Coto Makassar di Balikpapan, Sensasi Kulineran di Tepi Laut

coto makassar di balikpapan

Satu hal yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Balikpapan adalah menikmati sajian Coto Makassar. Bukan karena Coto Makassar di Lombok tidak ada, tapi entah mengapa rasa coto di sini menurut saya cenderung lebih mirip dengan yang di Makassar, dibanding sajian coto di daerah lainnya di luar Makassar. Apakah karena suku Bugis-Makassar menjadi komunitas pendatang terbesar di Balikpapan? Intinya, karena belum bisa ke Makassar, setidaknya, sempatkan diri untuk menyantap Coto Makassar di Balikpapan. Lokasinya di mana? Sekarang sih sudah banyak pilihan yaa, di Manggar, Sepinggan, dan daerah lainnya, tapi tetap saja coto di Pasar Klandasan juaranya.

Pasar Klandasan, sebuah pasar tradisional yang menyediakan beragam kebutuhan, mulai dari bahan pangan, pakaian, hingga perabot rumah tangga, ini terletak di tepi laut yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar. Masih di wilayah pasar tersebut, ketika berbelok ke arah kiri dari area pasar, maka teman-teman akan menemuka berpetak-petak tempat berjualan, lengkap dengan kursi, meja, dan tenda, yang sebagian besar menjual coto Makassar.

coto makassar ketupat dan es jeruk

Sensasi Makan Coto dengan View Selat Makassar

Hal yang menarik adalah warung coto di Pasar Klandasan sini berada di tepi laut, berhadapan langsung dengan Selat Makassar. Angin sepoi-sepoi di sini terasa berbeda, view laut, dan jangan lupa sesekali ada saja kapal yang melintas. Kalau dipikir-pikir, selama 19 tahun tinggal di Makassar saja, saya malah belum pernah menyantap Coto Makassar berhadapan langsung dengan laut begini. Atau teman-teman dari Makassar bisa memberi contoh warung coto di sana dengan posisi yang demikian?

Harga Seporsi Coto Makassar di Pasar Klandasan Balikpapan

Meski ada banyak warung coto di sini, dengan pemilik yang berbeda-beda, tapi mereka menetapkan satu harga yang sama, yakni 30ribu untuk seporsi Coto Makassar (bebas pilih isian daging atau mix jeroan). Gratis ketupat dan minum sepuasnya. Wait, tahun 2013 sih minum beneran gratis dan sepuasnya, cuma kayaknya kalau gak salah ingat, pas ke sana 2025, minumnya bayar deh. CMIIW.

bukber ribuan coto

Acara Bukber Ribuan Porsi Coto Makassar Gratis

Ternyata momen kedatangan pertama kami di tanggal 29 Maret 2025 kala itu gak pas. Pasalnya, di hari yang sama, sedang berlangsung acara buka puasa bersama yang diadakan oleh KNPI Balikpapan. Total sebanyak 1500 porsi coto gratis dibagikan untuk umum. Saya iseng cek informasi di tahun 2026, rupanya pada awal Maret baru saja ada gelaran bukber 1000 porsi Coto Makassar gratis yang diadakan oleh komunitas HDCI Kota Balikpapan. Kalau dilihat-lihat, acara makan coto Makassar ramai-ramai gini sepertinya rutin diadakan di sana. Hmm…

Kembali ke cerita tadi, jadi kami tiba usai para peserta selesai menyantap cotonya. Para pelayan agak kebingungan dengan pelanggan (non acara bukber) yang datang. Alhamdulillah kami masih sempat menyantap seporsi Coto Makassar, walau agak menunggu ketupat berikutnya matang. Suasananya pun habis crowded, berantakan di sana sini, sehabis hujan, malam pula! Dahlah, dalam hati udah berjanji, besok-besok bakal ke sini lagi.

seporsi coto makassar

Nikmatnya Semangkuk Coto Makassar

Akhirnya kami datang pada kesempatan lain, sekitar beberapa hari setelah hari yang crowded itu. Kami datang siang hari, kebetulan cuaca sedang mendung. Jadi amanlah, tidak berpanas-panas ria. Seporsi Coto Makassar tersaji di meja, lengkap dengan sepiring ketupat yang bisa disantap sepuasnya, tidak lupa pula lombok (sambal), irisan daun bawang dan bawang goreng, serta jeruk nipis. Masya Allah, sempurna! Untuk minumannya, bisa pilih es teh, es jeruk, maupun air mineral. Sekali lagi, saya kurang tahu apakah minuman ini masih gratis dan bebas tambah sepuasnya ya. Kalau ketupat, informasinya ya, masih free, unlimited.

makan coto view laut

Coto Makassar di Balikpapan Serupa Coto Abdesir Kuah Putih

Dari sekian banyak warung di sana, pilihan kami waktu itu jatuh kepada Coto Makassar H. Kasim, konon warung coto yang didirikan oleh H. Kasim (Rahimahullah) berdiri sejak tahun 1981. Itu yang saya baca dari liputan tentang Coto Makassar di Balikpapan yang dituliskan dengan apik oleh tim Kaltim Kece. Sudah lama sekali yaa ternyata.

Coto di warung ini tuh mempunyai ciri khas kuah yang berwarna putih, ya mirip coto kuah putih Abdesir di Makassar. Dari segi warna ya, kalau untuk rasa, saya perlu update rasa lagi karena sudah lama tidak menyantap coto abdesir.

Untuk pembayarannya, per April 2025 kami datang, pilihannya hanya tunai dan transfer ke rekening bank. Jadi untuk lebih efektif, lebih baik teman-teman siapkan uang cash deh.

Cara Menuju Warung Coto di Pasar Klandasan

Makin ke sini, semakin banyak pilihan moda transportasi di Balikpapan. Selain tentunya yang paling praktis adalah naik kendaraan pribadi. Hahahah. Tapi selain itu, teman-teman bisa memanfaatkan aplikasi transportasi online, angkot, atau naik bus Balikpapan City Trans. Kalau teman-teman dari arah bandara, maupun pelabuhan Semayang, maka sangat mudah ke sana. Cukup naik Bacitra Koridor A, kemudian turun di Halte Pasar Klandasan, setelahnya ya jalan-jalan lumayan menuju titik warung cotonya. Kalau gak kuat jalan, paling asyik ya naik ojek online atau motor pribadi.

Oh ya, mengingat lokasinya yang berada di area pasar, pertimbangkan juga waktu ke sini ya. Hindari malam hari jelang ramadan, karena masyarakat sedang tumpah ruah berjualan dan berbelanja di sana. Perhatikan juga waktu kedatangan, jangan saat matahari sedang terik-teriknya, combo di tepi laut, wah makin membara itu panasnya.

Bagaimana? Sudah siap mencoba kuliner Coto Makassar di Balikpapan?

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

2 Comments

  • Lita
    Lita 9 March 2026 at 6:10 pm

    ya Allaahhh enak bangeettt eehh makan coto gratiisss. Kangeennya makan pisang epe di taman bekapai. nongkrong di melawai ndak kuat anginnyaa

    Reply
  • duniamasak
    duniamasak 13 March 2026 at 10:13 am

    coto makassar dabest, aku juga suka 😀

    Reply

Leave a Comment