Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

spot sunset Lombok

Menikmati Matahari Terbenam di Pantai Ampenan

Posted on 10 May 202611 May 2026 By andyhardiyanti
spot sunset Lombok

Spot sunset di Lombok ada banyak sekali, kalau teman-teman mencari tempat yang murah dan dekat dari kota Mataram, maka salah satu pilihannya adalah Pantai Ampenan. Pantai yang dulunya merupakan Pelabuhan Ampenan ini berjarak 6 km dari Titik Nol Kilometer kota Mataram. Lokasinya cukup strategis, dekat dari pusat kota, dan tak begitu jauh pula dijangkau oleh para wisatawan yang menginap di daerah Senggigi. Sejak proses revitalisasinya rampung di akhir 2024, lalu diresmikan pada April 2025, pantai ini kian menarik untuk dikunjungi. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, kawasannya jadi lebih rapi dan tertata, serta fasilitasnya semakin lengkap.

Wajah Baru Pantai Ampenan

Meski hanya butuh waktu kurang dari 10 menit, saya dan keluarga termasuk jarang pergi ke spot matahari terbenam yang terletak di Jalan Pabean tersebut. Ada banyak alasan, diantaranya: menghindari keramaian, masih ada spot sunset yang lebih dekat dari rumah, bayangan bahwa pantai tersebut kotor serta pengunjung begitu sering disodorkan menu oleh pedagang, dan lainnya. Sampai pada Februari 2025 lalu, sehabis mengantar si kecil berangkat sekolah, saya dan pak suami mengajak ponakan kami ke sana. Awalnya sih pergi sarapan Soto Sasak yang berada tak jauh dari Warung Pojok Ampenan. Eh keterusan ke ujung jalan Pabean, tempat pantai ini berada.

Saya sempat mendengar kabar lewat konten berita bahwa bakal ada amphitheater di sana, serta sejumlah hal baru yang dilakukan dalam rangka proses revitalisasi. Senang sekali rasanya ketika melihat wajah baru pagi itu, sungguh jauh dari apa yang saya bayangkan sebelumnya. Ponakan saya yang masih batita senang sekali bisa berjalan pelan di sana, menikmati udara pagi sembari melihat hamparan air laut dan mendengar debur ombak, selai amphitheater sebagai area pertunjukan- ada banyak pula titik-titik tempat duduk yang membuat nyaman para pengunjung. Begitulah wajah baru Pantai Ampenan (saya tidak punya dokumentasi sebelum revitalisasi), tapi yang saya lihat kini, menurut saya pribadi, jauh lebih baik.

Spot Sunset Murah dan Nyaman di Kota Mataram

Tiga hari yang lalu, saya dan keluarga kembali ke sana. Kebetulan ada waktu, dan teringat pula bahwa kedatangan kami sebelumnya itu di pagi hari. Mengingat lokasi pantai berada di pesisir barat, tentu saya penasaran bagaimana menikmati matahari terbenam di sana. Waktunya memang berjarak setahun sejak kunjungan yang lalu, saya pun baru ngeh saat mencari referensi dan mengetahui bahwa saat datang dulu- adalah dua bulan sebelum pantai yang sudah direvitalisasi ini diresmikan. Apakah ada yang berbeda? Atau sama saja? Oke, lanjut. Maka berangkatlah Pak Suami dan anak-anak, sementara saya memilih untuk bersepeda. Kami janjian bertemu di sana. Tentu saja bu ibuk pesepeda pemula ini tiba belakangan, dan Masya Allah, takjub sekali melihat pemandangan di sana.

Harga Tiket Masuk

Tenang saja, tidak ada harga tiket masuk (HTM) yang harus dibayarkan di sini, alias GRATIS! Para pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan bermotor, yakni sebesar Rp1.000,- untuk motor, dan Rp2.000,- untuk mobil. Untuk sepeda? Ya langsung masuk saja, bersepeda di dalam sana. Selain gratis, tidak ada pula kewajiban bagi pengunjung untuk berbelanja di dalam. Mau masuk tanpa jajan sana sini pun tak masalah, ya siapa tahu teman-teman bawa bekal sendiri, tumbler berisi kopi, dan peralatan untuk mewarnai gambar misalnya. Kalau beli dagangan di sini pun tentu lebih baik, ya hitung-hitung membantu perekonomian warga sekitar.

