Masjid Madinatul Iman atau dikenal dengan Balikpapan Islamic Center (BIC) adalah destinasi yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Kota Minyak. Bagaimana tidak, selain suasana damai yang langsung bisa dirasakan begitu masuk ke kawasannya yang asri, para pengunjung pun bisa memanjakan mata dengan visual kubah dan payung elektrik yang menyerupai Masjid Nabawi di Madinah. Kedatangan saya ke sana terjadi di sela-sela momen libur lebaran tahun 2025 lalu. Menaranya yang menjulang tinggi dan terlihat setiap kali saya melintas dari arah bandara, kemudian saat berada di Taman 3 Generasi, pun sepanjang Sepinggan, membuat semakin penasaran untuk dikunjungi.
Selama dua pekan di Balikpapan, saya sempat dua kali berkunjung, yakni sebelum dan sesudah hari raya Idulfitri 2025. Ingat sekali, suatu siang menjelang sore, saat kota ini sedang demikian teriknya, saya dan suami motoran ke sana. Sebentar saja, sekadar menuntaskan rasa penasaran akan menara beserta lampunya yang terang benderang yang beberapa hari sebelumnya saya lihat. Kami berangkat usai shalat ashar, jadi ke sana benar-benar hanya untuk melihat yang mana sih Balikpapan Islamic Center itu.
Mengenal Balikpapan Islamic Center (BIC)
Sudah lama sekali waktu berlalu sampai akhirnya kami ke Balikpapan lagi. Seingat saya, kedatangan kami sebelumnya di tahun 2013 ya islamic center ini belum ada. Pantas saja, dari penjelasan suami saya (yang memang orang sana) pun membaca berbagai sumber, ternyata baru mulai dibangun di tahun 2014. Masjid Madinatul Iman kemudian diresmikan pada 10 Februari 2017, bertepatan dengan perayaan HUT ke-120 Kota Balikpapan. Tentu saja, sesuai namanya, sejak awal dibangun, masjid ini memang direncanakan tidak hanya untuk shalat, tetapi juga sebagai pusat kegiatan Islam (Islamic Center) di Balikpapan.
Lokasi Strategis di Balikpapan Selatan
Begitu teman-teman mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, maka tidak butuh waktu lama untuk sampai ke sana, yaa sekitar 12 menit lah kalau naik kendaraan pribadi atau transportasi online. Bisa pula naik angkutan umum dengan cara: naik angkot no. 7 dari bandara menuju Terminal Damai Balikpapan, dan dilanjutkan naik angkot no.2, dengan catatan ingatkan supirnya ya untuk mengantarkan ke Islamic Center.
Masjid Madinatul atau Balikpapan Islamic Center terletak di lokasi strategis dan tidak jauh dari kawasan niaga Balikpapan Baru. Tepatnya di Jalan Belibis No.1, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kawasan yang Luas dan Berada di Dataran Tinggi
Balikpapan Islamic Center (BIC) dibangun di lahan seluas 15 hektar, dengan luas bangunannya mencapai 8,75 hektar. Teringat saat pertama kali ke sana, udara di Balikpapan sedang panas dan gerah. Tapi begitu sampai di kawasan BIC, rasanya sejuk sekali. Gak heran sih, karena lokasinya yang terletak di dataran tinggi kota Balikpapan. Belum lagi di sepanjang jalan di dalamnya, ada banyak sekali pepohonan hijau nan rindang. Kemudian saat ke sana lagi usai lebaran, kali ini kami datang di malam hari- sekalian shalat maghrib di sana, Masya Allah pemandangannya indah sekali. Udara dingin terasa, ditambah semilir angin, kemudian gemerlap lampu masjid, menambah syahdu visual malam itu.
Satu Tempat untuk Berbagai Kegiatan Keagamaan Islam
Masjid Madinatul Iman sebagai bangunan utama dari Balikpapan Islamic Center (BIC), fungsi utamanya tentu saja sebagai tempat beribadah. Di sisi lain, juga sebagai tempat kajian, pusat kegiatan pendidikan Islam, kegiatan ramadan, dan masih banyak lagi. Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan pun berada di kawasan BIC ini.
Menarik ketika melihat pengunjungnya tak hanya warga Balikpapan, melainkan juga wisatawan, ya BIC bisa dikatakan sebagai destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi saat teman-teman ke sini. Sore hari, kita bisa melihat area terbukanya ramai oleh anak-anak yang bermain di area playground di salah satu sisi masjid, pun masyarakat umum yang duduk bersama berdiskusi di pelataran masjid, maupun di taman.
Keindahan Arsitektur Balikpapan Islamic Center (BIC)
Dari kejauhan, kita bisa melihat betapa gagahnya menara utama Balikpapan Islamic Center (BIC) menjulang. Menara setinggi 99 meter (merujuk pada 99 Asmaul Husna) ini difungsikan sebagai observatorium rukyatul hilal, wisata religi, dan edukasi astronomi. Selain menara tersebut, terdapat pula empat buah menara masing-masing setinggi 25 meter yang menjadi bagian dari Masjid Madinatul Iman. Satu hal yang saya suka adalah betapa pandangan mata kita saat berada di sini sangatlah luas. Rasanya adem aja gitu sejauh mata memandang. Hijaunya pepohonan, area jalan, pelataran masjid, semua terlihat lapang.
Visual Menyerupai Masjid Nabawi di Madinah
Masjid yang dapat menampung hingga 10.000 jamaah ini kian terlihat indah dengan kubah hijaunya yang menyerupai bentuk kubah Masjid Nabawi di Madinah. Belum lagi saaat payung-payung elektriknya dibuka, Masya Allah semakin indah saja. Terlebih lagi ketika menyaksikannya di malam hari. Bahagia rasanya melihat jamaah yang berkunjung menikmati suasana di sana. Anak-anak yang berlarian gembira baik saat mengejar momen shalat berjamaah maupun saat bermain bersama seusai shalat. Orang tua yang duduk di sekitar pelataran masjid, sekadar beristirahat sekaligus memantau anak-anak mereka. Di dalam masjid sana, tak sedikit pula yang memutuskan duduk melanjutkan tilawahnya. Aih sayang sekali, saya lupa memotret interior masjid.
Fasilitas Pendukung yang Cukup Lengkap
Sebagai pusat kegiatan pendidikan Islam, Balikpapan Islamic Center (BIC) memiliki fasilitas pendukung yang cukup lengkap, diantaranya: perlengkapan shalat, perpustakaan (yang memuat Al-Qur’an serta berbagai judul buku islami), tempat wudhu (tentu saja lah yaa…), area bermain (ada di teras masjid, ada pula di salah satu sisi taman), taman dan area parkir yang luas, dan masih banyak lagi.
Oh iya, BIC bisa dikunjungi oleh siapa saja dan gratis. Namun, jika berkenan, teman-teman bisa memberikan donasi dengan melakukan scan QR Code secara drive-thru yang papannya bisa ditemukan di titik masuk sekaligus keluar Balikpapan Islamic Center (BIC).
Area Pria dan Wanita yang Terpisah
Jangan khawatir, karena area pria dan wanita di Masjid Madinatul Iman, baik area shalat maupun tempat wudhunya jelas terpisah. Meski berada di lantai yang sama, namun area shalat wanita sudah diberikan pembatas yang cukup tinggi, dan berada di sebelah kiri, sedangkan area pria berada di sebelah kanan. Demikian pula untuk tempat mengambil air wudhu, lokasi untuk pria dan wanita sama-sama berada di lower ground, namun berada di ruangan terpisah dan tertutup. Jadi lebih tenang saat harus membuka jilbab ketika mengambil air wudhu.
Tips Nyaman Berkunjung ke Masjid Madinatul Iman
Sebelum berkunjung ke sana, entah untuk beribadah maupun untuk berwisata religi, ada baiknya untuk mengetahui beberapa tips berikut:
- Gunakan pakaian yang tertutup (hindari pakaian terbuka). Mengingat ini merupakan pusat kegiatan agama Islam dengan bangunan masjid di dalamnya, maka penting untuk menyesuaikan cara berpakaian kita. Setahu saya, Islamic Center begini biasanya mewajibkan pengunjungnya untuk menggunakan pakaian tertutup atau menggunakan jubah yang disediakan, ketika para pengunjung memasuki area masjid.
- Kalau ingin mendapatkan momen pemandangan terbaik, coba deh datang sore hari menjelang waktu shalat Maghrib, Masya Allah view golden hour-nya juara, man teman! Saya sudah melihatnya langsung. Lalu membayangkan gimana cantiknya pemandangan usai shalat shubuh? Ketika menanti mentari terbit. Wah coba deh datang di waktu tersebut.
- Jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Membawa tumbler saja rasanya sudah cukup.
–
Tulisan ini belum begitu lengkap, tapi semoga cukup memberi gambaran tentang Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC) yaa. Saya pun berencana untuk ke sana dan mengeksplor lebih banyak hal lagi nanti.
Kalau di tempat kalian bagaimana? Ceritakan dong tentang islamice centern-nya…










Hihi di Cianjur tidak ada semacam Islamic Center nya…
Semoga aja kedepannya ada
Saya kira juga awalnya pas melihat gambar kok seperti masjid Nabawi Madinah?
Ternyata memang dibuat menyerupai ya…
Membayangkan kubah hijaunya yang menyerupai bentuk kubah Masjid Nabawi di Madinah itu pasti berasa sedang berada di lingkungan makam Rasulullah ya…
Ketika payung elektriknya dibuka, pasti makin berasa banget nuansa Madinah nya itu… Berasa sedang tidak di kota minyak saja jadinya. Hehehe
Masya Allah cantik sekali masjidnya…Dengan kombinasi keindahan arsitektur dan fasilitas yang mendukung, Balikpapan Islamic Center wajib dikunjungi saat ke Balikpapan. Sebuah ikon wisata religi yang tak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan tapi juga edukasi
Melihat foto-foto dan membaca ulasan Mbak Andy, Masjid Madinatul Iman ini memang kelihatan megah sekali ya. Setuju banget, atmosfernya benar-benar terasa seperti sedang berada di Masjid Nabawi, apalagi dengan desain payung dan kubahnya itu.
Noted untuk datang menjelang Maghrib atau subuh di sana. Kebayang suasananya yang damai syahdu sambil mengamati matahari
MasyaAllah karena terinspirasi dengan Madinah, namanya pun menyelipkan kata yang sekaligus bermakna doa agar warga Balikpapan bisa jadi masyarakat yang teguh beriman.
Konsep Islamic Centernya sudah dipertimbangkan dengan matang mulai dari pemilihan lokasi di tempat tinggi yang pasti indah banget buat memandangi matahari terbit atau tenggelam.
Suasananya bikin nyaman Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center ini.
Luasnya itu lho, jadinya terasa megah dan bikin takjub. Buat itikaf di sana kebayang nyamannya
Jadi ikut penasaran mbak sama Masjid Madinatul Iman ini. Lihat menaranya dari bandara, dari Taman 3 Generasi, sepanjang Sepinggan. Detail banget. Aku jadi tahu.
Visualnya kayak Masjid Nabawi, meski aku belum pernah ke sana, juga berkesan. Suasana malam harinya juga asyik. Hangat sekali rasanya bayangin anak-anak berlarian, lampu-lampu masjid, lihat jamaah lalu lalang. Terima kasih sudah berbagi cerita.
MashaAllah. Saya jadi rindu bertamu ke rumah Allah. Khususnya ke masjid-masjid istimewa dengan visual yang indah luar biasa, seperti halnya MASJID MADINATUL IMAN yang ada di Balikpapan ini.
Sekilas memang mirip dengan MASJID NABAWI di Madinah. Apalagi saat melihat minaret yang menjulang dan payung-payung besar yang mendampingi bangunan inti masjid. MashaAllah membantu sekali buat berteduh saat cuaca panas dan jamaah meluber sampai ke teras luar.
Semoga suatu saat bisa kembali ke Balikpapan dan bermunajat di masjid seluas 8.75 hektar ini.
Masyaallaah Cantiknyaa…
Aku belum pernah datang ke mesjid seluas itu dan belum pernah ngerasain mesjid yang ada payung2 raksasanya begitu.
Tadi aku udh feeling ini kalau dtg sore pasti enak, eeeh beneran…
Saya datang ke Balikpapan di tahun 2012 akhir. Lalu, meninggalkan Balikpapan sekitar 2015 atau 2016 pertengahan karena urusan pekerjaan.
Lumayan sering mengunjungi Balikpapan. Kok aku nggak ingat ada Balikpapan Islamic Center.
Ternyata baru diresmikan di tahun 2017. Pantes. Heheehe…
Masjid seperti ini menjadi idamanku buat mengajak keluarga, bukan sekedar memupuk mencintai masjid dan ibadah di dalamnya, tetapi juga nyaman, apalagi ada playgroundnya. Benar-benar indah arsitekturnya. Payungnya juga menyerupai masjid Nabawi sebagai bentuk afirmasi semoga suatu hari bisa betulan sholat di sana. Masyaallah..
Masjid favorit untuk sholat disini ini kak, meski agak jauh dari rumah tapi seneng deh kalau sholat disini. Apalagi hari besar wajib hukumnya disini hehehehe
Kangennya aku dengan Balikpapan, karena dulu aku besar di sana. Btw dulu Balikpapan Islamic Center belum ada di tahun 90-an. Saya baca tadi baru diresmikan tahun 2017an. Bulan Ramadan gini pasti banyak pengunjungnya di BIC ya mbak
Luas banget tempatnya, mengingat cuaca Balikpapan yang panas, lokasi BIC yang berada di ketinggian lumayan membuat adem ya. Semoga aku juga bisa berkunjung ke sana
Masjidnya nampak modern, di tengah2 kawasan dengan lingkungann perbukitan and pepohonan, menjadikan masjid ini terlihat asri dan juga elegant. Keren sih, jadi betah kalo solat tarawih maupun ied di masjid Islamic Center Balikpapan ini. 🙂
Masyaallah tabarakallah cantik sekali mba masjidnya, sayang saya belum pernah ke sana, bangunannya mirip-mirip kayak di Madinah atau Mekkah ya, interior dalamnya sangat cantik, bikin betah buat ibadah ini mah Mba, daya tampungnya juga bisa sampai 10ribu orang ya, semoga kalau main ke Balikpapan bisa mampir ke sini