Review KM Kirana 7 Lombok-Surabaya: Fasilitas, Harga Tiket, dan Tips Berlayar bersama Anak

Apakah ada kapal dari Lombok ke Surabaya? Berapa jam lama pelayaran Lombok-Surabaya? Berapa harga tiket kapal Kirana 7? Pertanyaan itu sudah sering saya tanyakan ke teman-teman pun saya googling sendiri sejak tahu bahwa ada lho kapal dengan rute Lombok-Surabaya dan sebaliknya. Sejumlah teman yang bekerja, kuliah, maupun asli dari Jawa, pada rutin menggunakan moda transportasi ini. Alhamdulillah, di tahun 2025 kemarin, untuk pertama kalinya saya mencoba berlayar dari Lombok ke Surabaya dengan KM Kirana 7 bersama anak saya yang berusia 7 tahun. Lantas bagaimana proses pemesanan tiket, keberangkatan, suasana di kapal, kedatangan, pun suka duka trip bersama si kecil? Yuk baca tulisan ini sampai selesai.

Menguras Waktu, Namun Memberi Pelajaran Baru

Tujuan akhir perjalanan ini sebenarnya bukan ke Surabaya, melainkan Makassar. Saya berencana menghadiri acara wisuda kakak di sana. Setelah melihat harga tiket pesawat Lombok-Makassar yang wow sekali, terpikirlah opsi lain. “Ah sepertinya sekarang saatnya saya mencoba kapal yang dari kapan ingin saya coba ini, setelahnya, bisa lanjut deh berlayar ke Makassar”, pikir saya kala itu. Setelah dapat izin dan ngobrol sama suami, kami pun sepakat agar saya berangkat bersama Tita- putri kedua kami. Yup! Jadi momen berlayar kapan hari itu terjadi karena kombinasi harga tiket pesawat yang mahal, saya yang penasaran pengen coba naik KM Kirana 7, plus keinginan untuk memberikan pengalaman baru- yang semoga berkesan bagi Tita.

Lantas apakah benar-benar berkesan? Oke, sebelumnya, mau disclaimer dulu bahwa kapal dari Lombok ke Surabaya tuh ada kok, kapal plat merah yaa. Kalau jenis Ro-Ro (Roll-on Roll-off), yakni kapal yang muatannya (penumpang/kendaraan) bisa masuk dan keluar sendiri melalui pintu di depan atau belakang kapal, setahu saya baru ada di tahun 2016 deh, CMIIW. Nah KM Kirana 7 yang merupakan kapal milik PT Dharma Lautan Utama dan mulai beroperasi sejak tahun 2022 ini adalah satu dari beberapa unit kapal Ro-Ro rute Lombok-Surabaya. Uniknya, kapalnya tuh memang ditujukan sebagai kapal wisata.

Cara Beli Tiket KM Kirana 7 Rute Lombok-Surabaya

Sebelum bercerita lebih banyak tentang pengalaman berlayar bersama si kecil, ceritanya dimulai dari hal paling pertama yang perlu dilakukan dulu ya, yakni membeli tiket. Pembelian tiket bisa dilakukan melalui aplikasi DLU Ferry maupun situs web dlu.co.id, oh ya satu lagi: beli langsung di kantor DLU. Nah, karena kemarin keputusan berangkatnya tuh last minute banget, jadilah kuota tiket di aplikasi maupun situs web sudah habis. Oleh Mbak Liya- kawan saya yang sudah akrab dengan rute Lombok-Surabaya beserta aneka moda transportasinya ini, saya disuruh gas aja langsung ke kantor DLU, katanya biasanya ada aja tuh tiket di sana.

Apakah Tiket Kapal Kirana Bisa Dibeli Langsung di Kantor DLU?

Jadwal KM Kirana 7 ini setiap dua hari sekali (alias selang seling ya), gitu aja terus dia bolak balik Lombok-Surabaya, Surabaya-Lombok. Oke, lanjut. Saya berencana berangkat di tanggal 29 Agustus 2025 kala itu, kapal dijadwalkan berlayar di malam hari sekitar pukul 10 malam. Siang hari di tanggal yang sama saya menuju kantor DLU di Jalan Raya Pelabuhan Lembar No.99 untuk membeli tiket. Alhamdulillah masih kebagian (konon tersisa 5 tiket). Jadi tahu juga bahwa tiket itu ada yang dijual secara online (aplikasi, situs web, termasuk yang kita beli lewat agen), pun offline. Hanya saja ya kuota untuk offline memang terbatas, ini sebagai opsi buat yang pengen beli langsung sih, gak secara digital.

Untuk pembayarannya bisa dengan uang tunai, QRIS, maupun transfer. Eh digital lagi wkwk. Nanti kita akan dapat selebaran (bisa disebut tiket gak sih? untuk kemudian ditukar di loket pelabuhan dengan boarding pass. Oh iya, saat membeli tiket, jangan lupa untuk membawa kartu identitas yaa. KTP dan Kartu Identitas Anak.

Berapa Harga Tiket KM Kirana 7 Rute Lombok-Surabaya?

Untuk KM Kirana 7 ini, tersedia kelas VIP, ekonomi tidur, dan ekonomi duduk. Harganya berbeda tergantung tanggal keberangkatan ya (biasanya berpengaruh sama musim liburan/mudik gitu). Waktu saya dulu sih, di tanggal 29 Agustus 2025, tiket ekonomi tidur untuk 1 dewasa dan 1 anak totalnya Rp525,000,- (sudah dapat tempat tidur dan jatah makan 2 kali).

Untuk harga saat ini, dengan kelas yang sama (ekonomi tidur) yakni Rp290,000,- dewasa dan Rp225,000,- anak-anak. Belum termasuk pajak/pass penumpang sebesar Rp29,500,- per penumpang. Harga ekonomi duduk bisa dilihat pada gambar, perbedaannya dengan ekonomi tidur ya sesuai namanya- ekonomi tidur ini tempatnya di kursi. Nah, bagaimana dengan kelas VIP? Kelas VIP di Kapal Kirana ini dapatnya kursi yaa, jenis recliner (bisa diluruskan untuk sekadar sandaran kaki). Harganya sekitar 400ribu-an dan hanya tersedia 10 seat, tentu saja jadi rebutan.

Jangan Sampai Salah Terminal!

Untuk yang biasa naik KM Kirana 7 pasti bakal bertanya-tanya, kok keberangkatan saya kala itu di malam hari? Sementara biasanya kapal ini kalau dari Lombok tuh berangkatnya siang hari. Nah, berdasarkan penjelasan petugas di kantor DLU, ya namanya kapal, mereka menyesuaikan juga dengan kondisi laut, dan rupanya saat itu cuaca lebih bersahabat jika berangkat di malam hari.

Epicnya, sudahlah berangkat malam. Saya pakai acara salah info pun ke suami, kebiasaan setahun sebelumnya sering bolak balik Lombok-Bali, saya pikir ya dermaganya sama aja. Untung aja belum sampai ditinggal mobil wkwk. Meski sama-sama di Lembar, tapi pintu masuknya beda yaa teman-teman, ini tuh di Terminal Kedaro. Intinya kalau datang dari arah kota Mataram, kita akan lebih dulu melewati Terminal Kedaro, baru deh terminal untuk kapal penyeberangan ke Bali/Banyuwangi/Situbondo. Jaraknya ya lumayan jauh kalau sampai salah terminal wkwk.

Dari Kota Mataram ke Terminal Kedaro Lembar Naik Apa?

In case ada teman-teman yang baru ke sini terus bingung mesti naik apa- mengingat gak ada transportasi umum semacam angkot atau bus atau semacamnya. Maka selain naik kendaraan pribadi, pilihannya adalah naik transportasi online (gojek, grab, dan sejenisnya) atau taksi blue bird. Boleh kok kalau dari luar menuju ke pelabuhan, nah lain halnya kalau sebaliknya.

Memulai Keseruan Di Atas Kapal

Setibanya di terminal, langsung tukarkan tiket dengan boarding pass ya. Bentuknya selebaran gitu, ada qr codenya. Dalam lembaran itu tercantum pula nomor tempat tidur kita, oh ya kita juga bakal dipasangka gelang yang entah sebagai penanda kelas tiket/jenis kelamin atau apa. Ada beberapa warna pokoknya. Oke, mari kita mulai cerita perjalanan seorang ibu bersama putrinya yang berusia 7 tahun ini. Dimulai dengan tentu saja si anak yang tidak sabar pengen masuk kapal. Mana pas kami tiba, tuh kapal bahkan belum sandar wkwk. Gimana mau naik, ye kan? Kami baru benar-benar tiba di atas kapal tuh pukul 23.20. Wow! Apakah putri kecil ini ngantuk? Tentu tidak! Bismillah, untuk perjalanan sekitar 21 jam ke depan.

Dia senang sekali melihat setiap detail kapal. Kami melewati banyak sekali tempat tidur bertingkat (tingkat dua), bahkan ada salah satu sudut dengan tempat tidur tiga tingkat! Saya sempat bergumam, semoga dapatnya tempat tidur atas, biar gak sering dilewati penumpang lain saat berlalu-lalang. Kenyataannya, kami dapat tempat tidur bawah- di pinggir pula! Seiring waktu, rupanya sebagai emak-emak yang berangkat berdua aja sama anak, rasanya lebih nyaman di bawah emang. Gak repot mesti naik turun. Dahlah gak peduli orang lalu lalang.

Wisata Di Atas Kapal

Ini bukan kali pertama saya bepergian berdua saja bersama Tita. Tapi ini adalah yang terjauh, plus pengalaman baru- karena bahkan ini pun pengalaman pertama saya ke Surabaya dan naik KM Kirana 7. Biasanya ya numpang transit saja saat naik pesawat. Ingat gak tadi saya sempat menyebut bahwa rupanya kapal ini sejak awal ya dibuat sebagai kapal wisata. Selain hal-hal yang umum seperti pemutaran film, live music, para penumpang pun akan diinfokan ketika: matahari terbit dan terbenam, kapal melintasi bagian bawah jembatan Suramadu, pun ketika ada kumpulan lumba-lumba. Seru gak tuh? Hahaha. Oh ya, kelas VIP di sini pun yang membuatnya VIP adalah karena posisinya yang benar-benar di bagian depan kapal plus full kaca di depannya, bikin mereka tuh puas banget melihat pemandangan di depannya.

Oplus 0

Dari Kafetaria Hingga Area Bermain Anak

Meski tidak selengkap fasilitas kapal milik PT Dharma Lautan Utama lainnya, tapi bagi saya fasilitas di KM Kirana 7 ini sudah cukup- cukup banget menyenangkan hati anak saya. Tempat tidurnya nyaman dan bersih (sempat khawatir ada tungau dan kawan-kawannya, Alhamdulillah aman guys!). Colokan ada di beberapa titik di sekitar tempat tidur, tapi pada gak berfungsi euy, entah gak cocok dengan charger kami apa gimana. Tapi gak usah khawatir, karena ada banyak kok spot colokan di kafetaria maupun area ekonomi duduk.

Toilet dan kamar mandi tersedia di banyak titik. Di sisi-sisi area ekonomi tidur, di dekat mushola, di dekat area bermain, gampang ditemukan deh pokoknya. Bersih, airnya pun lancar. Antara area ekonomi tidur dan ekonomi duduk, terdapat kafetaria dengan lima meja bundar dan sejumlah kursi. Kafetarianya menyediakan menu standar kapal lah yaa: mie instan, kopi, aneka snack, es krim, dll. Ada panggung hiburan dengan beberapa unit tv di area ekonomi duduk, biasa yaa dipakai untuk live music maupun pemutaran film. Serta yang terpenting banget, yakni ada klinik juga di sini.

Oplus 0

Mushola yang Nyaman

Alhamdulillah di kapal ini pun tersedia fasilitas mushola yang nyaman. Tidak begitu besar, tapi cukuplah. Tersedia mukena, sarung, sajadah, serta Al-Qur’an. Musholanya dingin dan bersih. Sayangnya tempat wudhu untuk perempuan ya terbuka gitu, jadi better wudhunya di keran di kamar mandi aja sih. Oh ya, pengumuman shalatnya pun jelas, diinfokan pula beberapa saat sebelum adzan- jadi ada momen shalawatnya dulu sebelum adzan. Biar kitanya pun bersiap ke mushola. Dan… mau seheboh apapun itu live music dll, kalau udah waktunya shalat, maka semuanya akan diam dulu.

Area Outdoor

Di area outdoor (geladak kapal gak sih?) ada tempat berjemur, peralatan gym (ada 3 alat kalau gak salah, entah apa namanya), area bermain anak, dan tempat duduk buat nongkrong gitu. Seru banget keluar ke sini saat sunrise maupun sunset– pas sunset para ABK ada jual aneka gorengan lho. Oh ya pas melintasi jembatan Suramadu, di sini bakal ramai oleh penumpang yang pengen pepotoan atau sekadar melihat keindahan gemerlap lampu jembatan (kami lewatnya pas malam sih waktu itu)

Oplus 0

Menu Makanan di KM Kirana 7

Dalam sekali pelayaran, harga tiket sudah termasuk untuk 2 kali makan. Berdasarkan waktu berangkat kala itu, kami dapatnya makan pagi dan siang. Menu untuk dewasa dan anak-anak berbeda yaa, sedangkan untuk kelas VIP-menunya sama saja, hanya porsi dan penyajiannya saja lebih eksklusif. Menu makanan yang kita dapat selama di kapal pun sudah diinformasikan di papan informasi yang terdapat di area kafetaria dan beberapa sisi ruangan kapal.

Saat kami berlayar, saya dapat menu makan pagi berupa nasi telur tahu kare, dan untuk anak-anak dapatnya nasi ikan goreng tepung serta bihun. Kemudian makan siangnya, saya dapat nasi ikan goreng tepung dan sayur lodeh. Menu anaknya ada nasi dan ayam saos asam manis. Setiap sajian makan, sudah dilengkapi dengan air mineral dan buah/puding, dan untuk anak-anak dilengkapi pula dengan susu dan jelly. Alhamdulillah makanannya sesuai dengan selera kami, dilahap, habis! Momen pembagian makanan ini adalah momen paling dinanti oleh Tita, hahaha. Dia senang sekali saya beri tugas memegang boarding pass untuk ditunjukkan ke ABK.

Tips Nyaman Berlayar bersama Anak

Meski menghabiskan banyak waktu, saya percaya bahwa pengalaman ini akan memberikan banyak sekali pelajaran baru. Tidak hanya bagi anak saya, tetapi juga bagi kami berdua. Harapannya semoga ini menjadi sesuatu yang indah untuk ia kenang suatu saat nanti. Alhamdulillah responnya luar biasa sekali. Bagaimana dia begitu excited sejak akan naik kapal, tiba di atas kapal, kebagian kasur sendiri, mengatur barang, dll. Bahkan sejak di rumah! Betapa bahagianya dia diperbolehkan packing barangnya sendiri, membawa tasnya sendiri. Sebagai orang tua, penting juga bagi kita untuk mengantisipasi segala sesuatunya, dan memastikan anak nyaman selama pelayaran. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Pakaian yang Nyaman

Pastikan anak mengenakan pakaian yang nyaman dan membuatnya mudah bergerak. Bawa jaket dan penutup kepala (Tita pakai jilbab), saat berangkat malam udara pasti dingin, begitu pula suhu AC di kapal biasanya dingin. Selain pakaian yang dikenakan, pastikan pula ada satu set pakaian beserta kaos kaki yang mudah diambil di tas. Selimut/sarung pun setidaknya ada selembar, untuk dipakai saat tidur. Mengingat kita tidur di satu deretan tempat tidur yang sama (singkatnya, di tempat umum). Untuk alas kaki, kalau mau gak dingin, enaknya pakai sepatu, tapi sediakan pula sandal- biar praktis kalau harus bolak-balik ke toilet/kamar mandi.

Makanan/Minuman, dan Obat-obatan

Bawa bekal yang cukup, kalau perlu yang banyak. Anak-anak gampang lapar bun… lumayan juga kalau jajan di kafetaria kapal. Lebih baik bawa bekal sendiri dari rumah, bisa lauk kering, buah-buahan ataupun camilan, jangan lupa pula membawa susu dan air mineral yang cukup. Obat-obatan standar untuk penurun demam, batuk pilek, plester luka, minyak kayu putih/minyak telon. Buat jaga-jaga di situasi darurat. Oh ya, juga tisu kering, tisu basah, dan hand sanitizer.

Peralatan kebersihan seperti sikat dan pasta gigi, sabun, shampoo, handuk, dibawa juga. Kami kemarin sikat gigi saja selama di kapal, karena memang niatnya mandi saat tiba di hotel di Surabaya.

Hiburan Agar Anak Tidak Bosan

Bawa mainan yang praktis, buku bacaan, buku tulis/buku gambar, alat tulis, serta bantal tidur/boneka kesayangan. Kalau anak-anak suka nonton, sebaiknya download terlebih dahulu video favorit di channel youtube anak, karena biasanya sinyal internet di tengah laut tuh bakal susah. Sekadar info, selama pelayaran kala itu, sinyal kuat hanya ketika kapal berada di dekat pulau/daratan, yakni: saat berangkat di Lombok, melintasi pulau Bali, dan ketika sudah dekat dengan Surabaya. Selebihnya ya susah sinyal.

Alhamdulillah saat bersama Tita, dia justru tidak screentime sama sekali. Kami membuat mainan dari kertas-semacam memory game, lalu memainkannya bersama. Di luar itu, dia lebih sering minta diajak ke area bermain di luar dan berkeliling melihat seisi kapal.

Oplus 32

“Buuuu… ini sih namanya bukan kapal, tapi hotel!”, seru Tita.
“Ibu, makasih yaa… Tita senang sekali”, tambahnya lagi.
“Kapan-kapan kita naik Kirana lagi ya, Bu…”, pintanya.

Ini pengalaman pertama saya ke Surabaya, naik Kirana, ah bukan- ini pengalaman kami berdua, dan Alhamdulillah kami bahagia. 21 jam berlayar berlalu indah sekali.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

11 Comments

  • Wahid Priyono
    Wahid Priyono 10 February 2026 at 8:37 am

    Impianku sih dari dulu pengen ke Lombok untuk berwisata disana. Ternyata gampang ya rute ke Surabaya – Lombok via jalur air. Harga tiketnya masih under 300K sih menurutku worth itu, dan benar “memberi pelajaran baru”. Makasih ceritanya kak, sudah kubaca, nambah wawasan saya juga.

    Reply
  • Nanik Nara
    Nanik Nara 10 February 2026 at 9:24 am

    Pengen juga kayak Tita, naik kapal serasa di hotel.

    Saya punya rencana ngajak anak-anak cari pengalaman juga mbak, pengalaman naik kapal jarak jauh, sampai berjam-jam. Dan KM Kirana 7 ini pertama saya dengar dari teman kantor yang udah pernah nyobain pas ada tugas ke Mataram.

    Baca tulisan ini, jadi timbul lagi keinginan naik KM Kirana 7

    Reply
  • Yuni Bint Saniro
    Yuni Bint Saniro 10 February 2026 at 10:54 am

    Seru kalau anaknya excited dengan perjalanannya, Kak. Apalagi sudah bisa menyiapkan keperluannya sendiri. Ibaratnya, dia sudah tahu mau bawa apa untuk mengantisipasi rasa bosannya saat di kapal.

    Meski sebenarnya, kapal tuh bisa jadi ruang bermain dan belajar yang luas sekali untuk mereka.

    Reply
  • Suci
    Suci 10 February 2026 at 11:30 am

    Waah harga tiketnya masih terjangkau yaa…
    Dan fasilitas di atas kapal juga mendekati mewah loh. Dibandingkan aku terakhir naik kapal keknya 20 thnan lalu.
    Musolahnya bersih masyaallah dan playground pas banget letaknya di luar….
    Jadi keinget dulu subuh2 berburu ke dek mau lihat lumba2…
    Seru dan ngeri2 sedap kalo pas kapalnya lagi goyang hihii

    Reply
    • Annisakih
      Annisakih 10 February 2026 at 5:11 pm

      Wow salut 21 jam lho mbak, anak2 saya yang ngakunya orang kepulauan, baru jarak 1-2 jam saja sudah mulai gelisah. Tapi mungkin karena tipenya yang emang cuma bisa duduk saja ya.

      Kalau pengalamannya menyenangkan begini si kaka pasti bakal ingat buat waktu yang lama. Semoga bisa mengulang kembali, kali ini bareng ayahnya juga.

      Reply
  • Maria G Soemitro
    Maria G Soemitro 10 February 2026 at 12:48 pm

    baca tulisannya Mbak Andy, saya jadi pingin solo traveling ke Lombok

    kaya mudah (atau sebetulnya mudah), saya masih maju mundur karena belum pernah ke sana

    yang penting persiapan ya?

    Reply
  • Lala
    Lala 10 February 2026 at 5:16 pm

    Ikut happy deh dengar kata Tita 🤩🤩🤩
    Perjalanan berdua yang penuh kesan banget ya mbak. Aku lihat musholanya juga oke banget, nyaman dan bersih.

    Fasilitas lainnya pun mumpuni. Dan pas tau harga tiketnya, wah ini masih cukup terjangkau banget. Semoga kapan-kapan aku bisa juga merasakan naik kapal yang satu ini. Cara pembelian tiketnya juga terbilang mudah ya.

    Reply
  • Lia Yuliani
    Lia Yuliani 10 February 2026 at 5:51 pm

    Kayanya anak saya juga bakalan seneng kalau diajak berlayar dengan kapal KM Kirana. Untuk tiketnya juga cukup terjangkau ya, saya soalnya nggak tahu harga tiket kapal. Belum pernah berlayar ke luar pulau. Seneng banget ya di kapalnya ada area bermain anak. Pasti anak happy deh.

    Reply
  • April Hamsa
    April Hamsa 10 February 2026 at 5:53 pm

    Waaahhh asyik naik kapal. Aku belum pernah lagi sejak terakhir SMA keknya. Ferry biasa sih waktu itu hehe.
    Baru tahu mbak ada rute Lombok ke Surabaya.
    Walah tiketnya ternyata sangat disarankan membeli secara online aja ya karena kalau beli terbatas?
    Jadi berlayarnya menyesuaikan cuaca yaa, gak mesti siang sesuai jadwal sebelum2nya?
    Mayan juga 21 jam mbak. Untung fasilitas di kapal memadai sehingga nggak bikin bosan anak2 ya. Mana udah dapat 2x makan, tinggal bawa perlengkapan ngemilnya aja nih 😁. Anggap aja latihan liburan naik kapal pesiar sih yaa hehe.

    Reply
  • Bambang Irwanto
    Bambang Irwanto 11 February 2026 at 10:17 am

    Saya pengin sekali naik Kapal Dharma Lautan Utama atau DLU ini Mbak. Tapi tujuannya ke Makassar. Mau yang Dharma kencana atau yang kirana. Apalagi DLU ini masih ada kelasnya juga. Sayang ga ada dari Tanjung Priok. Jadi saya harus ke Tanjung Perak Surabaya

    Reply
  • Lita
    Lita 19 February 2026 at 9:38 am

    Sekarang tuh DLU keren2 deh kapalnya. Jadi nggak terlalu bosen di perjalanan. Tahun 2000 ke bawah saya pernah naik kapal roro dari banjar ke surabaya. Ya Allah mabookkk. Ngga seenak sekarang juga kapalnya. Jadi trauma hahaha

    Reply

Leave a Comment