Pernah membayangkan bagaimana mengawali hari tanpa worry dengan selai sehat nan lezat berbahan organik tanpa tambahan gula, garam, dan minyak? Inilah yang dibayangkan sejak 2019 lalu oleh Tierza, seorang ibu yang tidak hanya gemar berkreasi di dapur, tetapi juga memiliki mimpi mewujudkan pangan sehat yang tidak hanya aman bagi keluarganya, tetapi juga menyejahterakan masyarakat.
Berangkat dari mimpi itulah kemudian lahir Hasil Boemi Lombok. Dari dapur pribadi, kini Tierza berhasil mengusung misi selai sehat organik dengan mengambil sebagian besar bahan baku, langsung dari tangan petani lokal Lombok, menjadikan produknya sebagai bukti bahwa komitmen pada kesehatan dan pemberdayaan komunitas bisa berjalan beriringan.
Sarapan, Kunci Semangat Seharian
Dari sebuah dapur kecil, Tierza, perempuan berusia 31 tahun sekaligus ibu dari 4 orang anak itu menghadirkan aneka menu lezat nan sehat untuk suami dan anak-anak. Tierza memang bukan penduduk asli Lombok, ia lahir dan besar di gegap gempita ibukota Jakarta. Orangtuanya berasal dari Padang dan Aceh. Kegemarannya melakukan traveling sudah terlihat dari keputusan ayah dan ibunya untuk merantau, sejak 2013 lalu. Suaminya yang merupakan orang asli Italia menambah betapa beragamnya keluarga ini. Tidak pernah terbayang bahwa bertahun-tahun kemudian, Lombok tak lagi sekadar tanah kelahiran keempat orang anaknya, tetapi adalah tempat ia bertumbuh bersama banyak petani lokal.
Ini adalah awal cerita bagaimana dirinya tumbuh, memulai usaha, dan mendapat dukungan dari keluarga dan teman-teman sekitar. Keluarga di sini tidak sekadar ada. Suami, orangtua, dan saudaranya membantu Tierza dari segala sisi, hadir bersamanya, melengkapi Hasil Boemi Lombok di sana.
Fokus Utama pada Menu Sarapan
Tierza adalah sebagaimana para ibu di luar sana, yang menginginkan asupan terbaik untuk keluarga. Ia gemar memasak dan mempelajari aneka pangan alami. Tidak pernah ada niat untuk berbisnis, yang terpikir hanyalah bagaimana menyediakan makanan terbaik untuk suami dan anak-anak, terutama meminimalisasi makanan tinggi gula, garam, pun yang tak sehat. Aneka menu sehat yang dibuatnya acapkali diicip pula oleh anggota keluarga lainnya, hingga teman-teman terdekat, semua sepakat menyarankannya untuk terjun ke dunia usaha.
Sejak awal berpikir memulai usaha, ia langsung berfokus pada menu sarapan, lebih spesifik lagi pada produk selai sehat. Langsung terpikirkan pengalamannya membuat selai dari bahan kacang-kacangan dan aneka buah. Mengapa selai? karena erat kaitannya dengan menu sarapan, baik disantap dengan produk bakery, panekuk, oatmeal, maupun buah. Mengapa sarapan? Sebab sarapan adalah salah satu yang penting untuk mengawali hari, oleh karena itu sebaiknya disediakan sesehat mungkin. Di sisi lain, siapa pun paham, sulit untuk menemukan produk selai di pasaran yang benar-benar murni. Selai yang terbuat dari bahan organik, tanpa tambahan gula, garam, maupun minyak. Ya, dari sanalah perjalanan itu dimulai, dari dapur berbekal oven dan blender berkapasitas 1kg saja, hingga kini semakin semangat berproses dengan sejumlah oven, blender, hingga fritter berkapasitas 5kg, Masya Allah!
Dari Kacang Mete Hingga Buah Markisa, Kolaborasi Petani Lokal dan Tierza dalam Menjaga Kualitas Rasa
Sebagian orang mungkin melihat Lombok sebagai pulau yang kaya akan destinasi wisata yang indah, terutama pantainya, namun bagi Tierza, Lombok adalah tempatnya memulai misi mewujudkan makanan sehat dan lezat.
Perjalanan Berburu Kacang-kacangan sebagai Bahan Baku
Ketika memutuskan memulai usaha, Tierza tidak langsung mendapatkan bahan baku dari petani. Ia sempat membeli bahan dari pasar tradisional setempat, pun toko bahan kue. Berbagai trial dan error ia hadapi, dan belum puasnya akan produk yang dihasilkan, ia mengetahui bahwa kacang-kacang yang diperolehnya tersebut rupanya bukan berasal dari Lombok. Di tengah kebingungannya tersebut, gayung bersambut, ia dipertemukan dengan Saifana Organic Farm- sebuah inisiasi pertanian keluarga di Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang fokus mengedukasi dan memastikan para petani setempat untuk bertanam secara organik. Dari sanalah ia mendapatkan bahan baku kacang mete (cashew) terbaik.ย
Pulau Seribu Masjid ini rasanya sedemikian ramah menyambut niat baik perantau ini, selain Saifana Organic, ia pun mengenal perempuan asli Sayang-sayang, Kota Mataram- bernama Mbak Neneng. Perempuan tersebut yang mengantarkannya sehingga bisa berkolaborasi dengan sebuah kampung pengepul kacang tanah di daerah yang sama. Jadi bahan baku kacang tanah yang berasal dari Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, dikupas secara teliti oleh kelompok perempuan di daerah Sayang-sayang.
Selai Lezat dan Sehat dari Semangat Para Perempuan
Berangkat dari dirinya yang adalah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) namun tetap ingin tetap bekerja, Tierza paham betul bahwa di balik setiap usaha, ada semangat para perempuan. Tidak heran ketika Hasil Boemi Lombok didukung oleh sebagian besar perempuan. Baik dari bagian hulu, hingga hilir. Dimulai dari bahan baku, di Saifana Organic Farm, para pengupas kacang mete di sana adalah perempuan. Demikian pula pada bahan baku kacang tanah, kelompok pengupas kacang tanah yang dibersamai oleh Mbak Neneng adalah para perempuan.
Sampai kepada karyawan yang bekerja di Hasil Boemi Lombok- lagi-lagi didominasi oleh perempuan. Tercatat 3 karyawan di Lombok, semuanya adalah perempuan, sementara 4 karyawan di Jakarta terdiri dari 3 perempuan dan 1 laki-laki.
Tak Hanya Mencari dan Berkolaborasi, Tetapi Edukasi Menanam Kembali
Berbeda dengan pencarian bahan baku kacang-kacangan, untuk urusan buah markisa, ada cerita unik sendiri. Sejak awal, Tierza bekerja sama dengan petani di Kabupaten Lombok Utara, namun kadang ia terpikir mengapa terlalu jauh untuk mencari bahan baku padahal ia menjalankan usaha di Lombok Tengah. Orang-orang sekitarnya pun menyarankan untuk mencari petani markisa di sana, sayangnya- fakta di lapangan, ia menemukan bahwa banyak diantara mereka yang tak lagi menanam markisa karena bingung mau diapakan. Buah yang dihasilkan sering kali dimakan oleh sekawanan monyet, atau terbuang begitu saja.
Lagi-lagi, ada campur tangan Allah SWT di sana, Pulau Lombok dibuatnya sedemikian ramah bagi Tierza. Suatu waktu sebuah yayasan mengajaknya bekerja sama mengadakan pelatihan bagi para petani di Lombok Tengah. Para petani diberikan edukasi, pelatihan, serta ditunjukkan contoh produk selai Hasil Boemi Lombok yang berbahan dasar buah markisa. Usai pelatihan tersebut, mereka pun kembali bersemangat menanam pohon markisa dan hingga kini tercatat pula sebagai bagian kelompok petani yang memasok buah markisa untuk usahanya.
80% Lokal, 100% Sehat Komitmen Hasil Boemi Lombok Menyediakan Selai Lezat Berbahan Alami
Ia paham betul bahwa penting untuk menjaga kualitas, setiap detail diperhatikannya. Bahwa kacang yang dikupas manual dengan tangan tentu lebih lezat dibanding hasil kerja mesin, perihal kacang tanah yang harus dikupas pula kulit arinya, hingga ia yang sudah sedemikian cinta pada produk kacang tanah dan kacang mete Lombok, yang memberikan rasa yang khas.
Para pelanggan mengenal merek Hasil Boemi Lombok, yang mungkin langsung terpikir seluruh bahannya berasal dari Lombok. Nyatanya, Tierza tidak muluk-muluk, jujur ia sampaikan pada siapa saja, pelanggan maupun berbagai kebutuhan informasi produknya, bahwa bahan baku yang digunakan 80% berasal dari Lombok. Hal ini justru menarik bagaimana ada keterbukaan di sana, kejujuran, sebab memang dalam perjalanannya, untuk beberapa varian produk, ia masih membutuhkan bahan-bahan yang berasal dari daerah lain di Indonesia, yaitu kakao bubuk dari Nusa Tenggara Timur (NTT), pun mengimpor dari luar (California dan Australia), untuk bahan almond.
Meski demikian, ia berkomitmen bahwa selai yang diproduksi tetap menggunakan bahan-bahan alami yang pastinya menghasilkan rasa yang lezat, berkualitas baik dan berdampak positif pada kesehatan pelanggan. Wujud nyata Tierza dalam menjaga kualitas terlihat dari CV Hasil Boemi Lombok yang sudah mengantongi izin PIRT (1115202020158-28), mendapat sertifikat CPPOB, dan Halal MUI (ID52110018602890224). Tercatat 5 varian produk selai sehat lahir dari Hasi Boemi Lombok, yakni: Peanut Butter (Crunchy/Smooth), Cashew, Passion Fruit Jam, Dark Choco Peanut Butter, dan Almond. Produk tersebut dijual dengan harga mulai dari 39ribu rupiah untuk ukuran 100gr, dan mulai dari 69rb rupiah untuk ukuran 220gr (tergantung varian).
Urusan organik menjadi fokus utama dari Hasil Boemi Lombok. Sebab ia percaya bahwa segala sesuatu yang berawal baik, akan berdampak baik pula. Proses penanaman yang dilakukan secara organik, rupanya berdampak baik pula pada kondisi tanah di sekitarnya, pun pada kelak makanan demi makanan yang kita santap.
Semua Setuju Selai Sehat Tentu Harganya Tak Hemat
Hanya sekali menghadapi gagal produksi karena kacang yang gosong alias kelewat matang bukan berarti menjadikan perjalanan Hasil Boemi Lombok mulus semulus selainya varian smooth peanut butter. Ya, tantangan tetap saja ada, namanya juga usaha. Kini setelah dilalui, tantangan demi tantangan itu pun menjadi cerita, menjadi bukti bahwa kalau dihadapkan pada tantangan ya tantangin! Maksudnya ya dihadapi hingga menemukan solusi.
Fakta, Masalah, dan Solusi
Faktanya, dunia usaha ya seperti namanya: perlu usaha. Usaha untuk menghasilkan ide, mencari bahan baku, menghasilkan produk, pun usaha untuk menghadapi segala tantangan. Tierza sebagai owner dihadapkan pada berbagai tantangan- atau sebutlah sebagai masalah, mulai dari permasalahan jangka ketahanan produk lebih pendek dibanding produk konvensional- kemasannya besar, namun lebih cepat kadaluarsa; keraguan masyarakat akan produk yang benar-benar bebas gula, garam dan minyak; hingga yang bisa ditebak: produk sehat tentu harganya tak hemat!
Untuk masalah pertama, solusinya adalah dengan mengemas produk dalam jar yang lebih kecil (dari yang sebelumnya 300gr, kini hanya 220gr dan 100gr) dan memproduksi dalam batch kecil. Kemudian untuk yang kedua, lebih gencar mengedukasi bahwa sebenarnya kacang-kacangan itu mengandung minyak dan rasa manisnya akan keluar sendiri ketika diproses dengan tepat.
Serta masalah terakhir, lagi-lagi penting adanya edukasi. Terkait kandungan bahan baku yang misalnya untuk cashew, peanut butter, dan almond (benar-benar menggunakan bahan kacangnya saja, 100%) ini tentu berbeda dengan produk yang menggunakan bahan lainnya. Kemudian edukasi bahwa produk dibuat secara alami, homemade, serta diproduksi dalam batch kecil, sehingga sangat berpengaruh pada harganya yang tentu terbilang tinggi. Selebihnya, diatasi dengan membuat promo, baik itu paket bundling, maupun diskon/gratis ongkos kirim.
Fokus pada Kualitas, Maka Bagi Mereka Harga Tersebut Sudah Pantas
Tantangan yang muncul di awal perjalanan berbuah baik dengan solusi yang diterapkan. Meski yang namanya usaha tetap mengalami pasang-surut, Tierza bangga bisa terus memproduksi selai sehat lewat Hasil Boemi Lombok. Sebelum tahun 2019 (memulai usaha), tak pernah terbayangkan bahwa selainya terjual lebih dari 200 jar sehari! Ini terjadi saat masa pandemi, ketika masyarakat diam di rumah dan berusaha mencari pangan sehat. Sekarang memang tak sebanyak itu, namun yang terpenting selainya tetap stabil terjual 50 hingga 70 jar dalam sehari.
Selai sehat Hasil Boemi Lombok kian dikenal masyarakat, tidak hanya dari Pulau Lombok, tetapi juga seluruh Indonesia, termasuk pula para wisatawan mancanegara yang membawa produknya sebagai oleh-oleh. Testimoni-testimoni yang disampaikan secara langsung, maupun melalui pesan Whatsapp/komentar marketplace, tentang mereka yang kini tidak lagi mengalami kenaikan gula darah, para lansia yang tak lagi worry menambahkan selai pada makanan mereka, atau mungkin anak-anak yang tetap senang menyantap selai kacang tanpa khawatir dengan kandungan gula berlebihan, seolah menjadi kado terbaik dari perjalanannya membersama Hasil Boemi Lombok selama 6 tahun ini.
Lantas bagaimana dengan saya pribadi? Apakah sudah mencoba? Tentu saja! Favorit saya yaitu varian Crunchy Peanut Butter. Benar-benar lezat! Aroma kacang berpadu dengan butter, ajaib karena bahannya 100% kacang tanah, butternya justru keluar secara alami melalui proses produksi. Manisnya pas, meski tak menggunakan gula sama sekali. Saya jadi bisa menikmati aneka makanan dilengkapi selai yang aman kandungan gulanya.
Hasil Boemi Lombok: Diproduksi di Lombok, Dikenal Hingga Seluruh Dunia
Berawal dari dapur kecil, kemitraan dengan para petani lokal Lombok, dibantu sejumlah karyawan, tentu Hasil Boemi Lombok bukanlah seperti yang ada sekarang tanpa dukungan keluarga, dan kerabat. Tierza berbagi cerita bagaimana suaminya sering membantunya brainstorming idea, saudaranya yang membantu urusan desain dan memberikan banyak masukan, orangtua yang mendukungnya dengan doa tanpa henti, pun kerabat- komunitas setempat. Iya ingat salah satu komunitas, Lombok Eco Market, tempat di mana produk selai sehatnya mulai mendapatkan tempat. Lombok Eco Market adalah wadah tepat bagi siapa saja yang mendukung keberlanjutan, yang membumikan produk-produk alami. Di sanalah Tierza mendapatkan semangat luar biasa.
Kini aneka produk selai sehat Hasil Boemi Lombok bisa dibeli secara offline di Pepito dan Fresh Market di Lombok, sejumlah toko/kafe di area Mandalika Lombok, serta secara online baik melalui kontak CS, website hasilboemilombok.com, Shopee, dan Tokopedia. Pelanggan pun dapat berkunjung langsung ke toko sekaligus lab Hasil Boemi Lombok yang berlokasi di Baturiti, Kuta, Mandalika- jika ingin membeli secara langsung.
Dukungan Astra, dan Kejutan Indah yang Tak Disangka
Tierza Meria Eriandita, tercatat sebagai Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tingkat Provinsi NTB Tahun 2024. Setidaknya, itulah informasi yang tercantum di situs satu-indonesia.com. Saat berbagi cerita di baliknya, bagi Tierza, ini sungguh kejutan yang tak pernah ia sangka.
Berawal dari dirinya yang dihubungi oleh tim Astra untuk mengikuti seleksi dengan mengisi formulir. Ia dan saudaranya pun memulai proses tersebut, tidak ada niatan lain- kecuali berbagi, hendak membumikan produk selai sehat yang selama ini ia produksi. Proses tersebut kemudian berlanjut, hingga ia mendapatkan kunjungan, sampai pada dikabarkan terpilih sebagai penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards Tingkat Provinsi NTB Tahun 2024.
“Saya senang mendapatkan penghargaan, terlebih lagi ini dari Astra, bahagianya luar biasa. Eh ternyata dapat uang tunai jutaan rupiah juga! Tentu ini sangat membantu untuk bisa digunakan belanja bahan baku. Alhamdulillah”, ungkap Tierza.
Dukungan Astra rupanya tak sampai di situ, dirinya dikontak oleh rekan-rekan sesama peraih apresiasi di daerah setempat, meski ia baru setahun mendapat penghargaan tersebut. Ia pun optimis bahwa keputusan mengisi formulir kala itu adalah awal yang baik untuk terus melangkah bersama Astra ke depannya. Terlebih lagi jejaring bersama teman-teman (terutama peraih apresiasi SATU Indonesia Awards) yang sungguh menunjukkan bukti semangat Satukan Gerak, Terus Berdampak untuk Indonesia itu adalah hal yang penting untuk dilakukan, ya kolaborasi!
–
Bukan tidak mungkin selai yang dihasilkannya di Lombok, di tahun-tahun yang akan datang bisa dikenal hingga seluruh dunia. Lebih dari itu, bisa menjadi salah satu ikhtiar bagi siapa saja yang menginginkan hidup sehat.
–
sumber:
– dokumentasi pribadi dan wawancara langsung dengan narasumber
– situs web hasilboemilombok.com









Menggiurkan sekali kalau selainya diproses secara sehat, ya. Jadi mupeng deh. Coba order ah
Suka dengan semangat Kak Tierza ini untuk semakin berdaya, sekaligus mendukung petani lokal setempat juga. Apalagi kreasinya dengan Hasil Boemi Lombok ini ternyata memberikan manfaat pula. Semangat berkarya selalu kak.
Mba Andy dan Mba Tierza di foto berdua itu mirip lho…
Btw, aku amati kemasannya dan ternyata aku sudah pernah icip ini , Crunchy Peanut Butter dari Hasil Boemi Lombok. Dulu suamiku dari sana terus beli oleh-oleh ini…Wah, jadi pengin lagi, coba beli online ajaaa.
Salut dan ikut bangga pada Mba Tierza dengan semangatnya mengembangkan usaha dari dapur ibu ke Hasil Boemi Lombok hingga meraih apresiasi dari Astra
Wah mantap banget usahanya. Jadi penasaran sama rasa selainya. Harus banget beli online untuk menuntaskan rasa penasaran ๐๐
Wah, baru tau ada selain tanpa gula. Jadi mau coba order. Semoga sukses terus ya usahanya, semakin bisa ditemukan produknya di berbagai daerah
Jadi.ngiler
Benar-benar sebuah perjlanan panjang untuk menghasilkan produk organik dengan kualitas terbaik,,,berkat kerja keras beliau maka para petani di sekitar lombok juga jadi tidak bingung lagi memasarkan hasil panennya,,,
Baca ini jadi pengen cobain juga rasanya apalagi juga sudah sampai terkenal dimana-mana kan…auto cek di onlen dehh ๐
Membaca perjuangan seorang perempuan yang memiliki cita cita yang tinggi ikut bangga karena bisa memotivasi untuk tidak suka mengeluh
Wow keren banget, merantau ke Lombok, kemudian menemukan potensinya dan akhirnya membuat usaha yang mengusung bahan baku lokal kyk sekarang ya mbak ๐
Nggak berhenti menggunakan bahan baku pangan lokal, tetapi juga turut mendorong para perempuan yang ada di sana buat lebih berdaya lagi ikut memproduksi selai.
Emang keknya kalau skala home industry pada awalnya pasti ada uji coba dan praktiknya tetep nggak mudah, tetapi untung semangatnya nggak surut yaa.
Jadi penasaran deh sama rasa selainya, aku juga suka kacang mede, penasaran sama rasa yang Crunchy Peanut Butternya juga ๐
semangatnya luar biasa sekali, dan kalo soal pangan lokal pasti gapernah gagal soal rasa.
aku suka banget sama packaging dan branding-nya loooh, tone lokal dengan sentuhan modern-nya itu terasa sampe sini
Wah keren banget bermula ingin memberikan menu sarapan yang sehat buat anak akhirnya berujung pada usaha membuat selai dari bahan organik. Mesti ada banyak tantangan Saya yakin banget apa yang dimulai oleh hasil bumi Lombok ini bisa bertahan dalam jangka panjang.
Penasaran sama rasa peanut butternya.. Semangat hone industri biar maju terus ya