pakaian baru juga.

Beli Baju Lebaran Sebelum Puasa

Seandainya nih, berencana belanja untuk kebutuhan hari raya nanti, maka ada baiknya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum hari-hari terakhir di bulan ramadan. Kok gitu? Bagaimana kalau uang THR baru cair di akhir ramadan? Maka solusinya adalah sudah menyimpan atau menyiapkan uang tersebut di ramadan tahun sebelumnya. Entah disimpan di rekening, celengan ayam (haha), atau diinvestasikan dalam bentuk apapun itu yang kita inginkan. Kelak baru dimanfaatkan untuk kebutuhan hari raya selanjutnya.

Catatan pentingnya adalah, jangan berbelanja jelang hari raya. Mengapa? Tidakkah kita ingin memaksimalkan 10 hari terakhir di bulan ramadan? Tidakkah kita ingin mengisi waktu demi waktu yang berpotensi hadirnya Lailatur Qadar itu dengan memperbanyak amal sholeh? Tentu ini tidak bisa dilakukan ketika kita justru menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan, kan? Maka solusinya: beli baju lebaran sebelum puasa. Dengan membelinya sebelum puasa, maka ada banyak manfaat lho, diantaranya:

  • terhindar dari keramaian, sebab biasanya ada banyak sekali orang yang berbelanja di hari-hari jelang lebaran
  • mendapatkan harga yang lebih terjangkau, mengapa? karena kita membeli di periode sepi pengunjung
  • bisa tenang memilih berbagai model, ukuran, dan harga yang diinginkan
  • punya model yang unik, tidak rentan punya pakaian dengan warna dan motif yang kembaran hahaha
  • jadi bisa fokus mengisi ramadan dengan memperbanyak amal sholeh, sebab urusan membeli pakaian lebaran sudah beres di awal

Bagaimana, setuju gak mengapa sebaiknya berbelanja pakaian lebaran tuh dilakukan di awal-bahkan sebelum puasa? Terus mau tanya juga nih, teman-teman termasuk tim beli pakaian baru atau cukup pakai yang sudah ada aja?

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment