Penginapan Hidden Gem dengan Kolam Mata Air di Aik Berik Lombok

Villa hideout lombok

Staycation di sebuah penginapan privat hidden gem kawasan Aik Berik, Lombok, sungguh menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi dengan hadirnya kolam mata air alami yang menyegarkan tepat di tengah rimbunnya pepohonan hijau. Tahu tempat ini pertama kali saat melihat konten instagram @pasukankemping, kemudian makin penasaran setelah melihat postingan status WA teman-teman yang sudah pernah menginap di sana. Dari cerita mereka, makin pengen rasanya mencoba sensasi menginap di tempat yang privat dengan kolam alami bernama Villa Hideout Lombok itu.

Tapi nyatanya tidak semudah itu untuk dapat tanggal yang cocok. Penginapannya available, kaminya yang tidak lowong. Begitu pula sebalinya, saat kami lowong, eh tanggalnya tidak available. Pengalaman seorang teman bahkan harus booking sebulan sebelumnya. Syukurnya saat libur sekolah kemarin, kami kebagian satu tanggal (tanpa harus booking jauh-jauh hari), karena mendadak ada yang cancel.

Lokasi villa aik berik

Lokasi Villa Hideout Lombok

Dari Kota Mataram, butuh waktu satu jam untuk sampai ke sini. Villa Hideout Lombok berlokasi di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Patokannya adalah berhenti di warung Pawon Sasak Liza, sekitar 400 meter sebelum pintu masuk air terjun Benang Stokel/Benang Kelambu, lalu dilanjutkan mengambil sisi kanan jalan dan berjalan kaki selama sekitar 5 menit. Kita akan masuk kampung, melewati beberapa rumah warga, kebun, dan kolam ikan, dengan jalan yang terus menurun. Mobil berhenti di atas dan diparkir di sebelah warung, sementara untuk motor, bisa dibawa sampai ke lokasi (nanti akan dibantu melewati turunan).

Penginapan privat ini berdiri sendiri di sana, tidak akan ada tamu lain selain kami (yang sudah booking). Sekelilingnya ada pagar besi sederhana. Tepat di samping bangunan penginapan, ada kolam alami yang luas, setinggi dada orang dewasa. Airnya luar biasa jernih, bersumber dari mata air, dan terus mengalir. Jangan khawatir, meski privat, tidak jauh dari Villa Hideout Lombok, berdiri beberapa rumah warga. Jadi gak sepi-sepi amat, ada masjid pula, yang membuat malam hari ada sayup-sayup lantunan suara mereka yang membaca Qur’an.

Ruang tidur villa hideout

Fasilitas Villa Hideout Lombok

Begitu tiba di lokasi, teman-teman akan melihat satu bangunan kayu menyerupai rumah lumbung. Bagian atasnya adalah ruang tidur yang terdiri dua kasur, lengkap dengan bantal dan selimut. Ada selembar sajadah juga, tapi better bawa saja perlengkapan shalat sendiri dari rumah. Balkonnya mengarah ke halaman. Masih di lantai yang sama, ada dua jendela dengan pemadangan mengarah ke kolam dan area api unggun.

Bagian dasar bangunan adalah ruang tamu atau ruang serbaguna yang luas. Bisa untuk duduk-duduk ngumpul makan, menaruh barang, atau jadi tempat tidur. Ada satu kasur kecil pula disediakan di sini.

Dapur villa hideout

Dapur Sederhana dengan Berbagai Perlengkapan

Bagian belakang dari tempat ini berbatasan langsung dengan dapur. Konsepnya semi terbuka. Tidak perlu repot-repot membawa perlengkapan masak dari rumah, karena sudah tersedia di sini. Menurut saya, cukuplah untuk sekadar masak sederhana. Ada satu kompor gas, lengkap dengan panci, talenan kayu, teflon, pisau dan cobek. Tidak ketinggalan pula beberapa piring, gelas, dan sendok. Oh ya, ada rice cooker juga nih! Jadi teman-teman tinggal membawa beras dan bahan makanan saja. Kalau datangnya ramai, sebaiknya bawa peralatan makan tambahan yaa.

Pengen ngegriil? Rupanya tersedia pula alat panggangan besi untuk BBQ grill. Jangan lupa untuk membawa arang ya atau memesan langsung sama pengelola di sana.

Minum Air Langsung Dari Sumbernya

Air minumnya bagaimana? Langsung ambil dari mata air. Tinggal pilih deh mau ambil di titik mana. Kabarnya warga sekitar ya minumnya dari sana, berbagai kebutuhan air pun ambil dari sana, bahkan ada salah satu produsen air minum di Lombok- sumber airnya ya dari air minum tersebut. Kayaknya itu pengalaman pertama saya minum air yang bersumber langsung dari mata air. Awalnya sempat khawatir, kenyataannya ya saya baik-baik saja, tidak kenapa-kenapa. Masya Allah, airnya segar sekali.

Tempat cuci piring
cuci piringnya di sini, lupa fotoin kamar mandinya

Kamar Mandi dan Tempat Cuci

Tepat di sisi kanan bangunan, terdapat toilet sekaligus kamar mandi berukuran 2×2 atau 3×3 meter ya? Besar pokoknya. Di dalamnya ada toilet duduk, ember tinggi, pipa, gayung dan selang kecil yang mengalirkan air tak putus-putus. Emak-emak macam saya yang overthinking sama ember yang kepenuhan air tuh bawaannya pengen matiin kran aja (padahal kran airnya gak ada, ngalir terus tuh air).

Sekitar 5 meter dari depan pintu kamar mandi ini, ada pipa air bersih lagi, di tempat inilah kita bisa mencuci piring (sebaiknya bawa sabun dan spons cuci piring sendiri dari rumah), cuci tangan, atau mengambil air wudhu. Oh ya, tenang saja, aliran air kotor dan bersih di sini jelas terpisah kok.

Camping ground hideout villa

Camping Ground dan Teras

Kalau nginapnya ramai, sepertinya gak bakal cukup deh tidur di rumah lumbung. Jadi beberapa orang perlu tidur di tenda. Tenang aja, halaman villa bisa dipakai sebagai camping ground, cukuplah untuk mendirikan beberapa unit tenda. Kemarin kami mendirikan dua tenda yang masing-masing bisa memuat 4 orang (sewanya di RB Outdoor, cek aja di Google Maps), bukan karena tempatnya gak cukup, tapi si kecil yang ngebet banget pengen coba sensasi ngecamp.

Oh ya, di sisi dekat dapur pun kayaknya bisa difungsikan untuk mendirikan tenda nih, dekat sana ada perapian outdoor sederhana, tempat kita bisa menyalakan api unggun, sekadar untuk menghangatkan udara. Kayu bakarnya bisa beli sama pengelola, harganya 25ribu per ikat, cukuplah untuk dinyalakan sebentar sambil menikmati malam.

Selain halaman yang bisa difungsikan sebagai camping ground, ada teras yang cukup luas juga nih. Posisinya tepat di sisi kolam, teman-teman bisa sekadar nongkrong menikmati secangkir kopi, makan bersama, atau dijadikan tempat mendirikan tenda.

Kolam alami

Kolam Renang Alami dengan Air yang Jernih

Ini sih yang jadi alasan kenapa orang-orang pada mau ke sini. Ya, kolam renang pribadi yang masih alami, terus mengalir, dan bersumber dari mata air. Secara umum kedalamannya setinggi dada orang dewasa. Ukurannya cukup luas (berapa ya, saya gak ngukur wkwk), besar pokoknya. Bagian tengahnya ada batang pohon kelapa atau pohon apa gitu, lumayan untuk jadi tempat berpegangan atau sekadar duduk-duduk. Makin ke sisi utara tempat mata airnya bersumber, ada beberapa titik air serupa air terjun kecil, di sekitarnya bisa dicoba tuh main kolam arus. Aman kok, karena masih di area kolam, bukan sungai. Kemudian pada salah satu sisi kolam juga demikian, ada sejumlah titik tempat air keluar begitu deras.

Berenang di kolam
video underwater yang direkam Mbak Liya, saya jadikan foto gini

Namanya juga kolam alami, bagian dasarnya tidak datar berlantai ubin seperti kolam renang pada umumnya, melainkan berupa bebatuan, kerikil, pasir, serta tanah dan tanaman di beberapa titik. Pada waktu-waktu tertentu, kami juga menjumpai beberapa ekor ikan (entah datang dari mana).

Listrik dan WiFi

Suasananya memang agak di tengah hutan, jauh dari pedagang (warung terdekat ya di tempat parkir mobil tadi), tapi tenang saja, masih ada akses listrik dan wifi. Lampu ada di kamar atas, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur. Colokan listrik ada di kamar atas, serta di antara ruang tamu dan dapur. Aman deh urusan ngecharge smartphone, laptop, maupun kamera.

Kabarnya sih sinyal internet di sini susah, tapi entah ya provider apa, soalnya saya dan teman-teman pakai XL dan 3 sih lancar aja (ishh, iklan gratis!). Kalaupun provider kalian gak sampai sini jangkauannya, gak usah khawatir, karena tersedia wifi. Mantap gak tuh? Walau bagi beberapa orang, sesampainya di sini mereka bisa lupa sama segala urusan perinternetan itu, fokus menikmati suasana alam.