Banyak Pilihan Tempat Duduk

Ada banyak pilihan tempat duduk untuk menikmati matahari terbenam di sana. Mulai dari tepat di sunset point alias di area duduk (dulu disebut One Heart, jargon salah satu merk kendaraan bermotor), kursi (tangga-tangga tempat duduk) di area amphiteater, berugak, kursi yang berhadapan dengan meja, lesehan, atau yang lainnya. Namun penting untuk diketahui, pada beberapa pilihan tempat duduk, terutama yang terletak di sekitar area lapak pedagang biasanya tempat duduk sudah di-plot, sehingga ya tetap…harus belanja untuk bisa duduk di sana hehehe.

Kalau enggan membeli makanan berat, teman-teman bisa kok sekadar beli camilan (snack maupun minuman kemasan) di sana.

Dilengkapi Sejumlah Fasilitas

Usai dilakukan revitalisasi, jelas bahwa pantai ini jauh lebih tertata. Walaupun pasti tetap saja ada plus dan minusnya. Saya senang melihat lapak-lapak pedagang jadi lebih rapi, lingkungan pantai terbilang cukup bersih, dan pastinya dilengkapi fasilitas yang memadai. Salah satunya yaitu tersedianya musala dan toilet. Saya sempat melihat musalanya (meski tidak shalat di sana karena harus segera pulang), lokasinya dekat lapangan bola. Kalau dilihat dari atributnya sih, sepertinya ini dari Bank Indonesia (ada labelnya), berbentuk gazebo sehingga berkonsep terbuka, lengkap dengan sajadah dan peralatan shalat.

Untuk toiletnya, saya gak ke sana sih. Semoga bersih (dan gratis ya). Teman-teman yang pernah ke sana mungkin bisa share pengalamannya.

Beragam Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Pantai Ampenan

Sembari menanti matahari terbenam, atau saat ke sana selain jelang senja, ada beragam aktivitas menarik yang bisa teman-teman lakukan. Menurut saya sih terbilang seru ya apalagi dilakukan di alam, di ruang terbuka yang pastinya udaranya lebih segar dan menjadi salah satu cara untuk mengurangi screentime pada anak, aktivitas tersebut diantaranya:

Berolahraga

Area yang kini lebih tertata dan menggunakan paving block, bisa jadi tempat untuk para pengunjung berolahraga ringan seperti berjalan kaki santai maupun bersepeda. Tepat di plang balok huruf bertuliskan “Pantai Ampenan” pun terdapat lapangan bola lengkap dengan jaring-jaring di sekelilingnya. Selalu ada akamsi maupun pengunjung yang asyik bermain bola di sana. Jelang matahari terbenam, pemandangan itu seru sekali dilihat. Bagaimana anak-anak Lombok bermain bola with view.

Saat pantai sedang surut, maka anak-anak (terutama akamsi) terlihat pula bermain juggling bola di bawah, di area pasir pantai. Tak jarang pula, mereka berenang di sana. Tentu dengan tetap mempertimbangkan keamanan.

Berbagai Aktivitas Rekreasi dan Hobi

Momen menanti matahari terbenam bagi sebagian orang akan lebih asyik ketika disambi dengan melakukan aktivitas rekreasi maupun hobi. Mulai dari memotret (baik versi sat set maupun memang sudah sampai di tahap menggeluti bidang fotografi), menggambar (entah itu melukis, membuat sketsa, atau semacamnya- ah saya jadi ingat sketsa Pantai Ampenan dulu yang dibuat seorang teman), membaca buku (entah sendiri, dilakukan bersama-sama lanjut diskusi mungkin…), menyaksikan pertunjukan seni di amphitheater, dan masih banyak lagi.

Entah memancing itu termasuk olahraga atau hobi, tapi saya sempat melihat sejumlah pengunjung yang turun ke laut, ada yang sekadar berdiri di bebatuan besar, ada pula yang masuk membiarkan setengah badannya basah, untuk memancing di sana.

Dari Ngopi Sampai Kulineran

Ngopi di pantai ini tuh adalah definisi ngopi cantik yang sebenarnya, eh ngopi dengan pemandangan cantik sih lebih tepatnya. Kopinya mungkin sekadar kopi sachet atau kopi tubruk biasa, tapi pemandangannya yang luar biasa. Cukup memesan segelas kopi, teman-teman bisa dapat tempat duduk dengan best view yang diinginkan. Teman ngopinya tuh biasanya donat maupun gorengan (ada pisang goreng, tahu isi, tempe, ote-ote, dll). Masih lapar? Segera deh pesan makanan berat, di sana tersedia aneka sate (ayam, daging, usus, babat, dll), pelecing kangkung lengkap dengan lontongnya, juga aneka seafood. Seingat saya, harga seporsi sate (dapat lontong dan 10 tusuk sate) tuh 25ribu, kemudian pelecing kangkung harganya 10ribu/porsi.

Bener-bener definisi, jalan-jalan senang dan kenyang sih ini. Ya gak?

Hiburan Anak yang Boleh Dicoba

Agak bingung sih mau masukkan penjelasan ini di bagian mana. Saya sebut boleh, siapa tahu ada yang tertarik ya kan? Tidak juga tidak apa-apa. Jadi di sana, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak, namun berbayar. Diantaranya yakni bermain mobil remote control, dan melukis. Untuk mobil-mobilan ini tuh anak-anak naik di mobilnya, terus ya udah orang tua/pendamping yang kendalikan lewat remote control, ada juga yang dikemudikan sendiri oleh anak. Tarifnya sebesar 15ribu/mobil untuk durasi penggunaan selama 15 menit.

Kemudian untuk melukis (saya pisahkan dari bagian hobi di atas ya), tidak hanya untuk anak-anak, usia berapa pun boleh mencoba, tarifnya sebesar 10ribu per kanvas. Nah, nanti tinggal pilih mau mewarnai gambar pada kanvas (dari bahan styrofoam) yang mana, serta akan diberikan satu palet cat aneka warna lengkap dengan kuasnya. Silakan melukis deh. Oh ya, yang boleh dibawa pulang tuh hasil lukisannya aja ya. Cat dan yang lainnya tentu tidak.

Apakah Layak untuk Dikunjungi Kembali?

Jadi apakah Pantai Ampenan ini layak untuk dikunjungi kembali? Apakah benar menjadi spot tepat untuk menikmati pemandangan matahari terbenam di kota Mataram? Saya bersyukur sekali ada banyak tempat publik di kota Mataram, pun bersyukur bisa tinggal di Lombok- yang geser dikit bisa nemu tempat cantik. Gak perlu bayar tiket masuk pula.

Semoga apa yang sudah ada ini bisa lebih bagus lagi kualitasnya kelak. Bisa lebih dijaga kebersihannya (bagian laut jadi PR nih, saya lihat ada aja yang buang sampah ke laut #hiks), please yang merokok ini ditahan dulu lah…merokoknya bisa kali di rumah masing-masing…kasihan ini udara segara pantai jadi ada notes tembakau komplit dengan zat kimia yang berbahaya ckck. Pengennya sih tempat-tempat duduk ini lebih bebas yaa, gak usah di-plot per pedagang gitu (banyak maunya emang saya).

–

Namanya juga harapan, ya kan? Setelah ini, tentu saja saya masih ingin meluangkan waktu untuk menikmati matahari terbenam di Pantai Ampenan.

Traveling

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Traveling

Pengalaman Pertama ke Gili Air

Posted on 5 January 20189 January 2018

Pengalaman Pertama ke Gili Air.  Sebagai orang Lombok yang baru beberapa tahun terakhir ini kembali bermukim di Lombok, wajar dong kalau masih banyak tempat wisata yang belum saya kunjungi. Ya lagian juga tinggalnya di Lombok, kapan-kapan bisalah. Tahu gili trawangan? Saya baru dua kali ke sana. Gili Meno? Belum pernah….

Read More
Traveling

Menikmati Wisata Alam di Sukabumi

Posted on 25 August 20163 December 2016

Menikmati Wisata Alam di Sukabumi. Sukabumi, merupakan salah satu kota yang terletak di provinsi Jawa Barat, tepatnya berada di kaki Gunung Gede Pangrango dengan ketinggian 584 mdpl. Jarak kota Sukabumi kurang lebih 120 kilometer jika ditempuh dari kota Jakarta dan sekitar 100 kilometer jika ditempuh dari kota Bandung. Kota Sukabumi…

Read More
Traveling Pemandangan skylancing paragliding

Nongkrong di Skylancing Paragliding, Wisata Paralayang Lombok

Posted on 7 July 202612 August 2026

Wisata paralayang Lombok selain memacu adrenalin, juga menawarkan keindahan alam perpaduan bukit nan hijau dan birunya laut dari ketinggian. Itinerary yang sudah memuat tujuan ke destinasi wisata tenun, pantai, gunung, bukit, kuliner, dan lainnya, akan semakin lengkap jika ditambah rencana ke Skylancing Paragliding Lombok. Sangat tepat bagi mereka yang ingin…

Read More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Sembalun Lombok on Serunya Bersepeda dan Naik Scooter di Sembalun
  • Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Sembalun Lombok on 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas
  • 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas on Ada Apa di sepanjang Jalan Udayana Mataram?
  • 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas on Rekreasi dan Relaksasi di Soera Eco-Retreat Suranadi
  • Heni Hikmayani Fauzia on Say Healthy Lombok: Nongkrong Sehat dengan Jus dan Salad

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes