Perjalanan wisata ke kawasan Mandalika memang selalu menyenangkan. Entah itu untuk melihat keindahan Pantai Tanjung Aan, menikmati senja di Bukit Merese, merasakan uniknya butiran pasir merica khas Pantai Kuta, sampai mengunjungi langsung sirkuit berstandar internasional. Jalan-jalan saja rasanya tentu tidak cukup, mencoba langsung kuliner khas Lombok is a must! Meski Mandalika sedang ramai dengan aneka kafe dan restoran bergaya western food, kuliner tradisional pun tersedia di beberapa tempat, salah satunya yakni Ayam Bakar Ibu Lian.
Lokasi Strategis, Dekat dari Mandalika dan Bandara
Rumah makan yang satu ini lokasinya sangat strategis, hanya berjarak 7 km dari Bandara Internasional Lombok (BIL) dan 13 km dari Sirkuit Mandalika. Berada di jalan poros Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, tepat di depan Rumah Sakit Mandalika, membuatnya sangat mudah untuk ditemukan.
Dari jalan saja sudah terlihat bara api dengan berekor-ekor ayam kampung bakar di atasnya. Aromanya menggugah selera, aneh rasanya kalau sekadar melintas dan tidak mampir ke sana. Entah usai berwisata, nonton event balap MotoGP, atau untuk urusan lainnya.
Ayam Bakar yang Gurih dan Lezat
Menu utama yang disajikan di sini tentu saja ayam bakar. Ayam yang digunakan adalah jenis ayam joper atau ayam kampung super. Wajar saja ukurannya lebih besar, dan dagingnya lebih banyak dibanding ayam kampung biasa. Hidangan ayam bakar dijual per paket, yang kira-kira bisa untuk dua orang. Harganya sekitar 80ribu-an per paket. Kemudian untuk menu lainnya, yakni nasi putih, sayur kelor, tahu tempe goreng, terong goreng, dan sambal terasi (masing-masing seharga 10ribu/porsi). Pilihan minumannya ada air mineral, teh dan jeruk peras (disajikan panas/dingin). Gak usah khawatir gak cukup membawa uang tunai, karena di sini sudah menerima pembayaran dengan metode scan QRIS.
Berbeda dengan kuliner Lombok lainnya, sajian Ayam Bakar Bu Lian hanya menggunakan racikan bumbu sederhana. Bukan lagi racikan bumbu lagi malahan, karena konon sebelum dibakar, ayam tidak diungkep dengan bumbu apapun- selain air garam. Bisa jadi karena hanya air garam itulah, sehingga rasa gurih/juicy dari potongan ayam tersebut justru lebih terasa istimewa dan menggugah selera. Belum lagi pedas sambalnya yang khas, dijamin bakal bikin ketagihan dan tambah nasi! Tekstur ayamnya benar-benar tidak alot, sehingga bisa disantap dengan mudah, baik oleh anak-anak, maupun orang tua.
Lauk Pendamping yang Menambah Selera
Selera makan kian bertambah dengan adanya sayur kelor yang dimasak ala sayur bening, kuah hangatnya sangat nikmat diseruput. Jangan lupa juga dengan terong, tempe, dan tahu goreng, seperti halnya ayam bakar, lauk-lauk ini sangat lezat dicocol dengan sambal terasi mentah nan segar. Oh ya, tahu yang digunakan adalah tahu khas lombok, teksturnya berbeda dengan tahu yang biasa teman-teman makan, karena lebih padat dan lembut, cobain deh!
Suasana dan Fasilitas Tempat Makan
Rumah makan yang buka setiap hari, dari pukul 8 pagi (makanan siap mulai pukul 9 pagi) hingga 8 malam ini selalu ramai oleh pengunjung. Baik itu penduduk Lombok, wisatawan domestik, hingga asing. Tempat duduknya sebagian besar menggunakan gazebo bambu (berugaq). Jadi para pengunjung akan menyantap makanan sambil duduk lesehan di sana. Suasananya hingar bingar dengan suara pengunjung dan kendaraan yang berlalu-lalang di jalan (karena lokasinya tepat di pinggir jalan poros Sengkol-Mandalika).
Areanya tidak begitu luas, benar-benar tujuan pengunjung ke sana ya hanya untuk makan. Untuk fasilitasnya, standarlah ya. Ada beberapa titik wastafel cuci tangan, toilet, kamar mandi (ini yang pulang dari pantai boleh mandi di sini apa gimana? wkwk), dan mushola. Kebersihannya cukup terjaga kok, semoga seterusnya begitu.
Tips Aman dan Nyaman Kulineran
Di balik rasa ayam bakarnya yang gurih dan pedas sambalnya yang bikin ketagihan, ada beberapa hal yang perlu teman-teman ketahui sebelum ke sini. Setidaknya sebagai catatan agar aman dan nyaman kulinerannya. Pertama, jangan datang saat lapar. Beneran, jangan. Pastikan sudah makan sebelumnya, atau minimal sudah menyantap camilan sekadar penunda lapar. Soalnya proses penyajian makanan di sini butuh waktu yang lama, paling cepat kayaknya 30 menit, paling lamanya? Saya pernah sampai sejam, wkwkwk. Tapi gimana dong? rasanya emang enak, ya ditungguin lah.
Kedua, lokasi rumah makan ini pas di pinggir jalan, jalanan yang ramai pula. Tidak ada tempat parkir (PR banget sih ini), jadi kendaraan pada parkir di bahu jalan, baik sisi rumah makan, maupun di seberangnya (rumah sakit Mandalika). Parkir yang baik yaa, agar tidak menghadang lalu lintas (walau ya sedikit banyak pasti menghadang lah), dan yang terpenting lagi, berhati-hati saat menyeberang jalan. Terakhir, mengingat rumah makannya tidak begitu luas, di depan jalan yang ramai pula, jadi harap selalu awasi anak-anaknya yaa, khawatir mereka sampai ke badan jalan tanpa sepengetahuan kita.
–
Overall, menurut saya sih, Ayam Bakar Bu Lian layak untuk kalian coba, terutama ketika melakukan perjalanan wisata ke Mandalika, atau baru tiba/hendak menuju Bandara Internasional Lombok (BIL). Bagaimana menurut teman-teman?





No Comments