Di mana masjid terdekat dari Pelabuhan Bangsal sebelum menyeberang ke Gili Trawangan, Meno, dan Air? Jawabannya adalah Masjid Jami’ Nurul Hikmah Lombok Utara. Bangunan masjid yang terletak di Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang ini menjadi tempat yang tepat untuk digunakan melaksanakan ibadah shalat, baik sebelum maupun sesudah melakukan perjalanan wisata. Lokasinya strategis, berada di sisi kiri jalan bagi mereka yang datang dari arah kota Mataram (via Pusuk Lombok Utara), dan sisi kanan jalan ketika kembali dari pelabuhan Bangsal. Masjidnya luas, baik halaman parkir maupun bangunannya, nyaman, dan memiliki peralatan shalat yang lengkap.
Saya dan keluarga pun pertama kali ke sini usai berwisata di Pantai Sire Lombok Utara. Singgah sejenak untuk menunaikan shalat maghrib, sebelum melanjutkan kembali ke Kota Mataram. Mengingat waktu maghrib yang sangat mepet, dan perjalanan pulang akan cukup panjang. Khawatir tidak menemukan tempat shalat, kemalaman di dalam hutan (area Pusuk KLU), dan berbagai pertimbangan lainnya.
Masjid Strategis di Dekat Pelabuhan Bangsal
Meski kedatangan pertama saya ke sana bukan saat menuju maupun baru pulang dari Pelabuhan Bangsal, tapi yang teringat pertama kali setibanya di sana: Masya Allah, pas banget ini jadi tempat shalat bagi mereka yang akan berwisata ke Gili Trawangan dan dua gili lainnya. Lokasinya strategis, berjarak sekitar 1,5 km dari Pelabuhan Bangsal. Bisa disinggahi, baik bagi wisatawan yang naik kendaraan (motor, mobil, bus, dll), maupun yang berjalan kaki.
Arsitektur dan Lanskap Masjid
Ketika berada di daerah Pemenang, terlebih lagi kalau melintas di jalan menuju dan dari kawasan Pusuk Kabupaten Lombok Utara (KLU), maka kita akan langsung menemukan masjid ini tepat di sisi jalan. Halamannya luas, bisa memuat banyak kendaraan untuk parkir, sehingga bisa dikatakan menjadi tempat check point yang tepat bagi wisatawan yang hendak mampir beribadah. Sejumlah pohon berdiri tegak, cukup untuk jadi peneduh di sekitarnya, dan Masya Allah, ditanami pula beberapa buah pohon kurma.
Masjid bernuansa putih abu-abu setinggi dua lantai itu dibangun megah, beserta menara yang tegak di dekatnya. Sebagai bangunan tinggi di sekitar sana dan dapat terlihat dari kejauhan, menara Masjid Jami’ Nurul Hikmah menjadi landmark di kawasan Pemenang.
Suasana Nyaman, Fasilitas Lengkap
Begitu masuk area masjid, tempat pertama yang akan kita temukan adalah Islamic Corner. Sebuah bangunan berukuran kecil, yang di dalamnya menjadi tempat disediakan aneka makanan dan minuman. Ada stiker bertuliskan “Salurkan Infak Terbaik Anda” dan “Gratis Untuk Semua” di temboknya. Sepertinya menerapkan konsep dari jemaah untuk jemaah, dengan BKM Nurul Hikmah sebagai pihak pengelolanya. Siapa saja bebas untuk berinfak makanan maupun minuman, yang kemudian bisa dinikmati oleh siapapun (pengunjung lainnya), seperti yang berlaku di Musala Olivia.
Tempat wudhu berada di lantai satu, bersih dan luas. Alhamdulillah, tempat wudhu jemaah laki-laki dan perempuan terpisah. Lantai satunya, selain menjadi tempat wudhu, area lebih luasnya menjadi pusat literasi budaya dan sejarah. Kemudian, kami meniti tangga yang cukup banyak jumlahnya, menuju lantai dua, yang merupakan area shalat. Masya Allah, ruang shalatnya luas (terpisah antara jemaah laki-laki dan perempuan), bersih, dan nyaman (dilengkapi dengan AC). Peralatan shalat (mukena, sajadah, dan sarung) juga tersedia.
Wujud Gotong Royong Antar Umat Beragama nan Indah
Gempa Lombok di tahun 2018 yang berpusat di Kabupaten Lombok Utara, tentunya turut meruntuhkan bangunan masjid ini. Wajar saja ketika ada rencana untuk membangun kembali, warga setempat sempat menolak jika dibangun dua lantai, rasa trauma pastinya masih ada. Alhamdulillah warga akhirnya bisa menerima ketika tahu bahwa pembangunan kembali pasca-gempa benar-benar memperhatikan aspek keamanan bangunan agar lebih kokoh.
Tepat di tahun 2019, Masjid Jami’ Nurul Hikmah kembali bisa dioperasikan. Butuh waktu sekitar enam bulan untuk proses pembangunannya. Menariknya, meski merupakan tempat ibadah umat Islam, namun sejatinya masjid ini melibatkan tiga umat beragama, yakni: Islam, Hindu, dan Buddha. Daerah Pemenang yang dikenal sebagai daerah dengan keragamannya, rupanya terwujud pula dalam pembangunan masjid tersebut. Masya Allah, warga yang beragama Hindu dan Buddha rupanya bergotong royong membantu pembangunan masjid, baik dalam bentuk donasi maupun tenaga.
Jemaah yang Datang Dari Mana Saja
Masjid Jami’ Nurul Hikmah memang bisa dikatakan sebagai pintu gerbang sebelum masuk Pelabuhan Bangsal yang merupakan titik utama penyeberangan ke Gili Trawangan, Meno, dan Air. Namun, tentu saja pengunjung/jemaahnya tidak hanya datang dari kalangan wisatawan. Banyak penduduk setempat, maupun para pedagang (yang berjualan di sekitar masjid) mampir melaksanakan shalat di sana. Terlebih lagi, mengingat lantai satunya yang difungsikan sebagai pusat literasi sejarah budaya, maka tak heran jika sering diadakan kegiatan di sana (diskusi, perayaan hari besar Islam, dan lainnya).
Kalau teman-teman ke masjid ini, jangan lupa pula mampir di warung makan maupun toko kelontong sekitar, ya hitung-hitung untuk membantu perekonomian lokal. Jika ingin sekalian berwisata, boleh sekalian coba keliling naik cidomo (semacam delman) di sana.
–
Bagaimana? Tertarik mampir ke Masjid Jami’ Nurul Hikmah di Kabupaten Lombok Utara ini? Atau mungkin teman-teman punya cerita serupa tentang betapa indahnya kehidupan antar umat beragama?





No Comments