Tes Kemampuan Akademik Jadi Pengganti Ujian Nasional, Berikut 7 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Ujian Nasional Diganti Tka 01

Ujian Nasional (UN) ke depannya sudah tidak ada lagi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah resmi menggantinya dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi baru dalam sistem pendidikan Indonesia. Sebagai orang tua dari dua anak yang duduk di bangku sekolah, meski mereka bukan jadi angkatan pertama yang mencoba, tapi pastinya ada banyak pertanyaan di kepala.

Read more: Tes Kemampuan Akademik Jadi Pengganti Ujian Nasional, Berikut 7 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Mulai dari perihal tujuan dari TKA, bidang studi apa saja yang diujikan, sampai pada ada gak sih tips dan trik yang perlu dipersiapkan dalam rangka menghadapi TKA ini nanti? Saya yakin banget, para orang tua di luar sana pun pasti masih bertanya-tanya, masih bingung dengan kebijakan baru tersebut. Lewat tulisan ini, saya coba buat ringkasan terkait TKA ya, lengkap dengan hal apa saja sih yang perlu dipersiapkan.

Mengenal Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Sebagaimana namanya, tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara menyeluruh, termasuk kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep, jadi tidak sekadar menghafal materi. Berbeda dengan Ujian Nasional (UN), TKA tidak bersifat wajib dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Akan tetapi yang perlu digarisbawahi adalah, hasil dari TKA tersebut dapat digunakan sebagai indikator dalam proses seleksi masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam hal ini, misalnya: SD ke SMP dan SMP ke SMA, serta sebagai salah satu komponen penilaian dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk masuk perguruan tinggi.

Jadwal Penerapan TKA

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), TKA akan diterapkan sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) secara bertahap. Untuk tingkat SMA/SMK, akan dilaksanakan mulai November 2025. Kemudian untuk tingkat SD dan SMP, penerapannya dimulai pada tahun 2026.

Bidang Studi yang Diujikan dalam TKA

Berbicara tentang mata pelajaran atau bidang studi yang diujikan dalam tes yang menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) ini, rupanya ada sedikit perbedaan antara tingkat SD dan SMP, serta SMA/SMK.

Tingkat SD dan SMP akan menghadapi tes untuk bidang studi Matematika dan Bahasa Indonesia, serta dua mata pelajaran pilihan yang akan ditentukan nanti. Selanjutnya untuk tingkat SMA/SMK, bidang studi yang diujikan yakni: Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan yang akan disesuaikan dengan jurusan/peminatan masing-masing siswa.

Kemampuan yang Sebaiknya Dimiliki

Seiring dengan bergantinya Ujian Nasional dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA), selain siswa sendiri, kita sebagai orang tua tentunya dituntut untuk lebih proaktif dalam mempersiapkan anak menghadapi tantangan akademik yang baru. Sebab TKA tidak hanya menguji penguasaan materi pelajaran, lebih dari itu juga menguji kemampuan berpikir logis, pemahaman bacaan, dan keterampilan menyelesaikan masalah secara kritis (sebuah keterampilan yang tidak bisa dibangun secara instan).

Melihat tantangan tersebut, lantas apa saja sih hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi asesmen di akhir tingkatan sekolah tersebut?

7 Hal yang Perlu Dipersiapkan dalam Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA)

Sebagai orang tua, penting bagi kita untuk memastikan bahwa anak-anak sudah siap dengan perubahan di dunia akademik tersebut. Meski tidak menjadi penentu kelulusan, sedikit banyak, hasil dari TKA bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Ayah dan Bunda bisa mengarahkan anak-anak untuk menerapkan langkah-langkah berikut, demi memastikan agar anak-anak bisa lebih siap, tenang, dan percaya diri dalam menghadapi TKA nanti.

1. Memahami Struktur Soal dan Materi TKA

Mulailah dengan mempelajari jenis mata pelajaran yang diujikan (Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta mata pelajaran pilihan sesuai jenjang). Penting untuk memahami bentuk soal, fokus penilaian, dan alokasi waktu agar tidak kaget saat ujian.

2. Konsisten Mengasah Kemampuan Dasar

Kemampuan dasar sangatlah penting. Oleh karena itu, belajarlah fokus pada literasi, numerasi, dan penalaran logis. Bisa dimulai dengan latihan soal-soal berbasis pemahaman, bukan pada hafalan.

3. Terbiasa Berlatih Tipe Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills)

Untuk diketahui bahwa TKA ini banyak menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi. Maka penting untuk membiasakan diri mengerjakan soal-soal jenis HOTS, yang menuntut analisis, sintesis, dan evaluasi, bukan sekadar menjawab definisi maupun rumus.

4. Susun Jadwal Belajar Harian

Perlu digarisbawahi bahwa belajar sedikit demi sedikit setiap hari itu jauh lebih efektif daripada belajar dadakan. Buatlah jadwal kegiatan yang seimbang antara belajar, istirahat, dan waktu santai agar otak tidak cepat lelah. Ingat pula untuk menaati jadwal yang telah dibuat.

5. Rajin Evaluasi Diri

Mulai biasakan diri mengikuti try out atau simulasi TKA dari sekolah atau penyelenggara lainnya. Nantinya, hasil try out tersebut bisa digunakan untuk mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi belajar ke depannya.

6. Perkuat Mental dan Manajemen Waktu

Perhatikan manajemen waktu, latihlah diri untuk mengerjakan soal secara cepat dan tepat. Saat try out, biasakan mengatur waktu per soal dan jangan terpaku pada satu pertanyaan. Ini penting untuk menghindari panik saat ujian, yang umumnya memiliki waktu pengerjaan terbatas.

7. Jaga Kondisi Fisik dan Emosional

Hal terakhir dan perlu diperhatikan adalah tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan kurangi stres. Kesehatan mental sama pentingnya dengan persiapan akademik. Kita sebagai orang tua juga bisa memberi dukungan emosional agar anak merasa percaya diri dan tidak terbebani akan tes tersebut.

Ujian Nasional Diganti Tka 02

Program Belajar Kumon, Bekal Ideal untuk Hadapi TKA

Dari 7 hal yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di atas, kesemuanya mengingatkan saya akan program belajar Kumon. Tak terasa, 8 tahun sudah putri sulung saya belajar di Kumon Pejanggik, dan 3 tahun masa belajar bagi adiknya. Belajar di Kumon bisa dikatakan sebagai bekal ideal untuk hadapi TKA, sebab:

Belajar Bertahap dan Sesuai Kemampuan Anak

Hal yang membuat Kumon berbeda adalah karena pendekatannya yang berbasis kemampuan, bukan usia atau kelas. Setiap anak di sana belajar dari level yang paling sesuai dengan kemampuannya. Tidak ada paksaan bagi mereka untuk mengejar kurikulum, melainkan fokus pada penguasaan materi dasar secara menyeluruh. Cara tersebut mampu menjadikan anak membangun pemahaman yang kuat dari bawah.

Penguatan Matematika dan Membaca Sejak Dini

Dua aspek utama yang diujikan dalam TKA adalah kemampuan numerik dan bahasa. Program Kumon Matematika membantu anak berpikir logis dan menyelesaikan soal secara sistematis. Sementara Kumon Bahasa melatih pemahaman bacaan dan daya analisis. Kedua program tersebut saling melengkapi dalam mempersiapkan anak dalam menghadapi TKA.

Membangun Disiplin dan Kemandirian

Kumon bukan hanya soal menyelesaikan lembar kerja. Lebih dari itu, anak-anak diajarkan untuk belajar secara mandiri, konsisten, dan disiplin. Hal baik ini tentunya akan terbawa hingga anak menghadapi ujian sesungguhnya. Mereka tidak lagi mudah panik, karena sudah terbiasa menghadapi soal-soal setiap hari.

Melatih Ketelitian dan Kecepatan Berpikir

TKA berlangsung dalam waktu yang terbatas. Program belajar Kumon melatih anak untuk terbiasa menyelesaikan soal dalam waktu tertentu tanpa kehilangan ketelitian. Hal demikian membuat mereka terbiasa berpikir cepat tanpa mengabaikan ketepatan. Cepat dan tepat- adalah kuncinya.

Lebih dari Persiapan Tes, Kumon Mempersiapkan Anak untuk Kehidupan

Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekali lagi, bukanlah penentu kelulusan. Bukan pula penentu sukses-tidaknya seseorang. Tetapi, TKA menjadi asesmen yang dapat menjadi pertimbangan dalam melanjutkan pendidikan. Keberhasilan dalam TKA bukan hanya hasil dari latihan mengerjakan soal, tetapi juga dari pola pikir dan karakter yang dibentuk sejak dini. Kumon mengajarkan anak untuk menikmati proses belajar, menyukai tantangan, dan percaya pada kemampuannya sendiri.

Setelah TKA, ke depannya anak-anak akan menghadapi banyak hal lainnya. Mereka akan menghadapi tantangan demi tantangan kehidupan. Dengan Kumon, anak tidak hanya siap menghadapi tes sesaat, tapi juga siap menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan. Mereka terbiasa belajar di mana saja, disiplin pada Kumon Time, hingga memaksimalkan penggunaan teknologi dan belajar paperless melalui Kumon Connect. Jelas sudah, it’s beyond learning program!

Berkaca dari tantangan akademik yang dinamis ini, yuk Ayah dan Bunda, bantu anak mempersiapkan diri sejak sekarang! Daftarkan ke program Kumon Pejanggik dengan klik di sini dan lihat bagaimana mereka tumbuh menjadi pembelajar yang tangguh dan mandiri, yang tak hanya siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), tetapi juga tantangan kehidupan ke depannya!

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

4 Comments

  • Maria G Soemitro
    Maria G Soemitro 5 June 2025 at 9:46 am

    Tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan, ini nih yang bikin serem

    Untuk negara yang indeksnya masih memprihatinkan, seharusnya ada tolok ukur seperti UAN untuk memicu anak belajar

    Untung ada Kumon ya? Sangat membantu lho. Anak saya ikut Kumon dan hasilnya signifikan, jadi juara kelas dan masuk ITB tanpa tes (apa namanya masuk PTN dari nilai rapor? Saya lupa 😀 )

    Reply
  • Nanik Nara
    Nanik Nara 5 June 2025 at 12:34 pm

    namanya program baru, pastinya sih bakal ada pro dan kontra.
    Tapi kalau sebagai orang tua siswa, yang bisa kita lakukan pastilah menemani anak-anak untuk siap menghadapi TKA ini ya mbak, salah satunya dengan mengikutkan anak bimbingan belajar di Kumon

    Reply
  • Wahid Priyono
    Wahid Priyono 6 June 2025 at 8:37 am

    Aku ngajar di SMA, cuma sosialisasinya masih tipis2 dari Dinas Pendidikan, belum ada juknis untuk pelaksanaan TKA di jenjang SMA. Mudah2an secepatnya bisa terealisasi, karena butuh persiapan juga di tingkat sekolah.

    Reply
  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina 8 June 2025 at 1:18 pm

    Anak bungsuku yang SMA nih harus bersiap untuk Tes Kemampuan Akademik dua tahun lagi. Memang mesti disiapkan sejak dini di antaranya dengan mengikuti les yang membantu menempa anak menjadi pembelajar yang tangguh dan mandiri seperti Kumon ini

    Reply

Leave a Comment