Puisi Malam Takbir dan Ramadan Segera Berakhir - Blognya Andy Hardiyanti

Puisi Malam Takbir dan Ramadan Segera Berakhir

puisi malam takbir

Puisi Malam Takbir dan Ramadan Segera Berakhir. Ramadan telah tiba di sepuluh hari terakhirnya. Tigapuluh hari rasanya berlalu begitu saja, ah apa sudah cukup baik diisi dengan ibadah? Memasuki waktu penghujung, tiap manusia sudah dibuat sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang memilih sibuk membuat aneka penganan atau meracik bumbu untuk persiapan lauk lebaran. Kemudian ada yang berbelanja pakaian, beberes rumah untuk menyambut tamu, pun yang memutuskan untuk khusyuk berdiam diri di masjid (i’tikaf). Saya pribadi masih melakukan aktivitas layaknya hari-hari biasa. Bagaimana dengan teman-teman?

Lebaran tidak terasa sudah tinggal menghitung hari. Hari kemenangan yang ditunggu-tunggu sebentar lagi akan tiba. Campur aduk rasanya dengan perayaan ini. Di satu sisi bahagia karena menyambut hari raya, dimana berkumpul semua keluarga sambil menikmati aneka hidangan bersama. Sementara di sisi lain, muncul pula rasa sedih sebab berpisah dengan Ramadan -bulan suci, bulan yang selalu dirindukan-. Tapi bagaimanapun juga, waktu harus terus berjalan. Berharap dan teruslah berdoa agar kita semua dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang. Baik di tahun depan, maupun tahun-tahun yang akan datang.

Puisi Malam Takbir dan Ramadan Segera Berakhir

Hari terakhir bulan Ramadan adalah hari dimana kita mulai mendengar suara takbir. Dari masjid-masjid mulai terdengar suara takbir usai shalat maghrib berjamaah.

Allahu Akbar.. 3x
Laa Ilaha Illallohu Allohu Akbar..
Allahu Akbar Walillahilhamd..
Allahu Akbar Kabiro, Walhamdulillahi Katsiro..
Wasubhanallohi Bukrotaw Wa’ashila…
Laa ilaha Illallohu Wala Na’budu Illa Iyyahu ..
Muhlishina Lahuddin, Walaw Karihal Kafirun..
Laa ilahaillahu Wahdah, Shodaqo Wa’dah..
Wanashoro ‘abdah, Wa’a’aza Jundahu Wahazamal Ahzaba Wahdah..
Laa ilaha Illallohu Wallohu Akbar..
Allohu Akbar Walillahilhamd…

Suara takbir yang selalu kita rindukan, lengkap dengan suasana keramaian malam. Semua masjid mengumandangkan takbir, tanda hari kemenangan semakin dekat saja. Di luaran, jalanan ramai dengan pawai takbir dari sejumlah perwakilan masjid. Sementara di dalam rumah, ibu sibuk menyiapkan makanan untuk esok hari. Tidak lupa pula mukena, sarung, sajadah dan pakaian lainnya untuk dikenakan seluruh keluarga. Ah ya, apa kabarnya kita? Mungkin sedang sibuk dengan pesan-pesan permohonan maaf dan ucapan selamat yang akan dikirimkan kepada keluarga maupun kerabat. Baik itu berupa gambar, video, maupun teks-teks puisi malam takbir.

puisi malam takbir

Mengapa Puisi Malam Takbir?

Lebaran kita beberapa tahun terakhir ini akrab dengan pesan permohonan maaf yang berbentuk puisi. Entah itu disampaikan pada kartu ucapan yang dikirimkan ke alamat rumah. Gambar yang disematkan atau dikirim dalam bentuk teks lewat SMS/e-mail/aplikasi perpesanan. Rasanya sudah jarang yang menghubungi langsung lewat sambungan telepon misalnya, kalaupun ada paling hanya di lingkungan keluarga terdekat saja. Selebihnya, jika disampaikan secara langsung pastilah saat lebaran tiba. Tepatnya saat momen halal bi halal atau saling berkunjung ke rumah kerabat.

Baca Juga: Cermati Persiapan Keuangan, Nikmati Sesungguhnya Lebaran

Puisi demi puisi yang berisi permohonan maaf sekaligus ucapan hari raya Idul Fitri sampai ke kita. Sebagian besar melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp. Lucunya, teks puisi malam takbir yang biasanya dikirim pada H-1 lebaran tersebut seringkali berbunyi sama. Ada puisi yang sama dikirim oleh orang yang berbeda. Ada pula terjadi isi puisi sama dengan puisi yang dikirimkan pada lebaran tahun sebelumnya. Sempat terpikir apakah ini ucapan yang tulus dari si pengirim, ataukah sekadar copy paste teks puisi yang penting kirim ucapan? Hahaha, apapun itu ya sudah…mari berbaik sangka saja.

Lantas mengapa harus puisi malam takbir, puisi hari raya Idul Fitri atau puisi-puisi lainnya? Mungkin karena kesannya lebih sweet jika disampaikan dalam bentuk puisi. Meski entah mengapa isinya jadi pada kembaran semua. Mungkin teks sederhana yang intinya memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuat, baik disengaja maupun tidak, terlihat terlalu biasa? Atau menyampaikan permohonan maaf dan ucapan selamat hari raya dengan cara menelpon langsung dirasa terlalu berat? Kalau saya pribadi sih, lebih sering menggunakan teks sederhana/singkat yang intinya menyampaikan permohonan maaf. Khawatir juga kalau isinya kepanjangan, nantinya malah tidak sempat dibaca si penerima.

Contoh Puisi Malam Takbir

Bagaimana sih contoh puisi malam takbir? Aih banyak sekali, tunggu saja nanti sebelum lebaran atau tepat di malam takbir. WhatsApp teman-teman akan kebanjiran pesan baru yang isinya puisi demi puisi. Seperti itulah contohnya. Tapi kalau penasaran dan enggan menunggu hingga tiba lebaran, maka silakan googling. Ada banyak sekali contoh puisi malam takbir maupun puisi yang berisi ucapan permohonan maaf tersebar di internet. Saya pribadi tidak begitu mengerti bagaimana membuat puisi. Tidak setuju pula dengan copy paste puisi-puisi yang sudah ada. Jadi bagaimana kalau coba membuatnya sendiri?

Puisi Malam Takbir dan Ramadan Segera Berakhir

tiba saatnya
ia dijemput paksa
pergi, walau kau tak pernah ingin

di saat lain
suara dan suasana ini
yang kau rindu, yang kau ingin

maka tibalah malam takbir
dan ramadan segera berakhir
lantas kita dibuat berpikir

tentang dosa, tentang pahala
tentang segala amal perbuatan kita
sudah sejauh mana? sebanyak apa?

memohon maaf atas segala khilaf
sudah jadi hal rutin
tapi mau diapa, kita manusia kan?

di luar sana masjid masjid
tak henti mengumandangkan takbir
semoga demikian pula di bibir ini berucap

di tangan ini pesan permohonan maaf
tak henti mengalir
semoga demikian pula di hati ini berkata

malam ini malam takbir
maafku atas segala salah kata dan tindakan
malam ini ramadan pun berakhir
doaku semoga kelak kembali dipertemukan

Copy Paste Contoh Puisi Malam Takbir

Mohon maaf kalau puisinya berantakan atau mungkin miskin diksi? Hal terpenting adalah saya sudah mencoba membuatnya sendiri, tidak copy paste. Ya kan? Bikinnya spontan lho itu. Tepat saat ngedraft postingan ini. Kalau kalian mau pakai, silakan. Jangan lupa cantumkan sumbernya ya. Hahahaha. Biar saya ada bangga-bangganya gitu wkwkwk.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan Menjelang Lebaran

Jadi bagaimana persiapannya untuk hari kemenangan nanti nih teman-teman? Jangan lupa persiapkan juga ibadah-ibadah pamungkasnya di hari-hari terakhir ramadan ya. Semoga postingan tentang Puisi Malam Takbir ini bermanfaat. Ada yang mau share contoh puisi lainnya untuk hari raya nanti? Coba tulis di kolom komentar. Kali aja ada pengunjung blog yang ingin menggunakan. Eitt..jangan lupa cantumkan nama penulisnya ya. Hahahaha

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment