Tak terasa bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra telah memasuki pekan keempat, sejak pertama kali terjadi di tanggal 26 November 2025 lalu. Ah, ralat. Waktu yang nyaris sebulan sudah ini tentu amat terasa bagi saudara-saudara kita di sana, di Aceh dan Sumatra. Bagaimana hari demi hari berlalu, berjuang setiap hari- setiap waktu. Mencari sanak saudara, menahan lapar, berjalan dan terus berjalan untuk mencari jalan keluar, terlelap berselimutkan lumpur yang menutup seluruh badan, serta kondisi lainnya yang jauh dari kata baik-baik saja.
Aceh, Sumatra, dan Kesabaran Seluas Samudera
Indonesia kini memasuki musim penghujan, hujan lebat turun di berbagai tempat. Sebagian dari kita mungkin menikmatinya sembari tidur terlelap, bersantai menonton tayangan film favorit ditemani secangkir teh hangat. Tapi tak sedikit pula yang menghadapinya dengan rasa khawatir, was-was akan terjadi banjir. Mungkin pula sudah mulai ketar ketir dengan atap yang bocor di beberapa titik di rumah. Kita resah, pun mengeluh dan merasa lelah, tapi lagi-lagi, malu rasanya ketika melihat bagaimana penderitaan saudara-saudara di Aceh dan Sumatra, yang nyaris sebulan sejak bencana, belum juga bisa menjalani kehidupan seperti sedia kala.
Lumpur masih tebal dan keras hingga setinggi atap rumah, tempat tinggal sudah tak ada lagi rupanya, banjir masih terus menghantui, air bersih masih menjadi sesuatu yang sulit, kebutuhan pokok menjadi langka di sana sini, pun aliran listrik yang datang dan pergi -oh begitu saja.
Waktu Terus Berjalan dan Korban yang Terus Berjatuhan
Memasuki pekan keempat, korban akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terut bertambah. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Desember 2025, tercatat korban meninggal dunia berjumlah 1.068 jiwa, 7.000 jiwa terluka, dan sejumlah 190 jiwa belum ditemukan. Sementara itu sebanyak 537.185 jiwa masih mengungsi. Sedih sekali rasanya melihat angka demi angka ini terus berubah setiap harinya. Belum lagi kalau harus membayangkan saudara-saudara kita di sana hari ini makan apa?
Meskipun belum pernah sama sekali ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, bahkan sekadar sampai ke daratan Pulau Sumatra, rasanya ada saja yang membuat hati ini bertaut dengan saudara-saudara di sana, rasa untuk #SalingMembantu. Sebagai blogger, saya jadi mengenal teman-teman blogger lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia, tak terkecuali dari Pulau Sumatra. Kejadian ini, membuat saya melihat kembali betapa mereka (blogger-blogger dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat) turut menjadi yang terdampak, baik langsung maupun tidak. Lantas apa yang bisa kita lakukan?
Mari Bersama Merangkul Sumatra
Menyadari diri ini bukanlah sultan, crazy rich, atau apalah namanya, berdonasi pun angkanya masih jauh dari kata fantastis. Ingin terjun langsung menjadi relawan di lokasi bencana, tapi tahu diri juga punya fisik yang gampang ambruk- yang ada justru bisa merepotkan orang lain di sana. Bukan berarti menjadikan diri ini tak lagi berarti, tak bisa melakukan apa-apa untuk mereka di Aceh dan Sumatra sana.
Mungkin teman-teman juga ada yang seperti saya. Maka hal lain yang bisa kita lakukan adalah:
- Berdoa. Ini terlihat sederhana sih, tapi jangan salah, jalurnya langsung jalur langit. Jadi yuk jangan lelah meminta, jangan lelah berharap, terus mendoakan hal-hal baik terjadi pada saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra, dan daerah lain yang ditimpa bencana.
- Ramaikan Terus Media Sosial. Pastikan pemberitaan, informasi, dan pembahasan tentang yang tengah terjadi di Aceh dan Sumatra tidak tenggelam begitu saja. Masih banyak daerah yang terisolir di sana, maka jangan pernah berhenti untuk posting dan posting. Kapan lagi scrolling bisa sedemikian bermanfaat begini? Like, repost, add to story, berbagai postingan edukasi, pemberitaan, dll terkait bencana di Sumatra. Tetap pastikan pula kebenaran informasinya ya!
- Berdonasi. Seberapapun nominalnya, tentu akan sangat berarti bagi mereka. Bukankah beramal tidak selalu menunggu saat sudah kaya? Ada banyak sekali kanal-kanal terpercaya tempat kita bisa mendonasikan dana untuk mereka di Aceh dan Sumatra, Dompet Dhuafa adalah salah satunya.
Zakat Akhir Tahun, #SalingMembantu Ringankan Beban Mereka
Jelang pergantian tahun, di saat banyak orang sedang menyusun resolusi, saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra justru tengah berpikir bagaimana caranya bisa mendapatkan sepiring nasi. Beban mereka sungguh ada banyak sekali, di sinilah tugas kita untuk bantu meringankannya. Mari tunaikan zakat akhir tahun melalui tautan https://digital.dompetdhuafa.org/zakat/bencana untuk mereka yang tertimpa bencana, selain sebagai kewajiban, zakat pun memiliki kekuatan sebagai pembersih harta dan jiwa, sekaligus kekuatan kolektif yang luar biasa untuk membangun kembali kehidupan. Tentunya, setiap rupiah zakat yang dikumpulkan akan menjadi bukti konkrit bahwa kita adalah satu umat, saling menopang dalam kesusahan.




No Comments