Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

Kedai Kopi Arumbu: Perihal Kopi, Obrolan dan Bukubuku

Posted on 19 January 20163 December 2016 By andyhardiyanti

arumbu1

Kedai Kopi Arumbu: Perihal Kopi, Obrolan dan Bukubuku. Mataram mungkin sedang mencoba kekinian dengan kafe-kafe instagramablenya, yang cantik interior pun tak ketinggalan dengan menu-menu masa kininya. Tapi di salah satu ruko kawasan Gomong Square ada pemandangan berbeda, sebuah kedai kopi beberapa bulan yang lalu dibuka di sana, Arumbu namanya. Kedai Kopi Arumbu seolah mencoba anti-maintsream dengan hadir di tengah geliatnya pertumbuhan kafe-kafe. Lalu apa istimewanya?

Siapa di balik Kedai Kopi Arumbu?

Facebook adalah tempat pertama kali saya mendapatkan informasi perihal dibukanya kedai kopi ini. Saya yang sebelumnya lebih senang menikmati kopi di kafe dan tentunya di rumah (karena murah) langsung segera meluncur ke lokasi kedai pada hari-hari pertamanya dibuka. Bersama suami dan anak kami tiba di sana. Tentu saja ada alasan mengapa kami ingin segera tiba di sana. Keterkaitan sebagai sesama orang Makassar salah satunya. Menetap di Makassar selama hampir 18 tahun menyebabkan saya lebih mengenal Makassar dibanding Lombok, tempat sebenarnya saya berasal. Dan sejak 4 tahun terakhir kami pindah di Mataram Lombok ini pun logat-logat Makassar masih belum juga bisa lepas. Maka bertemu dan berbincang dengan mereka yang berasal dari Makassar adalah salah satu cara ampuh melepaskan ‘kaku’nya mulut ini berucap.

arumbu2

Oh ya, saya malah lupa menjelaskan siapa yang ada di balik Kedai Kopi Arumbu ini. Adalah Muhary Wahyu Nurba, seorang yang pertama kali saya lihat namanya di tahun 2006 tepatnya pada buku Hujan Rintih-Rintih karya M. Aan Mansyur. Iya, Aan yang @hurufkecil itu. Yang sajak-sajaknya akan dipakai pada film Ada Apa Dengan Cinta 2 nanti. Saya dulu ngefans sekali sama dia, eh sekarang juga. Nama Muhary Wahyu Nurba muncul beberapa kali di buku Hujan Rintih-Rintih, bukan pada isi sajaknya, melainkan pada beberapa tugas berikut: penyunting dan desain sampul, lukisan yang digunakan pada sampul dan sebagai pemberi pengantar. Siapa sangka salah satu orang kerennya Makassar ini hijrah ke Lombok, membuka kedai kopi di sini dan mulai giat menghidupkan semangat sastra dan budaya di Lombok.

Secangkir Kopi Penghangat Diskusi

diskusi
Sumber: Fanpage Kedai Kopi Arumbu

Istimewanya Kedai Kopi Arumbu adalah tidak pernah ada sepi di sini. Mulai dari diskusi kecil, hingga beberapa kali kegiatan yang lebih besar pernah dilaksanakan. Beberapa diantaranya yaitu: kegiatan nonton bareng dan diskusi film Kala Benoa (diselenggarakan oleh forum IDeAKSI dan AJI Mataram), diskusi “Dibalik Rencana Revisi UU KPK” (diselenggarakan oleh forum IDeAKSI dan KPK), diskusi publik “Keterbukaan Informasi, Kebebasan Pers, dan Belenggu UU ITE” (diselenggarakan oleh forum IDeAKSI,Β Pelaksana Komisi Informasi Publik dan AJI Mataram) dan masih banyak lagi. Kalaupun sedang tidak ada kegiatan-kegiatan tersebut, maka secangkir kopi bisa anda nikmati sambil berdiskusi ringan dengan si pemilik kedai atau mungkin sambil membaca sejumlah koleksi buku yang tersedia di sini. Dan ya tentu saja ada fasilitas internet gratis, silahkan gunakan sepuasnya asal jangan lupa pesan pula makanan pun minumannya πŸ˜‰

Untuk menikmati secangkir kopi hitam anda cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp7.000,-. Kopi ini berasal dari Makassar. Selain kopi, tersedia pula beberapa jenis minuman lain seperti kopi susu, susu, teh, teh susu, dan yang paling laris adalah Sarabba. Sarabba merupakan minuman hangat khas Makassar yang berbahan dasar jahe. Bisa dibilang mirip Wedang Jahe maupun Bajigur, perbedaannya adalah karena ada tambahan beberapa rempah pada Sarabba ini sendiri.

coto1
Sumber: Fanpage Kedai Kopi Arumbu

Adapun untuk menu makanannya, tersedia pisang dan ubi goreng, kue-kue tradisional, hingga yang menu makanan yang paling ‘berat’ dan paling laris yaitu Coto Makassar. Coto Makassar ini diracik sendiri oleh kak Muhary (penting), jadi mungkin ada rasa-rasa sastranya gitu ya? #eh. Harga seporsi Coto Makassarnya termasuk murah untuk di Lombok yaitu Rp18.000,- sedangkan untuk satu ketupatnya adalah seharga Rp2.000,-. Sepertinya hanya di kedai ini teman-teman bisa menikmati Coto Makassar sambil internetan gratis πŸ˜€ πŸ˜€ Kebayang kan kalau di warung-warung Coto Makassar gitu ada tulisan ‘Free WiFi’nya…

Bukubuku di Kedai Kopi Arumbu

arumbu4

Saat saya datang pertama kali di Kedai Kopi Arumbu, terlihat sebuah rak menempel dengan dindingnya. Masih kosong, sebuah buku saja belum ada. Aih rupanya si pemilik berencana mengumpulkan buku-buku sebagai koleksi di rak tadi dan bebas dibaca oleh para pengunjung. Beberapa hari setelahnya rak tersebut mulai terisi, semakin hari semakin banyak saja. Buku-buku tersebut berasal dari koleksi kak Muhary sendiri, kiriman dari sejumlah kerabat, maupun pemberian dari para pengunjung. Ada yang berminat menyumbangkan buku-bukunya pada rak ini?

Kalau kafe-kafe akrab dengan koleksi majalahnya, maka yang ada di Kedai Kopi Arumbu adalah beragam jenis buku. Mulai dari novel, kumpulan sajak, dan tulisan-tulisan lain yang berkaitan dengan sosial dan budaya. Apa koleksi buku di sini boleh dipinjam untuk dibawa pulang ke rumah? Nah, mungkin bisa ditanyakan langsung kepada pengelolanya πŸ˜‰

Papan Tulis dan Kreativitas Si Kecil

arumbu5

Selayaknya kafe maupun kedai pada umumnya, di Kedai Kopi Arumbu pun tampak sebuah papan tulis berwarna hitam yang masih menggunakan kapur sebagai alat tulisnya. Papan tulis ini normalnya digunakan sebagai tempat untuk menampilkan menu-menu maupun penawaran menarik dari Kedai Kopi Arumbu. Tapi mungkin ada kalanya anda datang bersama si kecil yang menganggap tempat seperti ini terlalu serius bagi mereka. Maka jangan sungkan-sungkan untuk ‘membajak’nya, mungkin si kecil mau menuangkan kreativitasnya di papan tulis ini πŸ˜€ Oke, yang barusan ini pengalaman pribadi saya.

Bagaimana? Kedai Kopi Arumbu istimewa kan? Jangan lupa mampir di Kedai Kopi Arumbu yaa πŸ˜‰

Kedai Kopi Arumbu

Jalan Gunung Tambora, Gomong Square Ruko 15 Lantai 1, Mataram

Culinary kedai kopikedai kopi arumbu

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Culinary

Black Penny Restaurant, Resto dengan View Cantik di Gili Trawangan

Posted on 28 December 201611 August 2020

Black Penny Restaurant, Resto dengan View Cantik di Gili Trawangan. Gili Trawangan, satu dari tiga gili (pulau kecil) di bagian utara Lombok yang menjadi tujuan utama para wisatawan. Tiga gili yang berada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tersebut yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Gili Trawangan adalah yang…

Read More
Culinary

Pesan Pizza di Lombok? Pizza Pinter aja!

Posted on 3 June 20174 June 2017

Pesan Pizza di Lombok? Pizza Pinter aja! Siapa di sini yang doyan pizza? Saya doyan bangettt. Apalagi kalau ketemu pizza dengan roti yang empuknya sesuai dengan selera saya. Tambah doyan deh. Makanya senang banget pas beberapa tahun yang lalu bisa ngerasain Pizza Pinter untuk pertama kalinya. Usaha pizza milik temannya…

Read More
Culinary

Sambal Rumahan dengan Varian Rasa Khas Nusantara

Posted on 14 November 202219 November 2022

Sambal Rumahan dengan Varian Rasa Khas Nusantara. Ingin menyantap sambal rumahan, namun malas nguleg atau tidak tahu cara membuatnya? Intip solusinya di postingan berikut. Kalau dipikir-pikir, ada beberapa hal unik (atau nyebelin ya?) dalam diri saya. Misalnya nih, doyan makan ikan, tapi gak mau sampai nih tangan beraroma ikan, jadi…

Read More

Comments (22)

  1. Nurin Ainistikmalia says:
    20 January 2016 at 6:46 am

    tempatnya gak begitu luas ya Mbak, tapi konsepnya istimewa, saya suka sama kedai atau resto yang ada buku-bukunya, :).

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      20 January 2016 at 1:56 pm

      Iya, mbak. Memang tidak begitu luas. Jadi kalau pas ada sesi diskusi dan banyak yang hadir, pasti sampai disediakan kursi di luar ruko πŸ˜€

      Reply
  2. Gara says:
    20 January 2016 at 8:15 am

    Saya lupa Jl. G. Tambora itu sebelah mana… tapi mungkin kalau sedang di rumah dan butuh suasana baru dalam menulis, saya bisa kemari :)). Terima kasih buat rekomendasinya ya, Mbak.

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      20 January 2016 at 1:58 pm

      Jalan Gunung Tambora itu di daerah Lawata? tau?
      itu…daerah bagian belakang unram. Sekitar jalan pemuda itu kan nama jalan gunung-gunung semua.

      Reply
  3. Aprillia Ekasari says:
    20 January 2016 at 8:50 am

    Tempatnya menarik. Tapi kalau namanya kedai kopi, saya udah curiga kalau tempatnya gak ramah anak. Di pikiran saya tempatnya terbuka, banyak yg ngrokok dll. Ternyata ramah anak juga ya? hehe

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      20 January 2016 at 2:00 pm

      Selama ini sih belum dapat pengunjung yang merokok πŸ˜€ Mungkin kebetulan gak ada kali ya pas saya datang. Ramah banget mbak… si anak bisa coratcoret papan menu, penghapus juga sudah disediakan kok.

      Reply
  4. gustyanita pratiwi says:
    20 January 2016 at 8:57 am

    kalo ada fasilitas bacaannya pengunjung pasti betah ni

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      20 January 2016 at 2:01 pm

      Betah mbak. Jadi kelupaan pakai WiFi gratis malah~

      Reply
  5. fandhy says:
    20 January 2016 at 1:31 pm

    Wah bener bener ide cemerlang nih, idenya kreatif πŸ˜€

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      20 January 2016 at 2:02 pm

      Hayukk mas, mampir ngopi di kedai kopi Arumbu πŸ™‚

      Reply
  6. cumilebay says:
    20 January 2016 at 2:26 pm

    Aku bukan pecinta kopi, jadi suka males kalo nongkrong di tempat kopi dan ngak ada menu yg lain. Tapi ini kayak nya menarik ada coto makassar #Mantap

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      20 January 2016 at 2:30 pm

      Nah, berarti besok-besok kalau ke Lombok mesti mampir cobain coto Makassar di sini nih πŸ˜‰
      *ini kedai kopi apa warung coto sebenarnya*

      wkwkwkwk

      Reply
    2. Adi Pradana says:
      22 January 2016 at 2:35 pm

      Mau juga dong coto makasarnya…. #mantapjuga

      Reply
      1. andyhardiyanti says:
        23 January 2016 at 4:26 pm

        Hayukk sini mas. Eh atau langsung ke Makassar aja πŸ˜€

        Reply
  7. evrinasp says:
    21 January 2016 at 10:57 am

    kreatif nih pengelola tempatnya, jadi ide bisnis yang insyaa Allah maju karena cocok jadi tempat hangout murah meriah

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      22 January 2016 at 5:29 am

      Iya mbak. Kadang ‘beda sendiri’ itu bisa membawa berkah hihihi #sayangomongapasih

      Reply
  8. Zilqiah says:
    22 January 2016 at 1:08 am

    Salam buat pak muhary
    Kereeennn tulisannya
    Nikmat warung kopinya yaaa hihihi

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      22 January 2016 at 5:25 am

      Sipp, nanti kalau ke Arumbu lagi saya sampaikan πŸ˜‰ Eh tapi kak Muhary lagi di Makassar kok itu beberapa hari ini.

      Reply
  9. Lidya says:
    22 January 2016 at 1:51 am

    aku gak suka kopi mbak, nanti aku ditraktir menu lain aja ya hehehe

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      22 January 2016 at 5:22 am

      Ditraktir Coto Makassar aja mau, mbak?

      Reply
  10. Lozz Akbar says:
    23 January 2016 at 9:00 pm

    Seakan nemu sparing partner dialog dengan bahasa Makassar ya mbak.

    Reply
  11. Kania says:
    24 January 2016 at 10:16 am

    Makanan dn minunannya murah eriah ya apalagi banyak kegiatan literasinya ..asik l!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • lendyagassi on Fortyliyatale, Hadiah Kecil untuk Seorang Sahabat
  • Yuni Bint Saniro on Fortyliyatale, Hadiah Kecil untuk Seorang Sahabat
  • Maria G Soemitro on Fortyliyatale, Hadiah Kecil untuk Seorang Sahabat
  • TANTI AMELIA on Fortyliyatale, Hadiah Kecil untuk Seorang Sahabat
  • Lia Lathifa on Fortyliyatale, Hadiah Kecil untuk Seorang Sahabat

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes