Perpustakaan Kota Mataram, Destinasi Wisata Literasi yang Bersama Kita Tanam

Fasad Puskot Mataram

Destinasi wisata apa yang ada di Kota Mataram? Aktivitas menarik apa yang bisa dilakukan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut? Baik, kali ini jawabannya jauh dari kata pantai, bukan pula tentang pusat perbelanjaan atau semacamnya yang memerlukan uang. Adalah Perpustakaan Kota Mataram, destinasi wisata literasi yang sedang sama-sama kita tanam. Mengapa demikian? Nanti ya saya ceritakan.

Bahagia sekali melihat bagaimana kota ini tumbuh, di balik hal-hal yang masih ada saja kurangnya, ada kok yang patut diapresiasi. Kehadiran gedung baru layanan Perpustakaan Kota Mataram atau yang akrab disebut puskot, salah satunya. Gedung yang menjadi bagian dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram dan terletak di Jalan Dr. Soedjono ini diresmikan sejak Desember 2024 lalu, di mana lokasi sebelumnya berada di Jalan Langko. Berdiri di atas tanah seluas 6.586 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.390 meter persegi, gedung dua tingkat ini sungguh jauh dari kesan yang membosankan. Bentuk bangunannya unik dengan satu ruang terbuka di tengah dan banyak kaca (cahaya masuk dari mana saja), koleksi bukunya cukup lengkap (hampir 60ribu buku dengan 31ribu judul).

Saya akan berbagi cerita terkait pengalaman berkunjung ke sana, setelah kunjungan kelima kalinya…

Lokasi Strategis, Mudah Ditemukan Siapa Saja

Dari sekian banyak hal yang saya suka dari Perpustakaan Kota Mataram, lokasinya menempati urutan pertama. Bagaimana tidak? Terletak di Jalan Dr. Soedjono-Lingkar Selatan, lebih tepatnya lagi di salah satu sudut di dekat Tugu Mataram Metro, yang umumnya menjadi pintu masuk wisatawan, perpustakaan ini sungguh mudah ditemukan. Bahkan bisa dikatakan, puskot adalah destinasi wisata pertama di kota Mataram yang wisatawan lewati (kalau jamnya pas, mampir lah…), kalau tembolak dan Tugu Mataram Metro dihitung sebagai destinasi, ya berarti ini urutan ketiga wkwkwk.

Lanjut, tidak hanya mudah ditemukan, lokasinya pun strategis, dekat dari kawasan permukiman, sekolah, juga kampus. Tambahan lagi, Kantor Wali Kota Mataram yang baru pun hanya sepelemparan batu dari sana. Semoga lokasi yang strategis ini juga berbanding lurus pada tingkat kunjungan ya.

Jam Layanan Perpustakaan Kota Mataram

Penting untuk diketahui, pukul berapa saja sih perpustakaan ini beroperasi. Jangan sampai zonk ya kan, sudah jauh-jauh ke sini, eh malah tutup. Oke, berikut informasi terkait jam layanannya:

  • Senin-Kamis: 08.00-16.30 WITA (break istirahat pada pukul 12.00-13.00 WITA
  • Jumat : 08.00-10.45 WITA
  • Sabtu : 08.00-11.45 WITA
Ruang Baca Puskot Mataram

Menemukan Tentram di Puskot Mataram

Meski berdiri di tempat yang tengah berkembang, pun di kawasan yang belakangan ini sedang akrab dengan kata macet setiap paginya, tapi puskot Mataram tetap sebagaimana perpustakaan pada umumnya. Tenang dan tentram, tempat tepat bagi kita untuk melipir dari satu keramaian (di luar sana), ke keramaian di sini (alias kepala dan pikiran kita masing-masing). Bentuk bangunannya unik, entah ada unsur ombak atau unsur apalah, melengkung- dengan satu bukaan di tengah berbentuk lingkaran, dan banyak sekali kaca sehingga cahaya masuk dari mana saja. Saking uniknya, saya sampai bingung harus memotret bagaimana bagian fasadnya. Ini lebih ke saya yang tidak punya skill memotret sih…

Kesan Pertama

Begitu masuk ke area lobby, kesan tenang sudah terasa. Udara sejuk dari AC di sana menyambut, melegakan sejenak kami yang baru diterpa panasnya sinar matahari. Oh ya, di teras tadi, ada papan display informasi tentang beberapa landmark kota Mataram, diantaranya: Mataram Metro, Gapura Tembolak, Titik Nol Kilometer, dan lain-lain. Secara umum, lantai dasar bangunan perpustakaan ini merupakan area lobby dan pertemuan, kemudian ada pula ruang internet dan area baca anak. Area utama yang kalian eh kita favoritkan tentu saja di lantai atas, tempat seluruh koleksi buku dipajang. Termasuk pula beraneka macam area membaca dan bekerja dengan laptop.

Kesan pertama tentu saja takjub, mengingat konsepnya yang modern. Bukan melulu perpustakaan yang buku-bukunya berdebu, koleksinya tidak terawat, dan desain ruangannya yang membosankan. Sungguh, untuk ukuran perpustakaan di kota kecil, perpustakaan ini sudah luar biasa sekali.

Loker Puskot Mataram

Prosedur Kedatangan

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, izin membagikan sedikit hal-hal yang perlu diketahui, terutama bagi yang pertama kali melakukan kunjungan ke sana. Begitu masuk ke lobby, harap simpan barang bawaan pada loker yang tersedia. Cukup bawa barang-barang yang dibutuhkan, misalnya: buku catatan, alat tulis, laptop (misalnya akan mengerjakan sesuatu), dompet, gawai, tumbler air minum. Tidak dibawa pun tak apa, Insya Allah barang-barang aman ditaruh pada loker yang sudah dilengkapi dengan kunci tersebut.

Setelah itu, isi daftar pengunjung pada komputer maupun layar sentuh yang tersedia. Bagi yang sudah menjadi anggota, cukup isi nomor anggota. Untuk yang belum, maka pilih menu daftar pengunjung non anggota. Saran saya, kalau belum menjadi anggota, langsung saja mendaftarkan diri dengan mengisi form keanggotan yang tersedia pada komputer di lobby. Kalau datanya sudah di-submit, maka pengunjung akan diminta mengirim foto diri untuk kebutuhan kartu anggota pada nomor Whatsapp puskot Mataram. Jadi anggota deh! Saat meminjam buku nanti, tinggal tunjukkan kartu tersebut. Oh ya, per orang maksimal boleh meminjam 2 eksemplar buku dengan durasi peminjaman selama sepekan.

Untuk sementara, kartu keanggotaan masih dalam bentuk digital (file pdf), kalau mau cetak sendiri pun boleh, entah ya kapan perpusnya menyediakan kartu versi fisik.

Sudah? Oke, sekarang saatnya kita berkeliling di Perpustakaan Kota Mataram. Melihat ada ruangan apa saja, bagaimana suasananya, dan lain sebagainya. Siap?

Ruang Tunggu Puskot Mataram

Jelajah Ruangan dan Koleksi Perpustakaan

Saat pertama kali masuk, teman-teman akan langsung melihat lobby puskot Mataram yang lega. Entah lobby atau apa ya namanya, ruang tunggu. Di sini tempat front desk, loker, komputer dan layar pengisian daftar pengunjung/daftar anggota, kursi tunggu, dll berada. Ada kursi panjang, dan beberapa set sofa yang terbilang cukup untuk jadi tempat berdiskusi santai, sebelum maupun sesudah ke area baca. Di sekitarnya, ada bundel bacaan dari majalah/koran/tabloid ternama, entah dari tahun kapan, diantaranya: TEMPO dan Bobo. Mungkin sekadar untuk jadi bacaan saat menunggu di area situ.

Ruang Anak Puskot Mataram

Satu Tempat untuk Banyak Aktivitas Pendukung Literasi

Masih di lantai yang sama, lantai dasar (di sini disebut lantai 1), terdapat area playground, gudang, ruang internet (tersedia unit komputer dan koneksi internet yang bisa diakses gratis), ruang laktasi, ruang server, toilet, dan teras. Perlu diketahui bahwa di lantai dasar, bagian gedung terbagi dua, yakni A (depan) dan B (belakang). Bagian yang saya sebutkan tadi adalah bagian depan gedung lantai dasar. Untuk bagian B atau belakangnya, terdapat: ruang kantor, area baca anak, ruang layanan difabel, aula serba guna, ruang mini theater, ruang persiapan/dapur kering, dan toilet. Seluruh area di lantai 1 (terkecuali teras) full AC.

Berbeda dengan lantai dasar yang gedungnya terbagi dua (dipisahkan oleh area terbuka), lantai atas (lantai 2) ini areanya menjadi satu- sehingga lebih luas. Ruangannya pun tidak terbagi begitu banyak. Hanya ada beberapa ruang kantor, kemudian mini teather, ruang arsip, toilet, dan area baca dengan koleksi buku yang dapat dilihat sejauh mata memandang. Perbedaan lainnya, yang membuat kedua lantai ini cukup unik adalah karena rasanya seperti berada di dua musim dalam satu gedung. Di lantai bawah (terutama bagian aula serbaguna) teman-teman bisa kedinginan sebab suhu AC yang mungkin di-set maksimal, nah di lantai atas kita akan disambut hangatnya mentari Mataram yang masuk dari balik beningnya kaca-kaca besar. Meski agak gerah rasanya, terutama saat siang sedang terik-teriknya, untungnya koleksi buku yang lengkap dan up-to-date di sini seolah menjadi ‘penyejuk’ pikiran, mengalihkan kita dari segala keluhan, dan tentu saja bikin lupa waktu saat asyik membaca

Buku Js Khairen Dll Puskot Mataram

Temukan Buku Bacaan Incaran di Perpustakaan

Hari itu saya pulang dengan meminjam dua judul buku bacaan: Laut Bercerita dan Si Anak Spesial. Si kecil pun turut meminjam, yaitu komik NEXT dan buku membuat kerajinan dari barang-barang bekas. Saya sempat melihat buku-buku karya JS Khairen, Dee Lestari, Ahmad Tohari, Leila S. Chudori, Tere Liye, Andrea Hirata, dll. Ada buku terjemahan (maupun versi Bahasa Inggrisnya juga), seperti: serial Harry Potter, Narnia, dan masih banyak lagi. Oh ya, tahun kemarin, saya sempat meminjam buku berjudul The Read-Aloud Family (Terjemahan) Seni Mendekatkan Keluarga Melalui Cerita karya Sarah Mackenzie, sudah saya buat ulasannya juga. Belum sempat posting di blog, tunggu ya!

Laut Bercerita Puskot Mataram

Hal menyenangkan lainnya yang saya temukan dari Perpustakaan Kota Mataram adalah banyaknya koleksi buku di sana, tidak hanya buku lama tetapi juga buku baru. Tidak hanya yang berbahasa Indonesia, melainkan pula bahasa lainnya, Inggris, Sasak (tentu saja), bahasa lain nanti saya cek lagi ya. Pastinya sih ada.

Buku-buku tersusun rapi dan dalam kondisi baik, tersampul. Sejumlah buku lama memang ada saja yang kondisinya tidak begitu rapi, yah gimana ya, itu hal yang tidak bisa dikendalikan- bagaimana buku itu dipinjam oleh banyak orang, banyak karakter. Ini yang menjadi tugas kita bersama: menjaganya.

Koleksi Buku Fisik Maupun Digital

Koleksi buku perpustakaan Kota Mataram ada banyak sekali, baik buku fisik, maupun yang bisa diakses secara digital. Adapun kategori buku yang tersedia, yakni: sastra dan fiksi; sejarah dan budaya; ilmu pengetahuan dan teknologi; kesehatan dan kebugaran; serta laporan penilitian dan jurnal.

Lantai2 Puskot Mataram

Tips Nyaman Berkunjung ke Perpustakaan Kota Mataram

Setelah beberapa kali berkunjung ke sana, pun ngobrol- sharing pengalaman dengan sesama pengunjung. Maka saya rasa penting menuliskan tips ini- terutama bagi siapa saja yang akan berkunjung ke Perpustakaan Kota Mataram untuk pertama kalinya.

Pilih Waktu yang Tepat

Penting untuk menentukan waktu kunjungan, karena ini berkaitan dengan suasana di sana. Apakah teman-teman lebih suka suasana ramai atau tenang? ingin suasana yang lebih sejuk saat berada di lantai 2 atau tak masalah meski gerah? Jika ingin suasana tenang dan lebih sepi, datang setelah jam istirahat. Terutama jelang sore. Selain lebih tenang (biasanya kunjungan anak sekolah dilakukan saat pagi hari), udaranya pun lebih sejuk. Pilihan lainnya untuk menghindari suasana gerah, datang sebelum pukul 10 pagi, masih sinar matahari pagi kan? Tapi ya begitu, umumnya itu jam ramai.

Siapkan Kartu Identitas

Ingat untuk membawa kartu identitas ya, ini berfungsi untuk pembuatan kartu anggota (supaya bisa langsung pinjam buku guys!). Ada sejumlah isian yang dibutuhkan saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan. Sayang banget kan kalau sudah ke sana tapi gak melakukan peminjaman buku.

Bawa Barang Secukupnya

Mengingat barang bawaan harus disimpan pada loker dan ukuran loker pun secukupnya ukuran tas ransel pada umumnya, sebaiknya datang dengan bawaannya yang simple ya. Kemudian, perhatikan pula barang bawaannya yang akan dibawa ke area baca. Cukup bawa perlengkapan penting (laptop/catatan) ke dalam ruang baca agar tidak bolak-balik ke loker.

Manfaatkan Ruangan Sesuai Peruntukannya

Berencana untuk bekerja menggunakan laptop/komputer dengan akses internet berjam-jam? Ruang internet adalah tempat yang tepat. Teman-teman bisa fokus di ruangan tersebut, full AC dan internetnya lebih ngebut di sana. Datang bersama anak-anak? Khawatir si kecil tidak nyaman? Ajak mereka bermain di area playground maupun langsung ke ruang baca anak. Tempatnya nyaman, full AC, didesain penuh warna dan beralaskan karpet- dengan meja dan kursi baca khusus anak-anak.

area baca puskot Mataram

Mari Kita Rawat dan Melihatnya Tumbuh Bersama

Sebagaimana judul tulisan di atas: Perpustakaan Kota Mataram, Destinasi Wisata Literasi yang Bersama Kita Tanam, ya, perpustakaan ini sedang bertumbuh. Banyak sekali hal baiknya, mulai dari konsep perpustakaan yang modern, koleksi buku terkini, kebersihan perpustakaan yang benar-benar terjaga, serta ruang kolaborasi yang begitu terbuka. Bahagia rasanya ada tempat menemukan banyak buku bacaan dan orang-orang dengan semangat yang sama di dalamnya. Bahagia melihat perpustakaan ini rutin menjadi destinasi kunjungan edukasi siswa TK/PAUD, kegiatan diskusi, bedah buku, read aloud dan bookish play, serta sampai terbentuk Komunitas Kumpul Baca yang sudah memiliki 90 anggota. Kehadiran kolaborasi dan komunitas seperti ini menjadi bukti nyata bahwa benih literasi yang sedang bersama kita tanam sudah mulai menunjukkan tunas-tunas produktifnya.

Namun, di luar itu, masih ada hal-hal yang perlu perubahan- ke arah yang lebih baik tentunya. Mulai dari beberapa mainan di playground yang sedang dalam kondisi rusak, koleksi bacaan di area anak yang bisa dibilang masih sedikit (tidak selayaknya di area dewasa) dan mainannya yang sayangnya hanya bisa dimainkan saat ada kunjungan rombongan, belum adanya fasilitas mushola (ini penting sekali agar pengunjung bisa shalat di tempat yang benar-benar disediakan, mengingat yang datang pun mayoritas muslim), serta harapan agar kendala suhu di lantai dua segera menemukan solusinya, agar pengunjung bisa lebih betah berlama-lama menyisir rak buku. Terakhir, semoga kelak kita bisa menikmati nyamannya membaca di Perpustakaan Kota Mataram tak hanya di hari kerja, tapi juga di akhir pekan, dengan waktu yang lebih panjang.

Bukankah perpustakaan ini adalah aset yang sedang bersama kita tanam? Mari kita rawat bersama, ramaikan dengan kunjungan, dan kita jaga setiap lembarnya dengan perasaan tentram. Sebab dari langkah kecil di sudut jalan Dr. Soedjono- di pintu masuk Kota Mataram inilah, kita sedang menyusun masa depan literasi yang lebih dalam dan takkan pernah padam.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

11 Comments

  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina 13 February 2026 at 1:15 pm

    Mengingat perpustakaan ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup melalui literasi dan pendidikan di Kota Mataram, semoga hal-hal yang perlu diperbaiki bisa ditindaklanjuti. Seperti jam layanan yang lebih panjang, termasuk di akhir pekan, juga perbaikan sarana dan prasarana. Sehingga suasananya lebih kondusif, dan bisa jadi tempat ideal untuk belajar, bekerja, dan meningkatkan minat baca masyarakat

    Reply
  • Hani
    Hani 13 February 2026 at 9:02 pm

    Bagus banget Perpustakaan Kota Mataram. Aku suka ruangan yang terang dan cozy seperti itu, jadi bikin betah untuk baca di tempat. Terutama lagi kalau tempatnya engga berisik. Ideal banget untuk membawa anak-anak supaya cinta literasi.

    Reply
  • Guritno Adi
    Guritno Adi 14 February 2026 at 12:17 am

    Tempatnya selain luas juga tertata apik ya kak. Ini sih pasti betah lama-lama baca di sana.

    Reply
  • April Hamsa
    April Hamsa 14 February 2026 at 8:03 am

    Kalau pagi ke siang berarti ramai banget ya mbak perpusnya? Siangan ke atas setelah jam istirahat baru sepinya?
    Bagus mbak perpusnya, kyknya panas karena AC-nya aja yang kurang karena keknya sirkulasi bukaannya ada taman tengah itu ya? *sokteu hehe.
    Ada ruangan baca khusus anak juga, kalau ngajakin bocil ke sana pasti juga betah deh 😀
    Noted nih kalau ke Mataram bisa jadi salah satu destinasi yang bisa dikunjungi, apalagi lokasinya strategis sehingga mudah ditemukan ya 😀

    Reply
  • Maria G Soemitro
    Maria G Soemitro 14 February 2026 at 10:14 am

    wah nyaman banget
    jadi inget saya pun punya rencana mengunjungi perpustakaan2 yang ada di Bandung. Banyak banget.
    Dan bikin penasaran.
    Saya penasaran dengan penelitian yang bilang minat baca kita rendah 😀

    Reply
  • Dianti
    Dianti 14 February 2026 at 10:27 am

    perpustakaan kayak gini nih yang bikin betah berlama-lama untuk singgah, selain bukunya bagus-bagus suasananya juga kayak yang enakeun banget.
    semoga yang rusak2nya bisa segera diperbaiki,biar makin banyak pengunjung dan minat baca pun bertambah

    Reply
  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina 14 February 2026 at 10:32 am

    Semoga ke depan Perpustakaan Kota Mataram dapat menjadi pusat pembelajaran yang lebih dinamis dan relevan bagi warganya tentu setelah ada penambahan fasilitas seperti mushola yang ternyata belum ada…

    Reply
  • Myra
    Myra 14 February 2026 at 12:40 pm

    Cakep sih ini perpustakaannya. Bersih dan komplit koleksi bukunya. Sayangnya waktu operasionalnya agak pendek ya terutama Jumat dan Sabtu. Mudah-mudahan yang Sabtu bisa lebih panjang. Supaya yang sehari-hari kerja, bisa ke perpustakaan di hari Sabtu.

    Reply
  • Annie Nugraha
    Annie Nugraha 14 February 2026 at 1:23 pm

    MashaAllah. Rapi dan luas sekali kelihatannya ya Mbak. Seneng banget jika pemerintah peduli pada perkembangan dunia literasi. Sumber ilmu, sumber pengetahuan, dan tempat berbagi karya tulis. Sebagai penggemar perpustakaan dan ada kesempatan ke Mataram, perpustakaan kota ini akan (pasti) saya kunjungi. Semoga perpustakaan ini senantiasa terjaga dan terawat dengan baik. Lestari sepanjang masa.

    Reply
  • Dessy Achieriny
    Dessy Achieriny 14 February 2026 at 1:50 pm

    Jadi bikin sadar kalau Perpustakaan Kota Mataram bukan sekadar tempat meminjam buku, tapi ruang bersama untuk menanam harapan lewat literasi. Perpustakaan hadir sebagai destinasi yang hidup, mengajak anak-anak, keluarga, dan masyarakat untuk belajar, berdialog, dan bertumbuh bersama. Semoga semangat literasi seperti ini terus dirawat, karena dari ruang-ruang sederhana inilah masa depan yang lebih cerdas dan berdaya bisa dimulai.

    Reply
  • Yuni Bint Saniro
    Yuni Bint Saniro 14 February 2026 at 4:42 pm

    Penempatan lokasinya keren banget. Kayak emang jadi welcome place buat berlibur ke Mataram gitu lho, Kak. Keren.

    Udah gitu, koleksi bukunya juga banyak. Aku suka tenggelam di perpustakan. Menghabiskan waktu membaca di sana.

    Ah, andai aku berada di sana.

    Reply

Leave a Comment