Sensasi Menginap di Lantai 26 Hotel Yuan Garden Pasar Baru

view lantai 26 Yuan Hotel

Bagaimana rasanya menginap di kamar yang berada di lantai 26? Bagi mereka yang tinggal di kota besar dengan banyak bangunan tinggi, mungkin ini adalah hal yang biasa. Namun tidak demikian dengan saya, bahkan kalau diingat-ingat lagi, itu adalah kamar dengan lantai tertinggi tempat saya pernah menginap. Sempat ada rasa khawatir bagaimana kalau terjadi gempa, wah lumayan juga harus turun tangga darurat hingga lantai dasar nanti.

Bagaimana kalau ada perlu apa-apa, darurat, lalu harus segera ke lantai tempat lobby hotel berada? Naik lift dari lantai 26 ke lantai 1 itu butuh waktu berapa menit? Pertanyaan demi pertanyaan hadir di benak saya, tepat setelah resepsionis memberikan kunci kamar dan menyebut lokasi kamar yang berada di lantai 26. Overthinknya gak kira-kira emang…

pintu masuk yuan hotel

Hotel di Kawasan Pecinan Jakarta

Dalam perjalanan menuju hotel, saya terus melihat maps, Jl. Pintu Air V No.53, RT.5/RW.8, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710. Iya, itu lokasi persisnya. Dari bangunan demi bangunan yang dilewati, kok rasanya tidak ada yang familiar ya? Mobil semakin dekat dengan titik lokasi hotel, beberapa kali saya melihat sekelilingnya serupa Jalan Sulawesi pun Jalan Somba Opu-nya kota Makassar, atau daerah Kota Tua Ampenan di Mataram. Ah, benar saja, Pasar Baru- nama daerah tempat hotel ini berada meruapakan salah satu kawasan Pecinan atau Chinatown tertua dan ternama di Jakarta, selain Glodok dan Mangga Besar. Sebenarnya sih sudah jelas ya dari namanya, Yuan Garden Hotel. Iya, Yuan.

kamar 2609

Selalu Ada Kali Pertama

Udara kota Jakarta panas sekali waktu itu, membuat saya segera masuk ke lobby hotel. Pengennya sih bisa langsung masuk ke kamar. Tapi saya datang sebelum waktu check in, kalau tidak salah masih pukul 8 atau 9. Ide siapa sih ini datang pakai pesawat pagi? Iya, ide saya. Hahaha. Saya segera ke resepsionis, menginfokan identitas dan tadaaa kunci kamar sudah di tangan, tertulis: 2609. Sebagaimana yang diinfokan kakak panitia di grup koordinasi di WA.

“Kamar 2609, di lantai 26 yaa kak… nanti check in jam 2 siang, naik melalui lift di sebelah sana…”, jelas resepsionisnya.

He? Lantai 26? Saya kemudian mengumpulkan memori terkait lantai berapakah yang paling tinggi yang pernah saya datangi? Sungguh yang teringat hanya hotel tertinggi di kota Mataram, itu pun seingat saya, rooftopnya yang berada di lantai 11 atau 12. Saya menginapnya masih di bawah lantai 10. Baiklah, namanya juga selalu ada kali pertama. Maka inilah pengalaman pertama saya, ke Jakarta untuk suatu kegiatan, sendirian- tanpa roommate, sendirinya perempuan (yang dari luar Jabodetabek), dan memecahkan rekor saya sendiri (dari biasanya di lantai di bawah 10, eh tiba-tiba 26).

beef pepperoni pizza

Seloyang Pizza Teman Menanti Waktu Check In

Sempat terpikir mau keliling, melihat kawasan sekitar hotel sembari menanti waktu check in, tapi kemudian saya urungkan. Lagi-lagi karena apa? karena udaranya panas dan gerah sekali kala itu. Terlebih lagi, ada seorang teman SMP yang mengajak ketemuan. Wah, asyik! Tapi yang saya lupa adalah, dia berangkat dari Depok! Wkwkwk. Baiklah, setelah wajah saya terlalu membosankan untuk berlama-lama di area lobby, maka saya putuskan untuk melipir ke kafenya hotel. Saya lupa namanya.

Setelah cukup lama melihat buku menu, akhirnya pilihan saya jatuh kepada pizza, varian Margherita. Intinya, itu yang paling affordable. Banyak, kenyang, kalau gak habis (ya kali saya habiskan seloyang) bisa dibawa ke kamar- ya menu lain juga bisa sih wkwk.

Pemandangan Jakarta di Malam Hari

Entah pukul berapa, ketika pizza yang saya pesan tadi baru selesai saya makan 2 slices, teman yang ditunggu-tunggu pun datang. Audita namanya. Seingat saya, itu masih sekitar pukul 11. Jadilah kami pergi bersama. Benar-benar dibawa ke sana-sini, dari berjumpa teman lainnya, menyantap Pallubasa Serigala Cabang Jakarta- yang berada di Jakarta Utara sana, ngopi di Sarinah, sampai kemudian tiba kembali di hotel pada pukul 6 sore. Hiyaaa, mana tadi yang buru-buru mau segera check in? Hahahaha

jakarta di malam hari

Setibanya di hotel, saya langsung meminta Audita untuk turut mengantarkan saya sampai ke kamar. Wkwkw. Ya gimana, dari tadi belum masuk kamar, lantainya di atas banget-banget gitu, pun bakal sendirian (definisi beneran sendirian di lantai nun jauh di sana, 7 orang peserta lainnya berada di lantai berbeda, di bawah-bawah pula). Saya yang awalnya sempat khawatir, langsung merasa lebih tenang ketika sampai di kamar. Alhamdulillah kamarnya bersih, rapi, vibesnya nyaman, dan… Masya Allah, pemandangannya cantik sekali. Iya, pemandangan gemerlap kota.

kamar hotel yuan
kamar hotel

Kamar yang Luas dan Bersih

Untuk ditempati sendirian, jelas kamar ini terbilang luas. Di dalamnya terdapat satu tempat tidur queen size dengan meja kecil di kiri dan kanannya, satu meja panjang di depannya (bisa jadi meja kerja), lemari, meja tempat membuat kopi dan teh, kulkas mini, televisi (yang saya biarkan nyala aja tuh iklan hotelnya supaya gak sepi-sepi amat), dan oh ya- saya lupa fotoin toiletnya. Pokoknya yang membuat nyaman adalah karena kamarnya bersih, terang (gak remang-remang), udaranya segar (kadang ada aja vibes lembab yang tahu sendirilah…). Satu hal yang ngegemesin adalah…demi apa saya kebagian kamar yang ada connecting doornya wkwkwk. Bikin nambah daftar overthinking gak tuh?!

restoran lantai 7 hotel

Yuan Garden Hotel Pasar Baru dan Waktu yang Cepat Berlalu

Jadi bagaimana sensasi menginap di lantai 26 Hotel Yuan Garden Pasar Baru? Alhamdulillah, all is well. Oh tentu usai shalat Maghrib dan Isya, semalaman tidurnya ditemani murottalnya Ustadz Muzammil. Hahaha. Ya gimana, alumni gempa Lombok ini masih aja kebayang momen di tahun 2018 itu, lah itu aja di bangunan satu lantai paniknya macam apa, bagaimana dengan berlantai-lantai gini. Walau teori mitigasinya sudah ada, kadang masih deg-degan juga kalau sudah sesi praktiknya. Ckckck. FYI, Yuan Hotel Pasar Baru Jakarta Pusat, yang merupakan bagian dari Pasar Baru Mansion Group ini terdiri dari 35 lantai.

pemandangan dari restoran lantai 7

Lega sekali ketika sudah tiba shubuh hari. Eh, kok tiba-tiba shubuh? Padahal ya semalam maunya cepat-cepat esok hari #dasarmanusia. Sudah harus bersiap ke kegiatan utama, sarapan di restoran yang terletak di lantai 7, kemudian check out, karena memang demikian jadwalnya. Sampai lupa foto menu sarapan, saya malah fokus ke pemandangan dari lantai 7, dari kejauhan terlihat Masjid Istiqlal. Masya Allah..

Oh ya, tadi lupa cerita, jadi kedatangan saya ke Jakarta kala itu adalah dalam rangka menghadiri puncak peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diadakan oleh Kemenkes RI 2024 lalu, acaranya diadakan di Pos Bloc Jakarta. Alhamdulillah tulisan saya terpilih sebagai Juara 2 Lomba Menulis Kisah Inspiratif Penyintas TBC. Oh ya, saya cek sih jarak dari hotel Yuan Garden ke Pos Bloc memang dekat, 750 meter saja.

Jadi itu tadi cerita saya tentang pengalaman pertama menginap di kamar hotel di lantai 26. Semoga kedepannya ada rezeki dan kesempatan-kesempatan baik lainnya ya. Sehingga bisa melihat tempat lainnya, yang mungkin belum pernah saya lihat sebelumnya.

Teman-teman, ada yang pernah menginap di Hotel Yuan Garden Pasar Baru Jakarta juga? Cerita dong di kolom komentar.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

8 Comments

  • tanti amelia
    tanti amelia 13 April 2026 at 8:35 pm

    Aaiiih selamat ya Andy! seru banget emang nginep sendiri di kamar lantai 26 hahaha.. tapi tidurnya nyenyak nyak nyaaak, right?

    Waktu saya dapat fasilitas nginep sekamar berdua (acara SIDINA community) dan ternyata si teman saya bawa keluarga… which is dia akhirnya harus nginep di kamar bersama keluarga… saya ngga nyerah. Nyari temen ( ngotot sih minta tolongnya hahahah) dan berhasil!

    Qadarullah di saat yang sama, ada sahabat yang juga kedatangan tamu dan dia fine aja bobok sendirian, jadilah saya berhasil dapat teman bobok yang sebenernya pemberani …
    aaah kok jadi cerita panjang lebar gini..

    pokoke selamat sekali lagi yaaa Andy, sering sering ya menang lomba biar keliling Indonesia kalo perlu ke luar negeri yaa!

    Reply
  • Annie Nugraha
    Annie Nugraha 14 April 2026 at 10:42 am

    Udah lama gak ke kawasan Pasar Baru. Jadi ngintip hotel ini di beberapa tautan. Ternyata apik banget. Walking distances dengan beberapa keseruan legendaris di Pasar Baru. Sayang pas udara panas ya Mbak, jadi enggan kalau harus keliling dengan keringat bercucuran.

    BTW, pizza nya menggoda buangets dah. Makannya ditemenin teh yang ditetesi lemon dan dikasih sereh. Alamak. Nikmatnya.

    Reply
  • Maria G Soemitro
    Maria G Soemitro 14 April 2026 at 11:16 am

    saya jadi mengingat-ingat, apakah pernah tidur di lantai setinggi itu
    Kayaknya belum deh, karena lantai 16 apartemen (tempat tinggal anak saya) itu pun udah tinggi banget

    Eniwei selamat ya Mbak Andy, semoga selalu sukses

    Reply
  • Suci
    Suci 14 April 2026 at 11:36 am

    Waaah selamat mbak…
    Aku juga mantan penderita TBC 10 thn lalu
    Kalo tau ada kompetisinya ikut deh, hehe

    Salfok sama foto istiqlal nun jauh disana, cakep sekali dan rinduuu, dan langit JKT nampak mendung ya…

    Reply
  • Yuni Bint Saniro
    Yuni Bint Saniro 14 April 2026 at 11:59 am

    Agak ngeri juga sih kalau dapat kamar yang di lantai 26 gitu. Cuma memang kalau aada jendela atau balkonnya, jadi bisa lihat pemandangan kota yang menakjubkan.

    Reply
  • Fenni Bungsu
    Fenni Bungsu 14 April 2026 at 2:49 pm

    Staycation di sekitar Pasar Baru daku belum pernah kak, bahkan baru engeh nama hotelnya huhu.
    Asik juga memandangi saat malam di ketinggian lantai 26. Kalau daku mungkin dah overthinking karena cukup tinggi itu huhu

    Reply
  • Annisakih
    Annisakih 14 April 2026 at 5:25 pm

    Kalau jalan-jalan sama teman lama, dijamin sampai lupa waktu ya.. ditambah kemacetan Jakarta, niat mau checkin tepat waktu malah balik-balik sudah mau gelap.
    Pemandangannya indah lumayan jadi penawar kekhawatiran.
    Syukurlah malam itu lekas berlalu dengan aman ya

    Reply
  • Dian Restu Agustina
    Dian Restu Agustina 14 April 2026 at 5:57 pm

    Selamat atas prestasinya Mba.. Keren banget
    Wow dari lantai 26 indah sekali Jakarta
    Lengkap juga ya fasilitas dan layanannya. Juga
    berlokasi strategis di area Pasar Baru, memudahkan akses ke kuliner, belanja, serta atraksi wisata

    Reply

Leave a Reply to Suci Cancel Reply