Menemukan Tenteram di Pantai Sire Lombok Utara Posted on 22 June 202622 June 2026 By andyhardiyanti Destinasi wisata apa yang teman-teman bayangkan ketika mendengar nama Lombok Utara? Sebagian besar mungkin akan menjawab Gili Trawangan. Bagaimana kalau pertanyaannya lebih spesifik pada yang suasananya tenteram? Jawabannya bisa jadi Gili Meno. Untuk pertanyaan kedua tadi, saya pribadi akan memberikan jawaban yang berbeda, ini dia, perkenalkan: Pantai Sire di Kabupaten Lombok Utara. Melipir Sejenak Dari Hiruk Pikuk Kota Dua orang teman kami sedang ada kunjungan ke Lombok, di tengah waktu yang mepet- ingin sekali rasanya saya dan Mbak Liya menunjukkan pada mereka seperti apa wujud sebuah pantai itu #eh. Setelah mempertimbangkan destinasi pantai yang berbeda, tapi juga tidak begitu jauh dari hotel tempat berlangsungnya kegiatan, akhirnya kami putuskan untuk piknik di pantai saja, di Lombok Utara. Jadilah sore itu kami berempat plus one (siapa lagi kalau bukan Tita) sampai di sana, sebuah pantai yang berada di sekitar resort-resort mewah. Pantai yang sungguh tenang, hanya ada beberapa warga dan pengunjung lainnya. Mau tahu setenang apa pantainya? Ya benar-benar yang terdengar alias yang berisik tuh suara manusia saja (baca: suara kami). Suara ombak saja kayaknya hanyak sesekali, angin pun rasanya lebih ke bisik-bisik di sini. Kami yang dari kota Mataram saja berasa tenang, apalagi dua orang teman yang dari Jakarta ini? Berasa lagi di universe lain mungkin. Kami duduk di salah satu berugak sederhana yang ada di sana. Tidak ada biaya sewa, entah pula siapa pemiliknya (soalnya tidak ada yang datang menagih minta bayaran). Tenang saja, meski demikian, Mbak Liya menyempatkan diri untuk membeli seporsi sate dan lontong dagangan warga setempat kok. Lokasi Pantai Sira Ada banyak titik yang ditunjukkan di Google Maps ketika teman-teman mencari lokasi Pantai Sira atau Sire, dalam postingan ini lokasi yang saya maksud adalah yang berada di area teluk (bukan yang berhadapan langsung dengan Gili Air yaa…). Dari pusat kota Mataram, butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di pantai yang berada di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara ini. Rutenya kurang lebih begini, baik lewat jalur Senggigi maupun Pusuk, lanjut saja di jalan utama Jalan Raya Pemenang, kemudian belok kiri ke Jalan Pantai Sira (sebelum masuk Jalan Raya Tanjung). Selanjutnya? Ikuti saja rute yang ditujukan peta. Kondisi jalanannya bervariasi ya, mulai dari beraspal, agak-agak berbatu, dan lain sebagainya. Hahaha. Eitss, bukankah sesuatu yang indah tidak didapatkan lewat proses yang mudah, bukan? Dari Makan Sate Sampai Mengejar Sapi Ngapain aja di sana? Makan-makan dong! Kan tadi sudah dibelikan sate oleh Mbak Liya. Terus, berenang? Tidak, kan nanti buru-buru mesti lanjut ke hotel, lagi pula si bocah petualang (Tita-anak saya) sudah berturut-turut nyebur di pantai/kolam renang pada hari-hari sebelumnya. Air laut sore itu memang sedang surut, pantainya pun bersih, tapi kami putuskan untuk bermain air saja di tepian. Salah seorang teman kami- sebut saja namanya Kak Defira, didampingi Tita, menyusuri garis pantai di sana. Lumayanlah main air tipis-tipis, pungut kerang yang kok cantik-cantik banget, ketemu beberapa bintang laut, terheran-heran sama rumput apa itu namanya yang banyak banget (akhirnya tahu itu tuh Lamun atau seagrass), dan tentu saja: berfoto. Setelah puas berfoto, kami kembali ke berugak. Duduk-duduk menikmati semilir angin dan panorama pantai yang indah sekali. Alhamdulillah bisa wisata hemat di pantai yang benar-benar dihimpit sama resort-resort yang juta-juta itu. Eh tiba-tiba, melintas sekawanan sapi yang sedang digembala, Mbak Liya buru-buru menginstruksikan Kak Defira untuk berpose. Sore itu kayaknya pantai yang sepi jadi ramai sama hebohnya kami yang mengejar sapi. Mini Yacht Wisatawan dan Perahu Nelayan Sejujurnya, ini kali pertama saya tiba di titik Pantai Sire yang lokasinya di teluk. Sempat heran, kok Mbak Liya tidak melewati rute dekat lapangan golf ya? Kok tidak melewati jalan yang sempit banget buat mobil itu? Makin yakin bahwa ini titik pantai yang berbeda dari yang pernah saya kunjungi saat sampai di tempat tujuan. Tidak ada tanah lapang nan hijau, pun tidak ada Gili Air di seberang sana, melainkan- masih dataran pulau Lombok, hanya saja bentuknya berkelok (karena posisinya di teluk). Walau lokasinya berbeda dengan yang saya bayangkan di awal, tetapi tetap saja, selalu ada keindahannya sendiri. Suasana yang tenteram, lingkungan yang bersih, tidak banyak pengunjung, pasir putih dengan karang-karang yang cantik, serta lokasinya yang rasanya benar-benar dikelilingi banyak resort. Entahlah itu bangunan yang sempat tertangkap kamera hp Mbak Defira yang 4x zoom itu namanya resort apa. Pastinya sih bukan hotel di Lombok Utara yang pernah saya inapi. Apakah Lombok Lodge, Oberoi Lombok, Medana Resort, atau yang lainnya. Mengingat tempatnya yang terbilang private, gak heran sih kalau ada aja mini yacht wisatawan parkir di sekitar sana. Tapi karena semua pantai milik Allah, ya siapa saja boleh ke sana, termasuk sejumlah perahu nelayan, juga kami ini- rakyat biasa. Menikmati Senja di Sire Lainnya Hari sudah semakin sore, mengingat salah satu tujuan kami pengen menikmati matahari terbenam- yang mana di lokasi ini jelas tidak terlihat karena terhalang sisi daratan lainnya, akhirnya kami bergeser. Lokasi terdekat tentu saja di Sire lainnya, masih di garis pantai yang sama, pantai ini pun bernama Sire. Pantai yang sebelumnya sudah dua kali saya bersama keluarga (cerita lengkapnya di postingan terpisah ya). Atau mungkin warga sekitar memberikan nama yang lain ya? Lokasinya dekat dengan salah satu resort mewah, The Sira Lombok. Berbeda dengan lokasi sebelumnya, di sini, kita bisa menikmati sunset, komplit dengan siluet Gunung Agung dan lampu-lampu terang di Gili Air yang ada di seberang. Mungkin juga karena menawarkan pemandangan sunset yang cantik, jadi lokasi pantai ini menarik lebih banyak pengunjung, terutama jelang momen matahari terbenam. – Demikianlah Pantai Sire, baik yang lokasinya di tempat tenang luar biasa, maupun yang jadi spot menikmati pemandangan matahari terbenam, benar-benar definisi tempat tepat untuk menemukan tenteram. Traveling
Traveling #BandungTrip -Gunung Tangkuban Perahu dan Floating Market Lembang Posted on 15 May 20163 December 2016 #BandungTrip -Gunung Tangkuban Perahu dan Floating Market Lembang. Masih di hari yang sama, setelah jalan-jalan ke Farmhouse Susu Lembang dan makan siang di Gubug Makan Mang Engking, kamipun melanjutkan perjalanan ke Gunung Tangkuban Perahu. Sepanjang perjalanan saya tertidur lelap dan tiba-tiba sudah masuk di area Gunung Tangkubang Perahu. Mobil kemudian… Read More
Traveling Nongkrong di Skylancing Paragliding, Wisata Paralayang Lombok Posted on 7 July 202612 August 2026 Wisata paralayang Lombok selain memacu adrenalin, juga menawarkan keindahan alam perpaduan bukit nan hijau dan birunya laut dari ketinggian. Itinerary yang sudah memuat tujuan ke destinasi wisata tenun, pantai, gunung, bukit, kuliner, dan lainnya, akan semakin lengkap jika ditambah rencana ke Skylancing Paragliding Lombok. Sangat tepat bagi mereka yang ingin… Read More
Traveling Bandung: Akhirnya Aku Berkunjung Posted on 23 November 20153 December 2016 Bulan Juni lalu saya melihat sebuah info lomba berhadiah tiket PP gratis bebas pilih rute. Entah mengapa rasanya ingin sekali ikut berpartisipasi. Jika menang tentu akan lebih baik lagi. Pada lomba tersebut, peserta diminta membuat postingan yaitu jika mendapatkan tiket gratis nantinya ingin berangkat kemana? Betapa kelewat percaya dirinya saya,… Read More
Pantai Sire di Lombok Utara memang punya pesona magis tersendiri! Garis pantainya yang panjang dengan pasir putih lembut, air laut jernih bergradasi tenang, plus latar belakang megahnya Gunung Rinjani bikin suasananya beda dari pantai-pantai lainnya. Reply
Lombok memang surganya pantai alami, semakin terpesona setelah membaca dan melihat foto-foto dari pantai Sire di Lombok Utara yang tenang, yang berkunjung benar-benar seperti berada di universe berbeda, pulang mantai jiwa raga kemali fresh dan semangat menjalani aktivitas, agar bisa ke Sire lagi pastinya. Reply
Khas banget tulisan anak lokal yang paham sudut-sudut indahnya Lombok plus 2 titik di peta yang ternyata jauh wkwkwkkk .. Anyway segitu tenangnya yaaah? Otakku jadi berfantasi liar dengan indah! Suka banget gimana Mbak Andy mendeskripsikan suasana Pantai Sire yang tenang dan rindang, berasa nemu hidden gem yang pas banget buat piknik santai bareng keluarga tanpa perlu desak-desakan. Foto-fotonya juga sukses bikin kangen deburan ombak dan angin pantai. Makasih ya Mbak sudah berbagi rekomendasi tempat healing yang cantik ini! Reply
Saya suka pantai yang terlalu hiruk pikuk seperti Sire ini. Apalagi lahannya landai yang membuat pengunjung nyaman berjalan jauh dari ujung ke ujung. Duduk di atas tikar sembari piknik juga seru banget ya Mbak. Sebagai penyuka wisata air, Sire bagi saya, tempat yang menyenangkan. Catet ah. Beberapa destinasi wisata yang Mbak Andy tuliskan sudah saya masukkan list. Siapa tahu ada rezeki bisa sampai ke Lombok tahun depan. Reply
Jadi kangen susur pantai. Dibanding 3 gili lain di Lombok, Pantai Sire belum terlalu menggaung itu sebabnya kaya hidden gem yang lebih tentram. Pas lihat gambar sore hari saat matahari terbenam, panorama sunset di pantai ini menjadi momen menhesankan dengan Warna-warna langit menjadi orange Reply
Pantesan pada suka ke Lombok ya, apalagi wisatawan asing, karena momen senja di sana memang se-indah itu. Uniknya Kak Andy malah sempet-sempetnya mengejar sapi hehe. Kebayang itu kalau larinya sampai Jakarta, eh wkwkwk Reply
Pantai Sire ini terasa tentram mungkin karena belum seterkenal duo Gilli yang disebut sebelumnya kah? Tapi suasananya memang semenyenangkan itu dari foto-fotonya. Reply
penasaran dengan arti kata “Sire” ternyata gak muncul dong, hehehe saya sering ngerasa penasaran terhadap suatu nama, mungkin karena filosofinya Eniwei ke pantai yang masih asri emang paling paling menyenangkan ya? Reply