Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

Solusi Saat Mati Lampu

Posted on 23 December 20151 September 2020 By andyhardiyanti

matilampu

Mataram lagi sering kena pemadaman bergilir nih. Mati lampu udah kayak jadwal les pemantapan ujian nasional aja, setiap 2 hari sekali #sayasihdulugitu. Bagaimana dengan kota tempat teman-teman tinggal? Kalau iya, berarti sudah pasti siap-siap dengan stok lilin, lampu charge yang tentunya sudah diisi daya, senter hingga yang paling ekstrim adalah sedia genset. Masing-masing tentunya ada kelebihan dan kekurangannya sendiri ya. Mulai dari segi hemat, aman, maupun terang atau tidaknya.

Kalau di rumah saya sih saat kena jadwal mati lampu begini lebih sering pakai lilin. Senter sedia juga, tapi hanya dipakai sekali-sekali misalnya saat ke kamar mandi. Lampu charge? ada. Hanya saja sepertinya dia mulai lelah. Chargenya sampai penuh, eh giliran dipakai cuma bisa bertahan 5 menitan aja. Hadeuhhh.. Pakai genset? Mahal cyin. Belum lagi faktor berisiknya itu. Nah tetangga sebelah yang pakai genset aja berisiknya udah kerasa banget. Gimana kalau pakainya di rumah sendiri tuh? Jadinya ya sudah, siapkan sejumlah stok lilin untuk persiapan saat gilirannya mati lampu nanti.

Lilin ini pun tidak selamanya bagus sebenarnya. Selain karena terangnya biasa banget. Tetapi juga dari segi keamanan ya lumayan ngeri. Soalnya kan api gitu ya. Kebetulan beberapa hari yang lalu habis dapat kabar kalau salah seorang teman kamarnya habis hangus gitu karena dilalap si jago merah. Belum lagi tangannya juga sampai kena luka bakar lumayan. Syukurnya sih masih selamat ya 😉 Nah, pada tahu gak penyebabnya apa? Lilin. Jadi ceritanya si teman ini pasang lilin gitu seperti biasa pas mati lampu. Dan di dekat lilin itu ada barang plastik. Dia sih mikirnya gak papa, soalnya kan lilinnya juga udah dipakaikan piring sebagai pengalasnya. Singkatnya, ya gak tau kenapa pas dia tidur bentar udah besar aja nyala apinya. Kayaknya sih pas sumbu lilin habis kebakar itu, apinya masih ada. Ya mungkin apinya ngikutin kemana ngalirnya si lilin yang meleleh itu dan sampailah di benda-benda plastik disekitarnya #inisayayangtebak.

matilampu1

Kalau bahaya gitu, terus solusinya apa? Ya, kembali lagi sih kalau setiap benda di atas tadi itu pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Kemarin saya sempat berkunjung ke rumah teman yang ayahnya ini emang orang elektro. Guru di SMK yang favorit di kota Mataram. Di kamarnya teman ini saya ketemu sama rumah lampu gitu, ada lampunya juga, eh saklarnya juga ada! Saya coba-coba dong. Dan…bagus… Nyala lampunya terang dan bagusnya itu ya bisa didudukin. Ya, model lampu charge gitu. Bedanya, lampu emergency (dia sih bilang itu lampu emergency) ini ukurannya jauh lebih kecil tapi lebih terang dibandingkan lampu charge.

Saya gak kaget sih lihat lampu emergency teman ini. Bukan karena bisa bikin sendiri juga. Tapi karena sebelumnya dia malah punya lampu emergency (yang juga buatan bapaknya) yang lebih kece. Lebih simple, unik dan mudah dibawa kemana-mana #bukaniklan. Sayangnya nih, waktu lihat lampunya yang dulu itu saya gak sempat foto sama sekali. Hiks. Padahal serius deh, lampunya bagus banget. Jadi botol deodorant gitu (tau kan ya? eh itu namanya botol ya?) dimodif sedemikian rupa sampai bentuknya jadi kayak senter. Nyalanya juga sangat terang. Bagusnya ya karena ukurannya yang kecil, terus pegangable banget dan jelas unik!

matilampu2

Kemarin nih pas saya tanyain lampu yang deodorant kemarin itu mana. Katanya habis dan bapaknya belum sempat bikin lagi 🙁 #kemudiansedih. Jadi bapaknya teman ini bikin lampu deodoran berapa banyak gitu. Awalnya sih bukan dipegang masing-masing anggota keluarga. Eh gak lama yang punya anggota keluarga juga ikutan dijual karena permintaan mulai banyak dan si bapak belum sempat bikin. Peminatnya ini kebanyakan dari kalangan tukang-tukang yang jualan pakai gerobak. Biar mereka gak repot-repot bawa alat penerang yang lain. Selain itu juga mereka suka karena harga jualnya yang terjangkau.

Jadi solusi dari saya sih ya itu, pakai lampu simple-simple kayak gini. Selain mendukung usaha bapaknya teman lebih praktis, juga karena nyala yang dihasilkannya lebih terang. Oh iya, irit juga nih kata teman dibanding pakai lampu charge. Kalau irit gitu kan, bisa turut mendukung mencegah perubahan iklim. Ya kan?

Besok-besok kalau lampu deodorantnya udah jadi bakal saya posting deh di blog ini 😉

Uncategorized lampu daruratlilinsenter

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Uncategorized

Tentang Permen Karet dan Huruf N yang Tak Kunjung Ditemukan

Posted on 17 August 201518 August 2015

Pernah makan permen karet, teman-teman? Masih ingat promo berhadiah tas sekolah, sepeda, tamiya, dan hadiah lainnya yang bisa didapat dengan hanya merangkai huruf-huruf Y+O+S+A+N yang ada dibalik kemasan permen karet? Kelihatannya cukup mudah, tapi tunggu dulu.. adakah diantara teman-teman yang sudah berhasil melengkapi rangkaian hurufnya? Beberapa waktu yang lalu saya…

Read More
Uncategorized

Asuransi Jiwa, Ayah dan Mereka yang Berkisah

Posted on 18 September 2017

Asuransi Jiwa, Ayah dan Mereka yang Berkisah. Delapan tahun belakangan ini, ayah dikenal orang sebagai seorang akademisi. Ya, sejak pensiun di dunia kerja sebelumnya, ayah memang berniat melanjutkan pendidikan untuk kemudian mengabdi sebagai seorang pengajar. Kegiatannya kini memaparkan materi di hadapan para mahasiswa dari satu ruang belajar ke ruang belajar…

Read More
Uncategorized

5 Situs Web yang Paling Sering Saya Kunjungi

Posted on 8 November 20163 December 2016

5 Situs Web yang Paling Sering Saya Kunjungi. Jadi di postingan kali ini saya mau share sedikit tentang sejumlah situs web yang paling sering saya kunjungi atau saya akses setiap kali terhubung dengan internet. Iseng aja sih pengen nulis, setelah belakangan saya pikir kalau internetan kok ya halaman itu-itu saja…

Read More

Comments (4)

  1. Micko APW says:
    30 December 2015 at 7:13 pm

    Boleh juga tuh mbak, kepikiran deh buat bikin yang seperti itu

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      31 December 2015 at 10:22 am

      Hayuk dibikin mas. Lebih terang daripada senter ini 😉

      Reply
  2. Alvi says:
    24 May 2016 at 7:52 am

    boleh juga nih idenya, kreatif!

    Reply
  3. kaos sablon says:
    14 December 2016 at 2:42 am

    keren banget emergancy light nya, ada step-step pembuatannya gak? sepertinya handmade tu?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • Didik - Lazwardy on Rekomendasi Taman dan Area Olahraga Gratis di Kota Mataram
  • Fenni Bungsu on Rekreasi dan Olahraga di UNRAM Sport Center
  • Bisnis Tetap Jalan, Pemiliknya Jalan-jalan on Sunset Cantik di Pantai Klui
  • Bisnis Tetap Jalan, Pemiliknya Jalan-jalan on Pengurusan Tiket Si Kecil dan Customer Service Traveloka
  • Helena on Rekomendasi Taman dan Area Olahraga Gratis di Kota Mataram

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes