Program Dayamaya, Saatnya Bersinergi Kembangkan Potensi Ekonomi Digital

program dayamaya

Program Dayamaya, Saatnya Bersinergi Kembangkan Potensi Ekonomi Digital. Apa itu Program Dayamaya? Adalah sebuah inisiasi untuk mengembangkan potensi ekonomi digital dari daerah 3T di Indonesia. Siapa yang memiliki inisiatif membuat program ini? Mengapa memilih daerah 3T? Mereka yang terlibat pada program tersebut berasal dari kalangan mana saja? Manfaat apa yang bisa didapatkan? Inisiatif apa saja yang terpilih dan telah berkontribusi pada masyarakat? Serta sejumlah pertanyaan lainnya. Ya, ada banyak sekali pertanyaan terkait Program Dayamaya, semoga postingan blog berikut bisa menjawab itu semua ya teman-teman. Terutama bagi teman-teman yang berdomisili di daerah 3T ataupun memiliki proyek untuk diterapkan pada daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Dalam rangka mengembangkan potensi ekonomi digital yang ada di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), maka pemerintah menggelar sebuah program bernama Program Dayamaya. Pemerintah, melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mengajak sejumlah pihak untuk bersinergi dalam program tersebut. Pihak-pihak yang dimaksud, yakni: para pelaku StartUp eCommerce, komunitas, kelompok masyarakat, serta pelaku UMKM digital. Dengan harapan, dapat berdaya bersama mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T.

Program Dayamaya, Saatnya Bersinergi Kembangkan Potensi Ekonomi Digital

Program Dayamaya telah berlangsung sejak tahun 2019, dimana pada tahun tersebut dari 18 inisiatif yang terpilih, sudah ada tiga inisiatif yang memberikan kontribusi bagi masyarakat. Harapannya, dengan adanya keterlibatan peran startup, komunitas, kelompok masyarakat, serta pelaku UMKM digital, maka perubahan di daerah 3T akan berproses lebih cepat. Tentunya perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Lantas, apa saja tiga inisiatif yang dimaksud tadi? Ketiganya adalah Atourin, Cakap, dan Jahitin.

Atourin, Berdaya di Sektor Pariwisata

Inisiatif pertama yang terpilih dari Program Dayamaya dan telah berkontribusi pada masyarakat di daerah 3T yakni Atourin. Sebuah perusahaan teknologi yang bergerak di sektor pariwisata yang menyediakan jasa/layanan (online maupun offline) untuk industri pariwisata Indonesia. Dimana pada tahun 2019, Atourin berkesempatan menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi pemandu wisata di Natuna, melalui Program Dayamaya.

Pada masa pandemi seperti sekarang, salah satu program yang bisa dijalankan oleh Atourin adalah melakukan pelatihan secara daring bagi pemandu wisata se-Indonesia. Lewat pelatihan tersebut, pihaknya mengajarkan bagaimana cara membuat tur virtual. Sebab seperti yang kita ketahui bahwa pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak di masa pandemi. Harapannya, para pemandu wisata dapat memanfaatkan akses internet yang ada untuk menghadirkan layanan tur virtual baik kepada wisatawan domestik, maupun mancanegara. Sebagai alternatif, dari tidak bisa diselenggarakannya tur/perjalanan wisata seperti hari biasanya.

Cakap, Untuk Kemampuan Berbahasa Asing yang Lebih Mantap

Selanjutnya, inisiatif kedua ditempati oleh Cakap. Sebuah platform pembelajaran daring bahasa asing yang bertujuan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata. Dengan meningkatkan kemampuan masyarakatnya dari sisi penguasaan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Pada tahun 2019, lewat Program Dayamaya, Cakap telah berkontribusi menyelenggarakan digital assessment di Kabupaten Sabu Raijua, dan Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT. Program yang melibatkan peserta setingkat pelajar SMA sebanyak 250 orang itu, menggunakan standarisasi CEFR atau The Common European Framework of Reference for Languages. Dimana pelaksanaannya berlangsung secara daring melalui ruang belajar digital pada sebuah kelas online yang diisi oleh guru bahasa inggris asing (ESL Teacher). Mantap banget kan yaa~

CEO Cakap, Tommy Yunus, menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris sangatlah penting dalam usaha mengembangkan daerah wisata. Sebab merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan pengaruh jumlah wisatawan untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism. Dengan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Cakap, maka para peserta akan mendapatkan: akses kelas webinar, materi pembelajaran, akses video pembelajaran, quiz, pendampingan, serta sertifikat yang diberikan di akhir program.

program dayamaya

Jahitin Academy, Tingkatkan Kemampuan Para Penjahit

Lain Atourin, lain Cakap, lain pula inisiatif yang ketiga ini, yakni: Jahitin Academy. Sebuah inisiatif terpilih yang memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan meningkatkan skill para penjahit di Provinsi NTT, terutama di daerah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Jahitin Academy menyelenggarakan workshop pengolahan limbah kain tenun, mengajarkan bagaimana cara mengolah limbah tenun menjadi produk yang lebih bermanfaat. Tentunya yang memiliki nilai jual, seperti membuat cushion pillow.

Tidak sampai di situ, Jahitin juga membantu para penjahit untuk mendapatkan kemudahan dalam mengakses pasarnya. Sehingga kini, para penjahit di daerah Sumba sudah mendapatkan akses langsung yang berhubungan dengan Dinas Perdagangan setempat. Dengan difasilitasi oleh BAKTI, Kementerian Desa dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal, di masa pandemi ini, Jahitin melakukan pelatihan membuat masker yang sesuai standar protokol kesehatan. Hasilnya pun tidak tanggung-tanggung, para penjahit di sana berhasil mendapatkan orderan untuk membuat hingga 5000 lembar masker!

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki keberagaman dan lekat akan sikap gotong royongnya. Maka bersinergi, berdaya bersama, sudah menjadi hal yang biasa di negeri ini. Seperti yang telah dilakukan oleh mereka yang terlibat pada Program Dayamaya, yang telah berkontribusi bagi masyarakat di daerah 3T. Bersama-sama membawa perubahan, khususnya perbaikan dari sisi perekonomian berbasis ekonomi digital.

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

41 Comments

  • Abadi 7 December 2020 at 10:40 am

    Sisi lain dari program ini berarti membuka peluang untuk memperkenalkan produk lokal dan tradisional yang memiliki ke khasan sebagai kearifan lokal.
    Dan yg tidak kalah urgent adalah pendidikan untuk masyarakat tentang sadar wisata dan rasa aman untuk wisatawan.

    Mantap ini. ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘โš˜

    Reply
  • sarahjalan_ 7 December 2020 at 12:17 pm

    Memang butuh kerjasama dari berbagai pihak untuk memajukan dan mengembagnkan skill dari tiap orang yang berada didaerah, sehingga apa yang mereka hasilnya bisa di kenalkan ke masyarakat luas, dan ini tentu bisa membantu perekonomian juga

    Reply
  • Lidya 7 December 2020 at 9:03 pm

    Startup Jahitin nih keren juga ya membantu para penjait supaya bisa mengembangkan pasar lewat dunia digital. Aku malah penasaran limbah dibuat cushion pillow ini gimana ya caranya? NTT sama NTB jauh gak? pertanyaan oot

    Reply
  • Yuni BS 8 December 2020 at 6:59 am

    3 inisiatifnya benar-benar mewakili untuk mengembangkan daerah 3T. Seenggaknya daerah-daerah itu bisa memajukan sektor pariwisatanya, komunikasinya dan perdagangannya.

    Reply
  • Triani Retno 8 December 2020 at 8:12 am

    Daerah 3T punya banyak potensi bernilai ekonomis yang kita nggak tau. Atau kalaupun tahu, bingung gimana dapetinnya. Semoga setelah ikut pelatihan begini dan go digital, pasarnya lebih terbuka dan usahanya melesat maju.

    Reply
  • Husnul Khotimah 8 December 2020 at 8:14 am

    Semoga banyak komunitas dan startup mau bergabung dengan Dayamaya untuk memaksimalkan berkembangnya Dayamaya ya mbak.. untuk Indonesia lebih maju

    Reply
  • Dwi Puspita 8 December 2020 at 8:28 am

    Sampai 5000 lembar masker, keren banget nih. Btw program seperti ini sangat membantu masyarakat menuju ekonomi digital

    Reply
  • Hendra Suhendra 8 December 2020 at 10:08 am

    Untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di suatu daerah, maka bisa dengan cara meningkatkan kemampuan sdm nya dulu, kalau sudah mandiri, maka secara perlahan tapi pasti, kesejahteraan akan ikut meningkat…

    Keren nih program Dayamaya ya

    Reply
    • Dwi Puspita 14 December 2020 at 9:58 am

      Setuju mas, SDM memang penting ya. Suatu daerah kalau SDM nya bermutu dan kreatif maka akan membuat daerah tersebut pun dilirik dan bisa maju karena masyarakatnya

      Reply
  • Ari Santosa Pamungkas 8 December 2020 at 12:26 pm

    Saat ini, pemerintah sudah getol menggalakkan pergerakan roda ekonomi dengan baik. Tinggal kita sebagai masyarakat bisa menangkap peluang yang sudah dibukakan oleh pemerintah ini atau nggak.

    Reply
  • Heizyi 8 December 2020 at 8:52 pm

    Dari industri kreatif, diterjemahkan ke ekonomibdigital ya mbak.

    Sungguh inovasi mumouni ditengah pandemi seperti saat ini. Tapi juga harus diimbangi dengan SDM yang cukup biar bisa berisnergi dengan maksimal ๐Ÿ˜‰

    Reply
  • Rhoshandhayani K Taslim 8 December 2020 at 9:44 pm

    waw jaitin keren banget ya
    kupikir cuma jahit kain perca
    ternyata mengolah limbah kain tenun ya
    wuah keren syekali

    Reply
  • Fachrur Rozi 8 December 2020 at 9:44 pm

    program dayamaya sangat bagus khususnya di pandemi ini banyak masyrakat yg di daerah terluar, terdepan, tertinggal merasakan efek dari edukasi dan manfaat program kominfo

    Reply
  • Karyati Niken 8 December 2020 at 9:51 pm

    Menjadi berdaya itu penting banget ya kak. Apalagi dengan program Dayamaya dari Kominfo, akhirnya masyarakat 3T jadi lebih banyak dapat manfaat juga.

    Reply
  • Nathalia DP 8 December 2020 at 10:10 pm

    Saya baru tahu nih ada program dayamaya… Bagus deh, akhirnya daerah terdepan, terluar, tertinggal bisa mendapat perhatian untuk lebih maju…

    Reply
  • Rini Novita Sari 8 December 2020 at 10:59 pm

    susah emang buat start up klo disuruh jalan sendiri, butuh pihak lain buat dukung, bina, bahka bantu dari luar dalam, untuk ada program dayamaya ini ya mbk, moga makin byk startup yang terbantu

    Reply
  • Adriana Dian 8 December 2020 at 11:03 pm

    Keren banget nih kominfo yang ngedukung program dayamaya ini, jadi potensi digital di daerah 3T juga bisa makin berkembang yaaa

    Reply
  • Rani Yulianty 9 December 2020 at 6:47 am

    Cakap bahasa Inggris penting banget ya di zaman sekarang untuk meningkatkan skil, untungnya ada di program daya maya ya

    Reply
  • Euisry Noor (isrinur.com) 10 December 2020 at 10:12 am

    Bagus banget ada program seperti dayanya ini. Daerah 3T tentunya sangat membutuhkan sinergi ini supaya terangkat potensi ekonominya berbasis digital. Semoga makin banyak inisiatif seperti ini ya, sehingga potensi daerah bisa terupgrade lebih merata

    Reply
  • Dian Restu Agustina 14 December 2020 at 11:16 am

    Salut dengan Program Dayamaya. Benar adanya jika dengan adanya keterlibatan peran startup, komunitas, kelompok masyarakat, serta pelaku UMKM digital, maka perubahan di daerah 3T akan berproses lebih cepat…Sehingga bisa segera maju penjuru Indonesia

    Reply
  • nurulrahma 14 December 2020 at 11:25 am

    Masyarakat daerah 3T jadi lebih empowered dgn adanya program Dayamaya ini ya.
    semoga makin berdaya dan berjaya!

    Reply
  • Mugniar 14 December 2020 at 11:57 pm

    Saya setuju, keterlibatan peran startup, komunitas, kelompok masyarakat, serta pelaku UMKM digital akan memudahkan daerah 3 T berkembang dan maju. Semoga eksis.

    Reply
  • nchie hanie 15 December 2020 at 12:50 pm

    Jahitin Academy, dengan skill menjahit bisa menghasilkan sesuatu. apalagi dengan kolborasi berbagai komunitas, kelompok masyarakat akan memperkuat daerah 3T lebih berkembang perekonomian digitalnya.

    Reply
  • Mia Yunita 15 December 2020 at 2:55 pm

    Program dayamaya keren nih apalagi dikembangkan di daerah 3T, pastinya membantu perekonomian rakyat.

    Reply
  • Keke Naima 15 December 2020 at 3:57 pm

    Kece-kece start upnya. Saya paling suka yang Jahitin. Bisa makin bagus nih karya UMKM di daerah 3T

    Reply
  • Evi 15 December 2020 at 6:28 pm

    Bahasa Inggris memang sangat penting bagi pengembangan destinasi wisata. Dengan semakin banyaknya masyarakat di sana berbahasa asing ini semakin mudah jalinan komunikasi ke dunia luar

    Reply
  • nurulrahma 15 December 2020 at 7:47 pm

    Program DAYAMAYA ini krusial banget ya Mba
    Bisa menggandeng start up dan memberikan manfaat maksimal, utamanya utk masyarakat 3T

    Reply
  • Dedew 16 December 2020 at 7:15 am

    Bagus programnya jadi masyarakat di daerah 3T juga merasakan kemajuan teknologi, bisnis yang maju dan pembangunan seperti saudaranya di pulau Jawa

    Reply
  • Juliastri Sn 16 December 2020 at 2:42 pm

    Yuk, dukung UMKM go online. Salut dengan support KOMINFO dalam hal ini..

    Reply
  • Andiyani Achmad 16 December 2020 at 3:11 pm

    yeay!! go startup Indonesia, go UMKM, makin maju dan berkembang plus dapet support dari KOMINFO juga, luarbiasa

    Reply
  • Liza 16 December 2020 at 4:25 pm

    dengan bersinergi, bergotong royong, dan bersama-sama kita bisa membawa perubahan ke arah lebih baik. semangat

    Reply
  • April Hamsa | Parenting Blogger keluargahamsa.com 16 December 2020 at 7:51 pm

    memang pemerintah kyknya gak bsia sendirian utk membangun daerah 3M, perlu stakeholder yang membantu dan bersinergi dari pihak swasta ya mbak. Supaya lebih cepat juga nih. Sama2 menguntungkan.
    Semoga kerja sama/ kolaborasi semacam ini bisa berkelanjutan yaa

    Reply
  • mega 16 December 2020 at 9:11 pm

    UMKM emang salah satu industri yang sangat menopang ekonomi bangsa ya mbak. Jadi menurutku program dayamaya ini bagus banget. Mendukung pelaku usaha makin kreatif dan bisa berjuang secara internasional juga, karena skillnya kan di kembangkan ya. Pokoknya program yang bagus sekali nih. Aku sangat mendukung

    Reply
  • Larasati Neisia 16 December 2020 at 11:33 pm

    Seneng banget akutu kalau baca info perkembangan start up karya anak bangsa. Di sini banyak pengembang yang keren-keren kek Nam Do San di drakor startup. Semoga makin kreatif dan makin berkembang para pelaku UMKM digital.

    Reply
  • echaimutenan 16 December 2020 at 11:46 pm

    Jadi diperhatikan dayamaya juga kalau usaha itu menyenangkan ya mak. Karena kadang info di daerah kurang. Tapi skrg memang waktunya perhatian sama usaha yang bisa menghidupi orang banyak dan berguna. Aku juga pengen usaha begitu.

    Reply
  • lendyagasshi 17 December 2020 at 12:10 am

    Senang sekali melihat banyak Start Up yang bermunculan di Indonesia.
    Dan mulianya, untuk membantu berkembangnya daerah 3T di Indonesia.
    Semoga semakin sukses, Kominfo.

    Reply
  • Milda Ini 17 December 2020 at 12:46 am

    moga program kayak gini juga diikuti setiap kementrian deh dan meluas ke berbagai sisi kehidupan, karena masyarakat butuh support

    Reply
  • Herva Yulyanti 17 December 2020 at 2:55 am

    Programnya bantu banget ya mba buat daerah-daerah 3T ini semoga makin banyak program yang begini demi support tempat2 lainnya ya

    Reply
  • Uniek Kaswarganti 17 December 2020 at 7:04 am

    Bagus banget nih inisiatif menghadirkan platform digital untuk mendukung keberdayaan masyarakat di berbagai sektor. Semoga terus menjangkau daerah 3T lainnya ya.

    Reply
  • Dawiah 19 December 2020 at 2:50 pm

    Ketiga program Dayamaya ini keren-keren. Ketiganya memang sangat dibutuhkan saat ini, terutama inisiatif Cakap-nya. Tapi inisiatif Jahitin juga bagus, mungkin karena saya suka jahit jadi suka dengan perogram jahit menjahit.

    Reply
  • Khoirur Rohmah 8 March 2021 at 8:27 pm

    Ternyata program Dayamaya ini sudah berlangsung lama ya, sejak th 2018-2019
    Berarti masyarakat yg berada di wilayah 3T merasakan manfaat dr 3 program tersebut.
    Apalagi melihat 3 program skrg sprti yg tersebut di atas. Pasti potensi ekonomi di daerah tsb akan menjadi lebih baik ya mbak

    Reply

Leave a Comment