Tinggal di Lombok adalah salah satu bentuk privilege. Daerahnya sudah cenderung maju, belum terlalu ramai, kualitas udara baik, dan yang terpenting ada banyak sekali pilihan destinasi wisata. Setiap akhir pekan, bahkan setiap hari, selalu terpikir akan pergi berwisata ke mana lagi. Entah itu hidden gem, atau bahkan tempat yang sudah populer, namun belum sempat kami datangi.
Dari sekian banyak pilihan tersebut, akhir pekan lalu kami memutuskan untuk sedikit menjauh dari pantai dan mencari kesejukan di salah satu kaki Gunung Rinjani. Pilihan pun jatuh pada agenda trekking ringan menuju Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu di Desa Aik Berik.
Lokasi Air Terjun di Aik Berik
Kedua air terjun ini sudah dikenal sejak lama baik oleh wisatawan lokal, maupun asing. Entah karena keunikan pemandangan airnya yang turun bak tirai kelambu, atau lokasinya yang terbilang dekat- jika dibandingkan dengan destinasi air terjun lainnya di Lombok. Dekat di sini tentu saja patokannya dari kota Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dari kota Mataram, kami menempuh jarak sekitar 35 km (baik menggunakan motor maupun mobil), dalam waktu satu jam, untuk sampai di pintu masuk air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu yang berada di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Syukurnya jalan yang kami lewati dalam kondisi baik, mulus. Arus lalu lintas pun terbilang lancar. Pemandangannya bervariasi, mulai dari keramaian khas jalan poros (Mataram-Sikur), kemudian berubah dengan pemandangan area persawahan, Gunung Rinjani yang terlihat dari kejauhan, kolam-kolam budidaya ikan air tawar, pun suara air sungai yang mengalir (ketika sudah masuk daerah Batukliang).
Harga Tiket Masuk dan Parkir di Kawasan Aik Berik
Setibanya di lokasi, kami langsung diarahkan untuk memarkirkan kendaraan ke tempat parkir yang berada di sisi kanan jalan. Untuk biaya parkir motor yakni sebesar Rp5.000,- (lupa tanya euy kalau mobil berapa). Selanjutnya, para pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk seharga Rp5.000,- per orang (anak usia 5 tahun ke atas sudah terhitung satu tiket yaa..). Baik tiket parkir maupun karcis masuk semuanya hanya menerima metode pembayaran dengan uang tunai/cash, jadi harap disiapkan sebelumnya.
Tidak usah khawatir kalau belum sempat sarapan atau lupa membawa bekal, karena sepanjang pintu masuk berderet sejumlah warung/rumah makan. Mengingat sebelum ke sini kami sudah sarapan lontong sayur, jadi langsung saja, saatnya memulai trekking ke air terjun!
Perjalanan Antipegel ke Benang Stokel
Tujuan pertama kami adalah air terjun Benang Stokel. Demi apa sudah menetap di Lombok sejak 2012, tapi baru 2026 ini ke sana. Ya gak demi apa-apa, lebih baik telat eh baru sempat daripada tidak sama sekali, kan? Syukurnya perjalanan menuju Benang Stokel bisa dibilang sebagai perjalanan antipegel! Bagaimana tidak, jaraknya hanya 500 meter, bisa ditempuh dalam waktu 10-15 menit berjalan santai.
Sudahlah dekat, jalanannya pun ramah untuk segala usia. Jalurnya cenderung datar (sempat ada turunan dan tanjakan, tapi masih aman kok), sebagian besar sudah di-paving/tertata rapi, sangat teduh dengan banyaknya pohon di sepanjang jalan, hingga tak terasa akhirnya kami disambut gemuruh air terjun pertama: Benang Stokel.
Menyusuri Jalur Naik Turun Demi Benang Kelambu
Puas bermain percikan air dan menikmati berjalan di atas genangan sembari menginjak kerikil di Benang Stokel, kami melanjutkan perjalanan ke air terjun selanjutnya: Benang Kelambu. Kedua air terjun ini berada di kawasan yang sama (bahkan sebenarnya ada beberapa air terjun lainnya), jadi tak lengkap rasanya kalau tidak melanjutkan perjalanan ke sana. Seperti halnya kalau teman-teman trekking ke air terjun Sendang Gile, ya sekalian saja lanjut ke Tiu Kelep. Walau memang, tujuan berikutnya itu lebih menantang, lebih capek, dan lebih indah (makin tjakep emang makin susah digapai ya ckck).
Butuh waktu sekitar 20-30 menit untuk menempuh jarak sejauh 1 km (kayaknya lebih deh) dari Benang Stokel ke Benang Kelambu. Sepintas jaraknya ya gak jauh-jauh amat, eh tapi jalurnya dong, naik turun! Pengunjung akan memulai rute menanjak, kemudian turun, lalu menanjak lagi, dan turun lagi, entahlah itu ada berapa anak tangga. Kami juga menyusuri jalan setapak yang berada di tengah rimbunnya kebun dan hutan. Serunya karena di beberapa titik ada saja warung-warung milik penduduk setempat, kalau lelah bisa mampir beli makanan/minuman atau duduk istirahat sebentar. Gak kuat jalan? atau mungkin hanya punya sedikit waktu untuk berwisata ke sini? Jangan khawatir, teman-teman bisa menggunakan jasa ojek ke air terjun Benang Kelambu (lewat jalur berbeda).
Berenang di Dinginnya Air dan Suasana Rindang
Kalau Benang Stokel cocok untuk sekadar bermain percikan air, maka Benang Kelambu pas banget untuk dipakai nyebur! Ada banyak pilihan kolam di sini (entah terbentuk secara alami atau dibentuk) yang berada di bagian bawah dari aliran air terjun. Oh ya, sesuai namanya, air terjun ini turun di sela-sela dedaunan, tipis, dari ketinggian, namun banyak, serupa tirai-tirai kelambu. Masya Allah indah sekali. Airnya dingin luar biasa, tapi bukannya enggan untuk disentuh, kami ya makin penasaran pengen mencoba berenang di kolam-kolam yang ada di sana.
Tepat di depan air terjun, ada semacam area tempat duduk dengan warung sederhana, di sana tersedia aneka minuman panas (kopi, teh, susu), serta camilan dan mie instan. Cukuplah untuk sekadar menuntaskan rasa lapar, entah karena lelah di perjalanan atau rasa dingin usai berenang.
Catatan Penting Sebelum Bepergian ke Air Terjun di Aik Berik
Umumnya kedua air terjun ini dianggap sebagai yang paling rama treknya. Bagi yang sudah terbiasa trekking, dan rutin berolahraga, nampaknya asyik-asyik saja menempuh jalur naik turun menuju Benang Kelambu. Tidak demikian sebaliknya, terlebih lagi kalau bepergian bersama keluarga yang mungkin tiap anggota memiliki kondisi berbeda-beda. Jadi ada hal-hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:
Cek Info Prakiraan Cuaca
Kalau kata teman-teman saya sebelumnya, trek ke sini cenderung licin. Eh pas kami ke sana, Alhamdulillah kering-kering aja, kecuali saat sudah dekat lokasi air terjun. Baiknya cek dulu info prakiraan cuaca ya, khawatirnya bakal turun hujan, tentu treknya jadi lebih menantang dan perlu untuk membawa jas hujan misalnya.
Berpakaian yang Nyaman dan Membawa Pakaian Ganti
Kenakan pakaian yang nyaman, mulai dari baju, celana, serta alas kaki. Intinya yang nyaman untuk dipakai berjalan kaki, pun naik turun. Entah itu menggunakan pakaian yang bisa cepat kering, alas kaki seperti sandal gunung, atau yang lainnya. Jangan lupa bawa baju ganti, karena sesampainya di sana pasti deh teman-teman bakal tergoda untuk main air bahkan berenang! Bisa aja sih pulangnya basah-basah (membiarkan pakaian kering di jalan), tapi heyyy…dingin!
Tidak Usah Dipaksakan untuk Berjalan Kaki
Trekking bersama anak kecil, orang tua, atau mungkin teman/keluarga dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan berjalan kaki jauh/dengan medan naik turun berkali-kali? Tidak usah dipaksakan untuk berjalan kaki, di sana sudah tersedia jasa ojek menuju air terjun Benang Kelambu. Jalan yang dilalui memang lebih jauh, tapi kan naik motor, jadi tidak berasa. Biayanya sebesar Rp100.000,-.
Kalau tetap ingin merasakan sensasi trekking, maka bisa berjalan kaki dulu sampai Benang Stokel, lanjut jalan sebentar, nanti akan ada jasa ojek di pertengahan perjalanan. Entah tarif yang dipatok di sini berapa. Tapi bisa jadi solusi bagi yang tetap ingin berwisata ke Benang Kelambu tanpa harus lelah berjalan kaki.
Perhatikan Jadwal Kedatangan
Namanya juga tempat wisata, ya biasanya akan ramai di akhir pekan. Terlebih lagi, lokasinya yang masih di tengah-tengah, treknya terbilang masih wajar, pun ada opsi naik ojek. Jadi jangan kaget kalau teman-teman tidak bisa sepenuhnya menikmati keindahan air yang turun di sela-sela dedaunan bak tirai kelambu itu karena ramainya pengunjung. Saran saya sih, datang ke sini saat hari kerja/weekdays, dan di pagi hari (jam 7 pagi), hahaha…dijamin sepi pengunjung, bahkan bisa jadi hanya kalian saja yang ada di sana.
Bawa Bekal Secukupnya
Meski di sana sudah tersedia banyak warung, gak ada salahnya untuk membawa bekal dari rumah. Entah itu air minum (agar tetap terhidrasi), atau sekadar pisang goreng keju. Bawa secukupnya saja supaya tidak berat di jalan, lebih bagus lagi yang tidak menggunakan kemasan sekali pakai, jadi tidak menghasilkan sampah.
Jaga Kebersihan Kawasan Air Terjun
Pastikan untuk membawa pulang sampah-sampah kemasan makanan/minuman/lainnya ya. Memang sih di sana sudah disediakan tempat sampah di beberapa titik, tapi kalau bisa dimasukkan kembali ke dalam tas, masukkan saja. Buang saat berada di atas/di rumah. Kebayang kan.. itu tempat sampah di lokasi air terjun gimana sulitnya kalau harus diangkut ke atas.
–
Teman-teman punya pengalaman trekking ke air terjun bersama keluarga? atau mungkin tertarik berkunjung ke air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu di Lombok? Yuk, kami tunggu kedatangannya.


No Comments