Kerujuk, Kampung Ekowisata di Lombok Utara - Blognya Andy Hardiyanti

Kerujuk, Kampung Ekowisata di Lombok Utara

kerujuk

Kerujuk, Kampung Ekowisata di Kabupaten Lombok Utara. Selama berada di Lombok, seringkali saya dengar ungkapan bahwa rugilah mereka yang tinggal di Lombok jika hanya menghabiskan waktunya di rumah saja. Bagaimana tidak, entah sudah di berapa tulisan saya katakan betapa indahnya Pulau Seribu Masjid ini. Dan entah ada berapa banyak sudut-sudut keindahan yang bisa kita nikmati di sana. Mulai dari pantai, air terjun, perbukitan, bahkan sampai yang akan saya bahas ini, yaitu sebuah kampung ekowisata yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, bernama Kerujuk.

Selamat Datang di Kampung Ekowisata Kerujuk

kerujuk

Oh iya, sudah pada tahu belum sih apa yang dimaksud dengan Kampung Ekowisata? Jadi menurut The Ecotourism Society (1990), ekowisata adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat. Yups, seperti itulah Kerujuk. Semua serba alami dan serba diselenggarakan warganya sendiri. Lokasinya berada di area persawahan, lengkap dengan pemandangan bukit-bukit di sekelilingnya serta sungai dengan aliran airnya yang jernih. Lalu apa yang bisa kita lakukan di kampung ekowisata yang satu ini? Yuk lanjut baca cerita saya πŸ™‚

Seperti yang saya sebutkan di awal tulisan, Kampung Ekowisata Kerujuk ini terletak di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya Kecamatan Pemenang. Nama Kerujuk sendiri diambil dari nama dusun tempat kampung ekowisata tersebut berada, yaitu Dusun Kerujuk. Lokasi Kampung Ekowisata Kerujuk sangat mudah teman-teman temukan, terutama bagi yang baru saja turun dari Pusuk Pass atau datang dari arah Pelabuhan Bangsal. Karena umumnya sih bakal dilewati. Oh iya, pada peta di atas masih menggunakan nama Pemancingan Agro Wisata yaa, tapi sama saja kok. Yups, memancing adalah salah satu kegiatan yang bisa kalian lakukan di Kampung Ekowisata Kerujuk.

Wisata Murah Meriah? Ke Kerujuk Aja!

kerujuk

Untuk masuk ke area Kampung Ekowisata Kerujuk, teman-teman hanya perlu membayar tiket seharga Rp5.000,-. Murah gak? Murah dong! Dengan biaya tersebut, kita sudah bisa melakukan banyak kegiatan seru di sana, diantaranya yaitu:

Titian Bambu dan Kolam Lumpurnya

kerujuk

Berhubung saya lupa nama arenanya ini apa ya udah saya kasih nama aja sendiri. Wkwkwkwkw. Seperti yang teman-teman lihat pada foto di atas, jadi cara mainnya nih kita berjalan pada bambu tersebut. Kalau bisa sampai ujung dengan selamat ya berhasil, kalau gak ya berarti gagal dan kecebur di kolam cokelat di bawahnya. Arena ini bakal melatih keseimbangan teman-teman, serta kesabaran tentunya! Maksudnya, sabar gak sih kalau misalnya kalian kecebur di kolam lumpur itu…hihihi πŸ˜€

Jembatan Gantung Anti Mainstream

kerujuk

Samaaa…ini juga saya yang kasih nama πŸ˜€ Konsepnya sama sih dengan arena sebelumnya, yaitu gimana caranya supaya kita bisa sampai ke tempat di seberang sana. Nah yang ini modelnya mirip jembatan gantung, tetapi gak lurus-lurus gitu aja. Bisa dilihat betapa centil bentuk jembatannya. Belum lagi kalau kalian mencoba langsung. Beneran gak bisa diam tuh jembatan! Makanya saya gak mau coba. Wkwkwkwkwk. Takut kecebur euy! #OkeSayaEmangGakSeru

Main-Main Air di Sungai

kerujuk

Gak jauh dari arena bermain tadi, ada sungai kecil dengan alirannya yang gak begitu deras. Yups, pas banget buat main-main air bareng anak nih! Airnya jernih, komplit dengan pemandangan bebatuannya yang bikin tambah cantik. Kapan lagi coba lihat yang macam gini di kota?

Jembatan Bambu

Selanjutnya ada jembatan bambu. Tempat favorit untuk berfoto selama di Kerujuk. Dari jembatan ini juga teman-teman bisa melihat pemandangan Dusun Kerujuk itu sendiri. Entah itu area sawahnya, bukit-bukit di sekitarnya serta sungai kecil yang saya ceritakan tadi.

Kolam Pemancingan Kerujuk

kerujuk

Tidak jauh dari pintu masuk Kampung Ekowisata Kerujuk, terdapat pula yang namanya Kolam Pemancingan Kerujuk. Oh iya, untuk memancing di kolam ini akan dikenakan biaya yang berbeda dengan tiket masuk Kampung Ekowisata Kerujuk yaa. Sayangnya saya datang saat hari kerja, siang-siang pula. Para pemancingnya masih pada di kantor kali ya? Hihihi. Makanya kelihatan kosong banget tuh. Kapan-kapan saya ke sana lagi, sekalian kepoin biaya-biaya yang dikeluarkan untuk bisa memancing di sana.

Teduhnya Kampung Ekowisata Kerujuk

kerujuk

Selain arena-arena outbound serta kolam pemancingan yang saya ceritakan di atas, ada hal-hal lain yang jangan sampai kalian lewatkan saat berkunjung ke Kampung Ekowisata Kerujuk. Pertama, sajian mi goreng dan segelas kopinya. Ini agar kalian bisa merasakan sensasi makan mi dan ngopi yang berbeda dari biasanya. Kedua, puaskan diri kalian menikmati keteduhan pemandangan di sana. Nah, berhubung saya gak ada puasnya, maka saya abadikanlah suasana tersebut menjadi sebuah foto. Coba perhatikan, warna hijaunya itu lho..selalu sukses bikin mata segar. Apalagi kalau melihat langsung yakk. Duh #KuPengenKeKerujukLagi

Ya sudah, itu dulu cerita saya tentang Kampung Ekowisata Kerujuk di Kabupaten Lombok Utara. Kapan-kapan saya ke sana lagi, sekalian bermain di arena outbound yang belum sempat saya coba kemarin. Kalian gimana nih? Kapan ke Kerujuk? Eh atau ada yang sudah pernah ke sana? Cerita dong di kolom komentar πŸ™‚

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

24 Comments

  • Mukhsin Pro 16 February 2017 at 1:35 am

    Keliling-keliling Lombok mulu. Sesekali ke Makassar dong. Hehehe.

    Reply
    • andyhardiyanti 17 February 2017 at 2:56 pm

      Eeeengggg…anu..saya kemarin udah 20 tahun di Makassar. Wkwkwkwk πŸ˜€

      Reply
  • john 16 February 2017 at 4:48 pm

    Tulisan ini terasa membawaku pada dunia lain,dunia dimana kalau dalam pikiranku aku sebut sebagai alam rimba,eitt tapi bukan hukum rimbanya ya,lanjut,kerujuk memang tepat kalau dijadikan tempat bermain dan belajar memaknai alam.

    Reply
    • andyhardiyanti 17 February 2017 at 2:53 pm

      Siipp.. sukses terus buat anak-anak muda Kerujuk πŸ˜€

      Reply
  • Ruli retno 18 February 2017 at 5:21 am

    Mba ini sama senggigi jauh gak?

    Reply
  • Mugniar 18 February 2017 at 8:30 am

    Ajak ka’ ke siniiiiii Mamanya Raniiiiiii

    Sekalian ongkos pesawatnya juga kalo boleh *eh* πŸ˜€

    Reply
  • edhy 19 February 2017 at 3:57 am

    Penasaran jadinya,,,?

    Reply
  • April Hamsa 20 February 2017 at 1:20 pm

    Ke Kerujuknya murah tapi ke Lomboknya kapan yaaaa heheh
    TFS cerita soal kampung ekowisatanya mbak πŸ™‚

    Reply
  • Nusantara Adhiyaksa 21 February 2017 at 9:39 am

    jadi ingin balik berkunjung ke Lombok lagi ………
    ah buat Baper aja nih artikel

    Reply
  • ferial 16 July 2017 at 8:49 am

    kurang taman cintanya ini, hehe

    Reply
  • Mugniar 24 January 2019 at 3:39 pm

    Indahnya ya Tutut. Saya ndak ngeh, apakah ada yang seperti ini di Sul Sel ya? Padahal areanya masih memadai dibikinkan kampung ekowisata seperti ini ….

    Reply
  • Mugniar 24 January 2019 at 3:39 pm

    Indahnya ya Tutut. Saya ndak ngeh, apakah ada yang seperti ini di Sul Sel ya? Padahal areanya masih memadai dibikinkan kampung ekowisata seperti ini ….

    Reply
  • Dawiah 24 January 2019 at 3:53 pm

    Wuih ngerinya lihat itu titian bambu. Betewe murah betul tiketnya di?

    Reply
  • Enal 24 January 2019 at 5:37 pm

    Keren kak. Saya sendiri punya mimpi membangun hal seperti ini, paling tidak setiap manusia masih punya keinginan untuk membaur dengan alam dan bagaimana ikut menjaganya.

    Reply
  • Enal 24 January 2019 at 5:39 pm

    Keren kak. Saya sendiri punya mimpi membangun hal seperti ini, paling tidak setiap manusia masih punya keinginan untuk membaur dengan alam dan bagaimana ikut menjaganya. Semestinya pariwisata layaknya dikembangkan dengan kaidah seperti ini.

    Reply
  • tari 24 January 2019 at 7:17 pm

    aww gambar terakhir menyejukkan mataku banget Kak. Semakin sering bw ke sini semakin mau ke Lombok akutu hahaha. Apalagi memang belum pernah ke Lombok sama sekali.

    Reply
  • Novie Mochtar 24 January 2019 at 11:30 pm

    Kebanyak kalo cerita Lombok pasti tentang pantainya yang eksotis dan kaya matahari dan masih asyik dijelajahi karena gak seramai pantai di pulau Bali. Jarang ada ulasan seperti ini. Menarik.

    Reply
  • Adda 24 January 2019 at 11:57 pm

    Namanya Lucu. Kerujuk. Memang kapan cerianya sekarang dah mau rujuk lagi. Hebat ya bisa memanfaatkan potensi alam yang ada untuk pariwisata. Di sini juga banyak cuman belum ada yang kefikiran untuk menjadikannya object wisata

    Reply
  • lelakibugis 25 January 2019 at 3:33 am

    kak.. sebenarnya kalau mau ke Lombok bagusnya berapa hari? sepertinya tak ada habis-habisnya ulasan destinasi wisata keren di blog kakak ini..

    Reply
  • Abby Onety 25 January 2019 at 10:14 am

    Lihat fotonya asri banget ya. Tiket masuk pun super murah. Mau dong berkunjung ke ekowisata Kerujuk Lombok Utara. Jauh gak yah dari Ampenan.

    Reply
  • REY 25 January 2019 at 11:12 am

    Saya kalo ke Lombok kenapa ya tidak pernah kepikiran untuk cari tempat wisata seperti ini. Spertinya krna beberapa tempat wisata dlombok kurang mendapat perhatian lebih dari pihak travel wisata. Jadinya tmpat2 destinasinya klo bukan di Gili ya dipusat blanja souvernir. Wkwkwk

    Reply
  • Samara Lasena 25 January 2019 at 1:31 pm

    Saya pernah ke Lombok dulu kak. Dan menyesal sekali baru tau ada tempat ekowisata seperti ini. Masuk mi dalam list travellingku ini tempat wajib dikunjungi.

    Reply
  • Anugrah Reskiani 25 January 2019 at 4:11 pm

    Hijau-hijau, indomi goreng dan kopi kok menggoda sekali πŸ™
    Kenapa coba’ tempatnya harus sejauh itu πŸ™

    Reply
  • Ainhy Edelweiss 27 January 2019 at 11:45 am

    Saat mendengar kata Lombok, terlintas dalam pikiran saya tempat wisatanya yang waaah dan tragedi gempa kemarin.

    Semoga saja someday bisa juga mengunjungi tempat wisatanya di Lombok, apalagi yang kk kunjungi ini

    Reply

Leave a Comment