Makan Enak View Sawah di Warung Bibiq Maridah

warung depan sawah

Akhirnya dapat tempat sarapan yang sesuai selera lagi. Sudahlah enak, banyak pilihan, pemandangan sekitarnya cantik pula. Bermula dari seorang teman yang merekomendasikan suatu tempat di jalan menuju hutan Pusuk, karena pagi itu kami berencana pergi ke Sembalun via jalur utara dan belum sarapan, pas banget sekalian mampir cobain hidangan di sana. Entah nama jalannya apa, pokoknya di jalan menuju jalur Pusuk KLU, belok kiri aja gitu, ada turunan. Kalau baca di media sosial (threads) sih, lokasi Warung Bibiq Maridah ini berada di Lembah Sari, Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

Tidak Hanya untuk Sarapan

Meski jadi tempat favorit untuk sarapan (lihat ramai dibicarakan di media sosial pun saat melihat pengunjung di sana), rupanya jam buka warung ini tidak hanya di pagi hari. Warung Bibiq Maridah buka pada pukul 07.00-14.00 WITA, istirahat, lalu buka kembali pada pukul 16.00-21.00 WITA. Wah beneran tidak hanya untuk sarapan, tapi juga buat brunch, makan siang, bahkan makan malam.

Jam operasionalnya kurang lebih kayak di Warung Nasi Kuning Kampung Melayu sih ya, dijeda dengan waktu istirahat. Senang deh diajak pak suami ke sini, jadi ada tempat sarapan- eh kulineran favorit selain makan nasi kuning, Coto Makassar, ngenasi padang, atau yang lainnya.

Aneka Hidangan yang Menggugah Selera

Mau nulis aneka menu, tapi kok ya gak banyak-banyak amat pilihannya. Aneka hidangan aja deh ya. Sempat mengira ada nasi kuning di sini, aih rupanya tidak ada. Sempat berpikir pula rasa makanannya biasa-biasa saja, Masya Allah ternyata enak semua. Oh ya, jadi di sini tersedia sejumlah pilihan, mulai dari: Lontong Sayur, Nasi Campur (banyak pilihan lauk: ayam suwir, telur, rendang, dll), dan Soto Ayam (sepertinya jenis Soto Sasak). Untuk minumannya, standar lah ya, ada: es teh, nutrisari, extrajoss, milo, kopi, dan air mineral kemasan. Terakhir ada pilihan gorengannya juga, yaitu tahu isi dan ote-ote/bakwan. Cobain deh ote-otenya, enak! Seporsi terdiri dari 5 potong gorengan, boleh campur.

Untuk harganya, jujur saja, saya gak tahu- dan gak berani nanya. Wkwkwk. Cuma tahu harga nasi campurnya saja (atau nasi rendang ya sebutannya?) yakni seharga 20ribu. Ini juga tahu karena si ibu menyebutkan harga tersebut saat saya memesan. “Ini 20ribu ya, jadi mau?”, tanyanya seolah ragu pada pesanan saya.

Tips Memesan Makanan di Warung Bibiq Maridah

Warung yang sering ramai ini agak tricky. Perlu keterampilan khusus agar bisa menyantap makanan dengan tenang, nyaman, dan hati yang bahagia. Wkwkwk. Dimulai dari tempat duduk, kalau tidak datang sendiri, maka sebaiknya berbagi tugas. Ada yang hunting tempat duduk terlebih dahulu. Biar apa? Tentunya biar dapat tempat duduk, syukurnya dapat yang best view.

Tips selanjutnya, jangan terlalu banyak custom saat memesan hidangan. Catatan banget ini buat saya yang jarang pesan menu default, sering gak pakai inilah…itulah. Masalahnya adalah, si ibu sat set banget melayaninya, saking sat setnya, gak sesuai tuh apa yang kita request. Wkwkwk. Mau protes? yang ada kena ketus balik kitanya, eh tapi no hard feelings kok, lebih berasa lagi diomelin sama emak aja.

Kemudian tips terakhir, kalau datang ramai-ramai, better pesan aneka hidangan deh. Soalnya enak semua. Lontong sayurnya gurih, tapi gak berat-berat amat rasa bumbunya. Sotonya segar, pas banget jadi pilihan sajian berkuah. Komplit kalau pesan nasi rendangnya juga, bumbunya sungguh berasa, rasanya pengen request– bumbunya dibanyakin ya bu. Hahaha.

Warung Sederhana dengan View Sawah dan Perbukitan

Entahlah saya yang baru tahu atau tempat ini bisa disebut sebagai hidden gem. Lokasinya gak beneran depan jalan besar, mesti masuk jalan seukuran satu mobil aja, sedikit jauh pula dari jalan utama. Tampilan warungnya benar-benar sederhana. Tempat duduknya tersedia berbagai pilihan, di berugak, kursi dan meja kayu, kursi dari ban, lantai dua dengan berlantai keramik tempat lesehan, pokoknya gak seragam. Tapi kami para pengunjung gak peduli juga sih, yang penting bisa duduk nyaman dan makan enak. Hahaha. Terus ini tepat di depan warung, viewnya cakep banget!

Sepanjang mata memandang, yang terlihat adalah hamparan sawah nan hijau (ada yang mulai menguning sih), dengan latar perbukitan hijau di balik/sekelilingnya. Udaranya juga segar (asal gak ada yang bakar-bakar), belum dingin karena belum masuk area pusuk, tapi tidak juga panas meski mataharinya terik. Kami datang pada pagi hari, matahari pagi lagi hangat-hangatnya tuh, asupan vitamin D gratis (eh makanannya bayar tapi…), penasaran pengen datang di waktu lainnya. Apakah bakal panas terik saat tengah hari? apakah bakal syahdu menjelang senja?

Teman-teman yang tinggal di Lombok atau pernah ke Lombok, tahu warung ini gak? Jadi hidangan apa nih yang kalian favoritkan di sana? Share dong di kolom komentar.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment