Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

Cantiknya Kain Tenun di Desa Pringgasela, Lombok Timur

Posted on 4 February 201721 May 2020 By andyhardiyanti

kain tenun desa pringgasela

Cantiknya Kain Tenun di Desa Pringgasela, Lombok Timur. Pulau Lombok, selain terkenal dengan objek wisata alamnya yang indah, juga dikenal dengan hasil tenunnya. Salah satunya yaitu kain tenun Desa Pringgasela. Untuk urusan kain tenun, teman-teman pasti sudah mengenal sejumlah nama yang menjadi tempat penghasil kain tenun khas Lombok yaitu Desa Sade dan Desa Sukarara. Bagaimana dengan Desa Pringgasela? Rupanya sebuah desa yang terletak di Kabupaten Lombok Timur ini juga merupakan desa penghasil kain tenun.

Kain Tenun Desa Pringgasela

Uniknya, kegiatan menenun di Desa Pringgasela sudah menjadi profesi sebagian besar warganya. Sehingga bisa dibilang, ada ataupun tidak ada wisatawan yang berkunjung melihat mereka, warganya ya tetap menenun. Hal unik lainnya dari kain tenun yang dihasilkan di Pringgasela yaitu ciri khasnya yang menggunakan pewarna alami, seperti dari akar, dedaunan dan masih banyak lagi. Penasaran seperti apa cantiknya kain tenun di Desa Pringgasela? Disimak yuk tulisan berikut ini.

Pringgasela, Desanya Para Penenun

kain tenun desa pringgasela

Sudah 6 tahun saya tinggal di Lombok, tapi baru belakangan ini saya mengetahui bahwa Pringgasela adalah desanya para penenun. Berawal dari undangan yang kami para blogger terima dari Jejak Black Barry Adventure beberapa waktu yang lalu, dimana selain bermain river tubing, menikmati aneka menu rumahan khas Lombok, kami pula diajak berkeliling ke rumah-rumah warga untuk melihat langsung aktivitas menenun di sana. Barry Perdana Putra, pendiri Jejak Black Barry Adventure, menjelaskan kalau dirinya tidak menjamin saat kami berkunjung nanti akan melihat langsung proses menenun tersebut. Sebab memang tidak pernah dipersiapkan untuk dilihat wisatawan, para penenun melakukan kegiatannya seperti saat melakukan aktivitas pada umumnya. Jika mereka lelah, mereka akan beristirahat. Mereka menenun sesuka hati, bisa di teras, bisa pula di dalam kamar, yang tentu saja ada kalanya kita bisa melihatnya langsung serta tidak jarang juga hanya bisa mendengar suara hentakan kayu peralatan tenunnya. Meskipun demikian, Barry dan para pemuda lainnya di sana meyakinkan kami, bahwa sebagian besar warga Pringgasela adalah penenun.

kain tenun desa pringgasela

Ternyata benar juga apa yang mereka katakan, selama berkeliling ke rumah warga, terlihat peralatan menenun di sejumlah teras rumah. Bunyiย kletak kletak pun terdengar sahut-sahutan. Selain para penenun, kami juga melihat langsung mereka yang sedang memintal benang, merebus akar/batang dan menjemur dedaunan yang akan dijadikan bahan pewarna alami, melihat proses benang yang direndam dengan air beras ketan agar lebih kuat dan lainnya. Kalian yang berencana ke Lombok, jangan sampai lupa untuk berkunjung ke Desa Pringgasela!

Kain Tenun dengan Warna Alami

kain tenun desa pringgasela

Salah satu ciri khas dari kain tenun di Desa Pringgasela adalah pewarnanya yang berasal dari bahan alami, seperti potongan kayu banten, kayu nangka, kayu secang serta aneka dedaunan. Kain tenun yang terbuat dari pewarna alami bisa kita lihat dari warna-warnanya yang cenderung lebih lembut (soft) dibanding warna kain tenun umumnya. Walau memiliki ciri khas kain tenunnya berwarna alami, di Desa Pringgasela dibuat pula kain tenun bagi anda pecinta warna-warna terang alias ngejreng, yang warnanya berasal dari pewarna sintetis. Tentu saja, untuk harga kain tenun berwarna alami akan lebih mahal dibanding yang berwarna sintetis.

kain tenun desa pringgasela

Seperti yang saya jelaskan di awal, saat datang ke Desa Pringgasela teman-teman bisa sekalian berkeliling ke rumah warga. Beruntung banget kalau teman-teman bisa melihat langsung para warga yang sedang sibuk melakukan aktivitas menenun maupun meracik bahan pewarna alami. Oh iya, selain punya ciri khas warna kain tenun yang alami, kain tenun yang berasal dari Desa Pringgasela pun dikenal lebih rapi, kuat, serta semakin lama dipakai akan semakin lembut kainnya. Benar banget ini. Saya iseng membuktikannya. Jadi saat berada di sana saya membeli selembar syal yang mana kain tersebut terasa sangat keras. Oleh teman-teman di Jejak Black Barry Adventure saya pun dijelaskan cara merawatnya, yaitu nanti dicuci menggunakan sampo. Setelah 2-3 kali dicuci, kain akan berubah menjadi sangat lembut. Dan terbukti lho ๐Ÿ˜‰

Belanja Kain Tenun di Desa Pringgasela

kain tenun desa pringgasela

Setiap kain tenun yang dihasilkan akan langsung dibawa ke koperasi oleh para penenun itu sendiri untuk kemudian dipajang (display) dan dipasarkan di satu tempat, dengan sistem koperasi. Salah satu tempat dipasarkannya kain tenun tersebut adalah di basecamp Jejak Black Barry Adventure. Setiap kain tenun yang baru datang akan didata, kemudian diberi label harga dan nama penenunnya. Jadi akan mudah dicatat jika nanti dibeli oleh pengunjung. Oh iya, kebanyakan pengunjung di desa ini adalah mereka yang berasal dari luar Indonesia, utamanya Eropa. Yang domestik mana domestik, yuk cuss dimarih~

kain tenun desa pringgasela

Kebetulan banget saat kami berada di sana kemarin, ada seorang penenun yang baru saja membawa kain hasil tenunnya. Kata Barry, biasanya mereka akan sekalian bertanya apakah kain tenun yang sebelumnya dititipkan sudah ada yang laku atau tidak. Kalau ada, maka mereka akan sekalian mengambil uang hasil penjualannya. Saya suka banget loh sama tempat display kain-kain tenun ini, tempatnya asyik dan nyaman banget. Beneran gak berasa lagi di toko. Crew Jejak Black Barry Adventure ramah sekali melayani pelanggan. Cerita banyak tentang kain tenun dan sebagainya. Belum lagi anda bakal disajikan segelas kopi atau teh yang enak banget selama di sana. Belanja-belanja jadi semakin gak berasa. Bwahahahaha.

kain tenun desa pringgasela

kain tenun desa pringgasela

Untung aja kemarin pas ke sana bawa uangnya pas-pasan. Jadi gak kalap deh belanjanya. Cukuplah untuk membeli 1 syal. Murah, cantik, dan rapi banget hasil tenunnya. Pokoknya besok-besok kalau kalian ke Lombok, coba cek dulu postingan saya ini, kali aja berminat gitu main-main ke Desa Pringgasela ๐Ÿ˜‰ Main-main lihat pemandang Gunung Rinjani, hijaunya sawah, sekalian ngeriver tubing, sekalian juga belanja kain tenun.

Bagaimana? Cantiknya Kain Tenun di Desa Pringgasela emang juara yakk!

Traveling kain tenun lombokkain tenun pringgaselakain tenun warna alamisongketsongket lombok

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Traveling anak bersepeda sembalun

Serunya Bersepeda dan Naik Scooter di Sembalun

Posted on 1 September 20267 September 2026

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Sembalun, tapi kalau waktunya singkat, rasanya sekadar berkeliling bersepeda atau naik scooter rasanya sudah sangat menghibur. Tidak semua pengunjung bepergian ke Sembalun untuk tujuan mendaki bukit-bukit, apalagi Gunung Rinjani. Tidak melulu pula datang untuk menghabiskan waktu di sana setidaknya semalam, meski memang hal…

Read More
Traveling

Rencana Liburan ke Jogja dan Tentang Menuntaskan Rasa Penasaran

Posted on 20 February 201921 February 2019

Rencana Liburan ke Jogja dan Tentang Menuntaskan Rasa Penasaran. Jogja menjadi destinasi liburan yang saya impikan sejak lama. Mengapa? Alasan pertama adalah saya penasaran dengan kata-kata istimewa yang selalu diceritakan orang. Ah, seistimewa apakah Jogja? Alasan kedua sebenarnya sih receh banget. Saya ingin ke Jogja karena mau membuktikan sendiri harga…

Read More
Traveling

5 Wisata Jogja Terbaru 2024, Ada Pantai Ala Santorini yang Hits

Posted on 15 September 2024

5 Wisata Jogja Terbaru 2024, Ada Pantai Ala Santorini yang Hits. Wisata Jogja Terbaru 2024, Di mana aja ya? Siapa sih yang nggak kenal Jogja? Kota ini selalu punya daya tarik tersendiri buat para traveler. Tapi, kalau teman-teman berpikir sudah mengeksplor semua sudut Jogja, tunggu dulu! Akhir tahun 2024, Jogja…

Read More

Comments (33)

  1. evrinasp says:
    4 February 2017 at 11:36 pm

    beneran yah kemarin seminggu di Lombok itu belum cukup, banyak yang harus dieksplore

    Reply
  2. iqbal mby says:
    4 February 2017 at 11:37 pm

    keren mbak master ?

