Menemukan Tenteram di Pantai Sire Lombok Utara

landscape pantai sire

Destinasi wisata apa yang teman-teman bayangkan ketika mendengar nama Lombok Utara? Sebagian besar mungkin akan menjawab Gili Trawangan. Bagaimana kalau pertanyaannya lebih spesifik pada yang suasananya tenteram? Jawabannya bisa jadi Gili Meno. Untuk pertanyaan kedua tadi, saya pribadi akan memberikan jawaban yang berbeda, ini dia, perkenalkan: Pantai Sire di Kabupaten Lombok Utara.

Melipir Sejenak Dari Hiruk Pikuk Kota

Dua orang teman kami sedang ada kunjungan ke Lombok, di tengah waktu yang mepet- ingin sekali rasanya saya dan Mbak Liya menunjukkan pada mereka seperti apa wujud sebuah pantai itu #eh. Setelah mempertimbangkan destinasi pantai yang berbeda, tapi juga tidak begitu jauh dari hotel tempat berlangsungnya kegiatan, akhirnya kami putuskan untuk piknik di pantai saja, di Lombok Utara. Jadilah sore itu kami berempat plus one (siapa lagi kalau bukan Tita) sampai di sana, sebuah pantai yang berada di sekitar resort-resort mewah. Pantai yang sungguh tenang, hanya ada beberapa warga dan pengunjung lainnya.

child run in the beach

Mau tahu setenang apa pantainya? Ya benar-benar yang terdengar alias yang berisik tuh suara manusia saja (baca: suara kami). Suara ombak saja kayaknya hanyak sesekali, angin pun rasanya lebih ke bisik-bisik di sini. Kami yang dari kota Mataram saja berasa tenang, apalagi dua orang teman yang dari Jakarta ini? Berasa lagi di universe lain mungkin.

Kami duduk di salah satu berugak sederhana yang ada di sana. Tidak ada biaya sewa, entah pula siapa pemiliknya (soalnya tidak ada yang datang menagih minta bayaran). Tenang saja, meski demikian, Mbak Liya menyempatkan diri untuk membeli seporsi sate dan lontong dagangan warga setempat kok.

Lokasi Pantai Sira

Ada banyak titik yang ditunjukkan di Google Maps ketika teman-teman mencari lokasi Pantai Sira atau Sire, dalam postingan ini lokasi yang saya maksud adalah yang berada di area teluk (bukan yang berhadapan langsung dengan Gili Air yaa…).

Dari pusat kota Mataram, butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di pantai yang berada di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara ini. Rutenya kurang lebih begini, baik lewat jalur Senggigi maupun Pusuk, lanjut saja di jalan utama Jalan Raya Pemenang, kemudian belok kiri ke Jalan Pantai Sira (sebelum masuk Jalan Raya Tanjung). Selanjutnya? Ikuti saja rute yang ditujukan peta. Kondisi jalanannya bervariasi ya, mulai dari beraspal, agak-agak berbatu, dan lain sebagainya. Hahaha. Eitss, bukankah sesuatu yang indah tidak didapatkan lewat proses yang mudah, bukan?

mengejar sapi sira

Dari Makan Sate Sampai Mengejar Sapi

Ngapain aja di sana? Makan-makan dong! Kan tadi sudah dibelikan sate oleh Mbak Liya. Terus, berenang? Tidak, kan nanti buru-buru mesti lanjut ke hotel, lagi pula si bocah petualang (Tita-anak saya) sudah berturut-turut nyebur di pantai/kolam renang pada hari-hari sebelumnya. Air laut sore itu memang sedang surut, pantainya pun bersih, tapi kami putuskan untuk bermain air saja di tepian. Salah seorang teman kami- sebut saja namanya Kak Defira, didampingi Tita, menyusuri garis pantai di sana. Lumayanlah main air tipis-tipis, pungut kerang yang kok cantik-cantik banget, ketemu beberapa bintang laut, terheran-heran sama rumput apa itu namanya yang banyak banget (akhirnya tahu itu tuh Lamun atau seagrass), dan tentu saja: berfoto.

Setelah puas berfoto, kami kembali ke berugak. Duduk-duduk menikmati semilir angin dan panorama pantai yang indah sekali. Alhamdulillah bisa wisata hemat di pantai yang benar-benar dihimpit sama resort-resort yang juta-juta itu. Eh tiba-tiba, melintas sekawanan sapi yang sedang digembala, Mbak Liya buru-buru menginstruksikan Kak Defira untuk berpose. Sore itu kayaknya pantai yang sepi jadi ramai sama hebohnya kami yang mengejar sapi.

mini yacht

Mini Yacht Wisatawan dan Perahu Nelayan

Sejujurnya, ini kali pertama saya tiba di titik Pantai Sire yang lokasinya di teluk. Sempat heran, kok Mbak Liya tidak melewati rute dekat lapangan golf ya? Kok tidak melewati jalan yang sempit banget buat mobil itu? Makin yakin bahwa ini titik pantai yang berbeda dari yang pernah saya kunjungi saat sampai di tempat tujuan. Tidak ada tanah lapang nan hijau, pun tidak ada Gili Air di seberang sana, melainkan- masih dataran pulau Lombok, hanya saja bentuknya berkelok (karena posisinya di teluk). Walau lokasinya berbeda dengan yang saya bayangkan di awal, tetapi tetap saja, selalu ada keindahannya sendiri.

perahu nelayan

Suasana yang tenteram, lingkungan yang bersih, tidak banyak pengunjung, pasir putih dengan karang-karang yang cantik, serta lokasinya yang rasanya benar-benar dikelilingi banyak resort. Entahlah itu bangunan yang sempat tertangkap kamera hp Mbak Defira yang 4x zoom itu namanya resort apa. Pastinya sih bukan hotel di Lombok Utara yang pernah saya inapi. Apakah Lombok Lodge, Oberoi Lombok, Medana Resort, atau yang lainnya. Mengingat tempatnya yang terbilang private, gak heran sih kalau ada aja mini yacht wisatawan parkir di sekitar sana. Tapi karena semua pantai milik Allah, ya siapa saja boleh ke sana, termasuk sejumlah perahu nelayan, juga kami ini- rakyat biasa.

sunset sira

Menikmati Senja di Sire Lainnya

Hari sudah semakin sore, mengingat salah satu tujuan kami pengen menikmati matahari terbenam- yang mana di lokasi ini jelas tidak terlihat karena terhalang sisi daratan lainnya, akhirnya kami bergeser. Lokasi terdekat tentu saja di Sire lainnya, masih di garis pantai yang sama, pantai ini pun bernama Sire. Pantai yang sebelumnya sudah dua kali saya bersama keluarga (cerita lengkapnya di postingan terpisah ya). Atau mungkin warga sekitar memberikan nama yang lain ya? Lokasinya dekat dengan salah satu resort mewah, The Sira Lombok.

Berbeda dengan lokasi sebelumnya, di sini, kita bisa menikmati sunset, komplit dengan siluet Gunung Agung dan lampu-lampu terang di Gili Air yang ada di seberang. Mungkin juga karena menawarkan pemandangan sunset yang cantik, jadi lokasi pantai ini menarik lebih banyak pengunjung, terutama jelang momen matahari terbenam.

Demikianlah Pantai Sire, baik yang lokasinya di tempat tenang luar biasa, maupun yang jadi spot menikmati pemandangan matahari terbenam, benar-benar definisi tempat tepat untuk menemukan tenteram.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment