Cermati Persiapan Keuangan, Nikmati Sesungguhnya Lebaran Posted on 19 July 201512 June 2017 By andyhardiyanti Selamat Lebaran -sumber: forum.idws.id Tidak terasa bulan ramadhan sudah mau usai saja. Hari lebaran pun semakin didepan mata. Apa kabar keuangan? Sudahkah dipersiapkan? Apa kabar lebaran? Sudahkah benar-benar nikmat dirasakan? Lebaran identik dengan segala hal yang baru. Mulai dari pakaian yang kita kenakan, peralatan shalat, dan segala perintilannya sampai kepada yang lebih besar, rumah dengan tampilan catnya yang baru. Semuanya serba diganti, serba baru dan tentunya bisa jadi serba mengeluarkan dana. Kondisi keuangan jelas akan sangat terombang-ambing pada situasi yang demikian jika tidak benar-benar direncanakan sebelumnya. Jangan sampai kita sibuk membelanjakan semua yang serba baru tadi dan kemudian lupa kemana seharusnya uang-uang itu diarahkan ke jalan yang diridhoi Tuhan. Persiapan keuangan perlu direncanakan jauh-jauh hari sebelum lebaran. Hal ini dilakukan agar besarnya dana yang dikeluarkan tidak melebihi dana yang masuk atau tersedia. Sebab seusai lebaran tentu masih ada hari-hari lain yang akan dijalani kan? (insya Allah, kalau panjang umur). Jangan sampai nantinya persiapan keuangan kita malah tidak ada sama sekali. Oleh karena itu, mulai kita cermati persiapan keuangan seperti apa yang perlu dilakukan menjelang lebaran. Buat Daftar Kebutuhan Lebaran sumber gambar: genius.com Catat semua kebutuhan lebaran. Mulailah dengan membuat daftar ‘kasar’ terlebih dahulu, yaitu dengan mencatat apa-apa saja pos-pos pengeluaran saat/menjelang lebaran nanti. Misalnya pengeluaran dana untuk mudik ke kampung halaman, konsumsi (konsumsi anggota keluarga maupun untuk tamu), maupun untuk THR yang akan dibagikan kepada keluarga. Seleksi Daftar Kebutuhan Sesuai Skala Prioritas Selanjutnya, perhatikan kembali daftar kebutuhan lebaran yang sudah dicatat tadi. Pikirkan baik-baik apakah pos-pos pengeluaran tersebut memang sangat dibutuhkan atau tidak. Lakukan penyeleksian pada setiap poin dan urutkan sesuai skala prioritasnya. Seleksi Daftar yang Ada – sumber: atyourservicestlcounty.com Misalnya zakat fitrah yang merupakan kewajiban setiap muslim, tentunya poin ini mempunyai skala prioritas yang paling tinggi dan tidak mungkin keluar dari daftar kebutuhan. Maka tempatkan zakat fitrah pada urutan teratas dalam daftar kebutuhan tadi. Sementara pada keluarga kami, pos pengeluaran mudik ke kampung suami dikeluarkan dari daftar karena tahun ini kami rencananya akan berlebaran disini saja, di kampung saya di Mataram. Begitu seterusnya proses seleksi dilakukan, sampai akhirnya diperoleh daftar kebutuhan lebaran yang sebenarnya. Rencana Anggaran Biaya Lebaran Rencana Anggaran Biaya? Bukan, kita tidak sedang membangun sebuah proyek rumah. Ini rencana anggaran biaya terkait lebaran. Dari daftar kebutuhan yang sudah diseleksi tadi, tetapkan berapa besarnya biaya yang akan dikeluarkan pada setiap poin. Sesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Untuk biaya yang tidak dapat diketahui persis besarnya (misalnya harga bahan makanan yang tidak menentu) maka cukup berikan kisarannya saja. Jangan lupa untuk menyisipkan poin dana darurat dari RAB lebaran yang dibuat. Dana ini yang nantinya akan digunakan kalau tiba-tiba terjadi hal tidak terduga yang pengeluarannya tidak tercatat pada daftar kebutuhan. Patuhi Rencana Anggaran Biaya Lebaran yang Dibuat Rencana Anggaran Biaya sudah dibuat, persiapan keuangan menjelang lebaran pun menjadi semakin jelas dengan adanya perincian pada setiap pos pengeluaran. Lalu apa lagi yang perlu dilakukan? Patuhi! Ya, patuhi apa yang sudah direncanakan tadi. Jangan sampai pos pengeluaran untuk membeli pakaian yang awalnya sebesar 700ribu membengkak ke angka 1juta dikarenakan anda tergiur membeli item lain yang tidak direncanakan sebelumnya. Hal ini tentunya akan mengganggu pos-pos pengeluaran lainnya yang ada dalam daftar rencana anggaran biaya lebaran tadi. Resolusi Lebaran Saya, seperti apa? Tahapan persiapakan keuangan sebagai resolusi lebaran sudah dipaparkan diatas. Lalu resolusi lebaran saya seperti apa? Berikut ini pos-pos pengeluaran yang masuk dalam daftar persiapan keuangan saya: Beras untuk zakat fitrah yang merupakan kewajiban setiap muslim. Konsumsi, yaitu makanan dan minuman yang akan disuguhkan pada keluarga/tamu. Rinciannya yaitu makanan berat, kue-kue, dan minuman. Untuk bahan baku pada pos pengeluaran konsumsi ini, biayanya bisa ditekan dengan cara membiasakan diri untuk berbelanja di pasar tradisional yang notabene harganya masih bisa ditawar. Belanja pakaian lebaran untuk anak. Biaya transportasi saat berkunjung ke rumah keluarga. Berhubung rumah sanak keluarga kami jaraknya tidak dekat dan kami belum memiliki kendaraan, maka sudah tentu biaya transportasi ini harus disiapkan. THR kecil-kecilan yang akan dibagikan kepada anggota keluarga dibawah umur #eh π untuk yang satu ini, hanya didaftar saja. Karena berbulan-bulan sebelumnya suami saya sudah mengumpulkan uang receh pecahan Rp1.000,- dimana saat lebaran celengan itu dibuka satu per satu, Alhamdulillah.. totalnya ada 800ribu. Lumayan untuk jadi suara ‘cring-cring’ yang meramaikan kantong mereka. Jadi? bagaimana dengan persiapan keuangan teman-teman? Jika benar dipatuhi, semoga lebaran kita dapat berjalan sesuai yang diinginkan. Tentu akan lebih bagus lagi jika pos-pos pengeluaran ternyata pada kenyataannya menggunakan biaya yang lebih kecil dari yang sudah direncanakan. Dana-dana yang lebih tersebut pun dapat digunakan untuk tambahan sedekah, bukan? *walaupun lebaran kemarin sudah lewat, tidak ada salahnya artikel ini jadi persiapan untuk lebaran selanjutnya kan? π ** Selamat Lebaran, maaf lahir batin ya ^_^ Tips biaya lebarandaftar kebutuhan lebaranlebaranpersiapan keuanganresolusi lebarantips keuangan
Tips Mudik Lebaran, Tetap Produktif Meski sedang Liburan Posted on 18 April 2022 Mudik Lebaran, Tetap Produktif Meski sedang Liburan. Apakah tahun ini kita sudah bisa mudik lebaran? Pulang ke kampung halaman bertemu keluarga tercinta. Jika ya, apa saja persyaratannya? Pertanyaan itu mungkin menjadi yang paling banyak dicari oleh netizen jelang akhir bulan Ramadan. Terlebih lagi mengingat selama dua tahun terakhir kita dihadapkan… Read More
Tips Tips Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial dalam Bisnis Online Posted on 26 June 2024 Tips Memaksimalkan Penggunaan Media Sosial dalam Bisnis Online. Bagaimana tips memaksimalkan penggunaan media sosial dalam bisnis online? Apakah ada cara praktisnya? Jika ada, bagaimana? Media sosial telah menjadi alat yang sangat penting dalam menjalankan bisnis online. Dengan lebih dari 3 miliar pengguna aktif di seluruh dunia, media sosial menawarkan peluang… Read More
Tips Solusi Pembelajaran Daring, Berikut Tips Agar Tidak Bikin Pening! Posted on 24 September 202024 September 2020 Solusi Pembelajaran Daring, Berikut Tips Agar Tidak Bikin Pening! Pada masa pandemi ini, semua aktivitas dipindahkan ke rumah, termasuk juga sekolah. Lantas, bagaimana solusi pembelajaran daring agar tidak bikin pening? Simak tipsnya di postingan ini yuk! Sejak diberlakukannya anjuran untuk #dirumahaja, maka otomatis seluruh aktivitas, baik kantor maupun sekolah, dilakukan… Read More
Merencakan keuangan memang perlu, agar kita tidak lupa diri ketika membelanjakannya. Dan salah satu prinsip konsumsi dalam Islam adalah kesederhanaan (tidak berlebih-lebihan). Artinya, belanjakan sewajarnya, sesuai dengan kebutuhan. Terima kasih untuk inspirasinya ya Mbak. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.. π Reply
Nice post, kita memang harus menyiapkan keuangan untuk hadapi lebaran ya ? supaya ngga bolong kantongnya sepulang mudik π Selamat Lebaran, maaf lahir dan batin π Reply
Iya Mbak, benar. Jangan sampai benar-benar habis sih istilahnya π sama-sama Mbak, maaf lahir batin yaa Reply
THR kecil2an saya ternyata membengkak sekian persen, pas keliling beberapa RT saya gak nyangka kalo anak2 sudah bertambah banyak hehe Reply
Hahahah, berarti bisa jadi pelajaran buat lebaran berikutnya mbak. Mesti survey dulu perkiraan jumlah penerima THRnya π atau solusi lain mungkin perlu dibuat “biaya tak terduga” khusus untuk THR ini. Reply
sepertinya harus nambah THR buat krucil2 lagi nih mbak, bener2 gak kepikiran, sy mau pulkam ke salatiga soalnya nanti Reply
Makasih Pakdhe, walau lebarannya sudah lewat semoga tetap bermanfaat untuk lebaran berikutnya. Salam hangat juga dari Mataram π Reply
iya, Mbak. THRnya uang receh Rp1.000,-. Nanti kasihnya beberapa keping, tergantung tingkatan usia #eh Reply
Banyak yang kelewat, Mak. Resolusi saya jauhhh mundur dari sebelumnya. Heheh Minal aidzin wal faidzi juga. π Reply
kelewat gimana itu maksudnya Mak? Udah lewat dari hari lebarannya ya? Ya gak papa, siapa tahu bermanfaat untuk lebaran yang akan datang. Maaf lahir batin ya Mak π Reply
dibuat perencanaan kasar dulu, ya. saya biasanya langsung tulis yang perlu aja jadi mungkin ada yang ketinggalan. Reply
saya biasanya bikin yang kasar dulu mbak, biar dicatat aja dulu semuanya. Setelah itu baru dipilih-pilih lagi mana yang benar-benar dibutuhkan π Reply
Hai mbak, Blogger makassar rupanya, kota yang bikin saya ketagihan berat sama coto makassar *ngelantur*. Kalo bagi perantau seperti sayah ini, lebaran sih terkadang sudah direncanakan ini itu tapi ada perasaan “Masa pulang sekali setahun harus berhitung juga”. Pengen banget duit yang ada tuh buat keluarga dikampung, dan kayaknya masih berlanjut tapi seneng aja sih bisa ngasih manfaat buat orang lain meski buat diri sendiri ala kadarnya aja *malah curhat* salam dari pekanbaru Rendra Reply
Kadang memang berpikir gitu, lagian juga jarang-jarang kan ketemu keluarga. Tapi ya memang harus persiapkan juga supaya nanti pas selesai lebaran tetap masih ada ‘dana’ untuk jaga-jaga. Saya lama di Makassar, tapi sejak 2012 sudah tinggal di Mataram,Lombok mas.. Kalau coto makassar sih masih bisa tahan karena disini juga ada (walaupun rasanya beda). Yang bikin susah itu kalau udah pengen banget makan Pallubasa Serigala x_x *ehmalahcurcol* Reply
Perlu dibuat perencanaan dulu ya supaya jelas pengeluarannya. Mohon maaf lahir dan batin ya mak π Reply
Bisa jadi acuan buat lebaran berikutnya mak… Maaf lahir batin juga. Terima kasih sudah berkunjung π Reply
Salam kenal mbak. Memang perencanaan keuangan selama lebaran itu penting banget. Jangan sampai selesai lebaran selesai juga dananya ya. Salam: Febriyanlukito.com Reply
wah lengkap banget ini panduannya, jadi kita bisa mengira-ngira jumlah pengeluaran selama lebaran, supaya gak kebablasan, tahu-tahu kantong udah tipis aja π Reply
lebaran memang banyak pengeluaran ya mba π semoga terganti nanti rejekinya. belum lagi memasuki taun ajaran baru Reply
Lengkap mba tipsnya π saya jarang ngitung-ngitung hehehe yang penting ngga melebihi uang THR aja ^^ Reply
memang hrs dipersiapkan ya… walaupun ga mudik, tp krn kliling kota silaturahmi ke banyak saudara, biaya transportasi jd membengkak π Reply
Buat saya. Disiplin itu yg susah..hehehe bikin daftarnya rajin. Tapi patuhnya itu susyah.. nice artikel mba.. π Reply
intinya kudu pinter memange keuangan dengan pelbagai kepentingan. Mungkin dengan membuat resolusi lebih memudahkan ya mbak..salam sukses untuk kontes ngeblognya π Reply
Memang sangat penting sekali merencanakan keuangan. Supaya kedepannya tidak terlalu pusing ya mba. Reply