Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

[Resensi Buku] Seberapa Berani Anda Membela Islam?

Posted on 30 November 20163 December 2016 By andyhardiyanti

buku

[Resensi Buku] Seberapa Berani Anda Membela Islam? Sebuah buku dengan sampul berwarna dominan cokelat itu tiba di rumah. Beberapa hari sejak kedatangannya di tanggal 5 November 2016, buku tersebut belum juga mulai saya baca. Mungkin kesan pertama kita akan sama: pembahasan dalam buku ini terlalu berat. Dari judulnya saja sudah demikian. Tapi seperti biasa, don’t judge the book by its cover. Maka mulailah saya membaca bagian belakangnya sekadar ingin tahu apa yang menjadi pembahasan dalam buku karya Na’im Yusuf itu, yang rupanya berlanjut pada ketertarikan saya membaca lebih lanjut bab demi bab di dalamnya.

Sebuah Persembahan yang Tepat Sasaran

Tepat di bagian awal, terdapat sebuah halaman yang memuat kalimat persembahan. Kalimat-kalimat yang tercantum pada halaman persembahan tersebut kurang lebih berbunyi seperti ini:

Kepada mereka yang tenggelam di dalam kesombongan dan keangkuhan, semoga mereka bangun dan bergerak… Kepada mereka yang mengumandangkan kebebasan di segala penjuru bumi dan langit… Kepada mereka yang enggan hidup kecuali hidup bebas dengan menengadahkan kepala mereka ke langit kemuliaan… Kepada mereka yang memegang teguh akidah meskipun mereka mendapatkan kepahitan hidup… Kepada mereka yang hatinya bergetar karena iman dan menjadikan para ksatria yang tidak mau hidup terhina… Kepada mereka semua, aku persembahkan buku ini…

Ya, kalimat-kalimat di dalam halaman persembahan itu rasanya benar-benar tepat sasaran. Tepat sekali ‘menyinggung’ hati yang entah ke mana selama ini. Ah apakah saya sudah berpegang teguh pada akidah meski mendapatkan kepahitan hidup? Dihadapkan pada masalah sepele saja rasanya sudah lelah pada semua ujian hidup, bukannya lebih mendekatkan diri pada Allah. Itu baru satu contoh kecil, belum yang lainnya. Di halaman persembahan saja, saya sudah ‘ditampar’ oleh buku ini.

Kerinduan akan Sosok Muslim Pemberani

Seperti yang disebutkan oleh ulama Al-Azhar Asy-Syarif, Kairo, Mesir bernama Fu’ad Al-Hajrasi, seseorang yang memberikan kata pengantar pada buku ini, bahwa buku berjudul Seberapa Berani Anda Membela Islam? telah memberikan dampak positif pada dirinya. Usai membacanya, ia menjadi sosok yang pemberani. Disebutkannya bahwa mungkin benar kita telah lama mencari sosok seorang laki-laki yang akan membuat kita berkata, “Dia itu lelaki yang mempunyai prinsip, baik dalam keilmuan, manajemen kerja, juga dalam setiap jalan yang sesuai dengan pengalaman seorang pemberani.”

Ya, menurut beliau buku setebal 274 halaman ini memiliki judul yang menarik karena kandungan makna dan urgensinya. Dimana pada akhirnya di tengah beragam tugas dan kesibukan kita, saat kita mencari sosok muslim pemberani maka tidak heran jika kita akan mengatakan bahwa ternyata para pemberani tidaklah banyak. Ada kerinduan akan hadirnya sosok muslim pemberani itu sendiri.

13 Karakter Pemberani

Lalu seperti apa sosok muslim pemberani tersebut? Dalam buku ini disebutkan bahwa ada 13 karakter seorang muslim pemberani. Adapun 13 karakter pemberani yang dimaksud yaitu:

  1. Mencintai Masjid
  2. Menyeru ke Jalan Allah
  3. Bersungguh-sungguh dan Tanggap
  4. Bersikap Aktif dan Bertanggung Jawab
  5. Bercita-cita yang Tinggi
  6. Mulia dan Terhormat
  7. Berani di atas Kebenaran
  8. Berani
  9. Berjihad dan Berkorban
  10. Teguh di atas Kebenaran
  11. Sabar dan Membiasakan Diri
  12. Memenuhi Janji dan Jujur Pada Allah
  13. Tidak Mudah Putus Asa dan Pesimis

