
Belajar Menulis Feature dengan Teknik Copy The Master. Tidak ada kata terlambat untuk belajar menulis feature. Itu yang pertama kali saya tanamkan sebelum kelas dimulai. Mengenal aktivitas blogging sejak tahun 2007, tapi ya begitu, dimulai dari memindahkan puisi dari lembaran buku ke postingan blog. Atau mengisinya dengan jurnal kegiatan, kadang pula curhat colongan. Kala itu, saya tidak tahu apa-apa tentang tulisan feature. Tahun demi tahun kemudian, saya jadi sering melihatnya sebagai salah satu poin syarat dan ketentuan pada sejumlah event lomba blog. Jenis tulisan berupa feature- kurang lebih begitu tertulis di sana.
Dilansir dari halaman situs Kemendikbudristek, tulisan feature adalah salah satu jenis tulisan jurnalistik yang berisi perpaduan berita dan opini, dengan gaya bercerita (story telling), mengandung unsur menyentuh (human interest) dan bahasa yang indah (sastrawi). Feature disebut juga karangan khas, feature article, dan feature story. Dari definisi tersebut, sudah terbayangkan ya seperti apa tulisan feature itu? Ayo kita buat! Ah, tapi bagaimana caranya?
Apa Tujuan Kita Menulis?
Mengapa blog ini tidak rutin saya isi dengan tulisan demi tulisan baru? Apakah saya sedang tidak ada ide atau hal menarik untuk dituliskan? Oh tentu saja tidak. Ada begitu banyak ide, pun kegiatan dan cerita yang sepertinya menarik untuk diceritakan. Tapi ah mengapa sulit sekali untuk memulai? Kadang terlalu lama berpikir, menulis sembari mengedit, atau alasan-alasan lainnya, membuat ide/kegiatan itu berlalu begitu saja tanpa dituliskan.
Dan postingan yang sedang teman-teman baca ini adalah upaya saya untuk mendokumentasikan sesuatu yang baru saja saya pelajari. Teknik menulis karangan khas (feature) oleh Budiana Indrastuti, Kepala UKK UI Publishing. Begitu yang tertulis pada file agenda kegiatan lokakarya bertajuk Peningkatan Kapasitas Penulisan untuk Komunitas yang diselenggarakan Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek, 3-5 Juli 2024.
Lantas apa tujuan kita menulis, begitu tanya Bubun (sapaan akrab Mbak Budiana Indrastuti) saat memulai materinya.
Apakah Ada yang Membaca Tulisan Kita?
Apapun tujuan kita menulis, entah itu untuk berbagi informasi, mendukung sesuatu/meyakinkan pembaca, mengekspresikan diri, atau memberi hiburan, tentu kita ingin agar tulisan tersebut dibaca. Bahkan, meski ada ungkapan bahwa “setiap tulisan akan menemukan pembacanya”. Kita pasti sebaik mungkin akan berusaha, agar tulisan kita bisa menarik untuk dibaca. Padahal, berdasarkan data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, yakni hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca!
Jadi bagaimana caranya mengundang pembaca agar tertarik dengan tulisan kita? Kuncinya adalah pada hook! Hook merupakan kalimat utama atau pembuka tulisan yang isinya dibuat sedemikian rupa dengan tujuan untuk menarik perhatian pembaca agar mau membaca terus tulisan tersebut hingga selesai. Berikut lima cara jitu dalam membuat hook, yaitu:
- Tidak panjang
- Relevan dengan pembaca
- Menarik
- Tidak dibuat-buat
- Konsisten dengan tujuan tulisan
Rumus 5W1H untuk Menarik Pembaca
Tulisan yang baik tentunya adalah tulisan yang memuat rumus 5W1H, yaitu: What (apa), When (kapan), Where (di mana), Who (siapa), Why (mengapa), dan How (bagaimana). Ketika kita membuat poin-poin pertanyaan mengenai suatu topik, maka jawabannya bisa ditemukan pada tulisan tersebut.
Bagaimana? Sudah ada gambaran mengenai cara membuat tulisan feature dengan materi di atas?
Teknik Copy The Master
Setelah sekian lama mengetahui jenis tulisan feature, justru baru kali ini saya mendengar salah satu teknik untuk mencoba membuatnya. Adalah teknik Copy The Master, sebuah teknik yang digunakan di masa lalu saat pelukis ternama perlu mendidik murid-muridnya. Dimana si murid akan melukis sambil mencontek karya si master. Sebenarnya teknik ini populer pada pelajaran menulis cerita pendek. Namun pada dasarnya, dapat diaplikasikan pada semua jenis tulisan.
Lihat tulisan pada gambar pembuka di atas? Saya menulis ikuti ritme, hati-hati plagiarisme. Selain untuk pelengkap gambar pembuka postingan blog, membuat kata-kata yang punya ritme/irama, ada maksud lain mengapa saya menulis hal tersebut. Ritme dalam musik berarti rangkaian gerak beraturan yang menjadi unsur-unsur dasar dari sebuah musik, disebut juga pergantian panjang pendek, tinggi rendah serta keras lembut nada atau bunyi dalam satu kesatuan rangkaian musik. Dalam tulisan, saya mengibaratkannya sebagai sebuah pola, template.
Teknik Copy The Master dalam hal ini adalah bagaimana kita meniru seorang pakar dalam menghasilkan sebuah tulisan. Bagaimana ia menulis setiap paragraf, membahas dari satu hal ke hal lainnya. Kita mengikuti polanya, bukan meniru mentah-mentah tulisannya. Maka, hati-hatilah pada plagiarisme.

Belajar Menulis Feature dengan Teknik Copy The Master
Saat itu juga, kami ditugaskan untuk mencoba teknik Copy The Master. Belajar membuat karangan khas (feature) dengan memilih salah satu dari tiga topik berikut:
- Peran teknologi dalam transformasi pendidikan di Indonesia
- Pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian bangsa
- Sekolah Murid Merdeka
Kami pun memulai teknik copy the master dengan mencari artikel yang dijadikan panduan. Kemudian mengaplikasikan teknik atau metode tersebut menggunakan topik yang dipilih.
Dalam hal ini, saya memilih Mbak Evrina, seorang rekan blogger dari Bogor yang juga adalah seorang Penyuluh Pertanian Lapangan, sebagai master yang saya tiru pola tulisannya. Tulisannya yang berjudul Menanam Optimisme Menuju #PanenMakmur Berkelanjutan Bersama Benih Jagung Manis Cap Panah Merah ini saya gunakan pada tulisan saya yang mengambil topik pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian bangsa. Bagaimana ceritanya tulisan bertopik pertanian saya jadikan acuan untuk membuat tulisan dengan topik pendidikan? Nah, di situ serunya!

Pengalaman Menerapkan Teknik Copy The Master
Praktik teknik copy the master ini akhirnya menghasilkan sebuah tulisan berjudul Membentuk Kepribadian Bangsa
Melalui Pembiasaan Pendidikan Karakter di Sekolah. Oh ya, alasan saya memilih Mbak Evrina sebagai the master adalah karena ciri khasnya yang detail dalam membuat tulisan, ia pun sering memenangkan lomba blog. Beberapa kali saya kagum dengan caranya bercerita, membuat tulisan tentang pertanian jadi mengalir- asyik untuk dibaca.
Teknik Copy The Master adalah hal baru bagi saya pribadi. Benar-benar baru. Pastinya ada suka duka dalam mempelajarinya. Eh, bukan suka duka kali ya bahasanya, maksud saya ada saja kesulitan yang dihadapi. Tapi serunya pun pastinya lebih banyak.
Tantangan/Kesulitan Mengikuti Pola Tulisan Para Ahli
- Bagaimana menyesuaikan gaya bahasa kita (yang mungkin sudah khas) dengan gaya bahasa orang lain
- Kita jadi benar-benar terpaku dengan pola the master (sang ahli)
- Kadang ada bahasa yang benar-benar beda atau polanya sulit diikuti
- Kadang kemiripan bahasa atau istilah (biasanya dalam topik yang sama, panduan-tulisan kita memiliki topik sejenis) rentan menjadikan kedua tulisan nyaris serupa
- Sepintas tulisan yang dibuat menjadi kaku
Asyiknya Teknik Copy The Master
- Membuat orang yang kebanyakan mikir seperti saya, jadi bisa segera memulai membuat tulisan
- Ada acuan/panduan/pola yang diikuti membuat terhindar dari kondisi buntu/blank melanjutkan tulisan
- Menjadi sesuatu yang menarik ketika dua topik yang benar-benar berseberangan bisa menghasilkan tulisan dengan pola yang sama
- Jadi sarana untuk kita bisa terus melatih keterampilan menulis (terutama saat berhadapan dengan kondisi writers block)
–
Alhamdulillah, semoga dengan materi yang sudah disampaikan plus langsung dipraktikkan dari Bubun, saya bisa jadi belajar menulis lebih baik dan giat lagi. Terima kasih yaa Bubun, Sidina Community, dan BKHM Kemendikbudristek atas kesempatannya~

menarik ya mba belajar menulis feature dengan teknik copy master, kalo ada kesempatan aku mau belajar juga ah, thank you buat reviewnya mba
Ini benar-benar seru ya mbak, belajar menulis feature menggunakan teknik copy the master. Jadi memang bukan mentah-mentah mencaplok materinya tetapi menuruti pola penulisannya. Keren banget ya mbak Evrina. Berguru sama beliau tentu dapat ilmu istimewa. Lanjutkeun!
Beberapa hari lalu ada yang mengulas cukup panjang tentang Copy The Master pada lukisan. Ternyata bisa diterapkan juga di penulisan, ya. Tapi, memang berpotensi terjebak menjadi plagiat kalau kitanya hanya ingin mengejar kepopuleran atau validasi. Harus menyadari juga tentang larangan plagiat.
teknik menulis itu ada banyak cara ya mbak. salah satunya teknik copy master ini. Aku juga ingin belajar nulis feature apalagi selama ini aku merasa gaya kepenulisanku kok stagnan
Kayaknya dulu pernah diajarin nulis feature gitu, tapi namanya ilmu kalau nggak dipraktekkan atau dipelajari lagi, lama-lama amblas juga ilmunya. Jadi pengen belajar lagi.
Dibilang gampang tapi ya susah juga ya tekniknya, soalnya kepeleset dikit bisa jadi plagiat kalo gak hati-hati. Sehingga bisa dikatakan, kalau pakai teknik copy the master ini kudu yang bener² paham sih
Asyik dapat istilah baru lagi yakni Hook. Bener mba kalau memang sebaiknya kallimat pembuka jangan terlalu panjang. Dan juga harus dikemas menarik serta relevan ya mba
Wah,Kok Sama mbk,aku dulu awal ngeblog dr mindahin puisi lanjut cerita kegiatan :). Menarik sekali ini mbak materi belajarnya,copy the master. Akupun baru tau teknik penulisan seperti ini. Makasih sharingnya mbk.
Menarik juga membaca cara menulis feature ini , sy masih bnyk belajar nih tapi jadi semangat setelah melihat tulisan mbak
teknik copy the master ini kayaknya bisa dicoba kalau mau ikut lomba ya mbak dan pastinya juga bakal lebih meningkatkan kemampuan menulis kita karena yang ditiru itu juga merupakan tulisan yang sudah terbukti hasilnya
Kayaknya kita sama nih mba, kebanyakan mikir mau nulis apa? Sibuk ini itu, akhirnya malah ga jadi nulis. Btw, makasih sharingnya ya mba.
Kadangkala, kalau untuk keperluan blog yang setiap kata tuh mengandung keyword, maka Teknik Copy The Master mesti diselaraskan lagi yaa.. Gak terlalu panjang, namun catch the point.
Ini lagi-lagi jam terbang dan banyak membaca serta belajar dari para blogger panutan.
Aku tuh suka sama tulisan beberapa blogger, memang enak dibaca dan juga banyak visualnya karena aku paling demen banyak visual. Pengin banget ikutan belajar menulis feature gini.
teknik ini keren banget dan memang harus dipelajari ya karena menulis itu bukan sekedar menulis
Teknil Copy the Master ini sangat menarik dan mesti aku coba juga. Pastinya dengan terlebih dahulu memahami terkait plagiarisme. Jangan sampai karya kita malah jadi seperti karya plagiat.
Terima kasih atas ilmu dan sharing bermanfaatnya. Beneran memang mba Evrina ini pun salah satu idola ku di dunia blogger. Karya beliau oke dan detail, sering jadi juara lomba juga karena memang sangat khas dan mengupas detail tapi menarik buat dibaca sampe akhir.
dengan membaca artikel orang lain, kita jadi punya ide untuk menulis kembali dengan sudut pandang yang berbeda, gak nyontek plek ke tiplek…
Pilihan rujukan yang tepat untuk copy the master, mbak
sebagai sesama pengagum tulisan tulisan dari Mba Evrina juga
btw terima kasih untuk sharing tentang menulis feather itu kurang lebih seperti apa, ya mbak,
Dengan begitu bisa bermanfaat kalau mau bikin tulisan yang butuh penjelasan lebih detail lagi, atau untuk lomba
Huaaaah keren mbak bisa diundang ke Jakarta untuk pelatihan ini
Kalau aku kemarin gak berani ninggalin anak karena gak ada yang jaga
Senang ya bisa belajar dari masternya feature
Wah, teknik copy the master ini bermanfaat untuk jadi ghost writer atau content writer di media donk ya mbak. Supaya bisa mengikuti gaya tulisan apapun dan lebih kreatif dalam menyusun dan mengembangkan tulisan.
Btw, aku juga ngeblog dari sekitar tahun segituan, ahaha. Tapi baru sekitar 2 tahun ini aja blognya difokusin ke satu tema supaya punya ciri khas dan gampang diinget. Semangat terus nulisnyaa 😀
Awal ngeblog tahun 2011 lalu aku sempat ragu-ragu bakal ada yang baca gak ya tulisanku. Tapi akhirnya ya udah nulis aja terus gak ada yang baca biariiin pikirku hihihiiii