    Reply
  3. Gara says:
    5 February 2017 at 12:27 am

    Wah iya bagus-bagus kainnya Mbak. Boleh deh kalau mudik belanja kain, kebetulan harganya terjangkau. Ya iyalah ya first hand, kalau sudah tangan kesekian harganya bisa jadi lebih mahal lagi. Di Lombok banyak kain tradisional dengan keunikan sendiri-sendiri. Ini bisa banget jadi ajang promosi wisata.

    Reply
  4. Irwin Andriyanto says:
    5 February 2017 at 3:11 am

    wih harganya murah yah,, sebenarnya tidak sebanding dengan proses pembuatannya yang masih manual

    Reply
  5. Rach Alida Bahaweres says:
    5 February 2017 at 7:20 am

    Ya ampun cantik-cantik sekali kainnya mba Andy. Aku belum pernah ke Lombok mba. Smoga suatu saat bisa. Aamin

    Reply
  6. Alid Abdul says:
    6 February 2017 at 6:02 am

    Selama ini saya lihatnya cuma dijual dalam bentuk kain ya? Ada nggak sih yang sudah jadi baju jadi gitu? Dan pasti mahal ya kain tenun begitu yang bikinnya rumit dan pake alat tradisional

    Reply
  7. Hastira says:
    6 February 2017 at 8:06 pm

    wah ada juag ya tenun yang motifnya garis2 baru tahu aku, jadi mau ke lombok lagi

    Reply
  8. Mukhsin Pro says:
    9 February 2017 at 3:38 am

    Di Polman juga masih banyak yang buat tenun begini, keren kalau dijadiin tulisan kayak gini nih.

    Reply
  9. Nathalia DP says:
    10 February 2017 at 8:13 am

    hwaaa doain biar bisa ke lombok…
    kainnya cantik & ga terlalu ramai ya motifnya…

    Reply
  10. Dita Indrihapsari says:
    15 February 2017 at 3:31 pm

    Waa aku suka banget tenun yg pakai pewarna alami itu mba andy, kalem2 warnanya.. Cantiiks.. Harga per kainnya brapa itu ya mba? hihi penasaran.. ๐Ÿ˜€ Seneng banget bisa ngeliat langsung proses bikinnya ya mba..

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      17 February 2017 at 3:05 pm

      Harganya bervariasi mbak. Kontak kami untuk lebih detailnya ya sis #eaaa #AlaAlaOLShop

      Reply
      1. lita says:
        22 January 2018 at 2:47 pm

        kontak kemana mbak?

        Reply
  11. Maria Soraya says:
    15 February 2017 at 3:54 pm

    aku pengin banget ke lombok dan bisa beli langsung kain tenunnya dari sana, kepincut nih gara2 dapet oleh2 kain tenun lombok

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      17 February 2017 at 2:57 pm

      Hihihi. Iya Mbak. Rata-rata yang udah belanja tenun di sini pasti pada repeat order. Entah itu buat dia sendiri atau pesanan temannya yang mupeng juga sama kain tenun Lombok.

      Reply
  12. Naufal says:
    16 February 2017 at 2:38 am

    bagus2 tuh hasil tenunannya.. saya mau dung?bagus kualitasnya… pengen main kesana juga.. langsung tengok cara pembuatannya..

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      17 February 2017 at 2:55 pm

      Hayukk..main ke Lombok, tepatnya ke Pringgasela siniii ๐Ÿ˜‰

      Reply
  13. Sandra says:
    12 July 2017 at 5:34 am

    Semoga bisa liburan ke Lombok aamiin

    Reply
  14. Pingback: Mengenal Festival Moyo, Festival Seni dan Budaya Kebanggaan Sumbawa - Blognya Andy Hardiyanti
  15. Baiq Rosmala says:
    2 October 2018 at 4:03 am

    Pewarna alami bikin warnanya jadi kalem, cantik-cantik ^^

    Reply
  16. Eryvia Maronie says:
    21 January 2019 at 2:41 pm

    Cantik banget dengan pewarna alami ya.
    Harganya kalo dijual langsung oleh penenunnya berapaan, Andy? Apa beda harganya kalo udah dijual di luar desa Pringgasela?

    Reply
  17. tayatumada says:
    21 January 2019 at 3:01 pm

    ini yang sampai detik ini belum kesampaian, ke lombok dan liat langsung proses pembuatan kain tenunnya,
    terima kasih ini infonya kak, smoga da rejeky bisa segera ke sana

    Reply
  18. lelakibugis says:
    21 January 2019 at 3:14 pm

    buka jastip dong kakak. pasti banyak yang berminat untuk beli kain-kain cantik ini.

    Reply
  19. Dawiah says:
    21 January 2019 at 3:37 pm

    Kalau ada waktu ke Makasar, bawalah kain tenun Lombok, pasti banyak yang mau beli. Apalagi kalau kainnya bagus dan berkualitas.

    Reply
  20. Tari artika says:
    21 January 2019 at 4:21 pm

    Belum pernah ke Lombok tapi beberapa kali dapat oleh2 syal kain Lombok dan memang baguuus. Nah akhirnya ada yg tuliskan tentang pembuatan kainnya. Ku bookmark untuk perjalanan ke Lombok nanti ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Reply
  21. Adda says:
    21 January 2019 at 5:47 pm

    Ada pengalamanku antar ibu-ibu pejabat ke tempat seperti ini. Dibelakang kasir ada motif kain yang dia suka sekali liat. Sama yang jual sebenarnya sudah dikasi tau kalo kain itu ndak dijual karena tinggal satu-satunya dan motifnya sudah antik sekali. Doi suruh kasi turun itu kain dan minta si penjual menyebutkan harga. Akhirnya disebutlah harga yang menurutku ndak masuk akal. Tapi si Ibu ndak banyak bicaraji langsung dibayar tanpa menawar

    Reply
  22. Abby Onety says:
    21 January 2019 at 9:02 pm

    Cantik cantik dan unik kainnya. Ada saya beli kain mirip ini waktu ke Lombok tahun kemarin. Tapi belinya bukan di Desa Pringgasela tapi di kampung sasak.

    Semoga trip Lombok selanjutnya bisa berkunjung ke Desa Pringgasela

    Reply
  23. Ayi says:
    21 January 2019 at 10:04 pm

    Cantiknya kain-kainnyaaaa… Deh, harus bawa uang pas-pasan juga kayaknya saya kalau ke situ, takut kalap belanja huhuhu..

    Reply
  24. icha afriza says:
    22 January 2019 at 8:22 am

    bagus semua kainnya, apalagi warna yang hijau itu dan kalau kesana harus bawa uang yang cukup biar terbeli yang kita yang suka

    Reply
  25. Daeng Ipul says:
    22 January 2019 at 8:46 am

    Hahaha sa ingat pas ka ke sini
    Akhirnya sa pulang bawa berapa e? Banyak kayaknya karena banyak juga yang titip.

    Memang keren tawwa tenunannya. Rapi dan warnanya enak dilihat.

    Reply
  26. chintaa says:
    22 January 2019 at 10:13 am

    memang cantik sekali kainnya, cuccok kayaknya juga dipadukan sama baju bodo makassar, hihi jadi penasaran pengen pakai. ada nah dijual online kain seperti ini kaks ? selain datang kesana hha

    Reply
  27. magfiratul istiqamah says:
    22 January 2019 at 10:31 am

    waaah kayaknya kalo Lombok lagi harus sempatkan ke sini deh, itu hari di desa sade juga padahal menurutku sudah bagus-bagus, ternyata ini ndak kalah ๐Ÿ˜€

    Reply
  28. Nanie says:
    22 January 2019 at 10:35 am

    Saya belum ke Lombok huhuhu hanya jadi wacana saja terus sejak zaman dahulu kala. Say lebih suka liat Kain tenun dengan pewarna alami, lebih soft ki warnanya. Pastinya mi lebih mahal karena proses pewarnaan a lebih ribet

    Reply
  29. Samara Lasena says:
    22 January 2019 at 12:11 pm

    Cantik-cantik warna kainnya yah kak apalagi ternyata dibuat pake pewarna alami. Rasa ingin ke Lombok dan memiliki๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • Farida Pane on Rekreasi dan Olahraga di UNRAM Sport Center
  • Dita Indrihapsari on Rekomendasi Taman dan Area Olahraga Gratis di Kota Mataram
  • Eni Martini on Rekomendasi Taman dan Area Olahraga Gratis di Kota Mataram
  • lendyagassi on Rekomendasi Taman dan Area Olahraga Gratis di Kota Mataram
  • Dede Diaz on Rekomendasi Taman dan Area Olahraga Gratis di Kota Mataram

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes