Nikmatnya Tahu 151 A Lombok, Tahu Lembut Idola Para Wisatawan Posted on 15 June 20163 December 2016 By andyhardiyanti Tahu 151 A Lombok, penganan tahu dengan citarasa gurih dan lembut yang masih diolah dengan cara tradisional ini sering dibawa sebagai buah tangan dari Lombok. Nikmatnya Tahu 151 A Lombok, Tahu Lembut Idola Para Wisatawan. Apa makanan khas Lombok yang paling sering Anda dengar namanya? Ayam Taliwang, Pelecing Kangkung, Nasi Balap Puyung, Sate Bulayak? Bagaimana dengan Tahu Lombok? Tepatnya Tahu 151 A. Mungkin belum banyak yang mengetahui, selain mereka para wisatawan yang pulang membawa berpotong-potong tahu ini sebagai buah tangan. Lalu apa sih keistimewaan Tahu 151 A Lombok yang membuatnya jadi idola para wisatawan? Tahu 151 A Lombok Berdiri Sejak Tahun 1968 Kawasan Abian Tubuh yang terletak di kota Mataram-NTB sudah lama dikenal sebagai pusat produsen tahu. Dan di kawasan inilah Tahu 151 A berada. Tahu 151 A berdiri sejak tahun 1968, namun saya pribadi baru pertama kali mendatanginya di tahun 2013 lalu. Iya, soalnya saya baru lahir di tahun 1991 dan menetap di Mataram pada tahun 2012. Jadi ya gitu..kudet deh #dibahas π Terus kenapa diberi nama Tahu 151 A? Sederhana saja, nama tersebut diambil dari nomor rumah tempat dimana outlet tahu ini dipasarkan, yaitu di Jln. Prabu Rangkasari No.151 A, Abian Tubuh, Sandubaya, Mataram-NTB. Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa kawasan Abian Tubuh merupakan pusat produsen tahu, yang mana ada banyak sekali yang memproduksi tahu di sini. Tidak hanya memproduksi, tetapi juga memasarkan. Jadi untuk membedakan outlet tahunya dengan yang lain, maka diberilah nama Tahu 151 A Lombok. Nikmatnya Tahu 151 A Lombok Hal yang pertama kali membuat saya penasaran pada Tahu 151 A adalah karena cerita beberapa kawan yang setiap kali berlibur ke Lombok tidak lupa menyempatkan diri untuk membeli tahu di tempat ini. Beberapa malah sudah mempersiapkan wadah sendiri dari rumah. Biar lebih awet dan aman selama di jalan katanya. Bawa ole-ole tahu dari Lombok? Saya kok baru dengar, biasanya yaa ayam taliwang, terasi khas Lombok, dodol/manisan rumput laut dan beberapa nama lainnya. Ya bukan apanya, menurut saya rasa tahu itu di mana-mana sama saja π Ternyata Tahu 151 A Lombok ini berbeda. Rasanya lembut banget dan belum dicocolin sambal kecap aja sudah berasa. Apalagi kalau dimakan dengan sambal kecapnya. Seriusan enaknya! Kalau dimakan dengan sepiring nasi putih mungkin lebih enak lagi. Sayangnya belum juga nasi putihnya disendok di piring, eh si tahu udah habis aja jadi cemilan π Berapa Harga Tahu 151 A Lombok? Terus bagaimana dengan harganya? Pada penasaran gak? π Jadi untuk sepotong eh satu potong Tahu 151 A Lombok yang masih mentah seperti pada gambar di atas, teman-teman perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp5.000,- Mahal? Eittt, jangan kaget dulu karena satu potong tahu tersebut ukurannya besar banget. Saya pribadi membaginya menjadi 4 bagian dulu sebelum menggoreng. Mau langsung menikmati tahunya tanpa perlu repot-repot menggoreng dulu? Pesan saja yang siap digoreng. Kita hanya perlu menunggu beberapa menit sampai Tahu 151 A Lombok yang dipesan tadi selesai digoreng. Adapun harga untuk tahu yang sudah digoreng ini adalah sebesar Rp10.000,- per potongnya. Saya sih seringnya beli yang sudah digoreng (dihh, gaya!). Soalnya buat bekal di jalan, seperti beberapa waktu yang lalu saat hendak berakhir pekan ke Pantai Selong Belanak. Kami singgah dahulu membeli beberapa potong tahu dan menunggu sejenak sampai tahu-tahu tadi selesai digoreng. Kurang enak apa lagi tuh berwisata ke pantai sambil menikmati tahu goreng lengkap dengan cocolan sambal manis pedasnya π Tahu Lembut yang Diolah Secara Tradisional Saat kita memasuki outlet Tahu 151 A Lombok, maka kita akan menemukan sebuah papan besar yang dipajang di salah satu dinding bangunan yang tidak seberapa luas tersebut. Di sana dipajang informasi mengenai proses pembuatan tahu 151 A, beberapa surat atau sertifikat terkait produk tahu tersebut (seperti sertifikat halal MUI, izin DepKes dan masih banyak lagi). Keren yaa..masih tergolong industri rumah tangga namun sudah sadar akan pengurusan izin produk π Kembali lagi soal proses pembuatan tahu 151 A, jadi bagaimana sih proses pembuatan tahu 151 A yang katanya masih dilakukan secara tradisional itu? Saya sempat bertanya pada si pemilik outlet Tahu 151 A, apa yang membuat rasa tahunya berbeda dengan tahu-tahu yang biasanya sering kita konsumsi. Ya, rupanya yang membedakan adalah dari proses pembuatannya. Kalau kebanyakan tahu yang kita konsumsi saat ini diproses secara modern, maka tahu 151 A hingga sekarang masih diproses secara tradisional. Seperti informasi yang tertera pada gambar di atas, maka tahapan pembuatan tahu 151 A adalah sebagai berikut: Kedelai direndam selama 1 hingga 2 jam, kemudian digiling sampai menjadi bubur kedelai. Bubur kedelai dimasak di atas tungku dan diaduk sampai mendidih. Setelah mendidih, bubur kedelai kemudian diangkat dan disaring ke dalam gentong kayu sambil diayak dan ditambahkan air panas. Selanjutnya dilakukan pemisahan antara sari kedelai dengan ampas tahu. Sari kedelai tadi kemudian ditambahkan air garam secukupnya, untuk tujuan penggumpalan. Sari kedelai yang sudah menggumpal dimasukkan ke dalam cetakan kayu dan dipres hingga kadar airnya berkurang. Setelah dicetak dan dipres selama +/- 30 menit, sari kedelai tersebut menjadi tahu. Selanjutnya dipotong menjadi bentuk segi empat. Tahu yang sudah dipotong tadi kemudian direbus sampai mendidih di dalam air yang sudah dicampur dengan garam. Setelah direbus, tahu didinginkan dan disimpan dalam boks untuk dijual. Oh ya selain menyediakan tahu, outlet Tahu 151 A juga menjual aneka makanan khas Lombok lainnya seperti: dodol/manisan rumput laut, kerupuk kulit, terasi Lombok, telur asin/telur asin bakar, hingga kangkung. Sudah pada kenal dong sama kangkung Lombok dengan ciri khasnya yang berbatang besar π Di sini kangkungnya dijual dalam keadaan dingin ala ala supermarket gitu. Tahu Lombok yang Jadi Idola Para Wisatawan Pernah suatu ketika saat saya berada di Tahu 151 A, seorang pekerjanya sedang bersiap membawa berkotak-kotak tahu. Setelah saya tanyakan, rupanya tahu-tahu itu akan diantarkan ke hotel tempat para wisatawan yang memesan tersebut menginap. Biasanya kalau kondisi begitu, para wisatawan sudah tidak sempat singgah di outlet lagi keesokan harinya. Itulah mengapa mereka meminta diantarkan ke hotel saja. Pada kondisi lain saya pernah mengantarkan seorang kerabat ke bandara dan dalam perjalanan dia meminta saya singgah di outlet Tahu 151 A Lombok. Dan benar saja, di sana dia membeli beberapa potong tahu yang belum digoreng, pun yang sudah digoreng sebagai bekal selama perjalanan. Seperti yang sudah saya singgung di awal tulisan, kebanyakan wisatawan yang pernah mengkonsumsi tahu ini sebelumnya pun sampai menyiapkan berkotak-kotak wadah sendiri sebagai tempat mengemas tahu tersebut. Hahaha. Niat banget yak π Bagaimana dengan teman-teman, sudah pernah coba Tahu 151 A Lombok belum? Culinary tahu 151 Atahu 151 A Lomboktahu abian tubuhtahu lombok
Culinary Makanan Korea, Gimana sih Rasanya? Posted on 17 March 201918 March 2019 Makanan Korea, Gimana sih Rasanya? Berbicara mengenai kuliner luar Indonesia, kita pasti sudah akrab dengan yang namanya western food. Demikian juga dengan kuliner Jepang, Timur Tengah dan lainnya. Belakangan ini sepertinya harus ditambah dengan satu jenis lagi yaitu Korea. Mengapa? Karena penduduk Indonesia sepertinya sedang doyan-doyannya pada segala hal yang… Read More
Culinary Ketagihan Lezatnya Ayam Keprabon Posted on 24 April 2018 Ketagihan Lezatnya Ayam Keprabon Lombok. Tempat makan di Lombok makin hari makin bertambah aja jumlahnya. Menunya pun beragam, mulai dari yang familiar dengan lidah kita sampai yang mau nggak mau demi feed instagram wajib difamiliar-familiarkan dengan lidah wkwkwk. Serius, saya udah berapa kali mencoba menu yang berawal dari rasa penasaran… Read More
Culinary Brownies Panggang, Siapa yang Doyan? Posted on 24 September 201725 September 2017 Brownies Panggang, Siapa yang Doyan? Saya! *langsungtunjuktangan. Brownies ini cemilan favorit saya banget, dengan catatan: brownies panggang lho yaa. Soalnya kalau brownies kukus, rasanya lembut-lembut manja gimana gitu, kurang tegas. Wkwkwkwk. Bahasa apa pula ini. Dan kali ini, demi cemilan favorit saya, saya sengaja bikin tulisan khusus. Ecieee, padahal sih… Read More
Wahhh, jadi penasaran rasa tahu ini. Apa bedanya ya dengan tahu lembang yang juga jadi oleh2 wisatawan yg berkunjung ke sini. Reply
Coba aja kemarin pas ke Lembang saya cobain tahunya. Kan jadi ngerti bedanya apa π sayang gak euy..kemarin nge-susu aja pas di Lembang. Ngetahu enggak, ngesosis juga enggak. Reply
Wau baru denger nih mbak Ternyata di lombok ada tahu putih yg happening juga yaa Klo di jkt bandung dsk kan tahu yun yi Reply
Hebat nih Lombok bisa ngangkat tahu jadi kuliner kebanggaan. Apa lagi tahu makanan semua umat yang banyak disukai π Reply
Iya mbak. Waktu pertama lihat juga saya bilang gitu. Ini mah kayak tahu-tahu yang lain. Eh ternyata enggak. Enak banget euy~ Reply
kalau ke Lombok, bolehlah mencobanya, tapi saya pengen nyobain ayam taliwang sama yang pedas-pedas hehe. soalnya kalau tahu di Jawa juga ada π Reply
Hahahaha.. iya sih, buat yang belum pernah coba ayam taliwang dan kuliner Lombok yang pedas pedas ya pasti pada penasaran. Tapi besok besok pas ke Lombok lagi paling udah bosan aja tuh sama menu-menu tersebut π #pengalaman Reply
Uuuu tahuuuu. Penampakannya mirip dengan tahu lembang di Bandung mbak Sebagai penggemar tahu, kalau ke Lombok wajib coba ini juga berarti yaah hihi Reply
Juara emang tahu abian tubuh ini.. baru tau kalau ada semacam toko oleh-olehnya. Biasa beli di orang keliling perumahan dulu pas tinggal di lombok Reply
Kl menurut aku, tahunya memang enak kenyal…. Tapi kalau di goreng, menjadi keras tidak lembut seperti tahu yun yi bandung Reply
Lengkap… Kangkung, Ikan Laut, & Tahu… Nikmat Tuhanmu mana yang kau dustakan… Bersyukur jadi orang Lombok π Artikelnya Kereen Reply