Berkunjung ke Lombok’s Forgotten Children Center di Mataram Posted on 28 February 20172 March 2017 By andyhardiyanti Berkunjung ke Lombok’s Forgotten Children Center di Mataram. Awal Februari, tepatnya tanggal 5 Februari 2017 yang lalu menjadi hari yang istimewa bagi saya. Ya, selain karena hari itu adalah hari ulang tahun saya, juga di hari yang sama Lombok’s Forgotten Children Center milik Yayasan Endri resmi dibuka. Oleh Endri Susanto, founder Yayasan Endri, saya diundang pada syukuran sederhana dibukanya rumah singgah tersebut. Sebuah rumah sederhana di kawasan Pagutan Permai Mataram, tempat beristirahat bagi mereka sahabat-sahabat kita yang tidak punya tempat bernaung saat melakukan pengobatan di kota. Berikut pengalaman saya saat berkunjung ke sana. Disambut Oleh Lukisan-Lukisan Istimewa Kami tiba di Lombok’s Forgotten Children Center pada pukul 4 sore lewat sekian menit. Lokasinya berada di kawasan Pagutan Permai, terbilang mudah dijangkau. Keterlaluan kalau Google Maps sampai tidak tahu! Hahahaha. Dari luar terlihat bangunan rumah yang masih baru, cantik dan jauh berbeda dengan tampilan rumah di sekitarnya. Setelah permisi dengan para undangan lainnya, kami pun masuk ke dalam bangunan rumah dua lantai tersebut. Dan langsung disambut oleh sejumlah lukisan. Salah satunya yaitu lukisan di atas. Dan tahukah kalian bahwa orang pada lukisan itu adalah si pelukis dari seluruh lukisan yang menghiasi ruangan Lombok’s Forgotten Children Center? Ya, dia bernama Lalu Yuni Awinggih. Seorang penderita tumor di bagian mata yang berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Sebagian besar dinding Lombok’s Forgotten Children Center dihiasi oleh lukisan hasil karya Bapak Lalu Yuni Awinggih. Mereka, anak-anak kecil yang telah berhasil dibantu pengobatannya oleh Yayasan Endri dibuat lukisannya oleh bapak pelukis yang luar biasa tersebut. Semoga suatu saat saya bisa menulis tentang si pelukis tadi pada postingan lainnya. Lombok’s Forgotten Children Center dan Orang-Orang Hebat di belakangnya Karena harus menjemput ibu di bandara, maka saya tidak bisa lama pada acara syukuran pembukaan rumah singgah tersebut. Tapi setidaknya, saya merasakan betul keramahan di dalamnya. Endri bercerita kepada saya, bahwa rumah singgah ini dibangun dengan tujuan menjadi tempat bernaung bagi mereka yang melakukan pengobatan di kota Mataram, namun tidak memiliki tempat tinggal sementara. Oh ya, ada yang masih ingat tulisan saya tentang Fiona Forrest, seorang ibu asal Australia yang berjalan kaki keliling Lombok? Nah, dari aksi itulah sehingga Lombok’s Forgotten Children Center berhasil didirikan. Pada acara syukuran berdirinya Lombok’s Forgotten Children Center, 5 Februari 2017 lalu, saya bertemu dengan sejumlah orang-orang hebat. Mulai dari Endri Susanto sendiri (kalau yang ini sih sudah biasa ketemu) beserta para pengurus yayasannya, para donatur yang sebagian besar berasal dari luar negeri, serta beberapa anak yang telah dibantu biaya pengobatannya oleh Yayasan Endri. Sore itu, kami semua berkumpul di sana. Duduk dan berbincang-bincang bersama. Beberapa hari kemarin, saya menyimak di media sosial bahwa rumah singgah ini digunakan untuk menampung adik-adik yang akan mengikuti operasi bibir sumbing di Sumbawa, jadi sebelum berangkat bersama ke tempat dilakukannya operasi, mereka semua berkumpul dan beristirahat terlebih dahulu pada Lombok’s Forgotten Children Center. Senang sekali mendengar kabar tersebut. Semoga kedepannya Lombok’s Forgotten Children Center bisa selalu memberikan manfaat bagi banyak orang lagi. Mengenal Yayasan Endri Lombok’s Forgotten Children Center didirikan oleh Yayasan Endri, dengan dukungan dana dari aksi jalan kaki yang dilakukan oleh Fiona Forrest, dari Fiona Unity Foundation. Mungkin masih banyak yang belum mengenal Yayasan Endri. Jadi ada baiknya jika saya ceritakan sedikit. Yayasan Endri merupakan sebuah yayasan dengan misi menghubungkan orang sakit kronis dan miskin untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih layak. Di sini, Yayasan Endri lebih terfokus pada mereka yang masih berada di usia anak-anak. Endri Susanto bersama dengan temannya yang bernama Restu Adam mendirikan yayasan ini dengan harapan tidak ada lagi anak-anak yang meninggal hanya karena tidak mampu membiayai pengobatannya di saat sakit keras. Ada banyak hal yang ingin saya ceritakan tentang sosok bernama Endri Susanto itu. Seorang anak muda dengan sejumlah prestasi pun sudah dapat pekerjaan yang menjanjikan, namun lebih memilih mengurus adik-adik yang sakit tersebut. Nanti, di lain kesempatan. Tapi kalau kalian sudah ingin tahu lebih banyak tentangnya, mungkin bisa mengunjungi halaman web http://www.endri.org/ Atau ada yang ingin jalan-jalan ke Lombok’s Forgotten Children Center juga? Boleh. Ini alamatnya: Jln. Sapta Pesona No.92, Pagutan Permai, Mataram-NTB 🙂 Inspirasi endri susantoendris foundationLombok's Forgotten Children Centerlomboks forgotten childrenyayasan endri
Inspirasi Belajar dari Drama Korea StartUp, Melangkah Bersama akan Selalu Lebih Baik Posted on 8 December 2020 Belajar dari Drama Korea StartUp, Melangkah Bersama akan Selalu Lebih Baik. Drama Korea StartUp ramai dibicarakan. Banyak pelajaran yang bisa dipetik, salah satunya bahwa melangkah bersama itu akan selalu lebih baik. Sekadar intermezzo, beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan berbincang dengan seorang seniman yang berasal dari NTB, Abhy Summer namanya…. Read More
Inspirasi Lebih Dekat dengan Sampah di Bank Sampah NTB Mandiri Posted on 2 September 20175 September 2017 Lebih Dekat dengan Sampah di Bank Sampah NTB Mandiri. Hampir di setiap saat, di segala aktivitas, kita akan bertemu dengan sampah. Dalam bentuk apapun itu. Mengerjakan pekerjaan kantor, menikmati sajian makanan, memasak dan berbagai kegiatan lain, pada akhirnya juga akan menghasilkan yang namanya sampah. Dan hingga kini, sampah menjadi masalah… Read More
Inspirasi Pengalaman Puasa Pertama Si Kecil dan Buku Diari Ramadhan Posted on 9 June 2017 Buku Diari Ramadhan dan Pengalaman Puasa Pertama Si Kecil. Bulan ramadhan 1438H terasa sangat istimewa buat saya, pertama karena Alhamdulillah tahun ini saya berpuasa sambil mengandung adik buat Rani (sulung saya) dan kedua karena tahun ini merupakan tahun pertama Rani mulai menjalankan ibadah puasa. Saya bahas poin kedua dulu ya,… Read More
Inspiratif banget! Ngga banyak anak muda yang mau ngurusin kerjaan seperti ini. Salut dan semoga yayasan ini berguna untuk adik2 yang membutuhkan 🙂 amiin Reply
Keren.. pak Lalu Awinggih dari Desa Wajageseng Lombok Tengah karya2 beliau Luar biasa. #Trims infonya untuk LFCC ya Andy.. ? Reply
Mbak Andy memang luar biasa Mksh banyak yaaa udah mau menyebarkan informasi ini kepada khalayak agar memiliki manfaat untuk sesama manusia Reply
Wow keren … Sangat menginspirasi terutama bagi anak muda generasi milenial. Semoga Indonesia semakin banyak memiliki sosok seperti Anda. Reply