Liburan Lebaran di Pantai Nelayan Balikpapan

Panorama pantai nelayan balikpapan

Pantai Nelayan merupakan salah satu destinasi wisata di daerah Manggar, Balikpapan. Pengunjung bisa melakukan banyak aktivitas, seperti: berenang, naik motor ATV, bermain banana boat, hingga kumpul keluarga dengan menyewa gazebo maupun unit villa di sana. Sebagai objek wisata pantai dengan fasilitas yang lengkap, tak heran kalau pantai ini ramai dikunjungi, termasuk saat libur lebaran.

Berikut adalah cerita saya ketika mudik lebaran di kampung suami di Balikpapan tahun 2025 lalu. Rencana awalnya adalah kumpul keluarga sambil jalan-jalan dan makan-makan (ya rekreasi keluarga namanya). Berbagai pilihan pantai ditawarkan oleh saudara dan para ponakan (kali aja Gen Z lebih paham). Setelah mempertimbangkan jarak, fasilitas yang tersedia, kondisi pantai, dll, (sambil saya ngecek foto-foto dan ulasan di gmaps juga), akhirnya pilihan jatuh kepada Pantai Nelayan Balikpapan.

Objek Wisata Pantai di Daerah Manggar Baru

Kami berangkat menggunakan dua atau tiga mobil ya (lupa), serta beberapa motor. Agak tricky juga sama jalan masuk dari Jalan Mulawarman (jalan besar sebelum belokan), saya aja lupa patokannya harus belok di gang mana. Intinya, lokasinya di daerah Manggar Baru (namun bukan Pantai Manggar), tepatnya di RT.52 Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Mengingat ada banyak objek wisata pantai di daerah Manggar ini, maka untuk memastikan pengunjung tidak salah tempat, di deskripsi Google Maps, pokdarwis yang mengelola sudah memberikan catatan: pintu kedua gerbang orange bertuliskan “Selamat Datang di Pantai Nelayan”. Rupanya, pengunjung sering nyasar di pintu pertama, di mana itu adalah Pantai Cemara (sama-sama pantailah yaa, tapi mungkin ada perbedaan fasilitas dll di dalamnya).

Siapkan Budget yang Lumayan untuk Rekreasi di Pantai Nelayan

Lebih tepatnya bukan Pantai Nelayan saja sih, saya rasa, semua pantai di Balikpapan. Sungguh ada banyak sekali culture shock perihal perpantaian di Balikpapan ini, khususnya bagi saya yang dari Lombok. Tapi begitulah indahnya traveling, biar melihat lebih banyak tempat di luar sana, dan tetap bersyukur dengan yang dimiliki/dirasakan saat ini. Kaget pertama, berkaitan dengan subjudul di atas, ya benar: mahal. Hiks.

Tarif Masuk dan Parkir Kendaraan

Jadi rupanya untuk masuk ke pantai ini akan dikenakan tiket masuk per orang, serta biaya parkir (bagi yang membawa kendaraan). Tiket masuk sebesar 5ribu per orang, parkir motor 10ribu, dan mobil 20ribu. Oh ya, itu harga di bulan April 2025, dan masih segitu sampai sekarang (saya sudah cek di akun IG @pantainelayanbpn). Nah, saya baru tahu juga tarif lainnya, yaitu: parkir untuk minibus 150ribu, truk 100ribu, bus besar 250ribu. Kemudian bagi kendaraan motor dan mobil yang menginap, tarifnya juga berbeda, yakni sebesar 20ribu (motor), dan 50ribu (mobil).

Berasa mahalnya di mana? HTM per orang tentu saja… Apalagi kalau ramai macam kami. Bagi keluarga di sini udah biasa, tapi bagi saya yang dari Lombok, masuk pantai biasanya gratis atau paling cuma bayar parkir. Wkwkwk. Sungguh sangat berasa mendang mendingnya.

Sewa Gazebo dan Villa

Oke, mari lanjut hitung-hitungan eh informasi tarif di sana ya. Kalau teman-teman berkunjung ke sini sendirian, atau beberapa orang saja, rasanya ya cukup duduk bareng di tepi pantai. Lain ceritanya kalau mau gathering kantor, kampus, maupun keluarga, atau kalau berniat mantai dalam waktu yang lama, maka perlu yang namanya gazebo. Area pinggir pantainya panas terutama saat siang hari (namanya juga pantai). Toh juga butuh tempat untuk duduk makan bersama, ya kan? Nah, di Pantai Nelayan Balikpapan tersedia banyak gazebo dan beberapa unit villa (waktu ke sana April 2025 kalau tidak salah, ada 4 atau 5 unit).

Uniknya, tiap gazebo ada namanya berikut kontaknya masing-masing. Nampaknya pemiliknya berbeda-beda deh. Gazebonya cukup besar, ada yang berlantai ubin, ada pula kayu. Di depannya dilengkapi pula meja dan kursi kayu, sebagai area tambahan. Setiap gazebo sudah dilengkapi atap, lampu, dan colokan listrik. Biaya sewa gazebo adalah sebesar 500ribu/unit, dan dapat digunakan hingga pukul 6 sore.

Bagi yang ingin menginap, maka pilihannya adalah menyewa unit villa. Sebuah rumah kayu berbentuk segitiga yang langsung menghadap pantai. Ukurannya tidak begitu besar, ya cukuplah untuk memuat kamar tidur, AC, kulkas, peralatan masak, serta kamar mandi di dalam. Adapun biaya sewanya sekitar 800ribu-1,5juta per malam. Uniknya, tidak ada batasan jumlah tamu yang menginap. Dah lah mau berjejer berapa orang di situ tak apa, tapi balik lagi ya ke kenyamanan masing-masing. Kebetulan waktu itu kami tidak ada rencana menginap, jadi hanya menyewa satu unit gazebo, dan Alhamdulillah cukup.

Tarif Toilet/Kamar Mandi (Bilas)

Satu-satunya hal terkait biaya di sini yang tidak membuat saya terkaget-kaget hanyalah toilet dan kamar mandi. Dimana tarif toilet maupun bilas (kamar mandi) di Pantai Nelayan Balikpapan ya sama saja dengan pantai lain yang pernah saya kunjungi, yakni sebesar 5ribu. Alhamdulillah. Airnya lancar, toilet dan kamar mandinya pun bersih. Terima kasih, akhirnya ada yang related. Hahaha.

Tarif Naik Banana Boat dan Motor ATV

Selain bermain air, berenang, dan bermain pasir, aktivitas lainnya yang patut dicoba adalah banana boat dan motor ATV. Coba deh gimana serunya melihat pemandangan laut yang berhadapan langsung dengan Selat Makassar, serta mengitari tepi pantai dengan motor ATV. Saya bilang gini, padahal waktu itu hanya jadi bagian motret. Oke, untuk tarifnya yaitu sebesar 35-50ribu per orang (banana boat) minimal 5-6 orang sekali jalan, dan 50-100ribu (motor ATV) selama 15-20 menit bergantung pada ukuran motor ATV dan negosiasi dengan pengelola.

Seharian di Pantai Nelayan Balikpapan

Mau gak mau harus seharian guys, itu biaya sewa gazebo lumayan, jadi harus dimaksimalkan penggunaannya. Hahahaha. Sebenarnya gak seharian sih, kami tiba sekitar pukul 8 lewat. Sudah lewat udara pagi yang segar, matahari mulai hangat semi panas. Tapi masih amanlah. Begitu tiba, anak-anak sudah heboh pengen main air. Setelah pemanasan bentar, dengan pengawasan oleh pak suamik (yang bertindak ngurusin anak beserta para ponakan), turunlah mereka ke air. Saya ngekor dong, buat foto-foto, sekaligus observasi (maksudnya lihat-lihat, biar bisa cerita di blog). Jadi berdasarkan pengamatan, kondisi pantainya bagaimana?

Melihat Dari Dekat Kondisi Pantai Nelayan

Seperti pantai lainnya di Balikpapan, pantai ini berpasir coklat muda, teksturnya gimana ya, kasar gak, menuju tepung, iya. Gimana sih bahasakannya hahaha. Mengingat Kalimantan emang punya banyak sungai, jadi jangan bayangkan panorama pantai dengan gradasi biru hijau tosca apalah itu, karena di sini ya warna biru kabur menuju kecoklatan. Saya suka melihat luasnya air laut terutama saat surut, jadi bisa berjalan lebih jauh melihat pemandangan pantai, tanpa harus nyemplung basah-basahan. Birunya langit di sini waktu itu pun cantik sekali.

Dengan fasilitas yang memadai (walau mahal), saya rasa, Pantai Nelayan Balikpapan bisa jadi pilihan. Namun tentu masih ada yang perlu dibenahi, terutama masalah kebersihan. Entahlah, area gathering sekitar gazebo, toilet/kamar mandi, tempat parkir, semuanya baik. Sayangnya di area pantai, sekitar pasir dan masuk ke pinggir laut, Subhanallah, beberapa kali saya temukan pecahan beling, bekas botol minuman. Hiks. Syukurnya anak-anak yang mandi tidak sampai menginjaknya, padahal posisi beling rawan sekali. Yuk bisa yuk, pengunjung dan pengelola sama-sama jaga kebersihan di sini.

Di luar itu semua, pengalaman liburan lebaran di Pantai Nelayan Balikpapan tetap menjadi hal yang berkesan (susah soalnya jalan-jalan ramai gini). Semoga suatu saat bisa family gathering lagi di sana, entah sewa gazebo atau mungkin menginap, dengan harapan pantainya sudah bebas dari sampah, terutama pecahan-pecahan kaca dan benda berbahaya lainnya.

Teman-teman, ada yang pernah ke Pantai Nelayan Balikpapan juga? Atau pernah terkaget-kaget dengan kondisi pantai yang di luar dugaan?

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment