Lesehan Warisan, Sensasi Makan Rasa Liburan - Blognya Andy Hardiyanti

Lesehan Warisan, Sensasi Makan Rasa Liburan

lesehan warisan

Lesehan Warisan, Sensasi Makan Rasa Liburan. Moms, pernah gak sih kalian ditagih jatah liburan sama anak-anak? Saya dong, sering…setidaknya belakangan ini. Sama siapa lagi kalau bukan si sulung yang pernah jadi anak tunggal selama 7 tahun. Wkwkwk. Buat yang follow akun instagram saya atau berteman di media sosial lainnya, pasti tahu gimana akrabnya kami Rani. Jarak usianya dengan si adik cukup jauh, ditambah saat itu saya dan Papanya full kerja online. Maka jangan heran kalau kerjaannya ngetrip terus. Ya gak melulu staycation di hotel seperti yang kalian lihat. Sekadar berenang di sungai, main-main pasir di pantai, atau melihat hijaunya area persawahan aja sudah bisa bikin Rani senang. Tapi setelah si adik lahir, ditambah pekerjaan Papanya kini yang asli gak online lagi macam dulu. Maka warna di kalender kami berubah semua: jadi hitam. Liburan? Apa itu?

Sampai di suatu waktu, saat si adik tengah tertidur lelap. Saya pun memanfaatkan me time tersebut, apalagi kalau bukan baca-baca timeline media sosial. Berhentilah jempol saya pada satu postingan facebook yang diunggah oleh akun bernama Intan Aryaning. Di sana terlihat beberapa foto yang menunjukkan bahwa itu tempat makan yang baru saja dibuka. Tempat persisnya di mana, saya sama sekali tidak tahu. Meskipun (waktu itu) saya belum begitu kenal dengan Mbak Intan, saya iseng saja bertanya lokasi tepatnya. Ah, rupanya di ex. Lesehan Dende Tanaq Maiq. Saya ingat, saya pernah ke sana meski baru sekali. Dilihat dari tempatnya, kok kayaknya seru ya ajak anak-anak ke sini?

Baca Juga: Lesehan Kelor Tibu Idjo: Makan Irit Berhadapan Bukitbukit

Masalahnya adalah lokasi lesehan tersebut di Sayang-Sayang, jauh banget dari radar saya. (((radar))) ya maksudnya tempat saya beredar gitu. Wkwkwk. Selama ini saya mutar-mutarnya ya sekitaran Jalan Pejanggik doang, paling jauh ya ke arah Lombok Epicentrum Mall. Jarang ke daerah Sayang-Sayang dan sekitarnya, tempat dimana Lesehan Warisan berada. Oh ya, sejak tadi saya belum bilang yaa nama lesehannya itu Lesehan Warisan. Oke gaes?

lesehan warisan

Rencana Makan Siang di Lesehan Warisan

Sudahlah jarang ke daerah sana, susah pula cari waktunya. Papanya sedang sibuk macam apa, emaknya tak sanggup kalau harus bareng krucil aja. Kalau sekitaran sini sih oke, ya kan sudah dibilang tadi Sayang-Sayang jauh dari radar saya. Wkwkwk. Tapi bukan Andy Hardiyanti Hastuti dong namanya kalau gak sukses menuntaskan rasa kepo penasaran. Maka pas saya lihat tuan suamikk masih di rumah di jam kerja, langsung booked deh waktunya.

“Pa, habis jemput Rani kita makan siang yuk. Ada tuh tempat makan yang murah di Sayang-Sayang”, saya membuka pembicaraan.
“Haa? jangan makanan yang aneh-aneh ya. Makanannya yang bikin kenyang”, jawabnya.

FYI, makanan aneh-aneh dalam kamus suami saya adalah semua makanan non Indonesia. Eh makanan Indonesia yang tidak dia kenal juga termasuk kategori aneh-aneh menurutnya. Ya begitulah sodara-sodara, harap maklum.

“Tenang…makanan Indonesia semua kok di sana. Nasi, lauknya ikan ayam daging gitu”, jelas saya.
“Tapi jangan lama ya, setengah jam saja. Saya harus ke Lombok Timur setelahnya”, lanjut tuan suamikk.

Gak saya jawab dong. Lagian mana cukup waktu 30 menit buat makan. Kalau saya sih, waktu segitu baru cukup buat pilih-pilih tempat duduk dan pesan menu doang #eh.

lesehan warisan

Lesehan Warisan, Sensasi Makan Rasa Liburan

Apa yang membuat saya begitu tertarik ke Lesehan Warisan? Jawabannya adalah karena penasaran. Selain itu, karena saya udah kena komplain Rani yang jarang banget diajak liburan. Ya liburan mau ke mana coba? Waktunya aja mesti dicari-cari dulu, entah ngumpet di mana. Wkwkwk. Yups, saya pikir dengan mengajaknya makan siang di tempat seasyik ini pasti udah berasa liburanlah buat dia. Apalagi ngajakinnya pas dia pulang sekolah, gak nyangka gitu kan mau dibawa apa kemana oleh kedua orangtuanya.

Benar saja, setibanya kami di sana sudah langsung disambut pemandangan hijaunya persawahan. Di got-got kecil mengalir air yang sangat jernih, begitu deras alirannya. Saya tebak, aliran itulah yang mengairi sawah-sawah di seluruh area ini. Begitu masuk ke area lesehan, mata Rani langsung berbinar-binar. Apalagi kalau bukan karena melihat kolam ikan. Kedatangan kami berempat disambut hangat oleh Mbak Intan Aryaning, selaku owner lesehan tersebut. Meski baru pertama ketemu, Mbak Intan menunjukkan kesan yang ramah banget. Sayanya langsung asyik aja ngobrol, berasa udah kenal lama. Rani apa kabarnya? Dia makin bahagia ketika diberi pakan ikan oleh Mbak Intan. Sekaligus diizinkan memberi makan ikan-ikan di kolam manapun yang ia inginkan. “Kebetulan nih ikannya belum pada makan. Yuk Rani yang kasih makanannya”, jelas Mbak Intan.

lesehan warisan

Aneka Makanan Khas Lombok

Tahukah kalian kalau kuliner Lombok ada banyak sekali? Saking banyaknya sampai saya belum pernah coba semua. Tujuh tahun tinggal di sini, pengetahuan saya masih sekitar menu itu itu saja. Pelecing kangkung, bebalung, ayam taliwang, ayam rarang, beberuq dan beberapa nama lainnya. Nggg anu…pengetahuan makan maksudnya, bukan masaknya. Saya mah orangnya jujur ya, jujur gak bisa masak. Bully deh bully~

Karena begitu banyaknya, jarang kita temukan aneka makanan khas Lombok di satu tempat. Masing-masing ada warung/rumah makannya sendiri. Nah uniknya lesehan warisan ini adalah kita bisa menikmati beberapa paket menu sekaligus, di tempat yang sama. Paket yang saya maksud di sini yaitu: paket menu Suranadi, Tanaq Maiq, Taliwang dan lainnya. Paket menu Suranadi adalah menu yang akrab disajikan di rumah-rumah makan di daerah Suranadi. Menunya sederhana dan rumahan banget sebenarnya. Hanya terdiri dari: sup ayam, telur dadar gulung, ayam goreng, pelecing kangkung dan beberapa lauk tambahan. Telur dadar dan sup ayamnya ini enak, juara deh! Kenapa ya? Padahal biasa aja kan masak menu gitu di rumah? Hahaha..mungkin itulah khasnya!

lesehan warisan

Makan Enak, Kenyang, Tempat Nyaman, ya Lesehan Warisan

Selanjutnya ada paket Tanaq Maiq, yang terdiri dari: ikan bakar, telur dadar gulung, urap dan sayur bening. Kalau menu Suranadi ciri khasnya di telur dadar dan sup ayam, maka lain halnya dengan menu Tanaq Maiq. Kuliner khas Lombok yang satu ini sangat dikenal akan ikan bakarnya. Orang-orang menyebutnya ikan bakar Tanaq Maiq. Ikan bakarnya sama saja dengan ikan-ikan bakar pada umumnya. Perbedaannya adalah pada sambalnya. Bagi yang sudah bosan dengan rasa sambal cobek yang begitu begitu saja, saya sarankan untuk mencoba kuliner ini.

lesehan warisan

Terus ada lagi paket Taliwang. Dari namanya sudah jelas bahwa bakal ada menu ayam taliwang yang disajikan. Yups, benar sekali! Dalam satu paket taliwang, kalian sudah bisa mencoba: ayam, ikan, pelecing kangkung, bersama dengan nasi hangat. Aihh enaknya! Sayangnya saat itu saya sedang tidak ingin makan ayam taliwang. Karena baru saja menyantapnya di tempat lain beberapa hari sebelumnya. Akhirnya pilihan pun jatuh pada paket menu Suranadi. Oh ya, tidak lupa kami memesan beberapa menu satuan sebagai tambahannya.

lesehan warisan

Menikmati Hijaunya Persawahan Ditemani Minuman Pilihan

Siapa bilang makan di lesehan kayak gini menu minumannya itu itu saja? Ya memang sih, biasanya gak jauh dari: teh, es jeruk, jus buah hingga es kelapa muda. Coba bayangkan, selesai makan berat kalian menikmati aneka minuman pilihan. Dimana minumannya ala ala menu kafe gitu, seperti: aneka milkshake, kopi dengan segala modifikasinya dan masih banyak lagi. Wah, saya langsung kepikiran besok besok kalau meetup sama teman ke sini aja lah yaa. Sekadar pesan minuman gitu, udah bisa menikmati udara segar plus hijaunya area persawahan. Oh ya, pas ke sana tempo hari kami memesan Banana Chocolate Milkshake dan Jus Alpukat tanpa es dan gula. Papanya sih tetap setia dengan es teh, heuheuheu es teh everywhere~

lesehan warisan

Makan di Lesehan Warisan, Asyiknya Duduk di mana?

Menurut saya sih terserah ya, teman-teman nyamannya di mana. Jadi di Lesehan Warisan ini ada banyak banget tempat duduk. Jenisnya pun beragam. Mau makan di kursi tegak komplit dengan meja di hadapan kita? Boleh. Mau lesehan di berugak juga bisa. Senyamannya kalian aja deh. Cuma kalau tanya ke saya, saya sebenarnya pengen banget makan di area rumput sintetis dengan bean bag di atas. Berasa lagi di kafe atau pantai gitu, tapi yang dilihat hijaunya persawahan dan barisan bukit dari kejauhan. Hahahah. Sayangnya, area ini asyiknya cuma pas malam atau bisa sih siang/sore asal gak panas aja. Tapi ya kali kitanya mau bolak balik udah duduk di sana, terus karena panas malah jadi pindah meja lagi. #DuhPengalamanSendiri

Baca Juga: Mengenal Begibung, Tradisi Makan Bersama di Pulau Lombok

Pilih tempat duduk yang paling nyaman menurut kalian. Mau ke sana tanpa crowded? Datangnya jangan pas jam makan siang, hasil pantauan saya di medsos tempat ini sering diserbu saat jam istirahat kantor. Oh ya, malam hari juga tuh. Pada banyak yang bersantap bareng keluarga maupun kerabat dimarih. Kami ke sana tempo hari pas pukul 11 siang. Ramai juga sih, tapi di foto gak kelihatan. Sebagian besar pada duduk di berugak yang bisa menampung lebih banyak pengunjung. Kalau datang bersama anak, coba deh pesan paket menu Suranadi. Cocok banget tuh buat anak-anak. Tapi kalau si kecil doyan pedas, sah sah aja pesan menu lainnya.

Segitu dulu dari saya, maaf kalau kebanyakan curcol dibanding reviewnya. Hahaha. Nanti saya tulis lebih banyak lagi, ke sana baru 3 kali soalnya. Belum menggali lebih dalam #eaa#alesannnn. Jadi, kapan kalian makan berasa liburan di Lesehan Warisan?

Lesehan Warisan
Jalan Ahmad Yani, Sayang Sayang
Mataram
No. Kontak: 0819-0729-2753
IG: @lesehanwarisan

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment