Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

Makassar Tidak Kasar

Posted on 30 November 201130 November 2011 By andyhardiyanti

Makassar Tidak Kasar! Wahai kalian di luar sana, Makassar tidak melulu harus diberitakan yang itu-itu . Makassar Tidak Kasar! Lihat bagaimana saya yang seorang kelahiran Denpasar, orang tua berasal dari Mataram dan Dompu, menikmati kehidupan di kota Anging Mammiri iniย  selama hampir 18 tahun. Saya baik-baik saja walau bukan penduduk asli kota Makassar.

Saya menghabiskan masa sekolah saya di kota yang kalian bilang kasar. Aih, apa iya? Bahkan kaki kalian pun mungkin belum pernah berpijak di tanah Makassar, terlampau percaya cerita layar kaca kah? Berkunjunglah ke kota kami, kawan. Sekedar membuktikan benarkah ia kasar. Seraya menyusuri tiap sudut kota dan singgah sejenak menikmati sajian kuliner yang akan membuat kalian berpikir kembali tentang arti kasar itu.

Oh ya! Perihal sajian kuliner di kota Makassar, biarkan foto-foto di bawah ini yang bercerita ๐Ÿ˜‰

Coto Makassar

Sejauh mata memandang kota Makassar memang dipenuhi warung Coto Makassar. Makanan berbahan dasar daging sapi dan jeroannya ini nikmat disantap dengan ketupat. Ada beberapa warung coto Makassar yang cukup terkenal dan rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi, seperti warung coto Makassar di jalan Nusantara (coto nusantara), jalan gagak (coto gagak), dan coto paraikatte yang bertempat di jalan A.P.Pettarani dan jalan Perintis Kemerdekaan.ย 

Coto Makassar bertempat di jln.Nusantara
Menikmati Coto Nusantara
Daging dan Jeroan dipotong kecil-kecil
ini biar dagingnya gak dihinggapi lalat ;D

 

Mie Titi

Entah dari mana sebenarnya asal makanan ini, yang jelas keberadaannya di kota Makassar wajib diperhitungkan. Mie Titi yang lokasinya ada dimana-mana ini selalu tak pernah sepi dari pembeli. Singgah ke Makassar jangan lupa singgah makan Mie Titi ;D

 

katanya gak pernah sepi dari pembeli? Ini sudah mau tutup woyyy -__-
ada yang ngiler pengen makan mie titi ;D
Mie Titi plus coretan sambal

Rumah Makan Seafood Apong

Rumah Makan yang khusus menyediakan seafood pun banyak jumlahnya. Sebut saja Rumah Makan Lae-lae, Hade Resto, Paotere, dan Apong. Semuanya menyediakan berbagai menu seafood yang lezat, nikmat, hingga membuat teman-teman harus berpikir kembali untuk bilang Makassar itu kasar ;p. Makassar itu surga kuliner! #ihik.

 

Ikan Bakar- Apong Seafood
sambal yang menggugah selera ;p

Pallubasa Serigala

Nah, ini dia favorit saya! Sama halnya dengan coto Makassar, Pallubasa adalah perpaduan antara daging dan jeroan. Namun lebih banyak ditemui yang terbuat dari kerbau, bukan sapi. Dibandingkan dengan coto, Pallubasa lebih kaya akan kandungan rempah-rempah pada kuahnya. Selain itu pasangan santapnya adalah nasi, bukan ketupat ;D. Mau yang lebih nikmat? Cobalah Alas! yaitu Pallubasa yang ditambah telur ayam kampung mentah. Sampai saat ini yang cukup terkenal adalah Pallubasa yang terletak di jalan serigala dan jalan Onta.

 

Pallubasa Serigala
Alas dan sepiring nasi

—

Masih banyak lagi kuliner kota Makassar yang belum saya ceritakan. Aih, tapi semoga beberapa contoh kuliner di atas bisa sedikit menggugah rasa lapar teman-teman. Rasa lapar akan makanan yang sesungguhnya, rasa lapar akan cerita dari Makassar selain yang melulu diberitakan itu-itu oleh mereka.

Jadi, masih berpikir Makassar itu kasar? Masih berpikir cerita Makassar cuma yang itu-itu saja?

Fotografi Coto MakassarMakassar Tidak KasarMie TitiPallubasa SerigalaRumah Makan SeafoodWisata Kuliner Makassar

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Fotografi

Weekly Photo Challenge: Alphabet

Posted on 20 January 201622 January 2016

This ย is my contribution to Weekly Photo Challenge : Alphabet.

Read More
Fotografi

Weekly Photo Challenge: Sunset

Posted on 6 October 20114 June 2017

Tema Weekly Photo Challenge minggu ini Sunset, kan? (kok ndak yakin gitu? ;p) Maafkan saya tidak bisa bercasciscus pakai bahasa Inggris. Jadi kalau ada bule yang nyasar kesini ya minta tolong sama om google saja ya untuk translate-kan postingan ini. Itu juga kalau ada yang mau mampir lihat hasil jepretan…

Read More
Fotografi

Jadi Fotografer Tanpa Kamera DSLR

Posted on 9 March 2012

Selain BB dan tablet, benda apa lagi yang kira-kira akrab dengan ABG zaman sekarang? Yap! Kamera DSLR. Tidak usahlah bicara ABG, bahkan anak seumuran sekolah dasar pun sering saya temukan berfoto-foto ria menggunakan kamera gede nan berat ini. Aih, zaman memang benar sudah moderen. Kadang iri juga melihat mereka yang…

Read More

Comments (28)

  1. Dokter Gigi Gaul says:
    30 November 2011 at 1:58 pm

    Wah.. sebenernya agak jauh hubungan isi dengan judul ya.. ๐Ÿ™‚ tapi gakpapa..saya pesen Palbas Serigala sama Mie Titi ke Riau gag pake lama ya.. ๐Ÿ˜€

    Reply
  2. Andy Online says:
    30 November 2011 at 2:30 pm

    kirain isinya sara, eh ternyata urusan perut.. ๐Ÿ˜€

    Reply
    1. airyz says:
      1 December 2011 at 6:10 am

      ahhh, jadi laper nih ..

      Reply
  3. Asop says:
    30 November 2011 at 2:39 pm

    Hmmmm makanannya memang enak-enak sih… :mrgreen:

    Tapi jujur aja, saya nggak menganggap (orang) Makassar itu kasar. Tapi (lagi), paling saya inget dari pemberitaan di tipi, kalo di Makassar ada demo mahasiswa, pasti rusuh. ๐Ÿ™ Entah ya, apakah mahasiswa Makassar sangat idealis semua atau gimana. Pastinya, di tahun 2010 dan awal 2011 waktu banyak demo mahasiswa di Makassar, pasti ricuh dan rusuh *bedanya apa ya?* ๐Ÿ™

    Reply
  4. Lyliana Thia says:
    30 November 2011 at 3:12 pm

    Kunjungan perdana, Mama Rani.. ๐Ÿ™‚
    panggilannya Tutut ya… aih,, masih mudah banget mbak? ๐Ÿ˜€

    eniwei, emang di layar kaca ada cerita apaan mbak? org Makassar dibilang kasar gitu? mosok sih? *jarang nonton tipi* hehehe…

    trus yg ngiler makan mie titi tu Rani yaa? Haiii Rani, salam kenal yaaa…

    klo kuliner Makassar aku paling seneng jagung pulut sama es pisang ijo… uenaaak… hihihi..

    Reply
  5. Masbro says:
    30 November 2011 at 5:05 pm

    Anging Mammiri tidaklah kasar, itu juga pernah dikatakan oleh kawan baik saya saat masih sekolah dulu. Sayangnya dia tidak bercerita tentang kulinernya..

    Reply
  6. miss 'U says:
    30 November 2011 at 5:42 pm

    waaa…. mamanya rani kerjaannya bikin ngiler -___-
    kangen ka coto di makassar, di sini ada ji coto makassar enak, tapi cuma ada pilihan daging sama isi, tidak beraneka ragam seperti di sana…
    pernah ka tanya tukang cotonya di sini, “ada otak??” diam, “ada pipi?” diam, “campur mi pale saja pak”… -___-a
    sama ikan lautnya di sana… deehh…. rindu skalika makan ikan laut yang segar >,<

    betewe, mi titi mana itu? kenapa bagus sekali tempatnya?? saya pernah ke warung yg di Irian sama pengayoman tidak seperti itu, yg baru di perintis kah??
    yang saya belum pernah cuma di situ ๐Ÿ˜€

    Reply
  7. miss 'U says:
    30 November 2011 at 5:45 pm

    oh iya, sy juga mau nya ikut ini lomba Makassar tidak Kasar, tapi terlambat ka menulis… postinganku sudah masuk 1 Desember Y__Y

    Reply
  8. Adi says:
    30 November 2011 at 9:12 pm

    selalu ada kebaikan di setiap hal2 itu..
    Jangan langsung dipukul rata..

    Reply
  9. muamdisini says:
    1 December 2011 at 2:59 am

    haduuuh..ngiler mba saya ngeliat makanannya….
    belum semua hidangan kuliner dari makassar saya coba…
    belum pernah ke Makassar, tapi tetap berharap suatu saat ada Surat Tugas atau perintah diklat kesana..hehehehe…
    merasakan Kota Anging mamiri yang sebenarnya…

    Reply
  10. della says:
    1 December 2011 at 3:10 am

    Ah, Mama Rani, emangnya siapa yang bilang Makassar kasar? Aku punya tiga orang teman yang orang tuanya Makassar, dan mereka orang-orang paling cinta damai yang pernah aku kenal. Sampai-sampai aku pengen banget maen ke sana suatu hari nanti ^_^
    Salam dari Jakarta ^_____^

    Reply
  11. Mugniar says:
    1 December 2011 at 6:28 am

    Enak … tapi waspada buat yg potensi asam urat dan kolesterolnya tinggi ^^
    Sy juga sudah buat tulisan ttg Makassar tidak kasar, mamanya Rani …

    Reply
  12. Lidya says:
    1 December 2011 at 7:59 am

    iya memang aneh pemberitaan di TV makasar identik dengan rusuh,padahal kan tidakseperti itu ya kenyataannya

    Reply
  13. lozz akbar says:
    1 December 2011 at 1:02 pm

    yah itulah karena ulah segelintir orang, yang baik malah kena tulah..

    Reply
  14. Goresan Anak Selanegara says:
    1 December 2011 at 1:50 pm

    wah.. jadi inget soto makasar nih. laper ;;)
    kunjungan malam nih, dan di tunggu kunjungan balik di site aku yah. ๐Ÿ˜‰

    Reply
  15. aming says:
    2 December 2011 at 7:46 am

    kapan ya bisa ke makasar…
    jadi ngiler liat makanannya

    Reply
  16. HALAMAN PUTIH says:
    2 December 2011 at 12:07 pm

    Terkadang kita memang hanya menelan mentah2 pemberitaan atau apa kata orang tanpa menilai lebih lanjut dari berbagai sisi.

    Reply
  17. bensdoing says:
    2 December 2011 at 12:28 pm

    sya belum pernah ke Makasar mb… ๐Ÿ˜€

    Reply
  18. Ejawantah's Blog says:
    2 December 2011 at 6:06 pm

    jadi kepengin nyobain sajian hidangannya Mba.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    Reply
  19. indobrad says:
    2 December 2011 at 7:50 pm

    loh kok jadinya review kuliner Makassar sih? hiks pengen coba pallubasa

    Reply
  20. Kang Sofyan says:
    3 December 2011 at 2:43 am

    Meski saya belum pernah ke Makasar temanยฒ saya banyak yang dari Makasar dan mereka baikยฒ semua kok,,ohya pesen Coto Makasarnya hehehe,,salam kenal Mbak

    Reply
  21. Chandra B. says:
    3 December 2011 at 5:47 am

    wah tanggungjawab mbak, saya jadi laper nih… ๐Ÿ˜€
    pengen mie titi… tapi mana duluan yang digigit ya, mie-nya atau pipi dek rani… wekekek. :mrgreen:

    Reply
  22. Huang says:
    3 December 2011 at 6:38 am

    Sebelumnya, saya klik karena dokma “Orang Makassar itu Kasar”, tapi isinya tentang wisata kuliner. Mungkin ini jadi buat bingung mbak.

    Btw, kalo coto makassar, di Palembang juga ada yang jual dan memang asal makassar juga. Hehehe.. aku suka pisang ijo :p

    Reply
  23. amela says:
    7 December 2011 at 2:40 am

    yang belum nyobain tinggal pallubasanya :3

    Reply
  24. nique says:
    7 December 2011 at 2:04 pm

    saya juga tau kok orang Makassar tidak identik dengan kekasaran ๐Ÿ™‚ justru ingetnya coto konro hehehe

    btw itu mie titi nya bikin ngiler padahal lagi ilang napsu makan, gimana klo lagi sehat

    kopdar nusantara taon depan bikin di Makassar aja kali ya .. pasti seru tuh Makassar diserbu hahaha *ngasal*

    Reply
  25. Falzart Plain says:
    22 December 2011 at 12:02 pm

    Judulnya Makassar tidak kasar, tapi isinya soal makanan…
    Hmmm… Saya sudah ke sana masing-masing satu kali (soalnya saya jarang makan di luar, itupun cuma diajak)…

    Eh, kunjungan pertama saya nih ya? Salam kenal… ๐Ÿ™‚
    biasalah judul dan isinya beda-beda dikit
    biasa gimana maksudnya, Mama Rani? ;D
    salam kenal juga Falzart, saudaranya Mozart kah? hehehe

    Reply
  26. nh18 says:
    23 January 2012 at 2:01 am

    Saya juga sama sekali tidak setuju dengan cap yang diberikan oleh sementara orang itu …

    saya sudah empat lima kali ke Makassar … dan penduduknya ramah … mereka menyambut saya dengan sangat baik … bahkan ketika saya makan di warung pun …

    Jika Makassar itu kasar maka tidak akan pernah tercipta Lagu Anging Mamiri yang sangat indah itu … dan juga lagu-lagu sulawesi selatan lainnya … Ini pasti diciptakan lewat hati nurani dan cita rasa seni yang tinggi dan lembut …

    Belum lagi kerajinan tangannya … tenunan suteranya … indah dan halus … Orang yang kasar tidak akan pernah bisa menciptakan kerajinan seperti itu …

    Salam saya Mama Rani

    Reply
  27. Ika Koentjoro says:
    26 November 2013 at 11:48 am

    Kemarin ke Makassar sayang aku belum merasakan Konronya hiks.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Sembalun Lombok on Serunya Bersepeda dan Naik Scooter di Sembalun
  • Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Sembalun Lombok on 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas
  • 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas on Ada Apa di sepanjang Jalan Udayana Mataram?
  • 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas on Rekreasi dan Relaksasi di Soera Eco-Retreat Suranadi
  • Heni Hikmayani Fauzia on Say Healthy Lombok: Nongkrong Sehat dengan Jus dan Salad

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes