Ada yang merah putih tapi bukan koperasi, dan yang ini benar- dibangun atas kebersamaan, perkenalkan: Masjid Al-Mujahidin Sembalun. Tempat ibadah kaum muslim yang sempat rusak usai diterpa gempa Lombok pada Juli-Agustus 2018 lalu, atas izin Allah SWT bisa kembali berdiri dengan donasi dari para pemirsa tvOne dan diresmikan 13 Juni 2019. Siapa saja yang ke Sembalun rasanya akan melihat atau langsung bisa notice masjid ini. Bagaimana tidak, warna merah putihnya yang khas- terlebih lagi di tengah daerah perbukitan hijau Sembalun, membuat para pengunjung akan langsung menoleh, bahkan mungkin sekalian mampir melaksanakan shalat.
Dari Pemirsa tvOne untuk Seluruh Masyarakat
Aih tentu saja, saya suka bangunan merah putih tersebut. Mau diperbanyak di tempat lain pun, merah putih ala Masjid Al-Mujahidin Sembalun ya tak apa. Hahaha. Eh tapi merah putihnya sepertinya menyesuaikan warna tvOne. Bener gak sih? Kayaknya bener.
Pokoknya Masjid Al-Mujahidin Sembalun menjadi wujud indahnya kebersamaan, bagaimana kita sebagai masyarakat akan selalu saling membantu. Bersyukur sekali masjid ini bisa berdiri kembali dan diperbaiki dengan dukungan dari pemirsa tvOne melalui Yayasan SUN (Satu Untuk Negeri) tvOne. Yayasan ini adalah lembaga nirlaba di bawah naungan stasiun televisi tvOne yang bergerak di bidang pengumpulan dan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta bantuan kemanusiaan dari pemirsa untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan atau terdampak bencana.
Lokasi Masjid Al-Mujahidin Sembalun
Pulau Lombok sejak lama dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid. Sejak benar-benar pindah ke sini di tahun 2012 (padahal ya memang orang sini), saya sudah memperhatikan bahwa sekali melempar pandangan dari ketinggian, ah rasanya tak terhitung ada berapa jumlah masjid. Benar-benar mudah untuk menemukan masjid di sini, dan sebagian besar memang luas dan tentunya tertata dengan baik. Entah sejak kapan pula saya mulai tertarik untuk menulis setiap masjid yang saya datangi saat melakukan perjalanan. Menariknya, setiap masjid punya cerita dan keunikannya masing-masing.
Masjid yang berlokasi di Jalan Raya Sembalun Lawang, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur ini tentu bukanlah satu-satunya masjid yang berdiri di sana. Kebetulan saja, waktu itu kami mampir sejenak untuk melaksanakan shalat. Saya penasaran kok warnanya merah putih? eh di bagian depan masjid ada papan peresmian bertuliskan: atasnama pemirsa tvOne.
Tempat Tepat untuk Para Musafir Mampir Shalat
Warna eksterior masjid yang cerah, lokasinya yang di pinggir jalan, serta area parkir (atau halamannya?) yang cukup luas, membuat Masjid Al-Mujahidin menjadi tempat tepat bagi para musafir untuk mampir melaksanakan shalat. Saat mampir pun saya melihat sejumlah jamaah lainnya yang membawa perlengkapan mendaki maupun berpakaian layaknya pendaki. Jamaah semakin nyaman dengan bangunan masjid yang dibuat jelas terpisahnya antara laki-laki dan perempuan. Baik dari tempat shalat, maupun toilet dan tempat berwudhu.
Peralatan Shalat yang Lengkap
Jangan khawatir kalau tidak membawa mukena maupun sarung, karena peralatan shalat di sini sudah tersedia lengkap. Mulai dari sarung, set mukena, peci, dan sajadah. Oh ya, tersedia pula sejumlah Al-Qur’an dan buku bacaan Islam. Kalau sudah menggunakan peralatan shalat, pastikan untuk kembali dirapikan ya teman-teman.
Tempat Shalat yang Nyaman
Tidak perlu khawatir bakal gerah maupun kepanasan, meski tidak ada AC, masjidnya selalu dingin kok. Wkwkwk. Bagaimana tidak, lokasinya berada di Sembalun, yang kita ketahui sebagai desa di kaki gunung Rinjani. Alhamdulillah ketersediaan airnya pun aman (setidaknya yang saya rasakan saat wudhu dan mampir di toiletnya waktu itu). Airnya lancar, dan segar (eh dingin) banget Masya Allah. Benar-benar bikin fokus lagi.
Tersedia Kopi dan Teh
Saat masuk area shalat usai berwudhu, pandangan saya sempat tertuju pada beberapa pengunjung yang duduk di sudut ruangan. Rupanya mereka sedang istirahat sejenak dan menghangatkan diri dengan menikmati segelas kopi maupun teh. Benar-benar ramah musafir! Di sana tersedia galon dan dispenser, kopi, teh, gula, serta gelas dan sendok yang bisa digunakan oleh siapa saja.
Bagi yang tidak mau membuat kopi di sana, atau ingin ngopi santai, bisa tuh sekalian ke Bale Coffee Sembahulun yang letaknya di seberang masjid jalan sedikit. Kapan-kapan saya cerita tentang tempat ini ya.
Pemandangan yang Indah
Kayaknya semua masjid di Sembalun emang gini gak sih? Sejauh mata memandang, yang kita lihat yang bukit nan hijau, komplit dengan langit biru, awan putih… terbentang indah, lukisan Yang Kuasa #eh you sing you lose. Intinya gitu, bahkan mampir sejenak untuk melaksanakan shalat di masjid di Sembalun ya berasa banget wisatanya.
–
Usai shalat di Masjid Al-Mujahidin saya teringat kembali bagaimana momen bencana alam gempa bumi di Lombok Juli-Agustus 2018 lalu. Terbayang bagaimana kerusakan yang terjadi, korban yang berjatuhan, dan berbagai situasi tak menentu lainnya. Lalu melihat di tahun sekarang, Alhamdulillah kita bisa melaluinya bersama. Semoga masjid ini tidak saja indah secara arsitekturnya, tapi juga terus ramai akan jamaah yang beribadah di dalamnya. Aamiiin


No Comments