Takjil adalah Mempercepat, Bukan Makanan Minuman!

Takjil adalah Mempercepat, Bukan Makanan Minuman! Dear kalian, pada usia berapa akhirnya tahu bahwa takjil adalah mempercepat atau menyegerakan, bukan merujuk pada makanan/minuman. Selain jajanan khas ramadan, padanan kata yang sering didengar, dibaca, belakangan ini yaitu: takjil ramadan. Bener gak? Awal puasa ramadan, beugh.. udah berseliweran tuh konten tentang aneka takjil ramadan. Dalam konten tersebut terlihat aneka makanan minuman lezat yang berbondong-bondong dibeli. Demikian pula yang dibuat sendiri di rumah, kemudian dijadikan konten oleh para netizen kreatif. Tapi sempat terpikir gak, sebenarnya takjil itu apa sih? Apakah memang merujuk pada makanan minuman teman berbuka puasa? Atau jangan-jangan, punya arti sendiri, namun makin ke sini, makin bergeser maknanya?

Oke, jadi tulisan ini bukan tentang aneka makanan minuman takjil ramadan ya, melainkan mau jelasin aja bahwa takjil itu punya arti sendiri. Siapa tahu bisa bikin kita terbiasa menggunakan kata secara tepat. Ya kan? Gak mudah memang, tapi mungkin perlu dibiasakan. Ah, membuat tulisan ini jadi teringat dengan salah satu postingan di blog tentang Bahasa Indonesia. Boleh kalau pada mau klik membacanya.

Takjil Adalah…

Tahu gak sih, ternyata selama ini kita salah memaknai kata takjil. Iya, kita, soalnya saya pun demikian. Setahu saya, takjil itu adalah aneka makanan dan minuman yang cocok disantap untuk berbuka puasa. Bukan makanan berat gitulah, tapi sekadar untuk berbuka. Macam jajanan khas ramadan, seperti: aneka gorengan, kue basah, kolak, kurma, atau aneka sajian es. Menyebutkan jajanan khas ramadan kan kepanjangan ya, jadi sederhananya ya sebut aja: takjil. Hahahaha.

Padahal sebenarnya, takjil dalam bahasa Arab berarti menyegerakan. Dalam sejumlah sumber bahkan disebutkan bahwa menyegerakan di sini, tidak terikat artinya dengan puasa. Kemudian, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takjil diartikan sebagai menyegerakan atau mempercepat (buka puasa). Maka, takjil memiliki arti segera/menyegerakan untuk membatalkan puasa dengan makanan pembuka. Menyegerakan yaa..bukan merujuk pada makanan/minumannya.

Menyegerakan Berbuka Puasa

Teman-teman pasti udah paham kan, betapa kita dianjurkan untuk mentakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa. Dimana artinya adalah kita dianjurkan untuk menyantap sahur tuh di akhir waktu, gak jauh dari waktu imsak. Rupanya salah satu alasannya adalah biar gak kelolosan tuh shalat shubuh. Karena kelar sahur, imsak, adzan shubuh deh. Jadi gak kebablasan shalatnya. Kemudian, kita dianjurkan pula untuk menyegerakan berbuka puasa. Bukan dengan buka puasa lebih awal dari waktu yang sudah ditetapkan ya! Melainkan, dengan segera menyantap makanan/minuman, ketika sudah adzan Maghrib berkumandang. Paling mantap sih dengan menyantap kurma dalam jumlah ganjil ya.

Menyegerakan berbuka puasa ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.

Artinya: “Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari).

Maka ketika sudah waktunya berbuka puasa, segera berbuka ya. Jangan kepikir ntaran lah, mau kelarin masakan dulu, mau beresin kamar dulu, tunggu sekalian tiba di rumah (misal lagi di perjalanan), atau lainnya. Udah adzan Maghrib, maka segera berbuka puasa. Gitu. Dan takjil yang kita bahas tadi, ya artinya menyegerakan ini.

Takjil Ramadan

Sebenarnya ya gak salah sih, apa yang kita artikan selama ini. Lagi-lagi, sebut saja, ada pergeseran makna. Seperti yang kita lihat misalnya di masjid-masjid, ada tuh sumbangan santapan untuk takjil, berbuka puasa, dan santap sahur. Mungkin sempat terpikir, kok takjil dipisah ya dengan menu berbuka puasa. Karena ya waktu santapnya dan jenis yang disantap pun berbeda. Takjil ya benar-benar disajikan untuk sekadar batalkan puasa, biasanya menunya yaitu air minum, beberapa butir kurma, kue maupun puding. Sementara menu berbuka puasa, ya nasi dan lauk seperti yang disantap saat kita makan berat. Menu berbuka puasa kalau di masjid pun biasanya baru disantap setelah shalat maghrib, lain halnya dengan takjil yang sudah disantap sebelum shalat maghrib.

Ngomongin takjil aja sepanjang ini ya, dan ternyata beneran gak membuat daftar aneka jajanan khas ramadan yang biasa jadi takjil puasa. Boleh juga nih sesekali bahas istilah yang sebelumnya tidak kita ketahui. Jadi bahan belajar bersama.

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment