Berani Ngopi di Wani Kopi Balikpapan

suasana wani kopi

Tempat ngopi di Balikpapan yang masih buka hingga tengah malam itu di mana? yang kopinya enak, ada WiFi-nya, tempatnya nyaman dipakai kerja, ada ruangan ber-AC, eh bentar…ini cari tempat ngopi atau apa? Lebih tepatnya, ini adalah cerita tentang bagaimana saya dan suami sampai di sebuah kafe bernama Wani Kopi. Kafe dengan dominasi warna cokelat ini yang akhirnya menjadi tempat kami menyelesaikan tugas yang sudah mepet deadline malam itu, di malam takbiran tahun 2025 lalu.

Usai momen kumpul keluarga dan mempersiapkan segala sesuatunya, anak-anak masih sibuk dengan sepupunya, rumah kakak jadi ramai luar biasa. Epicnya, ada yang harus kami selesaikan malam itu, meski ada WiFi, tentu tidak bisa dikerjakan di rumah. Sekitar pukul 10 malam, kami motoran berbekal informasi dari google maps, dengan satu misi: mencari kafe terdekat yang masih buka di jam tersebut.

interior wani kopi

Mencari Tempat Ngopi di Balikpapan

Entah berapa banyak kafe kami datangi dan semuanya sama: tutup. Saya masih saja mengeksplor peta digital itu, yakin bahwa masih ada yang buka. Mata saya kemudian semakin fokus ketika menemukan satu titik tempat yang infonya buka hingga pukul 00.00, wow! Terlebih lagi lokasinya tidak begitu jauh, masih di daerah Sepinggan. Kami pun meluncur ke sana, hingar bingar takbir di sepanjang jalan membuat bibir ini pun turut mengumandangkan takbir di malam lebaran. Apalagi ketika gemerlap lampu dari menara utama Balikpapan Islamic Center telihat megah, suara takbir pun terdengar dari jalanan yang kami lintasi yang cukup dekat dari masjid besar tersebut. Dalam hati sempat terpikir: siapa pula yang mencari tempat ngopi di momen seperti ini selain kami? Hahaha. Ada-ada saja.

wani kopi regency

Wani Kopi Regency

Akhirnya kami sampai di tempat yang ditunjukkan google maps, tepatnya di Jl. Syarifuddin Yoes No.10a, Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur (lengkap yaa…). Orang-orang akrab menyebut tempat ini dengan nama Wani Kopi Regency. Dari depan sudah terlihat sebuah tulisan berukuran besar dengan lampu yang menyala sangat terang, bertuliskan: WANI KOPI TERBAIK. Kafe dengan dominasi warna cokelat tersebut menyediakan area outdoor dan indoor, di mana area outdoor berukuran lebih luas dengan ketersediaan kursi dan meja yang jauh lebih banyak. Melihat suasana kafe yang sepi, lagi-lagi terpikir, siapa pula yang datang ke kafe di malam lebaran begini? jam segini? Kami segera masuk, mencari tempat duduk, kemudian kembali berdiri di depan etalase dessert dan meja tempat memesan. Tak perlu melihat menu, pak suami langsung memesan segelas americano. Saya? tetap saja sibuk melihat-lihat menu, walau endingnya ya: cafe latte atau cappuccino.

Alhamdulillah, kami dapat tempat duduk yang nyaman di salah satu sisi di bagian indoor. Ada colokan, sinyal internet yang stabil, dan pastinya posisi duduk yang pas untuk dipakai bekerja dengan laptop. AC di dalam ruangan tersebut berfungsi dengan baik, cukup dingin. Awalnya hanya kami customer di ruangan itu, eh tidak lama, pengunjung lain berdatangan. Ada sekelompok anak muda (sepertinya mau mabar) yang kemudian pindah duduk di luar, ada pula beberapa orang yang terlihat serius ngobrol urusan pekerjaan, politik, atau apalah itu. Saya tidak mendengarnya, sekadar tahu saja bahwa rupanya mereka yang ngopi di jam segini di Wani Kopi, ya ramai juga.

menu wani kopi

Tempat Ngopi dengan Aneka Pilihan Menu

Coba baca kembali judul postingan blog di atas. Berani Ngopi di Wani Kopi Balikpapan. Eh kok berani? Sebelum memulai draft tulisan, saya sempat mencari tahu tentang tempat ini, pun menghubungi nomor kontak admin yang tertera di media sosial. Dari sana kemudian saya tahu bahwa kata Wani di sini berasal dari bahasa Jawa, yang berarti berani. Mengutip dari CNN Indonesia, di mana Jo Ade dan William Wijaya- yang merupakan pendiri Wani Kopi memberi nama tersebut sebagai perwujudan bahwa kita harus berani memulai bisnis. Bagaimana bisnis kopi yang berdiri di tahun 2018 ini dimulai dengan dua karyawan, kini telah mempekerjakan puluhan karyawan pada total 3 titik di Balikpapan. Wani Kopi Regency, Sudirman, dan Gunung Sari.

Lewat tulisan ini, sembari kembali ke memori setahun yang lalu. Saya pikir, kata berani tersebut pun selaras dengan situasi kami di malam itu. Bagaimana kami memberanikan diri mencoba datang ke tempat baru, ngopi di tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya, ya lagipula mana bisa kami menemukan Maktal Coffee Bar di sini? Hahaha. Tempat baru, suasana baru, dan hal baru bagi saya adalah melihat pilihan menu kopi yang ada banyak sekali! Wah cocoklah dengan namanya, benar-benar berani berinovasi dengan berbagai rasa.

display wani kopi

Oh ya, karena teramat bingungnya melihat menu, saya sampai bilang ke baristanya untuk pilihkan saja saya menu yang paling mirip sama cafe latte atau gak ya cappuccino. Seingat saya, jadinya saya pesan menu origin yang varian signature.

kopi wani

Segelas Kopi dan Seporsi Cinnamon Roll

Sembari menunggu pesanan diantarkan, saya mulai menyelesaikan pekerjaan di laptop. Suasana yang tenang dan udara yang sejuk sebenarnya cukup mendukung untuk fokus. Sayangnya, ambience di sini yang hangat dan low light, rasanya lebih tepat untuk jadi tempat diskusi yang hangat atau mungkin menyendiri/merenung (?).

Saya yang tadinya sedang fokus, kemudian sedikit terdistrak ketika segelas kopi dan seporsi cinnamon roll yang dipesan sudah tersaji. Aroma kayu manis berpadu dengan butter membuat saya tak sabar ingin menyicipnya selagi hangat. Lantas bagaimana rasa kopinya? Mengingat saya memesan salah satu menu standar espresso based yang bisa ditemukan di berbagai tempat ngopi, jadi menurut saya ya rasanya sebagaimana cafe latte pada umumnya. Wkwkwk. Rasanya jadi istimewa ketika saya melanjutkannya dengan menikmati cinnamon roll. Beneran deh! Sayangnya, saya justru lupa memotret sajian pastry lezat tersebut.

buku dan mainan di wani kopi

Apakah Wani Kopi Layak Direkomendasikan?

Sebelum pukul 00.00, pekerjaan kami tuntas. Usai duduk sejenak dan mengeksplor apa saja yang ada di sana, kami pun akhirnya pulang. Terpikir untuk ke sana lagi suatu saat ketika ke Balikpapan, mungkin untuk memberanikan diri mencoba menu lain, selain cafe latte. Oh ya, lantas dengan sedikit pengalaman ngopi di Wani Kopi Balikpapan, apakah tempat ini layak direkomendasikan?

Menurut saya, ya. Boleh deh dicoba suatu saat kalau kawan-kawan ke kota Balikpapan. Mungkin saat ke sini kalian butuh tempat ngopi, sekadar untuk janjian meetup sama teman atau lagi pengen sendirian. Ambience yang hangat ini cocok banget untuk mendukung momen tersebut. Tersedia pula sejumlah koleksi buku dan board game untuk mendukung momen menyendiri atau ngumpul-ngumpul kalian. Untuk jam operasional sendiri, mulai dari 11.00 hingga 00.00 WITA.

Bagaimana dengan teman-teman? Punya cerita unik tentang mencoba ngopi di tempat yang baru?

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

15 Comments

  • Dessy Achieriny
    Dessy Achieriny 2 March 2026 at 4:43 pm

    Biasanya, kedai kopi dengan nama seperti ini ingin membangun image bahwa mereka menyajikan kopi yang “mantap” atau “keras” (bukan sekadar kopi susu manis). Tempatnya cozy banget ya. Abis berapa rupiah ngopi di sini? Wkwk

    Reply
    • Okti
      Okti 2 March 2026 at 5:36 pm

      Kalau di Balikpapan wani itu artinya apa ya? Apakah wani ini bahasa lokal sana?
      Wani kalau salam bahasa Sunda artinya berani

      Kafe yg masih buka hingga tengah malam, yang kopinya enak, ada WiFi-nya, tempatnya nyaman dipakai kerja, ada ruangan ber-AC ternyata lokasinya di Wani Kopi ya

      Bisa jadi pilihan yang dalam perjalanan membutuhkan tempat rehat sejenak dengan segala kebutuhannya nih

      Reply
    • Annisakih
      Annisakih 3 March 2026 at 8:08 am

      Untuk branding memang oke sih Wani itu mudah diucapkan, diingat dan makna filosofisnya dapet. Satu lagi buat yang ngerti bahasa Jawa pasti ikutan tergelitik juga pengen tahu ada tantangan apa sampai dinamai demikian.

      Reply
  • Farida Pane
    Farida Pane 2 March 2026 at 7:10 pm

    Bahkan ga ada menu yang namanya cafe latte dan cappucino, ya? Orisinal banget, dong. Apakah pendirinya orang Jawa, mengingat itu di balikpapan kan

    Reply
  • tanti amelia
    tanti amelia 2 March 2026 at 10:58 pm

    Tempat aku numpang lahir nih Balikpapan. Berdoa semoga satu saat balik ke Balikpapan terus ngopi latte di Wani Coffee ya mbak Andy

    btw lucu juga ya pilihan menunya banyak banget, berarti kenceng juga modalnya hihihi

    Reply
  • Ade UFi
    Ade UFi 3 March 2026 at 7:40 am

    Wah vibenya cozy banget ya, mba.. Tapi saya penasaran ama menu kopinya. Itu ada kopi Brandy, beralkohol kah?

    Secara yang saya tahu kopi brandy itu kopi hitam yang dicampur dengan minuman beralkohol brandy.

    Semoga saja bukan beralkohol ya

    Reply
  • Helena
    Helena 3 March 2026 at 9:10 am

    Biasanya di malam lebaran, resto dan kafe tutup lebih cepat karena karyawannya juga mau menyiapkan idul fitri. Tumben lho Wani Kopi tetap buka seperti biasa bahkan ada beberapa pengunjung lain ya. Pekerjaan beres, dapat pengalaman baru di coffee shop Balikpapan.

    Reply
  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina 3 March 2026 at 12:25 pm

    Kalau di Jakarta mungkin lebih mudah nyarinya ya, kafe tetap ada yang buka di malam lebaran. Kalau karyawan diliburkan yang jaga pemiliknya sendiri (yang kebetulan tidak merayakan)..
    Tapi ini di Baikpapan, wah…masih buka, berarti beneran wani (bahasa jawa artinya berani)
    Aku suka dengan filosofi foundernya yang berprinsip harus berani memulai bisnis

    Reply
  • Rosanna Simanjuntak
    Rosanna Simanjuntak 3 March 2026 at 1:24 pm

    Begh, keren Mba Andy, malah sudah ngeliipir ke Wani Kopi.
    Aku, justru baru tahu setelah mampir di sini.
    Btw, kalau ke cafe, yang aku cari pasti kopi susu panas dulu, baru yang pakai es.
    Yang pakai es biasanya jadi teman di perjalanan. Rasanya indah dan bahagia menyeruput eskopi sabil menikmati view di kiri kanan jalan apalagi kalau bersama kesayangan. Uhuk!

    Reply
  • HERVA YULYANTI
    HERVA YULYANTI 3 March 2026 at 3:54 pm

    Menarik tempatnya juga jam operasionalnya sampe malam ya Mba menyasar orang-orang yang ingin duduk santai untuk melepas penat di cafe.

    Reply
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu 3 March 2026 at 6:43 pm

    Wah itu bener sampai jam 00.00 Kak?
    Keren juga kafenya, dan kelihatan asik ya menemani siapa saja yang ingin ngopi, mengerjakan tugas di sana atau sekadar hangout bareng teman.

    Reply
  • Myra
    Myra 3 March 2026 at 10:43 pm

    Menarik banget ya buka sampai selarut itu pada malam takbiran. Kalau lihat tempatnya memang nyaman. Apalagi kalau butuh tempat untuk menyelesaikan pekerjaan. Ditemani dengan secangkir kopi dan camilan yang enak.

    Reply
  • Dedew
    Dedew 3 March 2026 at 10:46 pm

    Bagus ya tempatnya untuk nugas atau kerja karena jam bukanya panjang dan tempatnya nyaman..

    Reply
  • Leyla Imtichanah
    Leyla Imtichanah 4 March 2026 at 8:42 am

    Malam lebaran masih buka ya? Mungkin mau menyambut pemudik. Luar biasa memang owner dan karyawan f&b ini. Tempatnya besar dan nyaman buat melepas lelah.

    Reply
  • Naqiyyah Syam
    Naqiyyah Syam 4 March 2026 at 9:22 am

    menarik buat dicoba nih soalnya suamiku suka banget ngopi, dan emang ya kalau udha ngopi itu pengen juga cari tempat yang menarik kayak gini

    Reply

Leave a Comment