Berenang bareng

Sensasi Menginap Semalam di Hidden Gem Aik Berik

Bagaimana rasanya semalam di tempat setenang ini? Benar-benar pengalaman tak terlupakan. Pertama kali nyebur di kolam, kami langsung menggigil kedinginan, tapi lambat laun berasa segar kok. Air kolam yang alami membuat no adegan perih-perih di mata. Semakin sore, suasananya makin tenang. Lalu saat malam tiba, sempat khawatir bakal spooky, eh ternyata gak dong. Alhamdulillah aman-aman aja, syukurnya lagi dari kejauhan sayup-sayup terdengar suara mereka yang sedang tadarussan di masjid di atas jalan sana.

Semakin malam pula suasana alamnya makin terasa, selesai suara tadarussan, hanya terdengar sesekali suara kodok dan jangkrik, dan full suara derasnya air mengalir. Beberapa kali saya terkecoh keluar tenda, mengira sedang turun hujan deras.

Udaranya jangan ditanya, semakin malam, bahkan dari dini hari menuju subuh, semakin menantang, mencapai 18°C! Brrrr dinginnya luar biasa. Kebelet pipis di jam-jam tersebut tuh jadi dilema, gak pipis- salah, pergi pipis- sudahlah udaranya dingin, airnya macam air es pula! Hahaaha. Gak heran sih ya, karena daerah Aik Berik, Batukliang Utara ini termasuk bagian dari kaki Gunung Rinjani, ya meski dinginnya gak sedingin di Lembah Sembalun sana.

Tarif dan Ketentuan Menginap

Penginapan ini awalnya milik pribadi (hanya digunakan internal) yang kemudian mulai disewakan pada Juli 2024, sampai sekarang. Tarif menginapnya per malam adalah sebesar 600ribu rupiah (room only, jadi urusan makanan bawa sendiri ya). Jam check in pada pukul 13.00 WITA dan check out pukul 11.00 WITA. Jumlah maksimal tamu adalah 10 orang, lebih dari itu dikenakan biaya tambahan sebesar 25ribu per orang. Untuk melakukan pemesanan, teman-teman bisa mengontak pengelola di nomor 0878-6532-6612 atau wa.me/6287865326612 atasnama Teguh Kurniawan. Cek dulu ketersediaan tanggalnya ya, soalnya sering penuh.

Pengelola penginapannya helpful banget. Kita bakal diantar dari tempat parkir ke lokasi villa, barang-barang dibantu bawa semua, motor yang gak mampu melewati turunan pun dibantu turunin, terus kita minta nitip beli apa aja pun dibeliin hahaha.

Tampak depan hideout villa

Tips Nyaman Menginap di Villa Hideout Lombok

Kalau kalian adalah tipikal yang liburan ayo aja, apapun situasinya, tempat ini bakal jadi wow banget, seru pokoknya. Mungkin akan berbeda kalau kalian terbiasa dengan kenyamanan, apalagi saat membaca kata “villa”, yang terbayang adalah segalanya serba pribadi (bener kok, kolamnya pribadi hehe) dan luxury. Gak ya guys, villa di sini bukan seperti yang kalian bayangkan, yang kalian pesan di aplikasi OTA. Syukurnya ekspektasi saya sesuai kok. Satu bangunan sederhana dari kayu, kolam renang alami dari mata air, dan suasana tengah hutan nan dingin dan menenangkan.

Dapurnya mungkin hanya dilengkapi dengan peralatan masak dan makan yang sederhana (semoga next bisa diupgrade dengan yang baru), pada beberapa titik, semut cepat banget datang berkerumun, ya wajar…namanya juga lagi di alam, di hutan. Dengan tarif 600ribu (dan pastinya jadi lebih hemat ketika menginap rame-rame), rasanya semua yang disediakan sudah cukup kok.

Makanan di villa hideout

Oh ya, ingat untuk membawa pakaian hangat, selimut, dan aneka makanan. Beruntung banget kemarin, kedua teman saya- Mbak Liya dan Mbak Nurul banyak sekali membawa makanan, huhu apalah saya yang bawaannya sarden, telur rebus, nasi, dan pepaya. Hahaha. Mereka bawa makanan jadi pun bahan makanan melimpah. Lihat deh itu di foto, segala daging pun dibawa, saat tiba saja sempat ngegrill. Ya gimana, udara dan air yang dingin di sini bakal bikin teman-teman gampang lapar.

Intinya, cobain deh menginap di Villa Hideout Lombok, salah satu hidden gem Aik Berik ini. Beres check out, pulangnya bisa lanjut trekking ke destinasi wisata air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment