Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

Standar: Perhatian Datang Dari Mana Saja

Posted on 22 December 201524 December 2015 By andyhardiyanti

standar

Pernah berpikir tidak kalau para pengendara motor (bahkan mobil maupun pejalan kaki sekalipun) bisa tiba-tiba punya ikatan batin yang kuat. Tidak peduli seberapa mahal motor yang dikendarainya hingga siapa orang yang sedang mengendarai motor tersebut. Ya, standar motor menjadi titik pertemuan itu semua. Satu hal sederhana yang menyebabkan setidaknya seorang pengendara motor bisa terhindar dari kecelakaan pun hal sederhana yang membuat seseorang pengendara lain merasa terjalin ikatan batin di sana usai berteriak singkat: standarnya mas!

Standar motor. Sebuah bagian dari kendaraan motor yang digunakan ketika motor diparkir/tidak dikendarai. Si standar ini akan diturunkan dan menyentuh tanah ketika ia berfungsi sebagaimana mestinya. Dan ketika motor akan kembali dijalankan, maka tentu saja seharusnya si standar harus dinaikkan kembali. Ya, seharusnya. Tapi inilah satu hal yang tetap saja sering kita lupa. Satu hal kecil yang mungkin hampir sebagian dari kita sudah mengalaminya. Lupa menaikkan atau mengembalikan posisi standar motor ketika akan melanjutkan perjalanan.

Entah bagaimana meskipun kita selalu coba ingat, tapi tetap saja sekali dua kali selalu lupa untuk mengembalikan posisinya. Alhasil, bergeraklah kendaraan roda dua tersebut dengan standarnya yang masih mengarah ke bawah yang tentu saja sangat membahayakan nyawa si pengendara.Β  Dan entah mengapa pula, selalu ada perhatian yang datang dari mana saja. Yang syukurnya seringkali datang sebelum motor ini memiringkan posisinya, yang jelas adalah posisi berbahaya dengan standar yang belum dinaikkan tadi. Nah, ini kalian yang butuh perhatian mungkin perlu banyak belajar dari si standar motor #eh. Ya gimana, soalnya banyak yang perhatiin gitu…

Apa yang teman-teman rasakan ketika ada pengendara lain yang menegur atau mengingatkan kita untuk mengembalikan posisi standar? Lega tentu saja. Kadang pula menyalahkan diri sendiri yang kok tetap saja lupa. Dan yang terakhir tentu rasa hutang budi pun terima kasih tak terkira pada mereka yang telah berlalu entah kemana. Wajar saja, toh mereka mengingatkan selagi tetap pada posisi menjalankan kendaraannya sendiri. Mungkin rasa-rasa seperti ini yang kemudian menjadikan kita tidak bisa diam ketika melihat kondisi yang sama, yang terjadi pada motor-motor lain dengan si pengendara yang juga tidak kita kenal. Kondisi hutang budi atau mungkin kondisi karena adanya ikatan batin sesama pengendara motor. Apapun jenisnya motornya, mahal atau tidaknya, bahkan siapa sih pengendaranya.

Mas, standarnya mas! Teriak kita setiap kali mendapati kondisi tersebut. Kadang perlu teriak lebih dari sekali atau sekadar mencoba lebih dekat dengan si pengendara agar apa yang kita ucapkan lebih mudah ia dengar. Setelah itu, setelah si pengendara tadi mendengar dan mengucap terima kasih, apa yang kemudian kita rasa? Ah, perhatian akan posisi si standar motor itu memang bisa datang dari mana saja. Baik kita yang diperhatikan maupun kita yang perhatian pada pengendara motor yang lain. Tentu saja ada rasa senang ketika kita berhasil mengingatkan si pengendara untuk menaikkan posisi standar motornya.

Bahkan tulisan ini pun bersumber dari pengalaman saya yang sudah dihadapkan pada dua kondisi di atas. Sebagai yang diingatkan pun yang mengingatkan. Ada hal penting yang bisa saya simpulkan dari perilaku spontan para pengendara ini. Siapapun kamu, motor apapun yang kamu kendarai, dari manapun kamu berasal tetap saja kewajiban tidak tertulis itu berlaku untuk mengingatkan si pengendara ketika posisi standar motor tidak pada tempatnya. Kewajiban, sebab sesama pengendara ada ikatan batin yang kuat untuk saling menjaga πŸ˜‰

Saya menuliskannya, agar suatu saat ketika saya sudah siap mengendarai motor sendiri saya selalu ingat kewajiban tidak tertulis tadi πŸ˜€

Uncategorized kendaraanmotorstandar motor

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Uncategorized

Waktu yang Tepat Untuk Jual Beli Rumah

Posted on 5 August 20155 August 2015

Untuk melakukan jual beli rumah memang memerlukan perencanaan yang matang. Anda tentu memerlukan strategi yang tepat agar Anda mendapat keuntungan dalam proses jual beli rumah. Dalam proses jual beli rumah, sebagai penjual, Anda tidak mau properti yang Anda pasarkan terlalu lama diiklankan, sedangkan sebagai pembeli, Anda pasti tidak ingin mendapatkan…

Read More
Uncategorized

The Power of Power Bank

Posted on 12 December 201513 December 2015

Power Bank. Beberapa waktu yang lalu saya sering heran sama benda yang satu ini. Apalagi kalau sudah lihat teman-teman pengguna smartphone yang heboh menggunakannya. Dalam benak saya selalu terpikir memangnya perlu amat ya punya powerbank gini? Satu tahun dua tahun, saya masih bertahan. Disaat orang-orang sibuk menyelamatkan batere ponsel yang…

Read More

Fenomena Pengendara Motor di Bawah Umur

Posted on 8 December 20112 October 2016

Lahan parkiran milik salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di kota Makassar ini tak pernah terlihat sepi. Kebetulan sekolah tersebut letaknya berhadapan dengan bangunan sekolah saya. Jadi, mau tidak mau pemandangan seperti itulah yang setiap hari saya dapatkan sewaktu masih duduk di bangku SMA. Kendaraan bermotor yang berupa mobil memang…

Read More

Comments (11)

  1. Alris says:
    25 December 2015 at 3:16 am

    Kelupaan hal kecil macam ini, -mengembalikan standar ke posisi semula- bisa berakibat fatal. Saya dulu beberapa kali mengalami hal ini. Beruntung gak ada kejadian fatal.

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      25 December 2015 at 1:11 pm

      Iya mas, dulu saya pernah bertanya sama suami. Memangnya kenapa kalau standar tidak dikembalikan ke posisi semula. Rupanya bahaya kalau pas belok gitu ya mas, bisa nyangkut atau gimana gitu..

      Reply
  2. f.nugroho says:
    25 December 2015 at 12:34 pm

    sering sih mengingatkan dan diingatkan. kalo pas bisa mengingatkan rasanya seneng bisa “berbagi”. tapi kalo pas diingatkan, rasanya konyol. hehe

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      25 December 2015 at 1:09 pm

      Betul banget itu mas πŸ˜€ Dan konyolnya lagi, tetap aja besok-besoknya lupa kembalikan posisi standar. Hadeehh konyolnya gak ketulungan.

      Reply
  3. Elisa says:
    25 December 2015 at 5:24 pm

    Kadang ada rasa puas tersendiri ketika saya berhasil mengingatkan pengendara motor lain yang lupa standarnya belum dinaikkan. Seneng aja, karna nggak sampai terjadi hal tak diinginkan.

    Reply
  4. Aireni Biroe says:
    25 December 2015 at 8:10 pm

    Sampek sekarang saya masih jadi pembonceng setia mbak *alias gak bisa sepeda motoran* hehe, jadi palingan pernah mengingatkan pengendara yang lupa standarnya itu yaa yang bonceng saya, itupun sebelum motor dijalankan πŸ˜€

    Reply
  5. Lidya says:
    27 December 2015 at 2:14 am

    Memberikan perhatian buat orang lain berpahala juga mencegah terjadi sesuatu ya mbak. AKu juga suk alupa kalau naik mnotor angkat standar, kebiasaan motor yang satunya mesin gak bisa menyala kalau standardnya masih dibawah

    Reply
  6. Ila Rizky says:
    22 January 2016 at 1:12 am

    iya, pernah liat juga ada yang lupa benerin standar πŸ˜€ tapi kalau matic pasti udah dinaikin, soalnya pakai sistem otomatis πŸ˜€

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      22 January 2016 at 5:24 am

      Oh iya ya, tapi kayaknya kalau motor matic yang keluaran awal-awal belum otomatis deh. Kalau otomatis mah enak ya mbak, motornya gak bisa hidup kalau standarnya belum dinaikin πŸ˜‰

      Reply
  7. Egi says:
    6 February 2016 at 12:32 pm

    Saya pernah kejadian jga, lupa naikkin standar jengkelnya padahal ada aja tuh orang disamping gk ngingatkan malah kaya sinis gitu ngeliatnya.

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      7 February 2016 at 4:12 pm

      Yah..kok malah sinis ya? Padahal besok-besok bisa saja kejadiannya menimpa dia πŸ™

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • Pantai Pasir Putih di Lombok, Berikut 5 Pilihannya on Menemukan Tenteram di Pantai Sire Lombok Utara
  • Pantai Pasir Putih di Lombok, Berikut 5 Pilihannya on Pantai Selong Belanak yang Menang Banyak
  • Transit Semalam di HARRIS Hotel Gubeng Surabaya on Transit Semalam di D’Carol Hotel Surabaya
  • Kursus Canva Masterclass Magelang on Perempuan Beruntung itu Bernama Ju Kyung
  • lendyagassi on Say Healthy Lombok: Nongkrong Sehat dengan Jus dan Salad

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes