Sunset Cantik di Pantai Klui

sunset klui

Pemandangan sunset seperti apa yang jadi favorit teman-teman? Kalau suka dengan kombinasi pantai, siluet gunung, serta barisan pohon kelapa, maka Pantai Klui adalah tujuannya. Sunset atau matahari terbenam memang bisa dinikmati di banyak titik di Pulau Lombok, terutama di garis pantai barat, dan tiap tempat memiliki keindahannya sendiri. Entah itu di Pantai Ampenan, Penghulu Agung, Kerandangan, atau yang lainnya, tapi bagi saya, Pantai Klui juaranya.

Lokasi Pantai Klui

Bagi yang sudah lama mengenal Lombok, rasanya pasti sudah akrab dengan destinasi wisata bernama Senggigi. Nah lokasi pantai untuk menikmati sunset yang cantik ini bukan di sana, tapi ke arah utara lagi, sesuai arahnya— yang memang sudah masuk di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Pantai Klui berlokasi di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Tepat di sebelah Jeeva Klui Resort, serta di seberang plus jalan dikit dari hotel Luansa Klui dan Diva Lombok Resort. Dari titik nol kilometer kota Mataram sih berjarak sekitar 20 km. Terbilang jauh, tapi tenang saja, tidak terasa kok mengingat sepanjang perjalanan teman-teman akan disuguhkan dengan pemandangan yang indah dan lalu lintas yang lancar jaya.

Sunset Cantik Versi Paket Komplit

Mengingat lokasinya yang lebih jauh dibanding sunset point lainnya yang ada di Lombok, jadi saya dan keluarga termasuk jarang ke sini. Kalau dihitung-hitung, rasanya masih dalam hitungan jari, momen di mana kami benar-benar datang ke Pantai Klui untuk menanti matahari terbenam. Padahal seperti yang saya bilang tadi, pemandangan matahari terbenam di sini tuh benar-benar juara. Sunset cantik versi paket komplit! Memangnya ada apa saja?

gunung agung

Pemandangan Gunung Agung dari Kejauhan

Hiburan banget dah tiap lihat Gunung Agung yang jelas gini, benar-benar teringat sama gambar di masa kecil dulu. Soalnya bentuk gunungnya ya seperti yang dulu sering kita gambar (teman-teman juga kan?). Bedanya ini dengan view laut, bukan jalanan dan sawah (mungkin kalau dilihat di Bali bakal seperti itu, iya gak?). Foto di atas gak begitu jelas sih, entah faktor kamera atau saya yang terlewat momennya, efek terlalu menikmati pemandangan sepertinya.

Tapi begitulah, betapa setiap hari kami yang di Lombok bakal disuguhkan pemandangan Gunung Agung dengan berbagai latar warna. Semua bergantung pada saat kapan teman-teman melihatnya, kalau saat sunset, ya seperti ini.

barisan pohon kelapa klui

Barisan Pohon Kelapa yang Indah

Sebelum sampai pada bagian pasir pantainya, para pengunjung akan disajikan hamparan tanah lapang yang ditutupi rerumputan hijau, komplit dengan banyak pohon kelapa yang tumbuh berbaris rapi. Masya Allah indah sekali. Pemandangan siluet barisan pohon kelapa terlihat menunjukkan keindahannya dengan berbagai sajian warna yang terus berubah menjelang sunset. Foto di atas diambil saat kami belum masuk area pantai, benar-benar masih di luar tembok, dilihat-lihat kok cantik… foto deh. Semakin bergeser waktu, nanti warnanya perlahan berubah, jadi perpaduan biru muda ke kekuningan, lalu birunya kian tegas berbaur jingga, ah begitu pokoknya. Kalau dibuat timelapse atau slowmotion kayaknya cakep.

bermain bola di klui
oplus_32

Lapangan Rumput nan Hijau

Ini sebutnya apa ya? Tanah lapang, lapangan, lapangan rumput, atau apa? Intinya begitu deh ya. Anak-anak bisa puas berlari, main bola, camping, gelar tikar terus piknik (duduk beralaskan rumput pun tak masalah), sampai jadi tempat outbond. Gak heran sih warung-warung di sana selain berjualan makanan dan minuman, juga menjual bola plastik. Mereka pada paham para pengunjungnya pasti pengen lari-lari menggiring bola.

makanan di klui

Aneka Makanan dan Minuman

Pantai Klui sungguh ramah bagi kita yang mau mode hemat. Gak papa banget kok ke sini membawa aneka perbekalan. Mobil masuk sampai dalam pun tak apa. Jadi pengunjung bisa duduk piknik di dekat mobilnya, sambil menikmati makanan dan minuman yang dibawa dari rumah. Kalau mau lebih praktis sambil mendukung usaha warung-warung di sana, boleh tuh dipesan aneka makanan dan minumannya. Warungnya gak banyak sih, tapi menunya cukuplah untuk mengenyangkan perut sambil bersantai menikmati pemandangan cantik dan udara segar di sana.

Aneka hidangan tersedia, mulai dari Sate Bulayak (harganya 25rb apa 30rb ya? Lupa…), pop mie dengan berbagai varian rasa (10rb), kelapa muda, kopi seduh, dan masih banyak lagi. Bebas mau duduk di mana saja di area pantai, nanti pesanannya bakal diantarkan. Pembayaran secara tunai ya, jangan sampai pada mikir bisa QRIS. Wkwkwk

laut pantai klui

Pantai dengan Deburan Ombak yang Wow

Namanya juga pantai, pastinya ada pemandangan air laut dong ya. Yes! Kalau sepintas dilihat di foto ya sudah, seperti pantai pada umumnya, asyik tuh renang di sana. Eitss, sebaiknya jangan. Sebab pada kenyataannya, ombak di Pantai Klui tuh rada wow. Nanti kalau teman-teman sudah sampai sana baru deh melihat langsung bahwa benernya tuh dipakai main selancar atau surfing aja dibanding berenang. Big no! Di atas tuh lagi motret burung yang beterbangan, eh baru ngeh lagi ada beberapa orang di tepi pantai, ada anak kecil pula itu, syukurnya gak lama setelahnya dia balik menjauh dari air. Ya meskipun lagi surut, ombak di sana gak bisa dianggap biasa, perlu waspada dan pendampingan dari orangtua (di mana-mana juga gini).

pintu masuk klui

Harga Tiket Masuk Pantai Klui

Jadi berapa harga tiket masuk ke sana? Tidak ada tiket/karcis yang dibayarkan untuk perorangan/pejalan kaki alias gratis! Adapun yang dikenakan biaya hanyalah untuk parkir, yakni 5rb motor, dan 10rb mobil. Kedatangan sebelum-sebelumnya, kami selalu menggunakan mobil, dan masuk langsung di area rumput. Kemarin saat ke sana bersama sahabat saya- Iga, serta anak-anak, kami datang berjalan kaki dari Diva Lombok Resort, sekitar 450 meter saja. Saya baru tahu bahwa ada dua jalan masuk, pun ada dua bagian pantai, sisi kiri dan kanan. Foto di atas itu lebih dekat ke sisi kiri, lebih sepi, tapi warungnya hanya ada satu, pun pepohonan kelapanya tidak sebanyak di sebelah. Ah ya, harus memutar kalau keluar, karena sisinya yang dekat jalan sudah full ditembok.

Meski masuk dari pintu di foto di atas, kami lebih memilih berjalan lagi di atas pasir pantai, kemudian ke sisi lapangan rumput di sisi kanan. Tempatnya lebih luas, pohon kelapanya lebih banyak, pun pilihan warungnya, dan yang terpenting: di sana langsung ada pintu lainnya untuk keluar.

Begitulah Pantai Klui, indah dipandang pun untuk bersantai, tapi tidak untuk berenang dan bermain-main lucu dengan air. Tetap berhati-hati dan selalu awasi anak-anak terutama saat berada di tepi pantai ya. Ingat juga untuk menjaga kebersihan dan membawa pulang sisa-sisa sampahnya.

Bagaimana? Makin penasaran untuk jalan-jalan ke Lombok?

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

6 Comments

  • iqbal mby
    iqbal mby 19 June 2026 at 8:12 pm

    apah family

    Reply
  • tanti amelia
    tanti amelia 20 June 2026 at 7:33 am

    Mbaaaak! Gimana sih rasanya tinggal di pulau yang menjadi destinasi wisata! Sungguh aku going left banget deh!

    Baca tulisan tentang Pantai Klui ini rasanya adem banget, seperti ikut duduk di tepi pantainya sambil menikmati angin laut yang pelan-pelan nyapu semua penat dan semuaaa foto-fotonya cantik estetik!

    Aku suka cara kamu mendeskripsikan suasananya, bukan cuma soal cantiknya pantai, tapi juga ketenangan yang ditawarkan tempat ini. Justru itu yang bikin Pantai Klui terasa spesial: nggak terlalu ramai, alami, dan punya vibes damai yang bikin orang betah berlama-lama. Pemandangan laut biru, bukit hijau, plus sunset-nya kebayang cantik banget

    Setelah baca ini, aku jadi paham kenapa banyak orang jatuh hati sama Pantai Klui (insya Allah sampe sana aamiiin) kadang yang kita cari dari liburan memang bukan sekadar destinasi populer, tapi tempat yang bisa bikin hati ikut tenang dan recharge energi lagi

    Reply
  • Annie Nugraha
    Annie Nugraha 20 June 2026 at 8:19 am

    Saya sampai sekarang dendam kesumat pengen ke Lombok. Ya ampun semoga Allah kabulkan sebelum berkalang tanah. Padahal sudah entah berapa kali dapat undangan meliput ke Lombok tapi ada aja yang membatalkan.

    Inget nama KLUI saya mendadak ingat KRUI nya Lampung. Wajah wisatanya sama persis kalau lihat foto-fotonya Mbak Andy. Pantai lapang dengan pohon kelapa menjulang dan estetik buat difoto. Sunsetnya juga sama persis. Ini kalau direkam atau difoto pake kamera profesional pasti jadinya jauh lebih cakep. Warna jingganya lebih muncul. MasyaAllah.

    Fasilitasnya juga ramah pengunjung ya Mbak. Landai dan kita bisa camping dadakan sendiri. Jadi terasa costless.

    Reply
  • Guritno Adi
    Guritno Adi 20 June 2026 at 2:28 pm

    Luar biasa, indah sekali ya mbak Pantai KLUI. Jauh banget dibanding dengan Kenjeran Surabaya, mbak.

    Reply
  • Yuni Bint Saniro
    Yuni Bint Saniro 20 June 2026 at 2:32 pm

    Berasa kayak gambar pemandangan jaman sekolah dulu nggak sih. Versi yang bagusnya tapi ya. Mempesona banget kak

    Reply
  • Maria G Soemitro
    Maria G Soemitro 20 June 2026 at 4:06 pm

    Pantai mana pun di Lombok, bagus semua ya?
    Saya jadi penasaran, apakah mulai tercemar sampah seperti di Bali?
    Karena baca tulisan di atas, wisatawan bisa jajan popmie, nah sampahnya dibuang ke mana nih?
    Semoga pantai di Lombok selalu terjaga keasriannya ya?

    Reply

Leave a Comment