Jalan-jalan ke Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Balikpapan

anak di perpustakaan

Waktu mudik ke Balikpapan kemarin, saya sudah berencana mau mampir ke perpustakaan daerah. Sayangnya ketika sampai di sana, rupanya sudah tutup dalam rangka libur lebaran. Akhirnya, karena sudah telanjur keluar rumah, terpikirlah untuk ke Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Balikpapan. Enggan zonk untuk kedua kalinya, maka saya cek dulu informasi di akun IG @perpusbipan. Alhamdulillah, perpustakaannya masih buka mengikuti waktu operasional kantor BI Balikpapan, bahkan kayaknya beneran mepet lebaran deh baru libur.

Kami segera meluncur ke kantor BI Balikpapan yang hanya berjarak 1,8 km dari perpustakaan daerah. Beneran dekat, tapi memang sudah jauh kalau dari rumah, 11 km! Jadi sayang banget kan misalnya kami tadi pulang tanpa sempat melihat-lihat perpustakaan yang ada di Balikpapan.

Lokasi dan Jam Operasional Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Balikpapan

Ketika perpustakaan daerah tutup, saya memang langsung teringat dengan perpus yang satu ini. Alasannya karena setahu saya, di mana ada Bank Indonesia, ya di situ ada perpusnya, dan siapa saja boleh berkunjung (buka untuk umum). FYI, ini adalah perpustakaan Bank Indonesia pertama yang saya kunjungi (malah belum pernah ke perpusnya kantor perwakilan BI NTB hehehe).

Perpustakaan yang akrab dengan nama Perpusbipan ini berada di lantai 1 kantor perwakilan BI Balikpapan, yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No. 20, Klandasan Ulu, Kec. Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Lokasinya dekat dari kantor Wali Kota Balikpapan, Taman Bekapai, Pantai Melawai, sejumlah pusat perbelanjaan dan masih banyak lagi. Kami ke sana mengendarai sepeda motor, tapi kalau teman-teman mau naik kendaraan umum, gampang kok. Bus Balikpapan City Trans koridor A yang melayani rute Bandara SAMS – Pelabuhan Semayang (PP) lewat sini kok, bahkan haltenya pas depan kantor tuh.

Oh ya, perpustakaan BI Balikpapan ini buka setiap hari Senin sampai Jumat, dari pukul 09.00-15.00 WITA.

Pemeriksaan Keamanan Sebelum Masuk Perpustakaan

Begitu masuk area kantor, satpam yang bertugas sudah menanyakan keperluan kami, jawab saja mau ke perpustakaan. Niatnya ke sini selain emang mau ke perpustakaan, ya juga sambil ngabuburit. Cari suasana lain aja, supaya gak ke Taman 3 Generasi melulu. Hahaha. Kami langsung diarahkan untuk memarkirkan motor di sisi kanan gedung, komplit diingatkan bahwa yang boleh masuk hanya saya dan si kecil, Tita. Soalnya papanya pakai celana pendek (hadeuhh, gak kepikiran juga euy). Ya sudah, kami langsung menuju lobby, dan tadaaaa, lewat security check dulu.

Agak kaget, tapi wajar sih, masuk salah satu kantor perwakilan Bank Indonesia gini kok, pastinya pengamanannya ketat. Barang bawaan masuk ke conveyor belt, jaket dilepas, terus lanjut lagi tas pun dicek manual, isi nama pengunjung, dan rupanya KTP pun harus dititipkan. Saya gak nanya lagi apa kenapanya, kadung udah gak sabar mau lihat koleksi buku di dalam.

ruang baca indoor

Sisi Sunyi di Kantor BI

Usai pemeriksaan keamanan, kita tinggal masuk ke ruang utama kantor, dan langsung menemukan perpustakaan di sisi kanan. Sederhana, hanya sebuah ruangan yang tidak begitu besar, dipisahkan dengan pintu dan jendela kaca. Kesan pertama? Dingin, eh sejuk. Hahaha. Dari depan sudah dikagetkan dengan pemeriksaan super ketat, tapi ya gak masalah, soalnya blas gak ada rasa gerah. Begitu pula saat masuk area perpustakaan, meski tidak luas, tidak banyak pilihan tempat duduk, yang terpenting: tenang dan nyaman.

area baca outdoor

Kami langsung disapa oleh pustakawan di sana, dan diminta mengisi daftar pengunjung secara online. Seperti yang saya tebak sebelum masuk, perpustakaannya benar-benar sisi sunyi dari kantor BI. Entahlah kantor BI itu biasanya ramai atau gimana, tapi di sini tenangya luar biasa. Rangga pasti suka nih, gak bakal ada adegan lempar pulpen segala #eh. Pilihan tempat duduknya hanya ada dua, kursi dengan meja yang diberi sekat (indoor), serta beberapa kursi kayu panjang (outdoor) yang konon pemandangannya cakep saat sore hari.

Koleksi Buku Dari Tema Ekonomi Hingga Nonfiksi

Setelah mengisi daftar pengunjung, saya langsung berjalan menyusuri setiap rak, membaca satu per satu judul buku di sana. Tentu saja jangan bandingkan dengan rak di Perpustakaan Kota Mataram yang belakangan update banget sama koleksi novel-novel terbaru, jelas tidak apple to apple, kalau itu cocoknya dibandingkan sama perpustakaan daerah juga (semoga ada kesempatan ke sana pada mudik berikutnya). Ada perpustakaan begini saja yang bisa dikunjungi bahkan di hari-hari jelang lebaran, saya sudah bersyukur banget. Semoga kantor-kantor lainnya, pada terinspirasi membuat perpustakaan juga.

Dari sekian banyak judul buku yang ada, memang didominasi dengan buku bertema ekonomi. Lebih lengkapnya yang bertema ekonomi, moneter, stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, dan pengelolaan uang Rupiah. Tenang saja, selain itu, ada juga buku pengetahuan umum, bahasa, TOEFL/IELTS, komputer, psikologi, agama, hobi, kewirausahaan, buku anak, hingga fiksi dan non-fiksi. Koleksi komik di sini lumayan banyak sih. Ada Detective Conan, Yu-Gi-Oh!, One Piece, Doraemon, dll. Oh ya, ada Serial Petualangan Sherlock Holmes juga!

Aktivitas membaca

Apresiasi terhadap Penulis Lokal

Dari sekian banyak rak, ada satu rak yang menarik perhatian saya, yakni rak berwarna biru (beda sendiri) bertuliskan “Edukasi Kebanksentralan dan Pojok Baca”. Sepertinya rak ini tipe rak yang bisa dibawa ke mana-mana saat ada kegiatan. Intinya bukan pada nama raknya, melainkan judul-judul buku yang ada di sana. Rupanya khusus menampilkan buku-buku karya penulis lokal. Jadi perpustakaan BI Balikpapan mengapresiasi para penulis lokal di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, dengan membeli karya mereka, memajangnya di sini, hingga menggelar diskusi/bedah buku.

Senang sekali dari buku-buku yang dipajang tersebut, ada buku berjudul Hana Sekolah Terakhir, karya salah satu teman blogger yang saya kenal, yakni mbak Lidha Maul.

koleksi buku anak perpus

Koleksi Buku Anak yang Melimpah, Bikin Betah!

Saya yang slow reader gini, ke perpustakaan pun beberapa jam ya mana bisa kelar baca tuh satu buku. Sempat mau beresin baca bukunya Mbak Lidha tadi, nyatanya gak bisa. Mana gak bisa dipinjam pula, ya sudahlah beneran jalan-jalan ini namanya. Lain halnya dengan si kecil, dia tuntas membaca beberapa judul buku anak. Oh ya, meski ruangannya tidak begitu besar, tidak ada pula area baca lucu nan menggemaskan yang dikhususkan untuk anak-anak, tapi… koleksi buku anak di sini melimpah! Ada serial Keluarga Super Irit, Keluarga Gaul, Ensiklopedia Junior, Buku Why Series, Buku Aku Ingin Tahu Grolier, Ensiklopedia Anak Hebat, dan masih banyak lagi. Anak saya puas banget melihat koleksi buku anak di sini.

Layanan dan Kegiatan Perpustakaan BI Balikpapan

Perpustakaan ini tidak hanya memberikan layanan akses buku fisik serta area perpustakaan yang bisa dikunjungi umum setiap hari kerja/jam operasional. Ada pula iBI Library untuk mengakses banyak koleksi buku digital secara gratis (baik via situs web maupun lewat aplikasi). Ada pula kegiatan bertajuk Bebukuan (Bedah Buku Perpustakaan BI Balikpapan), yang sesuai namanya, yakni kegiatan bedah buku dengan menghadirkan sejumlah narasumber (baik sebagai pemantik, pembedah, maupun penulis buku tersebut). Kegiatan ini biasanya digelar di Banking Hall Lantai KPw BI Balikpapan. Acaranya bisa diikuti siapa saja, gratis (tentunya dengan mendaftarkan diri terlebih dahulu).

Untuk kegiatan luar pun, Perpusbipan rutin menggelar lapak bertajuk Pojok Baca, entah saat ada event tertentu (kompetisi olahraga, musik, dll), serta pada event KPw BI Balikpapan sendiri. Salah satunya saat membuka layanan penukaran uang kecil pada bulan ramadan bertempat di Balikpapan Sport and Convention Center (Dome Balikpapan), nah, ada tuh pojok baca, supaya anak-anak yang ikut orangtuanya gak pada bosan menunggu.

anak mewarnai gambar

Pustakawan yang Ramah

Ngomong-ngomong soal anak, semakin sore saat berapa di perpus, Tita anak saya mulai bosan setelah beberapa kali menyelesaikan buku bacaannya. Wah, kakak pustakawan yang bertugas sigap banget sih langsung menawarkan Tita untuk mewarnai gambar. Selembar kertas gambar, lengkap dengan crayon diletakkannya di atas meja. Rupanya itu perlengkapan yang juga digunakan kemarin saat menggelar Pojok Baca di Dome. Tita senang sekali membawa pulang gambar yang ia warnai (crayonnya dikembalikan yaa…).

Oh ya, selama berapa di sana, kakak pustakawannya pun ramah diajak ngobrol. Mana saya banyak tanya pula, hahaha. Syukurnya perpustakaan sedang sepi, hanya ada kami dan beberapa orang mahasiswa yang rupanya sedang program magang di sana.

Jadi apakah saya akan kembali lagi ke sana saat mudik ke Balikpapan nanti? Jawabannya, tentu saja. Penasaran ingin menyelesaikan buku yang dibaca, ingin mencoba pula sensasi work from library. Tidak lupa, ingin menuntaskan penasaran mengunjungi perpustakaan daerah di Balikpapan.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment