The Power of Power Bank Posted on 12 December 201513 December 2015 By andyhardiyanti Power Bank. Beberapa waktu yang lalu saya sering heran sama benda yang satu ini. Apalagi kalau sudah lihat teman-teman pengguna smartphone yang heboh menggunakannya. Dalam benak saya selalu terpikir memangnya perlu amat ya punya powerbank gini? Satu tahun dua tahun, saya masih bertahan. Disaat orang-orang sibuk menyelamatkan batere ponsel yang hampir mati total dengan powerbanknya, saya tetap siap siaga dengan charger yang kabelnya cukup panjang. Yang tentunya selalu membutuhkan stop kontak listrik. Eh tapi bukannya stop kontak listrik tidak selalu tersedia dimana saja? “Terus ini powerbank mesti dicharge juga gitu?” tanya saya pada seorang teman. “Iyalah, Mbak!” jawabnya. Saya kemudian menanggapinya lagi, “Berarti kalau lupa dicharge gak ada gunanya juga dong?”. “Ya terus Mbak maunya gimana?” teman balik bertanya. Dan tidak saya jawab. Percakapan tersebut saya ingat kembali pada suatu kondisi dimana batere ponsel saya sudah sekarat. Simbol batere terlihat berwarna merah dan warna merahnya itu sedikiiiit sekali. Sementara saat itu saya sangat butuh si ponsel untuk tetap hidup. Singkatnya ada urusan yang tidak bisa ditunda lah.. Charger? Oke, saya punya. Eh tapi ini kan lagi dalam perjalanan. Ya kali saya mau singgah bentar di mini market atau apa gitu sekadar colokin charger. Disaat seperti itu saya selalu berpikir untuk beli power bank saat itu juga π Entah sudah berapa kali saya dihadapkan pada posisi menyesal karena tidak punya powerbank. Selain kejadian di atas, kejadian lain yang paling sering saya alami adalah ketika mengikuti kegiatan di luar kampus (seminar misalnya) bersama sejumlah teman. Kegiatan yang biasanya diadakan seharian ini cukup memakan energi si ponsel yang seringkali dipakai untuk eksis di media sosial. Makanya, kalau seminar ya seminar. Jangan sibuk sama media sosial #eh. Dan batere ponsel kami kompakan juga dong lowbatnya. Sayangnya ya karena hanya saya sendiri yang baterenya tetap sekarat, disaat teman-teman yang lain tetap bisa menggunakan ponselnya selama dihubungkan dengan si power bank ini. Lima menit sepuluh menit saya tunggu, berharap ada yang mau meminjamkan power banknya kepada saya. Akhirnya ada, tapi batere power banknya juga mulai sekarat. Jiahh, sama aja! Huft. Belajar dari pengalaman-pengalaman menyedihkan plus bikin malu saya yang sok-sokan tidak butuh powerbank. Dan dengan didukung hadiah voucher kuis senilai Rp50.000,- yang saya terima dari toko hp dan aksesoris ternama di Lombok, sebut saja Ricky Smartphone, akhirnya saya beli power bank juga! Dan acara beli power bank ini juga tidak luput dari aksi memalukan saya. Saya: Mas, ini nih dapatnya kabel untuk dihubungkan ke hp sama power banknya aja? Masnya: Iya mbak, sesuai keterangan di kotaknya ini kan.. Saya: Terus? Nanti saya charge power banknya gimana? Cuma bisa disambungkan ke laptop aja dong kaya kabel data gitu? Masnya: Maksud mbak? *masnya mulai gagal paham sama calon pembelinya yang katro* Saya: Ya iya mas, ini saya ngecharge power banknya pakai apa? Masnya: Pakai charger biasa aja mbak. Chargernya hp. Ini kan colokannya sama. *langsung pasang gaya sok cool padahal udah malu maksimal* Saya: Ooo gitu, saya kira dapat charger juga. Dulu biasa belinya gitu sih… Huft. Bikin malu aja kuliah informatika tapi yang ginian katro ckckck… *ngomong sama cermin* Tapi oke yaa, masalah power bank udah beres. Sekarang tinggal tunggu kondisi ngumpul-ngumpul sama teman, terus si ponsel sekarat banget dan kemudian power bank ini bisa kelihatan manfaatnya π Eh tapi gak disetting gitu juga kali ya! Ini sebenarnya beli power bank buat apa (?). Intinya gitu lah, sekarang jadi malu sendiri karena ternyata saya butuh juga power bank. Yaa asal jangan kelupaan aja ngecharge power banknya. Hihihihi. Kalau teman-teman gimana nih? Masih bertahan untuk tidak pakai power bank? Share dong alasannya. Uncategorized power bankricky smartphone
Uncategorized Tentang Permen Karet dan Huruf N yang Tak Kunjung Ditemukan Posted on 17 August 201518 August 2015 Pernah makan permen karet, teman-teman? Masih ingat promo berhadiah tas sekolah, sepeda, tamiya, dan hadiah lainnya yang bisa didapat dengan hanya merangkai huruf-huruf Y+O+S+A+N yang ada dibalik kemasan permen karet? Kelihatannya cukup mudah, tapi tunggu dulu.. adakah diantara teman-teman yang sudah berhasil melengkapi rangkaian hurufnya? Beberapa waktu yang lalu saya… Read More
Uncategorized My 1st Wedding Anniversary Posted on 24 July 201113 August 2015 Setahun yang lalu tepatnya pada hari Sabtu tanggal 24 Juli 2010 pukul 10-an wita (waktu itu saya tidak sempat nengok ke jam dinding, jadi tidak tahu persis jam sepuluh lewat berapa menit) kami sudah sah menjadi sepasang suami istri. Senangnya minta ampun ya Allah.. Senang karena sekarang kalau kemana-mana ndak… Read More
Uncategorized Bahasa Indonesia dan Mereka yang Mencinta Posted on 14 November 20111 September 2020 Apa kabar Bahasa Indonesia? Ah, lama tak jumpa. Anak zaman sekarang lebih suka berbahasa Indonesia yang mengada-ada, yang semaunya saja, yang tulisannya dibolak-balik pun dipadupadankan dengan angka. Apa namanya.. 4L4Y! Ahhay, saya juga tidak tahu apa artinya. Hanya dengar-dengar saja istilah mereka. Maaf, bukan hendak menghujat. Saya sekadar berpendapat, sebab… Read More
saya juga gak pakai power bank mbak, saya kan gak eksis di medsos, jadi batere nya bisa bertahan sampai pulang #eh Reply
Xixixixixi iya mas. Kalau butuh aja belinya π Jangan kayak pas harbolnas, butuh gak butuh tetap dibeli #eh Reply
Bagi yang suka ngeksis terus di medsos memang alangkah baiknya punya power bank, kalau bisa sih plus beli batre double. biar up todate π Reply
Powerbank saya belum pernah dibawa ke bandara sih mbak, lah belinya aja baru berapa hari kemarin π itu ditahan karena kenapa mbak? Reply
Powerbank belum jadi barang wajib untukku alhamdulillah, meski punya hihi. Kemarin tiga bulan merantau, sekalipun ga pake powerbank. Sampai di bandara, koperku keliatan ada baterai di detektornya ampe dibongkar tapi ga nemu, dan aku ga inget kalau punya powerbank π Baru ngeuh beberapa minggu kemudian kalau punya PB π Reply