Coto Nusantara Makassar Posted on 17 September 20113 December 2016 By andyhardiyanti Coto Nusantara Tunggu dulu, mana yang benar? Coto Nusantara Makassar atau Coto Makassar Nusantara. Aih aih, bingung saya. Sudahlah, mana-mana saja. Saya pertama kali mengenal Coto Nusantara ini lewat sebuah buku yang saya baca pada tahun 2007 silam (baru juga beberapa tahun yang lalu, pakai silam-silam segala). Sudah sering juga dengar komentar-komentar dari teman-teman yang pernah berkunjung ke sana. Tapi entahlah kenapa saya belum juga ‘ngiler’ untuk mencoba coto yang warungnya terletak di sekitar pelabuhan itu. Mungkin karena sudah keseringan menikmati Coto Gagak (hey, ini namanya saja ya! jangan berpikir kalau coto ini terbuat dari 100% daging gagak..wkwk ya ndaklah~) dan Coto Paraikatte. Sampai pada suatu hari yang disebut hari Sabtu, ketika saya-papa rani-n rani nduti tralala trilili pulang dari sebuah acara dan berencana mengunjungi keluarga yang kebetulan tinggal di daerah yang sama dengan tempat diadakannya acara yang kami hadiri tadi (kalimatnya ribet, tauk!) dan ternyata keluarga yang hendak kami kunjungi tadi sedang tidak ada di rumah dan kami lapar dan kami bingung mau pergi makan dimana dan maunya beli tempe terus goreng di rumah dan karena saya mau lihat acara di Pantai Losari jadinya ndak jadi deh beli tempenya. Akhirnya kita putuskan (kita putuskan ya, bukan KITA PUTUS,KAN?) untuk singgah makan dulu, baru ke Pantai Losari. Awalnya saya mengajukan ide untuk makan di Pallubasa Serigala, tapi ndak jadi soalnya terlalu makan ongkos dan sepertinya dalam seminggu ini kita sudah tiga kali makan disana :D. Akhirnya kita menuju jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di belakang Masjid (lupa namanya masjid apa) ada warung namanya Warung Selera Kita, warung sederhana nan imut plus makanannya enak yang konon jadi tempat makan siang favorit saya dan dia waktu jaman masih belum nikah dulu. Hihihihi..Β Sampai disana ternyata warungnya ndak buka, hari Senin baru buka lagi katanya -___- . Haduh! susahnya cari tempat makan. Terus kita ke tempatnya Mie Awa, ndak tau juga di jalan apa namanya dan sampai disana warungnya tutup (entah tutup atau belum buka) sepertinya belum buka sih. Dan capeklah sudah kita putar sana sini dan jeng jeng.. tiba-tiba kita sampai disini, di Warung Coto Nusantara (warung ya?). Semangkuk Coto Nusantara Ternyata Coto Nusantara memang enak lho teman-teman. Peringkat 1 deh untuk urusan coto menyoto, menurut saya… Yang di atas tadi maap..turun peringkat dikit ndak papa ya? tapi saya tetap ke sana kok. Jangan sedih ya? (apaan sih? :D). Oh iya, harga semangkuk coto disini Rp12.000,- dan untuk ketupatnya Rp1.000,-. Ini beberapa oleh-oleh fotonya π Coto Rp12000 Ketupat Rp1000 Dagingnya ditutup ya.. Biar ndak diganggu sama lalat.. Nah, ini salah satu pengunjung di sana ^_^ Culinary Coto MakassarCoto NusantaraCoto Nusantara Makassar
Culinary Caca Garden Cafe, Tempat Makan di Lombok dengan Konsep Berbeda Posted on 31 August 201929 October 2020 Caca Garden Cafe, Tempat Makan di Lombok dengan Konsep Berbeda. Seperti di daerah lainnya, Lombok khususnya Mataram sedang ramai-ramainya dengan aneka usaha kuliner. Sayangnya, sebagian besar hanya heboh di awal lalu perlahan semakin hari semakin sepi. Apa penyebabnya? Banyak. Beberapa diantaranya yaitu kualitas menu yang tidak terjaga, berkurangnya kenyamanan dan… Read More
Culinary Sajian Bebalung di Bale Bebalung Posted on 25 December 20153 December 2016 Bebalung. Salah satu makanan khas Lombok ini sangat cocok dinikmati di musim hujan. Bebalung merupakan makanan berjenis sop yang isinya terdiri dari potongan iga sapi, tulang belulang (hiii..) dan perpaduan berbagai rempah. Intinya sih bebalung ini serupa sop iga ataupun sop konro dengan perbedaan yang terletak pada bumbunya. Di Lombok… Read More
Culinary Ramen Halal di Lombok, ke HokBen aja! Posted on 27 January 202330 January 2023 Ramen Halal di Lombok, ke HokBen aja! Cari kuliner ramen halal di Lombok? ke Hokben di Epicentrum Mall aja, yang sudah mengantongi Sertifikat Halal MUI. Mungkin bakal banyak yang komen, eh bukannya di Lombok mayoritas muslim ya? Emang ada gitu produk makanan dan minuman di sana yang gak halal? Oh… Read More
wew. jadi lapar lagi nih lihat fotonya. baru dengar ada coto gagak, kalau bukan karena ada daging gagaknya, kenapa dinamain daging gagak, ya? Reply
dinamain coto gagak karena warungnya ada di Jalan Gagak π Ya, klo cotonya ada di Jalan Ayahnya Ranggasetya ya mungkin nama warung cotonya jadi: COTO AYAHNYARANGGASETYA.. *panjangbener* *pissAYAHNYARANGGASETYA^_^* Reply
iya, om kirman. Silahkan dicoba cotonya.. FYI, warung coto yang satu ini bukanya cuma sampai sore ya.. Reply
saya juga penggemar coto Makassar sejak dinas di Balikpapan. Di Surabaya juga banyak yang jual, jadi saya masih bisa menikmatinya. Kalau coto Nusantara memang belum,apalagi soto gagak. salam hangat dari Surabaya Reply
haissssh, sayang sekali anda melewatkan kesempatan menikmati coto yang rasanya mantap ini… #apasih. eh tapi ndak meledak ji itu nanti perutnya kalo mau semua dimakan? hihi..kan sudahmi dihantam seafoodnya RM.Kayangan :O Reply
urusan makan coto makasar, konro bakar …mantabs π sayang coto nusatara belum ada cabangnya di bandung… Reply
Mmmmmmm…….bener banget coto Nusantara tiada duanya deh… Setiap pulang ke Makassar, saya sempetin makan coto Nusantara dulu. Maklum, selalu kangen karna sudah lama tinggal di Surabaya. Reply
Seumur-umur makan coto di Jogja dan baru sekali ke Makassar ternyata memang lebih enak coto asli Makassar. π Reply