Potret Bukit Malimbu Lombok di Pagi Hari Posted on 2 November 20268 November 2026 By andyhardiyanti Bukit Malimbu Lombok adalah destinasi populer bagi para wisatawan. Banyak yang berhenti sejenak di sini untuk sesi pemotretan, atau sekadar menikmati pemandangan sekitar. Beberapa hari yang lalu, usai menyiapkan anak-anak berangkat sekolah, kami melakukan perjalanan di pagi hari. Awalnya hanya ingin jalan-jalan sembari mencari sarapan yang dekat-dekat saja. Entah ke Pantai Ampenan, atau paling jauh ya ke Pantai Senggigi. Eh siapa sangka, malah kendaraan beroda empat yang kami kendarai sampai ke Bukit Malimbu di Kabupaten Lombok Utara. Destinasi Andalan Para Wisatawan Teman-teman pernah berwisata ke Pulau Lombok? Let me guess, pasti pernah ke Malimbu. Kemudian, coba tanyakan hal yang sama dengan keluarga maupun kerabat kalian yang juga pernah ke Pulau Seribu Masjid ini, bisa dipastikan mereka akan memberikan jawaban yang sama. Pernah ke sini, berfoto, bahkan mungkin ada yang sampai berbelanja aneka aksesoris. Entah itu gelang, kacamata, maupun topi. Wajar saja, bukit yang identik dengan pagar besi pembatasnya yang berwarna kuning dan jalanan meliuknya tersebut adalah destinasi andalan para wisatawan. Bisa jadi pula awalnya bukan andalan, kebetulan saja sebagian besar trip yang diatur oleh pihak tour and travel memuat Bukit Malimbu sebagai salah satu tujuannya. Terutama ketika salah satu tujuannya adalah ke Gili Trawangan, Meno, maupun Air, maka ya sekalian saja lewat sini juga. Meski demikian, saya yakin, dari yang awalnya hanya ikut ke mana driver akan membawa, berakhir dengan teman-teman yang jadi jatuh cinta akan panoramanya. Jalan-jalan Pagi Sampai ke Bukit Malimbu Lombok Oke, kembali ke cerita awal tadi. Awalnya mau belok ke Kota Tua Ampenan, eh tidak jadi. Tiba-tiba ingin sarapan di pinggir pantai saja. Sekalian menikmati semilir angin, mendengar debur ombak, dan melihat birunya air laut. Jadilah mobil yang kami kendarai terus melaju. Menengok sejenak di Pantai Senggigi, eh masih sepi. Perjalanan berlanjut sampai ke Pantai Klui. Niatnya tadi ingin menyantap sarapan Sate Bulayak dan minum air kelapa di padang rumput di sana. Sayangnya, area duduk-duduk tersebut masih terhalang plang kayu, belum buka. Hiks. Sempat heran, kok sudah pukul 8an lewat, belum ada warung yang buka. Aneh sekali. Sampai kami tersadar, ah pantas saja! Ini kan hari Selasa! Masih weekday! Ya iyalah, warung-warung belum pada buka, siapa juga yang akan ke sana? Tanpa terasa (terasa sih sebenarnya), perjalanan kami akhirnya terhenti di Bukit Malimbu. Bukan karena memang hendak singgah mampir untuk berfoto, tetapi karena akhirnya kami menemukan warung yang buka! Nikmatnya Sarapan Ikan Kakap Bakar Alhamdulillah, jadilah pagi itu kami sarapan di Bukit Malimbu. Menunya lengkap. Nasi putih, ikan kakap bakar, sambal, terong bakar, dan sayur kelor. Minumnya air putih dan kelapa muda. Aih, nikmatnya…meski butuh waktu cukup lama menunggu pesanan tersebut disajikan. Eitss, tapi postingan blog ini bukan mau cerita makanan. Saya bahkan agak effort mencari dan mengingat, apakah sempat memotret hidangan sarapan kami. Saya hanya ingin membagikan sedikit hasil jepretan kamera selama berada di sana. Potret Bukit Malimbu di Pagi Hari Inilah potret bukit Malimbu yang semoga cukup menggambarkan suasana pagi hari, tepatnya pukul 9 pagi di sana. Bukit populer yang dikenal dengan jalannya yang meliuk, pagar pembatasnya yang berwarna kuning, jalanannya yang mulus, pemandangan tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) yang terlihat jelas, ranting-ranting pohon dengan warna gradasi biru laut, pesona teluk Nipah, ahh semua indah. Untuk warga Lombok maupun wisatawan yang pernah sini, Malimbu mungkin jadi destinasi yang biasa saja. Ah, kan sudah pernah ke sana. Tapi bagi saya yang tumben datang pagi hari, hari kerja pula, ada keindahan tersendiri yang saya lihat. Itulah mengapa saya bahagia memotret beberapa sisi. Benar-benar pemandangan saja, bukan sesi foto bersama dengan berbagai gaya. Damai sekali melihat Bukit Malimbu versi di pagi hari, yang sepi, tenang, tidak dengan bus demi bus yang parkir di sisi sini, dan yang berlalu-lalang di sisi seberang. – Momen beberapa yang lalu saat ke Bukit Malimbu Lombok membuat saya mendefinisikan kembali arti berwisata. Cara seperti ini ternyata seru juga. Datang di waktu-waktu yang tidak biasa, lebih banyak menikmati suasana dan mendokumentasikan seperlunya. Ya, bahkan ke tempat wisata yang sebelumnya pernah didatangi. Sepertinya memang perlu dikunjungi lagi, lalu dinikmati dengan cara berbeda. Bagaimana menurut teman-teman? Pernah merasakan hal yang sama? Teman-teman termasuk tipe yang mana? Sekadar singgah sejenak, dan lebih banyak berfoto bersama, atau memilih datang di waktu tenang dan menikmati waktu/keberadaan saat di sana? Apapun itu, selamat berwisata dan jangan lupa bawa pulang sampahnya ya. Traveling
Traveling Dari Lombok ke Sumbawa, Asyiknya Naik Kendaraan Apa ya? Posted on 15 June 201922 June 2019 Dari Lombok ke Sumbawa, Asyiknya Naik Kendaraan Apa ya? Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat) tempat saya tinggal terdiri dari dua pulau besar, keduanya adalah Pulau Lombok dan Sumbawa. Dimana di masing-masing pulau terdapat sejumlah kota dan kabupaten. Di Pulau Lombok berdiri 1 kota dan 4 kabupaten. Kota dan kabupaten tersebut… Read More
Traveling Nongkrong di Skylancing Paragliding, Wisata Paralayang Lombok Posted on 7 July 202626 October 2026 Wisata paralayang Lombok selain memacu adrenalin, juga menawarkan keindahan alam perpaduan bukit nan hijau dan birunya laut dari ketinggian. Itinerary yang sudah memuat tujuan ke destinasi wisata tenun, pantai, gunung, bukit, kuliner, dan lainnya, akan semakin lengkap jika ditambah rencana ke Skylancing Paragliding Lombok. Sangat tepat bagi mereka yang ingin… Read More
Traveling Rekreasi dan Relaksasi di Soera Eco-Retreat Suranadi Posted on 23 May 202624 May 2026 Lombok sering dianggap sebagai tempat yang pas untuk slow living. Tidak ada yang terburu-buru untuk dikejar, dan rasanya setiap orang seperti benar-benar menikmati proses kehidupan. Tapi Lombok sebelah mana dulu? Kota Mataram saja, kini sudah lebih ramai dari biasanya, tiba-tiba di sejumlah titik— mulai akrab dengan momen macet di pagi… Read More