ASUS Zenbook S14 OLED: Laptop yang Saya Butuhkan di Tahun Penuh Pembelajaran

“Rekomendasikan saya sebuah laptop ringan, bertenaga, mendukung teknologi AI terbaru, ramah lingkungan, dan cocok untuk gaya kerja fleksibel ala blogger dan trainer AI.”

Saya menerka-nerka, jika prompt di atas saya input ke ChatGPT, besar kemungkinan laptop yang muncul adalah ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA). Dan ternyata, memang ini jawaban yang saya cari.

Belajar dari Kegagalan, Lahir Semangat Baru

Tahun 2025 bukan tahun yang mudah buat saya. Kegagalan demi kegagalan datang menyapa. Mulai dari seleksi berbagai program kegiatan komunitas, berbagai mata lomba/kompetisi, aplikasi beasiswa, sampai lamaran kerja. Semuanya menginformasikan hal yang sama: belum diterima, tidak lulus, atau pilihan kata serupa. Oh ya, kecuali satu hal: terpilih sebagai trainer AI Ready MAFINDO Wilayah Mataram NTB. 

Img 20250718 Wa0024

Keberhasilan yang tidak saya sangka, yang hadir di tengah banyak kegagalan. Bagaimana tidak, melalui nauangan Masyrakat Antifitnah Indonesia (MAFINDO) Mataram NTB, saya menjadi bagian dari AI Ready ASEAN. Sebuah program yang diinisiasi oleh ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, di 10 negara ASEAN agar memahami serta menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Di mana di Indonesia, ASEAN Foundation berkolaborasi dengan MAFINDO sebagai salah satu mitra pelaksananya.

Img 20250718 Wa0026

Sejak itu, saya mulai akrab dengan berbagai istilah dan pembahasan seputar AI. Di satu sisi, saya harus terus belajar agar bisa menyampaikan materi dengan baik. Di sisi lain, perangkat yang saya pakai makin terasa tertinggal. Laptop saya, yang dibeli tahun 2016 silam (pakai silam banget nih?) hanya bisa menyala jika terus dicharge, beratnya 2,2 kg, dan tentu saja, rasanya bakal kewalahan untuk diajak menghadapi dunia kerja berbasis AI.

Ya, saya butuh teman baru. Laptop yang tidak hanya bisa kerja, tapi juga siap untuk masa depan. Dan saya menemukannya di laptop ini, jelas bahwa ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) merupakan salah satu laptop AI dengan performa NPU 45+ TOPS, bukan lagi sebagai laptop yang saya inginkan, tetapi saya butuhkan.

ASUS Zenbook S14 OLED, Jawaban Dari Prompt Saya

Entah sudah berapa kali teman-teman menyuruh saya mengganti laptop dengan yang baru, yang lebih canggih. Ada banyak sekali alasan yang saya sampaikan, salah satunya yakni masih ada kebutuhan lain yang lebih diutamakan. Rasanya kala itu pun pekerjaan saya masih bisa tertangani dengan laptop yang sudah ada, yaa intinya belum butuh saja. Tapi yang tidak mereka ketahui, doa dan harapan saya, andai nanti harus membeli laptop yang baru, maka ingin sekali laptop tersebut benar-benar yang saya butuhkan. Bagusnya gak nanggung, gitu. Doa yang saya langitkan entah dari kapan tahun itu, pun prompt yang beberapa kali saya ketikkan di halaman chatgpt, semoga memberikan jawaban yang sama: ASUS Zenbook S14 OLED.

Memangnya kenapa? Kenapa harus spesifik pada brand dan model tersebut? Seperti yang teman-teman tahu, di mana ASUS menyebut laptop ini sebagai laptop yang “AI-empowered, ultra-thin, and eco-friendly.”. Tapi untuk saya pribadi, Zenbook S14 OLED ini adalah teman kerja yang bisa dibawa ke mana saja (beratnya hanya 1 kg!), asisten kreatif AI (sudah dilengkapi Windows Copilot, NPU Intel AI Boost, dan Studio Effect), dan yang paling penting, sebagai solusi hemat energi (desain efisien, material daur ulang, sertifikasi ramah lingkungan)

Asus Zenbook S14 Oled (katerina) (8)

Bawa Laptop Ke Mana Saja, Bahu Tak Lagi Menderita

Mau bilang ini hiperbola, tapi emang iya. Bagi yang mengenal saya, pasti tahu bahwa saya adalah tipikal orang yang sering banget, bahkan nyaris setiap keluar rumah ya pasti memakai ransel berisi laptop yang beratnya minta ampun itu. Entah ya, buat jaga-jaga aja gitu, kali aja di luar bakal lama, atau ada yang harus dikerjakan, jadi gak bakal menyesal karena laptopnya sudah dibawa serta. Masalahnya? Berat! Hahahaha. Mamam deh itu produktivitas kerja!

Tentu saya butuh laptop yang bisa dibawa ke mana saja, yang ringan. Entah itu saat bekerja di rumah, saat ke perpustakaan, co-working space, coffeeshop, bahkan pantai. Pantai ini agak gak mungkin, tapi ya buat kami yang tinggal di Lombok, ya mungkin banget sih. Di mana ASUS Zenbook S14 OLED sangat mendukung gaya kerja seperti ini karena: sangat ringan (hanya 1 kg!) sampai kebayang berasa cuma bawa sebungkus gula seberat itu ckckck, ketebalan hanya 1,1cm (bentar…bagian ini saya mesti membayangkan apa ya?) lebih cocok disebut “ketipisan” sih dibanding ketebalan, baterai tahan lama (nah kan…cocok nih dibawa eksplor Lombok), dan portnya yang lengkap alias gak perlu dongle tambahan (gak perlu repot pinjam punya teman, atau check out lagi di marketplace!).

Benar-benar mendukung konsep work from anywhere sih ini, mendukung fleksibilitas dan mobilitas tinggi.

Teknologi AI di Genggaman

Berbekal prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V dengan NPU bawaan (Neural Processing Unit), memungkinkan laptop ini menjalankan tugas-tugas berbasis AI langsung di laptop, tanpa membebani CPU dan tanpa bergantung ke cloud. Sebagai seorang blogger, saya jadi terbantu dengan Copilot untuk brainstorming ide atau editing cepat. Gak ada lagi kekhawatiran untuk melakukan panggilan video yang gak berkualitas, karena ada AI Studio Effects yang mendukung tampilan tetap jernih dan fokus. Bicara soal produktivitas harian? Tenang…tinggal memanfaatkan fitur AI yang dapat mengatur waktu, membuat ringkasan, bahkan merapikan email.

Lihat deh betapa laptop ini dibekali dengan keunggulan yang gak main-main! Benar-benar definisi teknologi AI dalam genggaman, tentu saja tidak hanya memudahkan, tapi juga mempercepat. Bye bye waktu yang terbuang percuma. Waktu kerja lebih singkat, hasil kerja lebih maksimal.

AI dan Lingkungan: Sebuah Keterkaitan yang Jarang Dibahas

Kebayang gak sih betapa sekarang ini kita kian bergantung pada AI? Entah itu untuk brainstorming ide (ini sih mending ya), sampai pada yang epic: curhat! Atau bahkan menanyakan hal yang sebenarnya kita sendiri sudah tahu jawabannya. Belum lagi kebiasaan kita di Indonesia, yang ramahnya bukan main, AI pun disapa dengan salam dan dikasih ucapan terima kasih setiap selesai menjawab. Padahal tahu gak sih dampak di balik itu semua?

Image

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari laman s.id/aipakaiair disebutkan bahwa dalam satu sesi tanya jawab dengan ChatGPT (10-50 respons) mengkonsumsi sekitar setengah liter air tawar. Laman tersebut dibuat oleh seorang blogger- Mas MT namanya, dengan merangkum berbagai sumber kredibel (MIT News, Forbes, Yale Environment 360). Ya, faktanya di balik tren penggunaan AI yang meningkat pesat, terdapat dampak lingkungan yang signifikan terhadap sumber daya air. Nun jauh di sana, Data Center AI sebergantung itu pada air.

ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop dengan NPU yang Bisa Diakses Offline

Sebagian dari kita mungkin tak menyadari bahwa AI punya dampak besar terhadap lingkungan. Proses AI yang berjalan di cloud (data center) menyedot energi sangat besar. Syukurnya, ASUS Zenbook S14 OLED hadir sebagai solusi, laptop AI canggih dengan NPU bawaan berkemampuan 45+ TOPS (Trillions of Operations per Second) ini adalah jawaban atas itu semua. Bayangkan kalau kita bisa menjalankan pemrosesan AI langsung di laptop. Tanpa perlu mengakses cloud terus-menerus. Tanpa tergantung koneksi. Hemat waktu. Hemat energi. Ramah lingkungan. Ya, semua itu bisa dilakukan tanpa harus online, jadi lebih hemat daya dan tidak membebani lingkungan seperti AI cloud.

Canggih dan Punya Visi Keberlanjutan

Bagaimana saya gak makin kagum, ini tuh laptop modern yang bukan cuma canggih, tapi juga punya visi keberlanjutan. Baik dari desain hingga konsumsi energi. Mengapa?

  • Memanfaatkan bahan daur ulang dalam konstruksinya, yakni aluminium daur ulang pada bagian chassis, serta plastik daur ulang pascakonsumen untuk beberapa komponen. ASUS pun menyatakan bahwa laptop ini memiliki jejak karbon 50% lebih rendah dibanding generasi sebelumnya. Wow!
  • Telah mendapatkan sertifikasi EPEAT® Gold, yaitu standar global untuk produk elektronik ramah lingkungan. Dimana sertifikasi ini mencakup aspek: penggunaan energi, bahan, kemasan, daur ulang, dan tanggung jawab sosial produsen.
  • Dibekali prosesor Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V yang menggunakan NPU, yang tentunya membantu mengurangi beban CPU/GPU dan konsumsi daya, terlebih saat menjalankan tugas-tugas AI
  • Panel OLED juga lebih hemat energi dibanding panel LCD tradisional karena hanya menampilkan piksel yang diperlukan.
  • ASUS menggunakan kemasan berbahan daur ulang yang dapat dimanfaatkan ulang (contohnya bisa dijadikan dudukan laptop). Tentunya minim pemakaian plastik sekali pakai.
  • Laptop ASUS didesain tahan banting dengan standar militer (MIL-STD 810H), yang berarti lebih awet = lebih jarang ganti perangkat = lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, laptop ini memiliki daya tahan dan siklus hidup produk yang lebih lama.

Jadi makin pengen gak sih kerja dengan laptop ini? Laptop yang pintar, yang juga peduli lingkungan.

ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA) sangat cocok untuk menjalankan aplikasi-aplikasi modern yang sudah mendukung teknologi AI. ASUS Zenbook S14 (UX5406SA) sudah diperkuat oleh Intel® Core™ Ultra 7 Processor 258V 32GB 2.2GHz yang memiliki 8 core dan 8 thread. Prosesor tersebut dilengkapi dengan Intel® Arc™ Graphics serta chip AI berbasis Intel® AI Boost NPU dengan kecepatan hingga 47 TOPS.

Belajar Lebih Dalam, Lebih Banyak

Setelah semua yang saya hadapi selama 2025  ini, saya belajar satu hal: sebenarnya bukan gagal, tapi belum waktunya. Saya mungkin memang “ditakdirkan” untuk belajar lebih banyak. Dan laptop ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop, khususnya ASUS Zenbook S14 OLED ini terasa seperti simbol bahwa perjalanan belajar saya di dunia AI belum berakhir, justru baru saja dimulai. Saya ingin lebih produktif, lebih kreatif, dan lebih berdampak. Harapannya, perangkat ASUS Zenbook S14 OLED menjadi pemandu pun jembatan yang membantu saya untuk melangkah ke arah itu.

Prompt Anda, Jawaban Anda

Mungkin kamu juga sedang mengetikkan prompt serupa:

“Laptop yang cocok untuk belajar AI, kerja remote, dan mendukung gaya hidup fleksibel?”

Jawabannya mungkin sama seperti saya:
ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA).

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog ASUS 45+ TOPS Advanced AI Laptop yang diadakan oleh Travelerien.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

1 Comment

  • Dimas
    Dimas 3 August 2025 at 11:55 am

    Spesifikasi laptop ini memang mantap, apalagi bobotnya ringan jadi mudah dibawa kemana-mana 👍

    Reply

Leave a Comment