Seperti yang dikatakan oleh Dr. Yusuf Qardhawi bahwa “Sikap pemberani adalah kekuatan jiwa. Pemiliknya dapat mengemban perkara-perkara yang mulia dan menjauh dari hal-hal hina. Kekuatan yang menjadikannya besar meskipun dia kecil, kaya dalam kemiskinannya, dan kuat dalam kelemahannya. Kekuatan yang menjadikannya memberi sebelum menerima, melaksanakan kewajiban sebelum meminta hak: kewajiban terhadap Tuhannya, diri, dan agamanya. Tidak akan berkembang sikap pemberani yang masih kosong dan mendidik para ksatria yang saleh, kecuali dalam naungan akidah yang kuat dan kemuliaan yang kukuh.”

Dari penjelasan di atas terlihat bahwa ketigabelas karakter tersebut mutlak dimiliki oleh para muslim pemberani. Sedihnya, justru pada karakter pertama kita masih lemah. Apa kabar masjid? Sudahkah shaf-shafnya terisi semua? Ah, buku ini sedianya memang membuat kita akan banyak “tersentil”. Semoga “sentilan” tersebut membuat para pembacanya menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi sosok-sosok muslim pemberani yang dirindukan.

Tentang Buku Seberapa Berani Anda Membela Islam?

Judul Buku    : Seberapa Berani Anda Membela Islam?
Penulis           : Na’im Yusuf
Tebal              : 274 halaman
Cetakan         : Pertama, Mei 2016
Penerbit        : Maghfirah Pustaka, Jakarta Timur

Review resensi bukureview buku

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Review

The Journey of Senggigi, Acara Tahun Baru ala Kila Senggigi Beach Lombok

Posted on 1 January 20173 January 2017

The Journey of Senggigi, Acara Tahun Baru ala Kila Senggigi Beach Lombok. Tanggal 31 Desember 2016 kemarin teman-teman pada ke mana? Biasanya nih kebanyakan dari kita bakal menyambut malam pergantian tahun dengan berbagai acara. Mulai dari sekadar bakar-bakar ikan di halaman rumah, sampai dengan makan malam di luar bersama keluarga….

Read More
Review

Remylk, Susu Almond Lezat Kaya Manfaat

Posted on 29 December 2017

Remylk, Susu Almond Lezat Kaya Manfaat. Belakangan ini saya lagi doyan sama satu jenis minuman, namanya susu almond. Saya yang emang suka mencoba makanan/minuman baru langsung berasa ‘klik’ pas pertama kali minum remylk. Sebuah merk susu almond yang ada di Mataram, Lombok. Pertama kali tahu lewat postingan instagram seorang teman,…

Read More
Review suasana wani kopi

Berani Ngopi di Wani Kopi Balikpapan

Posted on 28 February 20261 March 2026

Tempat ngopi di Balikpapan yang masih buka hingga tengah malam itu di mana? yang kopinya enak, ada WiFi-nya, tempatnya nyaman dipakai kerja, ada ruangan ber-AC, eh bentar…ini cari tempat ngopi atau apa? Lebih tepatnya, ini adalah cerita tentang bagaimana saya dan suami sampai di sebuah kafe bernama Wani Kopi. Kafe…

Read More

Comment

  1. Alris says:
    1 December 2016 at 11:30 am

    Saya pikir semua orang Berani memang atas kebenaran. Siapa yang berani karena keras kepala saja diragukan kemurnian keberaniannya.
    Buku yang perlu dimiliki.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • Naik Bus dari Mataram ke Dompu on Naik KMP Garda Maritim 1 dari Kayangan ke Poto Tano
  • Potret Bukit Malimbu Lombok di Pagi Hari on Sunset Cantik di Pantai Klui
  • Pantai Pasir Putih di Lombok, Berikut 5 Pilihannya on Menemukan Tenteram di Pantai Sire Lombok Utara
  • Pantai Pasir Putih di Lombok, Berikut 5 Pilihannya on Pantai Selong Belanak yang Menang Banyak
  • Transit Semalam di HARRIS Hotel Gubeng Surabaya on Transit Semalam di D’Carol Hotel Surabaya

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes