Makanan Khas Daerah Makassar yang Selalu Dirindukan - Blognya Andy Hardiyanti

Makanan Khas Daerah Makassar yang Selalu Dirindukan

makanan khas daerah makassar

Makanan Khas Daerah Makassar yang Selalu Dirindukan. Selama 20 tahun tinggal di Kota Anging Mammiri, tentu saja ada banyak hal yang berkesan dan susah untuk dilupakan. Entah itu suasana kota, orang-orangnya, lingkungan tempat tinggal, hingga kulinernya. Apa saja makanan khas daerah Makassar yang selalu dirindukan? Banyak! Mulai dari Coto Makassar, Mie Titi, hingga Pallubasa Serigala. Ya, kuliner menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kota Makassar, yang membuat saya susah move on meski sudah 8 tahun terakhir meninggalkannya. Bagi saya, di sanalah surganya kuliner. Rasanya tidak perlu lagi mengunjungi kota lain di Indonesia untuk mencari kelezatan masakan daerahnya. Makassar adalah paket lengkap kuliner, mulai dari makanan, minuman, yang ringan maupun berat, semuanya lezat.

Saya memang tidak lahir di Makassar, melainkan di Denpasar. Namun sebagian besar hidup saya banyak dihabiskan di sana. Sedari kecil, hingga melahirkan si sulung, semuanya berlangsung di Makassar. Meski kotanya kini mulai macet, polusi udaranya minta ampun, langganan banjir saat musim penghujan, dan sejumlah hal yang tidak enak terjadi di sana, saya tetap cinta Makassar. Setiap kali ada rencana berlibur, atau memiliki uang lebih, yang terpikirkan oleh saya hanyalah membeli tiket pesawat ke Makassar. Bagi saya, berlibur ke sana adalah hal yang menyenangkan. Bisa mengenang banyak kenangan semasa kecil, bertemu sejumlah teman dan sahabat, berkumpul dengan keluarga (salah seorang kakak saya tinggal di sana), hingga yang terpenting: wisata kuliner.

Makanan Khas Daerah Makassar yang Selalu Dirindukan

Momen wisata kuliner saat liburan eh pulang ke Makassar adalah hal yang sangat penting. Bahkan meski saya hanya beberapa hari berada di sana. Itu sebabnya, jauhjauh hari sebelum keberangkatan, saya sering kali membuat daftar harus berkunjung ke mana saja. Mengapa? Khawatir terlupa dan saat kembali ke Lombok nanti malah menyesal sendiri. Oh ya, kalau tidak dibuat daftar begini juga, nanti oleh si kakak yang tinggal di sana, setiap hari saya akan diminta makan nasi dan laukpauk yang disediakannya di rumah. Huft. Padahal kan saya harus memanfaatkan waktu dan kapasitas lambung sebaik mungkin wkwkwk. Kalau keburu kenyang saat makan di rumah, gimana nanti wisata kulinernya?

makanan khas daerah makassar

Pallubasa Serigala

Sering mendengar coto sebagai makanan khas daerah Makassar? Bagaimana dengan Pallubasa, terutama Pallubasa Serigala? Dibanding coto, kuliner pallubasa memang kalah tenar namanya. Padahal bagi saya pribadi, makanan yang terbuat dari jeroan sapi atau kerbau dengan campuran rempah-rempah, dan disantap bersama nasi putih ini justru lebih lezat. Bahkan saya pernah lihat atau baca pernyataan alm. Bondan “Maknyos” Winarno, yang mengatakan bahwa belum ke Makassar namanya, kalau belum menyantap Pallubasa Serigala. Dan dari sejumlah warung pallubasa yang ada di sana, beliau merekomendasikan Pallubasa Serigala.

Sesuai namanya, Pallubasa Serigala terletak di Jalan Serigala, Kota Makassar. Bukan terbuat dari daging Serigala yaa..hahaha.. Saya termasuk terlambat menyadari betapa enaknya kuliner pallubasa. Dulunya, bagi saya coto adalah segalanya. Sampai ketika berhari-hari melewati Jalan Serigala dan melihat betapa ramainya orang-orang makan di sana, saya pun penasaran. Datang di saat jam makan siang adalah sebuah kesalahan, pengunjungnya ramai bukan kepalang. Kita harus menunggu tepat di belakang mereka, jika ingin mendapatkan tempat untuk makan. Syukursyukur kalau mereka hanya menghabiskan seporsi, bagaimana kalau nambah? aih..siapsiap butuh waktu lagi untuk menunggu. Begitu pula saat kita duduk di sana, siapsiap untuk ditunggu orang lain di belakang. Oh ya, itu dulu..sekarang tempatnya sudah lebih luas.

Tidak ada banyak menu di sana. Teman-teman cukup memesan seporsi Pallubasa dan menentukan isiannya. Ada daging, pipi, kikil, dan lainnya. Jika ingin alas (topping telur ayam kampung mentah), sampaikan saja. Nantinya, seporsi pallubasa tersebut akan diberi pula topping kelapa sangrai yang akan menambah cita rasa Pallubasa itu sendiri. Selanjutnya, para pelayan akan menyajikan segelas minuman berupa teh botol yang sudah dituangkan ke dalam gelas, serta sepiring nasi putih.

makanan khas daerah makassar

Coto Makassar

Selanjutnya, kita masuk ke kuliner favorit semua wisatawan. Hahahaha.. apa lagi kalau bukan Coto Makassar. Satu hal yang menarik menurut saya adalah warung coto di Makassar itu selalu ramai, setiap harinya. Pengunjungnya sebagian besar adalah masyarakat Makassar sendiri. Jadi bisa dibilang, tak ada wisatawan pun, warung coto tetap saja ramai. Sepertinya, masyarakat di sana benar-benar mencintai makanan khas daerah. Singkatnya: memang pada doyan makan coto. Setiap orang tentu memiliki warung coto andalannya masing-masing. Saya pribadi, paling suka dengan Coto Nusantara, Coto Gagak, dan Coto Abdesir.

makanan khas daerah makassar

Saya menyukai Coto Nusantara karena ciri khas sambalnya yang unik, yaitu menggunakan sambal tauco. Tidak seperti sambal yang ada di warung coto lainnya. Sayangnya, warung Coto Nusantara cepat sekali tutupnya. Belum sampai sore, sudah harus tutup, karena stoknya habis. Jadi tidak mungkin untuk menyantap coto di malam hari saat ke sana. Selanjutnya, Coto Gagak, coto yang berada di Jalan Gagak. Saya suka karena warung ini adalah warung coto pertama yang saya datangi. Jadi dari sinilah saya pertama kali tahu yang namanya coto. Senangnya lagi, karena warung Coto Gagak buka 24 jam. Jam berapapun kalian membutuhkan asupan Coto Makassar, tinggal ke sini.

Yang terakhir yaitu Coto Abdesir, merupakan warung coto yang terletak di Jalan Abdullah Daeng Sirua (disingkat: Abdesir). Ciri khas coto ini adalah kuahnya berwarna putih, sehingga sering dijuluki Coto Kuah Putih. Kuahnya berwarna putih karena menggunakan air cucian beras. Rasanya tentu saja lezat. Saat sudah bosan menyantap Coto Makassar pada umumnya, saya akan mencari Coto Kuah Putih Abdesir sebagai selingan. Beruntung sekali saat ke Makassar, akhir tahun 2019 lalu, saya sempat mencicipinya kembali di acara Pucuk Coolinary Festival. Tanpa harus mendatangi lokasi warung cotonya di Jalan Abdullah Daeng Sirua sana.

makanan khas daerah makassar

Mie Titi Khas Makassar

Sajian mie kering ditambah potongan ayam, udang, sayuran, disiram dengan kuah kental, siapa yang tak suka? Itulah mie titi. Kuliner mie khas Makassar yang sangat lezat. Gak hanya bubur ayam yang punya tim diaduk dan gak diaduk. Mie Titi pun demikian, dimana saya masuk ke dalam tim gak diaduk. Saat mie titi disajikan, saya akan memberikan topping sambal, acar cabe rawit, serta bubuk merica, tanpa mengaduknya. Sensasi makan mie titi dengan cara tersebut memberikan cita rasa tersendiri.

Oh ya, Mie Titi ini mudah sekali ditemukan karena sudah membuka banyak cabang di beberapa jalan besar. Seperti di Jalan Boulevard, Jalan Irian, dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Porsi mie titi cukup besar, bagi pemula (orang yang pertama kali mencoba) rasanya seporsi itu bisa untuk disantap dua orang. Tapi kalau yang sudah biasa, seporsi yang cukup besar itu tidak jadi soal. Bisa dihabiskan dalam sekali duduk. Duh, nulis gini jadi kangen soalnya saat ke Makassar kemarin gak sempat makan Mie Titi.

makanan khas daerah makassar

Seafood Segar Makassar dengan Aneka Sambal

Salah satu kuliner yang sangat saya ingat dari Makassar yaitu makanan laut atau seafood. Seafood di sana terkenal segar, karena umumnya setiap rumah makan atau restoran memiliki kapal sendiri untuk menangkap ikan. Tidak heran jika kita akan selalu menyantap ikan, udang, kerang, pun kepiting yang lezat. Ada beberapa rumah makan seafood yang saya suka di sana, yakni: Seafood Paotere’, Lae-Lae, Tumbak Kayubangkoa, dan Seafood Apong. Setiap rumah makan tentunya memiliki ciri khas sajian masing-masing.

makanan khas daerah makassar

Makan seafood pastinya tidak lengkap tanpa sajian aneka sambal. Ya, setiap warung atau resto menyajikan sejumlah sambal sebagai teman menyantap ikan, otakotak, dan menu lainnya. Sambalnya pun beraneka ragam, seperti: sambal kacang, mangga muda, sambal tomat, dan masih banyak lagi.

Pisang Epe’ Lezat dengan Aneka Topping

Dari tadi ngomongin makanan berat terus nih, terus gimana dengan camilannya? Salah satu camilan khas Makassar yang cukup terkenal yaitu Pisang Epe’. Pisang Epe’ merupakan camilan yang terbuat dari pisang kepok yang masih mengkal atau belum matang, yang dibakar dan ditekan menggunakan alat khusus. Setelah itu, diberikan topping gula merah dan taburan kelapa parut. Itu dulu, sekarang topping Pisang Epe’ lebih bervariasi dan modern. Ada yang diberikan topping keju parut, susu kental manis, milo bubuk, dan yang lainnya. Banyak pilihan deh pokoknya.

Oh ya, camilan Pisang Epe’ ini bisa mudah kita temukan di sepanjang Pantai Losari. Demikian pula di jalan-jalan di sekitarnya. Penjualnya berjualan dengan menggunakan gerobak sederhana dilengkapi dengan sejumlah kursi dan meja berbahan plastik yang diletakkan di dekatnya. Kalau berkunjung ke Makassar, jangan sampai tidak mencoba camilan yang satu ini ya!

makanan khas daerah makassar

Sop Saudara Jalan Irian yang Bikin Kenyang

Banyak yang mengatakan, nama kuliner Makassar tuh unik-unik plus aneh-aneh (mungkin)? Gimana gak, ada yang namanya Pallubasa Serigala, Coto Gagak, dan Sop Saudara. Baca namanya saja sudah berasa aneh ya? Hahahah.. Makanya perlu dicoba langsung! Sop Saudara ini juga menjadi makanan khas daerah Makassar favorit saya. Hiyaa..hiya..favorit semua nih jadinya. Eh, sebenarnya sih Sop Saudara tuh kuliner yang berasal dari Pangkep, sebuah kabupaten yang terletak 50km dari Makassar. Sop Saudara, konon memiliki arti atau akronim dari Saya Orang Pangkep, Saudara. Disingkat Sop Saudara.

Terbuat dari daging dan jeroan sapi dengan kuah yang kaya akan rempah-rempah (lengkuas, daun jeruk purut, pala, serai, kayu manis, dan lainnya). Sop Saudara disajikan dengan mihun (mie putih) dan satu potong perkedel kentang. Aihh..hangat dan lezatnya bukan main!

Makanan Khas Daerah Makassar dan Keunikannya

Makanan khas daerah Makassar dikenal memiliki rasa yang pedas (kalau pakai sambal), kuat bumbunya (terutama rempahrempah), serta umumnya berpotensi bikin kolesterol naik. Wkwkwkw. Ya gimana, banyak yang mengandung jeroan sapi atau kerbau gitu. Satu keunikan lainnya yakni, apapun makanannya, gak bisa lepas dari yang namanya jeruk nipis. Yuhuu…jeruk nipis adalah jalan ninja saat kalian kulineran di Makassar. Orang Makassar memiliki kebiasaan menyantap apapun (terutama yang berkuah) dengan perasan jeruk nipis. Saya sampai penasaran, berapa banyak sih kebutuhan jeruk nipis di Makassar dalam sebulan, atau sehari? Pastinya banyak sekali.

Makanan Khas Daerah Makassar dan Cara Membuatnya

Bagi seseorang yang merindukan kuliner Makassar namun tidak menemukan penjual makanan tersebut di daerahnya. Maka solusinya adalah dengan membuatnya sendiri. Lantas bagaimana makanan khas daerah Makassar dan cara membuatnya? Tentu senang sekali jika mengetahui resep dan cara membuat sejumlah menu lezat di atas. Kapanpun ingin menyantapnya, tinggal buat sendiri. Tidak sulit untuk menemukan resep-resep kuliner Makassar, ada banyak sekali situs resep masakan yang menyajikan artikel-artikel terkait resep makanan sejumlah daerah, termasuk Makassar. Tinggal diakses, cari bahan-bahan yang dibutuhkan, lalu ikuti step by step yang tersedia di sana.

Itu tadi postingan saya tentang Makanan Khas Daerah Makassar yang Selalu Dirindukan. Teman-teman pernah ke Makassar juga? atau mungkin memang tinggal di sana? Makanan apa yang menjadi favorit kalian? Share yuk di kolom komentar~

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

54 Comments

  • Bambang Irwanto 7 September 2020 at 4:20 pm

    Astaga.. astaga… begitu membaca postingan ini, langsung ngeches saya Mbak Andy. Namanya saya lahir dan besar di Makassar sapai usia 22 tahun. Yang namakanya kuliner makassar tau dan pernah coba semua. Ini belum masuk aneka kuenya juga hahaha.

    Coto jalan Gagak itu langganan saya, Mbak. Sejak masih tenda, sampai sekarang sudah jualan di rumah bagus hehehe. Pallubasa Srigala, karena teman saya ada tinggal di jalan Singa. Jadi sekalian mampir. Terus jalan lupa kapurung juga.

    Kalau pisang epe, saya dulu punya langganan pisang epe sedap malam. Dulu itu pisang epe tidak pakai aneka toping. hanya gula merah saja, dan beberapa penjual pakai duren juga.

    Reply
  • Dian Restu Agustina 7 September 2020 at 4:26 pm

    Dan saya lapeeer lihatnya…duh
    Aku sudah pernah makan semua baik beli di rumah makan atau bikinan kakak saya. Iya salah satu kakak nikah sama orang Pinrang, jadi dia kalau mudik masak menu Makassar…enaknyaa! suka pallubasa dan pisang epe!

    Reply
    • Dian Restu Agustina 7 September 2020 at 6:03 pm

      Dan aku kadang bikin pisang epe, anak-anak suka lho..hihi
      Yang lainnya ga berani bikin sendiri , rasanya kurang nendang. Mending pesen di WAG komplek ada tetangga asli Makassar sering PO menu coto dan kawan-kawan. Sedaaap!

      Reply
  • lidia 7 September 2020 at 4:27 pm

    mb hampir seluruhnya sudah pernah saya coba semua dan ga ada yg ga enak, bukan bukan karena rasa makanan saya hanya 2 “enak” dan “enak sekali”, tapi memang menurut saya rasa masakan makassar cocok untuk lidah saya hehehe. saya paling suka palibassanya, aahh jd kangen juga udah lama ga ke makassar dines hihi semoga corona segera turun krn di sana kabarnya cukup tinggi ya mb.

    Reply
  • nurulrahma 7 September 2020 at 6:00 pm

    Aduhaaaii sambalnyaaaa menggoda iman banget.
    Perutku jad krucuuk krucukkk
    mupeengg buat main2 ke Makasar, demi makanan otentik iniiii

    Reply
  • Katerina 7 September 2020 at 6:20 pm

    Unik banget namanya, Pallubasa Serigala. Aku auto kebayang serigala mbak haha Dari penampakan dan isinya, mirip2 soto ya.

    Berkat postingan ini aku baru tahu ada kuliner yang mesti aku coba jika ke Makassar. Tfs ya mbak

    Reply
  • Emma 7 September 2020 at 7:35 pm

    Palubasa suka tapi yang lebih favorit aku tuh ya coto makassar di racik jeruk nipis ma sambal pedas hmm nikmat.

    Reply
  • nchie hanie 7 September 2020 at 8:24 pm

    Ahhh, coto makasar fav akuu sama pisang epe, jadi mau atulaah.
    Apalagi dinikmati selagi cuaca dingin , hmmm yummy
    Goseen siniii Andyy.

    Reply
  • Mia 7 September 2020 at 8:54 pm

    kuliner makasar yang pernah kuicip baru coto makassar. jadi pengen tau rasa menu yang lain.

    Reply
  • Yuni 7 September 2020 at 10:08 pm

    Saya belum pernah ke Makassar tapi suka banget sama coto Makassar, sop sodara, konro, es pisang ijo, es palu butung atau panada. Dulu waktu masih di Papua saya suka ke warung coto pangkep…tapi begitu pindah ke Bali biasanya suka ke warung Kaerebo…jadi pengen icip pallubasa…makanan ini belum saya temui di warung cotto Makassar….emang kuliner Makassar ini top banget ya mbak.

    Reply
  • Maria Soemitro 7 September 2020 at 10:58 pm

    pallubasa tuh mirip sayur rawon karena pakai kluwek ya?
    Saya baru nyadar kalo belum coba
    Yang lain sih udah karena kebetulan ada coto Makasar enakdi dekat kantor dpklts

    Reply
  • Sani 7 September 2020 at 11:03 pm

    Penasaran sama pallubasa hehe
    Pisang ijo dari Makasar bukan ya?
    Pastinya yg udah saya coba coto makasar, tupun makannya di Jakarta hehe
    Makasih infonya, moga bisa ksana someday huhu

    Reply
  • Aisyah Dian 7 September 2020 at 11:41 pm

    Mbak aku nih tinggal di balikpapan tapi menu-menu itu nggak asing banget. Malahan dalam 1 bulan bisa beberapa kali makan. Lebaran di rumah menunya coto makasar, padahal bapak jawa dan ibu banjarmasin wkwkwk . rasanya pengen ke makasar nyicip kuliner langsung kesana. Hehehehe semoga kesampaian ya

    Reply
  • Siti Nurjanah 8 September 2020 at 2:29 am

    Oh..kirain mba Andy itu asli Lombok. Ternyata pernah menetap di Makassar.
    Iya sih, kulinernya mantap dengan aneka ragam dan rasanya, Aku baru coba beberapa aja. Semoga di lain kesempatan bisa menikmati hidangan lezat itu di tempat asalnya πŸ™‚

    Reply
  • Febrianty 8 September 2020 at 3:27 am

    Oia selain makanan di Makasar juga destinasi wisatanya keren kog ya mbak, semoga kapan-kapan bisa keturutan menginjakkan kaki di sana langsung ya sambil nyobain coto Makassar nya langsung.

    Wah bisa dicoba juga tuh pallubasa nya mbak, namanya emang serem ehh ga tahunya itu nama jalan yg ditempelin di makanannya ya wkwkkw.

    Reply
  • Icha Marina Elliza 8 September 2020 at 10:43 am

    Wkwkwk untung saya baca artikel ini sudah sarapan pagi. Kalo gak, gak akan terkendali nih liur kak Andy..
    Hihi.
    Ternyata banyak yang lezat di Makassar. Saya paling sering cuma menikmati Coto Makassar aja kak. Soalnya di Medan sudah sering yang jual. Menu lain belum familiar di sini kak.

    Reply
  • Novianti Islahiah 8 September 2020 at 10:46 am

    Saya baru coba konro, cotto, pisang eppe, pallu butung, es pisang ijo, mie titi, kappurung dan beberapa kue. Ke sana kalau mudik ke kampung halaman suami. Awalnya saya yang lidah sunda merasa asing dengan masakan Makassar yang pasti ada kelapa, kacang dan manis. Cuma saya suka banget konro πŸ™‚

    Reply
  • Sumiyati Sapriasih 8 September 2020 at 11:14 am

    hm … sop conro favorite aku sekeluarga, dagingnya itu loh … bikin endess dimakannya, tapi ya harus ingat kolesterol juga sih kalau makan sop conro

    Reply
  • Irpan 8 September 2020 at 12:44 pm

    Baca bagian Pallubasa dan melihat fotonya, jadi ngiler ^_^. Kebayang kenyal-kenyal-nya.

    Reply
  • Jihan 8 September 2020 at 1:30 pm

    duh kayaknyaa enak semuaa itu. Pisang epe, coto makassar, pallu bassa aku belum pernah nyoba semua hihi. Di sini ada sih yang jual coto makassar cuman ggaa berani cobain enak ga yah

    Reply
  • Wahyu Widyaningrum 8 September 2020 at 2:16 pm

    Kepo sama pallubasa serigala, hihihi. Ya ampun namanya emejing banget sih kak. Belum pernah ke Makassar jadi benar-benar kulineran san anggak begitu paham. Lihat foto-fotonya menggiurkan banget ya kak

    Reply
  • herva yulyanti 8 September 2020 at 3:21 pm

    Duh aku belum pernah ngerasain makanan khas Makasar nih mba wkwk enak-enak yah dari Pallu Basa sampe pisang epe semoga next bisa cicipin langsung ke Makasar

    Reply
  • nurulrahma 8 September 2020 at 8:30 pm

    Pengin coba Pallubassa serigala

    Di Sby, ada sih beberapa resto Makasar.
    Pan kapan daku mau jajal ahhh

    Reply
  • Nurul Fitri Fatkhani 8 September 2020 at 8:59 pm

    Pertama baca tulisan Pallubasa Serigala, yang ada dipikiran saya adalah makanan yang berasal dari daging serigala hihihi…
    ternyata nama jalannya Serigala ya..
    Dari sekian banyak makanan khas makassar ini, belum pernah saya mencicipinya satu pun, hiks…jadi penasaran

    Reply
    • Nurul Fitri Fatkhani 9 September 2020 at 11:29 pm

      Penasaran dengan coto makasar, ingin tahu dengan kelezatan makanan khas Makassar tersebut

      Reply
  • Mbak Avy 8 September 2020 at 10:35 pm

    wah belum semua nyoba nih
    ternyata kuliner makasar banyak ragamnya juga ya
    yg saya tahu coto makassar dan palu butung pisang ijo
    referensi suatu saat kalau ke makasar nih

    Reply
  • Mugniar 8 September 2020 at 11:12 pm

    Lebih paham tempat makanan enak di Makassar nih Mama Rani ketimbang saya wkwkwk.

    Reply
  • demia 9 September 2020 at 12:11 am

    waaa jadi pengen coto makassar juga deh aku abis liat ini hihihi, belum pernah makan coto makassar tapi udah nggak asing lagi di pendengaran heheh

    Reply
  • Fanny_dcatqueen 9 September 2020 at 1:10 am

    Hastagaaaah kenapa aku nekad baca ini jam 00.06 huahahahaha. Dan lgs kriuk2 lapeeeeeer.

    Makasar itu ga bakal aku lupain. Baru sekali kesana Ama kantor, dan makanannya sumpaaaah bikin cintaaaaaak bangetttt mba. Menu di atas smua aku udh coba kecualiii palubasa. Eh tapi palubasa itu bisa diminta tanpa telur yaaa? Krn aku ga bisa makan telur mentah, pasti muntah :(. Kalo EMG bisa request tanpa telur, aku mau makannya.

    Duuuh nth kapan bisa kesana lagi :(. Tapi untungnya di JKT ada banyaaak resto Makasar yg enak2. Jd kalo udh kangen banget, biasanya aku ke tempat langgananku mba :D. Lumayanlaaah rasanya agak mirip, walo menurutku ga sepedes yg di Makasar sana.

    Eh tapi memang jeruk nipis itu penambah sedap masakan sih :D.

    Reply
  • Fenni Bungsu 9 September 2020 at 6:33 am

    Ingin coba Pisang epe. Soalnya belum pernah pakai toping dengan gula merah dan kelapa parut. Pernahnya dibarengin kelapa parut dan durian

    Reply
  • Yurmawita 9 September 2020 at 8:09 am

    Makassar memang juara banget ya kulinernya sama seperti Padang, eh itu setiap menu yang berkuah selalu ada potongan kering sak piring mba?

    Reply
  • Fionaz 9 September 2020 at 8:27 am

    Belum pernah coba makanan Makassar satupun mbak, tapi dilihat dari menunya kayaknya enak semua.. kapan ya bisa ke Makassar dan mencicipi langsung semua makanan tadi

    Reply
  • Deny Irwanto 9 September 2020 at 9:04 am

    kok saya lihat sotonya beda banget dgn yg ada di jawa ya mb? warnanya kuahnya itu lho, kayak disiram susu. benarkah? he

    Reply
  • Lidya 9 September 2020 at 10:08 am

    Salah waktu aku nih bw nya lagi lapar pagi=pagi ke postingan makanan πŸ™‚
    Aku sukaaaa makanan Makassar cocok di lidah aku yang gak suka masakan manis. Jadi kapan mau ditraktir? πŸ™‚

    Reply
  • Ida Tahmidah 9 September 2020 at 10:21 am

    Wah aku baru tahu coto makasar aja nih, unik unik dan menarik ya makanan Makasar nih…

    Reply
  • Emanuella Christianti 9 September 2020 at 12:23 pm

    Jadi penasaran sama Pallubassa Serigala ni, namanya intimidating banget hihihi…. Kalau menu makanan makassar yang ada telur ikannya bulat bulat oranye segar, itu apakah namanya Kak? Pernah makan, lalu saya lupa namanya….

    Reply
  • Uniek Kaswarganti 9 September 2020 at 12:41 pm

    Aku tuh suka sekali dengan cita rasa coto, tapi ga suka kalau isiannya jerohan hehehe… di Semarang ada penjual khas makanan ini, beberapa kali makan coto di sana. Rekues isiannya daging aja juga bisa. πŸ™‚

    Reply
  • April Hamsa | Parenting Blogger keluargahamsa.com 9 September 2020 at 12:58 pm

    Aku belum pernah nyicip makanan Makassar sekalipun haha. Tapi suamiku dulu pernah dinas di sana, pulang2 ke Jawa jd ndut. Gmn tidak makanannya daging semua dan harganya lumayan terjangkau.
    Semoga kelak bisa ke Makassar. Kebetulan nenek tiri suamiku rumahnya di sana dan kami blm sempat mengunjungi beliau πŸ™

    Reply
  • Monica Anggen 9 September 2020 at 1:05 pm

    Yang kuingat dari Makassar ya Pantai Losari dan makanan lautnya yang enak banget. Tapi udah lama sih aku ke makasarnya, jadi kangen suatu hari bisa ke sana lagi

    Reply
  • Rach Alida 9 September 2020 at 1:20 pm

    Akhir tahun ke Makassar belum sempat incip pallubasa dan mie titi. Next mau jadi rekomendasi kuliner ah kalau berkunjung

    Reply
    • Rach Alida 9 September 2020 at 6:14 pm

      Soalnya makanan makanan di Makassar tuh terkenal enak enak. Makan disana bakalan nambah karna rasanya juga khas ya

      Reply
  • lendyagasshi 9 September 2020 at 1:57 pm

    Makanan khas setiap daerah di Indonesia ini unik-unik sekali yaa..
    Tapi karena di Makassar gak punya saudara, jadi jarang sekali mencicipi makanan khas Makassar.

    Reply
    • lendyagasshi 10 September 2020 at 12:41 am

      Lucu singkatan Soto Abdesir.
      Memang gak ada cabang lain yaa, kak?
      Asiiknya kuliner khas Makassar.

      Reply
  • Nurhilmiyah 9 September 2020 at 2:09 pm

    Saya paling seneng sama Coto Makassar, wah… endul banged… eh Abdesir itu ada singkatannya yak, Abdullah Daeng Sirua. Nama jalan ternyata, hehe… trus SOP Saudara, Saya Orang Pangkep, Saudara.

    Reply
  • Selvijua 9 September 2020 at 2:55 pm

    Langsung lapar melihat foto2 menu makanan, dan langsung tertujua pada coto makassar, karna yang aku sering tau ya itu aja. Dan jadi lebih mengenal masakan khas makassar lainnya. Namanya unik2 juga ya. Siapa tau bisa sampai ke makassar bisa kulineran.

    Reply
  • Sabda Awal 9 September 2020 at 4:01 pm

    kenapa bikin deskripsi makanan bikin saya nelen ludah sendiri mbak, hahaha,,, jadi kebayang gimana kelezatan makan2an ini… sejauh ini yang pernah saya makan coto -nya aja, itu pun ga di makassar, tapi di Medan, memang enak

    Reply
  • Erin 9 September 2020 at 5:10 pm

    Penasaran dengan rasa Palubasa Srigala dan coto makasar. Kalau sop sodara memang unik mba,tapi di Cikarang ada sop janda. Hehe…
    Kapan ya bisa makan makanan khas Makasar.

    Reply
  • Kang Alee 9 September 2020 at 5:29 pm

    Hadoooh, ini sih judulnya bikin nyidan senyidam-nyidamnya ya Allah. Terakhir makan pisang eppe mungkin 3 apa 4 tahun lalu. Padahal paling suka dah.

    Reply
  • Caroline Adenan 9 September 2020 at 6:55 pm

    Makanan Makassar terkenal dgn rasa rempahnya ya. Aku cuma pernah makan Coto Makassar, dan itu ternyata enaak yaaa. Kalo Palubassa aku lupa rasanya πŸ˜€
    Kapan2 pengen ke Makassar langsung deeh kalo ada rejeki πŸ™‚

    Reply
  • Niken Nawang Sari 9 September 2020 at 9:00 pm

    Waaa aku belum pernah coba Pallubasa Srigala. Selama ini taunya Coto Makassar karena deket kampus dulu ada warung Makassar. Tapi habis baca artikel ini jadi pengen cobain kuliner Makassar lainnya seperti Pallubasa Srigala.

    Reply
  • Susanto 10 September 2020 at 12:13 am

    Waduh, tengah malam gini baca postingannya bikin ngiler. Walau belum pernah ke Makassar tapi Coto Makassar ud sering nempel ditelinga. Aku baru tahu ada makanan namanya Pallubasa Serigala, asli pengen banget nyobainnya. Andai di Medan ada yang jual Pallubasa..

    Reply
  • BayuFitri 10 September 2020 at 2:04 pm

    fave sy coto makasar, pisang ijo dan sop sodara.. enak bngt itu mknannya..ga bisa berhenti ngunyah.hehe

    Reply
  • liza 12 September 2020 at 6:17 pm

    iya benar, aku tahunya cuma coto makassar, kalau pallubasa serigala ga pernah dengar sama sekali. namanya unik banget ya mbak ada serigalanya. itu sejarah penamaan namanya gimana ya?

    Reply
  • Sugi Siswiyanti 13 September 2020 at 2:09 am

    Saya kenal kuliner Makassar waktu tinggal di Ternate. Mulai dari coto, mi titi, buras, sampai pisang epek. Semua saya doyaan. hahaha…Dulu semasa di Ternate malah sering bikin coto sendiri. Saya suka banget kuahnya yg terbuat dari kacang yang dihaluskan. Duh, nikmaat banget. hiks..jadi kangen coto makasar dan buras. Susah ketemu dua menu itu di Bandung..

    Reply

Leave a Comment