INSTO Dry Eyes – Sahabat Mengejar Cita, Pelumas Bagi Kedua Mata

Sahabat Mengejar Cita 01

Proses mengejar beasiswa itu sungguh menguras tenaga, pikiran, pun biaya. Bagi saya, khusus di bagian tenaga- jangan lupakan perjuangan mata. Entah ini sudah hari keberapa sejak pengumuman dibukanya pendaftaran beasiswa tersebut- yang siapa saja bisa melihatnya di berbagai kanal media sosial. Formulir belum juga saya lengkapi, apalagi submit. Saya masih saja berkutat pada konten-konten di linimasa yang kini tak jauh dari topik tips dan trik menulis esai, infografis persyaratan, dan segala yang berkaitan. Setidaknya, aktivitas berinternet saya- sudah terkunci oleh algoritma tentang beasiswa.

Read more: INSTO Dry Eyes – Sahabat Mengejar Cita, Pelumas Bagi Kedua Mata

Tab demi tab browser berjejer seolah menunggu giliran untuk dibaca. Isinya bervariasi, mulai dari laman tentang info lengkap program beasiswa, hingga bacaan detail perihal program studi yang dituju. Oh ya, jangan lupa pula tab aplikasi perpesanan versi web– yangmemastikan segala urusan tetap dapat terpantau, meski sedang sibuk. Tak heran memang pihak penyelenggara program memberikan waktu berbulan-bulan, waktu yang dulunya saya rasa terlalu lama- kini sungguh terasa singkat. Berhari-hari menatap layar laptop, membuat saya tersadar bahwa hidup ini jadi tak jauh-jauh dari siklus: membaca, berpikir, dan menulis.

Hari-hari Bersama Perangkat Digital

Buka laptop setiap hari- bahkan memastikannya berada dalam tas dan ikut ke sana sini, smartphone yang tidak dipegang- hanya ketika tumbang sebab naiknya asam lambung, pun tiada hari tanpa tetap terkoneksi di internet. Termasuk tab browser yang terbuka banyak sekali. Semuanya adalah sesuatu yang biasa bagi saya. Sebagai seorang blogger sejak tahun 2007, kuliah S1 yang jurusannya pun gak jauh dari komputer, ditambah pula ditakdirkan untuk bekerja dan beraktivitas dengan dunia digital, membuat kedua mata ini belajar berdamai dengan situasi.

Sebagai seorang pegiat literasi digital, saya paham bahwa kondisi tersebut adalah pisau bermata dua- kembali lagi pada bagaimana kita memanfaatkannya. Seperti yang saya lakukan beberapa bulan kemarin, memanfaatkan teknologi digital untuk menggali sebanyak-banyaknya informasi yang saya butuhkan dalam kaitannya untuk mengejar beasiswa- melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih mengerti. Agar saya yang masih banyak tidak tahunya ini, jadi bisa belajar yang kelak harapannya bisa menebar lebih banyak manfaat pada sekitar.

Pentingnya Membatasi Penggunaan Perangkat Digital

Namanya juga pisau bermata dua, ada manfaatnya- ya ada juga dampak negatifnya, diantaranya yakni menurunnya intensitas interaksi dengan orang lain, berkurangnya aktivitas fisik, gangguan tidur, risiko obesitas, gangguan postur tubuh, serta: masalah mata. Bahkan nih ya, dilansir dari situs Goodstats.id, yang menyebutkan bahwa berdasarkan laporan State of Mobile 2024 yang dirilis oleh data.ai, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai pengguna perangkat mobile berbasis Android terlama setiap harinya pada tahun 2023. Dimana warga Indonesia menghabiskan waktu rata-rata untuk bermain gadget selama 6,05 jam per hari. Peringkat pertama gak tuh?

Tambahan lagi nih, dilansir dari situs apjii.or.id, bahwa Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2024 mencapai 221.563.479 jiwa dari total populasi 278.696.200 jiwa penduduk Indonesia tahun 2023. Wow kebayang gak betapa banyaknya pengguna internet di Indonesia? Semoga saja mereka yang jumlahnya banyak itu, yang berjam-jam waktunya dihabiskan dengan gadget/mengakses internet, benar-benar menggunakannya untuk hal yang bermanfaat.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mendaftar Beasiswa?

Ah pembahasan kita jauh sekali, dari perjuangan mengejar beasiswa, literasi digital, hingga perihal teknologi digital layaknya pisau bermata dua. Jadi setelah berlama-lama berada pada siklus membaca-berpikir-menulis, ditemani tab demi tab browser yang terbuka entah berapa banyaknya itu. Lantas berapa lama sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk mendaftar beasiswa?

Entahlah, rasanya saya teringat kembali momen ketika program ini pertama kali diumumkan. Bagaimana saya dibuat terheran dengan durasi pendaftarannya yang dibuka hingga tiga bulan. Saya yang dulu berpikir waktu tersebut terlalu lama, kini sedang berjuang menekan tombol submit di satu hari sebelum hari terakhir pendaftaran. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, saya memang tidak berniat menyelesaikannya di hari terakhir. Tapi submit H-1 pun rasanya sesuatu yang lucu bagi saya yang sebelumnya merasa waktu yang disiapkan terlalu lama. Hahaha. Ah, ternyata untuk mendaftar beasiswa, waktu tiga bulan itu sungguh demikian cepatnya.

Sahabat Mengejar Cita 02

Perjuangan Mengejar Beasiswa

Kini, setelah tombol submit itu berhasil saya tekan, pun email tanda pendaftaran telah diterima- sampai pada kotak masuk pesan saya, barulah teringat setiap prosesnya. Bagaimana waktu tidur yang jadi tidak teratur, dan asupan kopi yang lebih banyak dari biasanya. Hingga perihal beberapa kali saya harus melepaskan kacamata- bahkan sampai mengucek mata sebab merasa sepet, perih, dan lelah setelah berjam-jam lamanya berhadapan dengan laptop maupun gadget. Bagian terakhir ini, masalah mata yang Alhamdulillah teratasi di tengah-tengah perjalanan, berkat #InstoDryEyes. Begini ceritanya…

Mata Kering, Jangan SePeLein! Berikut Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dengan kondisi mata yang minus tiga dan silinder entah berapa (lupa), berkali-kali saya sempat terpikir apakah sudah waktunya ganti kacamata ya? Tapi tumben banget nih, saat lagi intens berhadapan dengan laptop beberapa bulan terakhir, ditambah mikirnya pun jadi lebih sering, kok rasanya mata SEpet, PErih, dan LElah ya? Terus keingat dong, kayaknya dulu tuh pernah mengalami hal serupa. Isenglah cari di blog sendiri. Iya, rada aneh emang kebiasaan saya yang satu ini: konfirmasi ke pengalaman pribadi. Fix, ini tuh ternyata gejala mata kering.

Parahnya lagi, saat merasakan tanda-tanda atau gejala tersebut, bukannya mengistirahatkan mata, yang ada malah saya ajak kerja lagi. Pokoknya: kerja, kerja, kerja! Hahaha. Maksudnya, tanpa saya sadari lho ya. Niatnya mau melipir dari menatap laptop, saya malah duduk santai pegang smartphone– ngobrol sama teman-teman sesama pejuang beasiswa, baca lagi konten-konten tips, main game, atau gak ya: baca buku. Intinya nih kedua mata masih aja saya ajak bekerja. Padahal sebagaimana tubuh saya yang meminta istirahat, mata sebagai satu bagiannya pun demikian.

INSTO Dry Eyes New Packaging, Solusi untuk Mata Kering

Balik lagi ke tulisan saya setahun yang lalu, akhirnya jadi tahu bahwa apa yang saya alami itu merupakan gejala mata kering dan solusinya ya tetesin INSTO Dry Eyes. Masalah selanjutnya adalah, saat mencari ke toko terdekat (Alfamart/Indomaret) kok gak ketemu ya produk serupa? Eng ing eng… rupanya sekarang sudah ganti kemasan! Yup, ini dia: INSTO Dry Eyes New Packaging. Kemasan baru dengan dominan warna biru, tapi khasiat dan kandungannya yang sama persis dengan produk kemasan sebelumnya. Gak perlu khawatir karena produk berkemasan botol siap tetes berukuran 7,5ml dan mudah digenggam ini sudah terdaftar BPOM dengan kode registrasi DTL1438202146A1.

Alhamdulillah, setelahnya, ngerasa terbantu banget nih mata. Pokoknya, #MataKeringJanganSepelein, soalnya bisa berdampak pada produktivitas dan konsentrasi kita juga. INSTO Dry Eyes ini tuh jadi berasa sahabat saya dalam mengejar cita. Terutama pas lagi mumet-mumetnya, dan berusaha tahan untuk gak ngucek mata. Bahan aktif air mata buatannya ini membuatnya digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala mata kering, meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata (biasanya pada penderita rheumatoid arthritis, keratoconjunctivitis dan xerophtalmia), juga digunakan sebagai pelumas pada mata palsu. Wah, komplit ya!

Sekali lagi, teknologi digital itu seperti pisau bermata dua. Tanggung jawab kita untuk bijak menggunakannya, dan jangan lupa: sebagaimana kita- mata pun butuh beristirahat. Istirahat- sembari menunggu kabar baik dari program beasiswa yang saya ceritakan ini, mohon doanya ya 🙂

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

12 Comments

  • Emma
    Emma 3 June 2025 at 8:06 am

    Iya setuju mbak, saya sekarang mah klo mata sudah perih dan mulai gatal cepat² deh tetesin insto. Ga boleh disepelein nanti menyesal iya kan mbak

    Reply
  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina 3 June 2025 at 10:11 am

    Setujuuu, sama kita!
    Mata kering jangan sepelein, sedia selalu Insto Dry Eyes untuk solusinya..
    Btw, semoga dimudahkan urusan, dilancarkan, tercapai doa dan harapannya untuk lolos beasiswa ya Mbak…Aaamiin

    Reply
  • Suci
    Suci 3 June 2025 at 11:13 am

    Pokoknya yang seharian depan monitor, atau kemana2 motoran wajib bawa insto deh.
    Menolong bangeet pas mata lagi perih2nya

    Reply
  • Annie Nugraha
    Annie Nugraha 3 June 2025 at 11:43 am

    MashaAllah. Sudah lama banget gak mampir di blog ini. Tulisan yang selalu saya sukai.

    Ah ngomongin INSTO DRY EYES tuh bikin saya selalu ingat untuk menjaga kesehatan mata. Apalagi pekerjaan saya sebagian besar terhubung dengan layar laptop maupun HP. Kadang kalau gak sadar waktu, sering banget lupa membatasi masa terpapar kedua alat tersebut. Jadi kalau di rumah saya sih nyetok terus INSTO DRY EYES ini. Setidaknya jadi penyelamat kalau rasa sepet di mata muncul.

    Reply
  • Maria G Soemitro
    Maria G Soemitro 3 June 2025 at 11:49 am

    Wah bestie saya nih Insto Dry Eyes

    selalu ada di sekitar tempat kerja dan tas

    supaya bisa segera netesin mata ketika terasa sepet dan gatel

    Reply
  • Diah Woro
    Diah Woro 3 June 2025 at 12:10 pm

    Memasuki usia 50 tahun aku juga udah ngalami mata kering mbak, jadi harus ada stok di rumah dan di tas buat bepergian.

    Reply
  • Lendyagassi
    Lendyagassi 3 June 2025 at 1:47 pm

    Aku jadi malu banget karena sering membiarkan alarm tubuh ketika mata menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Kudunya selalu sedia INSTO Dry Eyes yaa.. apalagi kini uda New Packaging.

    Makin mudah diperolehnya dan harganya pun bersahabat.

    Reply
  • Nanik Nara
    Nanik Nara 3 June 2025 at 1:50 pm

    Semoga lolos untuk memperoleh beasiswa ya mbak.
    Iya, kalau kelamaan di depan hp, kadang saya juga merasa nggak enak di mata, tulisan jadi burem.
    Oh insto dry eyes sekarang ganti kemasan ya, tapi kandungan dan khasiatnya tetap sama

    Reply
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu 3 June 2025 at 2:34 pm

    Namanya berupaya dapat beasiswa pasti bakalan belajar dengan berkutat sama buku ataupun gadget. Meski begitu jangan sampai telat tidur dan mata jadi kering, harus sehat² selalu yak biar sukses dapat beasiswanya

    Reply
  • Myra
    Myra 3 June 2025 at 3:40 pm

    Pernah mata saya gatak dan kering trus langsung digaruk. Sya apikir bakal hilangs endiri. Gak taunya malah jadi perih. Langsung aja deh cari Insto. Daripada nanti makin bermasalah matanya.

    Reply
  • dee stories
    dee stories 3 June 2025 at 4:34 pm

    Insto Dry Eyes juga jadi bestieku mbak
    Aku selalu sedia Insto dry eyes
    Jika kena mata kering, bisa langsung diatasi

    Reply
  • Yuni Bint Saniro
    Yuni Bint Saniro 3 June 2025 at 4:56 pm

    Perjuangan mengejar beasiswa memang bukan hal yang main-main. Kayaknya, aku melihatnya pun ribet. Tapi, begitu berhasil submit rasanya tuh kayak lega banget. Apalagi pas diterima.

    Jangan sampailah gegara mata kering, kita jadi kehilangan kesempatan untuk mendaftar beasiswa lah ya.

    Emang Insto Dry Eyes emang paten sih.

    Reply

Leave a Comment