Protokol Kesehatan Objek Wisata di Kabupaten Semarang, Seperti Apa? Posted on 16 September 20201 October 2020 By andyhardiyanti Protokol Kesehatan Objek Wisata di Kabupaten Semarang, Seperti Apa? Pada era adaptasi kebiasaan baru sekarang, bagaimana protokol kesehatan objek wisata mulai diterapkan? Mari kita lihat Kabupaten Semarang sebagai contohnya. Masa pandemi memang belum berakhir, seluruh sektor termasuk pariwisata turut terkena imbasnya. Tidak salah jika kita mulai memikirkan bagaimana solusinya. Hal apa yang bisa dilakukan sebagai upaya beradaptasi di era kebiasaan baru nanti. Serta bagaimana menerapkan protokol kesehatan objek wisata agar wisatawan dapat berkunjung lebih tenang dan nyaman. Menariknya, sejumlah objek wisata di Kabupaten Semarang sudah mempersiapkan hal tersebut, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat berlangsung di tiap destinasi wisatanya. Informasi terkait objek wisata yang menerapkan protokol kesehatan pun terjadi di halaman situs Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Sudah beberapa bulan terakhir ini, masa pandemi membuat sebagian besar dari kita harus terbiasa di rumah. Kita dituntut dapat tetap bekerja, berkarya, dan produktif meski di rumah saja. Tidak ada aktivitas liburan di akhir pekan seperti biasanya, tidak berarti menghalangi untuk mencari tahu informasi terkait sejumlah destinasi, bukan? Seperti yang saya lakukan baru-baru ini. Sebab rindu traveling, kangen bepergian, menghabiskan waktu bersama keluarga maupun teman, membuat saya menggali informasi perihal protokol destinasi. Bagaimana sih penerapan protokol kesehatan objek wisata itu? Hingga saya tiba di sebuah halaman situs Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Protokol Kesehatan Objek Wisata di Kabupaten Semarang, Seperti Apa? Protokol destinasi atau protokol kesehatan objek wisata adalah aturan yang ditetapkan dan harus dipatuhi sebagai upaya pencegahan meluasnya (dalam hal ini virus Covid-19) di kawasan objek wisata. Dimana dengan menerapkannya, maka diharapkan aktivitas bisa berjalan seperti biasanya, namun dengan harapan penyebaran virus bisa dicegah. Lebih luasnya lagi, jika masa pandemi telah berakhir, dan protokol kesehatan tersebut diterapkan, maka kita semua bisa mendapatkan manfaat baik. Mengapa? karena sudah terbiasa dengan perilaku bersih dan sehat yang menjadi inti dari bagaimana protokol kesehatan Covid-19 ini berjalan. Jadi hal-hal yang terlihat sederhana namun berdampak baik, seperti: mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan dan yang lainnya, bisa terus menjadi kebiasaan baik di masa yang akan datang. Lantas seperti apa sih penerapan protokol kesehatan objek wisata di Kabupaten Semarang? Objek wisata apa saja yang sudah siap menerapkannya? Bagaimana cara wisatawan mengetahui atau mendapatkan informasi perihal destinasi yang telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik? Protokol Kesehatan di Tempat Wisata, Apa Saja? Sebelum membahas khusus bagaimana objek-objek wisata di Kabupaten Semarang menerapkan protokol kesehatan, maka perlu kita ketahui dulu apa saja hal-hal yang termasuk di dalamnya. Adapun poin-poin protokol kesehatan di tempat wisata yaitu: Pembatasan jumlah pengunjung. Menurut dr. Reisa Broto Asmoro, selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, jumlah pengunjung objek wisata harus dibatasi, yakni sebanyak 50% dari total kapasitas pengunjung biasanya. Selalu menjaga jarak dan tidak boleh ada kerumunan. Namanya juga tempat wisata yaa, pasti ramai pengunjung. Itulah mengapa jumlah pengunjung dibatasi menjadi setengah dari biasanya. Tidak lain adalah agar mudah untuk jaga jarak dan menghindari adanya kerumunan. Pengelola objek wisata wajib menjaga kebersihan/melakukan pembersihan secara berkala. Penting bagi pengelola objek wisata untuk melakukan pembersihan secara berkala dengan menggunakan disinfektan, pada fasilitas maupun sarana dan prasarana tempat wisata yang digunakan bersama/oleh banyak pengunjung. Pemeriksaan suhu, menggunakan masker, dan membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun. Pastikan bahwa pengunjung sedang dalam kondisi sehat. Lakukan pemeriksaan suhu di pintu masuk, pastikan pula bahwa pengunjung selalu menggunakan masker, serta membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun. Ya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus diperhatikan di sini. Pengaturan jam operasional dan pengawasan ketat. Agar para pengunjung tidak berlama-lama di tempat wisata, maka penting pula untuk diterapkan aturan jam operasional. Pada kondisi sekarang, tempat wisata tentu tidak dapat beroperasi di jam-jam dengan durasi waktu operasional seperti biasanya. Selain itu, perlu dilakukan pengawasan ketat di sejumlah titik. Untuk memastikan apakah para pengunjung menerapkan aturan tersebut dengan baik. Protokol Kesehatan di Kawasan Wisata Umbul Sidomukti Siapa tak kenal Umbul Sidomukti? Sebuah destinasi wisata alam pegunungan yang terletak di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sejumlah aktivitas rekreasi air bisa kalian nikmati di Umbul Sidomukti. Selain berenang, para pengunjung pun bisa melakukan aktivitas bersepeda, adu nyali, panahan, dan masih banyak lagi. Sejumlah fasilitas seperti gazebo, mushala, toilet, kafe, serta penginapan, tersedia di sana. Bahkan sekadar duduk, menikmati indahnya pemandangan alam ditemani sejuknya udara, tanpa melakukan apapun, bisa menjadi pengalaman menyenangkan bagi para pengunjung. Semakin tenang dan nyaman, karena Kawasan Wisata Umbul Sidomukti menjadi salah satu objek wisata Kabupaten Semarang yang menerapkan protokol destinasi. Protokol Kesehatan di Cimory On The Valley Cimory On The Valley, sebuah objek wisata berkonsep rekreasi dan edukasi juga menjadi salah satu destinasi di Kabupaten Semarang yang telah siap dengan penerapan protokol kesehatan. Para petugas di sana selalu dilengkapi dengan masker, faceshield, hand gloves, serta pastinya senantiasa mematuhi protokol kesehatan yang ada. Selama berada di Cimory On The Valley, para pengunjung harus mematuhi aturan-aturan, seperti: menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan sejumlah aturan lainnya. Pihak Cimory On The Valley pun tentunya melakukan pembersihan secara berkala terhadap sarana dan prasarana yang tersedia di objek wisatanya. Akses Informasi Terkait Penerapan Protokol Kesehatan di Objek Wisata Kabupaten Semarang Ingin melakukan perjalanan ke Kabupaten Semarang? Atau Anda warga Kabupaten Semarang dan berencana mengunjungi tempat wisata saat masa pandemi berakhir nanti? Jika iya, maka penting untuk mengakses terlebih dahulu terkait destinasi wisata mana saja di Kabupaten Semarang yang telah menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, kita sebagai pengunjung pun jadi lebih tenang dan nyaman saat berwisata. Informasi tersebut bisa kita dapatkan di situs web resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, dengan mengakses tab Protokol Kesehatan Obyek Wisata. Seluruh objek wisata yang menerapkan protokol kesehatan telah tercantum di sana dalam bentuk video. Sehingga kita bisa tahu bagaimana situasi di sana, dan seperti apa penerapan protokol kesehatannya. — Dalam masa pandemi seperti ini, memang lebih baik untuk diam di rumah. Namun, jika suatu waktu hendak melakukan perjalanan wisata, atau saat pandemi berakhir. Maka kita telah siap dengan kebiasaan baru, yang pastinya memberikan dampak yang baik bagi kita semua. Tidak hanya pengunjung, tapi seluruh pihak yang terlibat di pengelolaan objek wisata tersebut. — Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru. Traveling destinasi wisata kabupaten semarangkabupaten semarang
Traveling Kila Senggigi Beach Lombok, Spot Nyaman di Kawasan Senggigi Posted on 28 November 201624 April 2018 Kila Senggigi Beach Lombok, Spot Nyaman di Kawasan Senggigi. Terlalu banyak tempat cantik di Lombok dan rasanya tidak pernah habis untuk dikunjungi. Jangankan bagi wisatawan yang memang tujuannya pengen liburan ke Lombok, kami yang tinggal di Lombok saja belum kelar-kelar melihat semua keindahan Lombok. Belakangan kemarin, saya fokus jalan-jalan di… Read More
Traveling Rekreasi dan Relaksasi di Soera Eco-Retreat Suranadi Posted on 23 May 202624 May 2026 Lombok sering dianggap sebagai tempat yang pas untuk slow living. Tidak ada yang terburu-buru untuk dikejar, dan rasanya setiap orang seperti benar-benar menikmati proses kehidupan. Tapi Lombok sebelah mana dulu? Kota Mataram saja, kini sudah lebih ramai dari biasanya, tiba-tiba di sejumlah titik— mulai akrab dengan momen macet di pagi… Read More
Traveling Lesehan dan Kolam Renang Claudy Indah, Seindah Apa sih? Posted on 2 July 20223 July 2022 Lesehan dan Kolam Renang Claudy Indah, Seindah Apa sih? Ada yang sudah pernah ke salah satu tempat di daerah Lingsar ini? Lesehan dan Kolam Renang Claudy Indah namanya. Sebuah objek wisata yang ternyata sudah berdiri sekitar 8 tahun, namun baru saya tahu keberadaannya di tahun 2022 ini. Kedatangan kami ke… Read More
saya belum pernah ke semarang mbak, padahal udah kepo banget tapi sepertinya tidak dalam waktu dekat ini saya kesana, walau protokolnya sudha bagus tapi saya masih ada orang tua jadi agak worry kalau kenapa2 sama mereka 🙁 Reply
Sepertinya hampir di semua tempat-tempat wisata memiliki protokol kesehatan yg sama ya Mba. Di sini, deket rumah aku di Kebun Binatang Ragunan juga gitu peraturannya. Moga pada patuh pada protokol kesehatan ya, jadi bisa segera berakhir pandemi ini. Amiin Reply
Aku mau bangettt dolan ke Kab. Semarang! Pengin menjernihkan jiwa raga nih. Apalagi banyak destinasi yg memukau dan senantiasa terapkan protokol kesehatan ya Reply
Protokol kesehatan seperti yang dituliskan di atas memang harus diterapkan ya. Salut deh yang bisa konsisten menerapkan. Reply
udah pernah ke Umbul Sido Mukti mbak 🙂 ketika pandemi sepeti ini selain kesehatan jasmani, berwisata juga perlu banget agar fresh pikiran kita, mantap penerapan protokolnya 🙂 Reply
udah pernah ke Umbul Sido Mukti mbak 🙂 ketika pandemi sepeti ini selain kesehatan jasmani, berwisata juga perlu banget agar fresh pikiran kita. selamat berwisata Reply
aku udah ada rencana nih setelah pandemi pengen trip darat ke tengah dan timur pulau jawa bareng keluarga, salah satunya ke Semarang, semoga bisa terwujud, Amin. Reply
Aku pengen ke Cimory dan ajak Keponakan. Meski di sana mungkin sudah pakai protokol kesehatan, tapi jalan dari Jeparanya nih yang belum yakin akan aman atau gak. Terus perlu tes dulu apa gimana. Lain waktu semoga bisa ke sana Reply
bener banget harus ada pembatasan jumlah pengunjung selama New Normal ini, Yuk ke Cimpry seru loh di sana hihih, Tita & Rani pasti suka paalagi banyak coklat & susu 😀 Reply
Alhamdulillah semakin banyak wisata yg menerapkan protokol kesehatan ya .. termasuk di Kan Semarang. Bila pengunjung juga disiplin tentunya lebih ‘ayem’ jalan2 lagi meski pandemi belum berlalu ya.. Reply
Ini hal yang pentung banget di era new normal ya Andy. Semua tempat wisata memberlakukan protokol kesehatan yang benar2, jangan sampe pembatasan pengunjung membludak, hiks kaya beberapa tempat wisata alam di Bandung yang ramee banget dan penuh sama orang jakarta. Reply
Yeaayyy Alhamdulillah tempat wisata bisa beroperasi kembali tentu dengan menerapkan protokol kesehatan covid nineteen. Reply
Banyak tempat wisata di Semarang ya mbak…pastinya disaat pandemi ini tempat2 wisata ini harus menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus covid-19 yang kian masif. Memang kita dianjurkan untuk berdiam diri di rumah. Tapi bukan berarti tidak boleh keluar ya atau ke tempat wisata. Asal mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik saya yakin kita akan sehat2 saja. Reply
Suka sedih sama keadaan sekarang tapi mau bagaimana lagi ya mbak lebih banyak bersyukur. Apalagi sektor pariwisata pasti kena dampak banget. Meskipun begitu tetap menjalani seperti biasa ya mbak hanya ada protokol kesehatan kalau sekarang. Reply
Salut sama semangat pengelola yang menerapkan protokol kesehatan untuk objek wisata, setidaknya ekonomi kembali berputar. Semoga para pengunjung tetap taat protokol dan pandemi ini semoga segera berakhir, aamiin ya Allah 🙂 Reply
Mudah2an ini jadi solusi yang tepat ya supaya perekonomian tetep jalan, kesehatan juga terjaga. Asalkan pada patuh aja. Reply
Aamiin, biar makin cepet selesei yaa masa ya ga pasti ini. Biar aku juga bisa nengokin Ami ke Semarang sambi berwisataaa Reply
jam operasional penting banget kadang orang-orang kalau nggak dibatasi bisa jadi ajang ngumpul kelamaan ya Reply
Sungguh bangga kl sektor2 parieisata fi manapun menerapkan Prokes dengan baik, tertib dan disiplin. Reply
Btw aku baru tau lho kalau kabupaten semarang dan kota semarang itu berbeda, padahal lumayan sering ke smg. Keren ya pemkab disana memperhartikan protokol kesehatan di objek wisata Reply
pernah ke semarang tapi itu udah lama banget hahaha, tapi alhamdulillah ya kalau tempat tempat wisata semarang udah mengikuti protokol kesehatan, jadinya rasa khawatir agak sedikit berkurang Reply
waa aku belum pernah main ke semaraaang, ke kabupaten semarangnya juga belum pernah hihih, udah ada beberapa objek wisata yang di buka yaaa, wajib banget mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama yaa hihihi Reply
Semoga protokol kesehatannya benar-benar dijaga ya Mbak. Terutama pengunjungnya juga berdisiplin menjaga jarak dan PHBS…. Reply
lho ternyata Cimory juga ada di Semarang to? Kirain di sini aja yang ada Cimory (eh tapi aku blm pernah jg sih ke sana, cuma sering beli Cimory haha). Bener banget kalau piknik patuhi protokol kesehatan. Kalau bis ausahakan datang di hari kerja yang sepi. Kalau ramai gak berani deh di masa skrng. Eh, pas anormal jg males sih soalnya potonya jd bocor haha, jd enakan datang pas sepi 😀 Reply
Semoga bisa ke sana kelak pada saat pandemi udah berakhir dan bisa menikmati pariwisata tanpa engap pakai masker hiks. Semoga pariwisata di sana jg masih bisa bertahan ya walau mungkin blm senormal dulu. Reply
Alhamdulillah ya mbak, dengan mengetahui protokol kesehatan yang diterapkan jadi merasa aman dan nyaman, semoga semua orang yang datang ke sana juga mematuhi semua protokol kesehatan karena saling menjaga. Reply
semarang jadi zona merah ya, mbak. jadi kalo mau berwisata, kudu bener2 menerapkan protokol. sebisa mungkin juga jaga jarak, nggak beramai2 berangkatnya 🙂 Reply
Alhamdulillah, Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat begini, semoga masyarakat tetap sehat jiwa raga karena kebutuhan menyenangkan diri menikmati wisata di Kabupaten Semarang tetap bisa terpenuhi. Reply
Memang penting untuk diperhatikan nih seputar aktivitas mencari informasi terkait protap kesehatan yang diberlakukan pada tempat-tempat wisata agar kita benar-benar terjamin dari kemungkinan terpapar virus. Great, Kabupaten Semarang yang selalu menyajikan yang terbaik untuk masyarakat. Reply
Jujur aja sempet kangen pengen makan di cimory tapi belum berani. Tapi untuk wisatanya aman berarti ya karena sesuai protokol? Bagus juga nih pemerintah Semarang Reply
Memang harus ekstra hati-hati untuk berwisata di masa sekarang ini yah mbak, harus benar2 diterapkan protokol kesehatan seperti masker, jaga jarak dan sering2 oles hand sanitizer juga Wah, Semarang seru banget nih aku belum kesampaian berwisata ke sana nih, Nanti kalo corona kelar deh yaaah Reply
bener bener ya tentang protokol ini harus menjadi prioritas di tempat wisata supaya bisa ditekan ya persebaran covid di tempat wisata. Reply
wah saya dapat istilah baru nih, Akbar alias adaptasi kebiasaan baru. Walau sudah ada penerapan protokol kesehatan yang ketat di obyek wisata kabupaten semarang, saya masih pilih di rumah aja mbak, belum berani piknik Reply
Kangen banget jalan-jalan ke Semarang, aku terakhir kesana 2019 tapi itu karena ada kerjaan dan gak sempat eksplor. Reply
Aku cukup sering ke Semarang, tapi blm pernah nih ke Umbul SIdomukti. Krn biasanya ke tempat yg deket2 rumah mertua aja di pusat kota. Patut diagendakan ini Reply
Kalo gini ceritanya boleh lah ya ngajak keluarga liburan ke cimory, karena sudah di kondisikan di jaga maksimal. Semoga warga semarang juga semakin terlindungi dan jumlah pasien positif makin berkurang dan selesai, amin Reply
Saya belum pernah ke umbul Sidomukti. Tapi berdasar cerita teman yang pernah ke sana, memang suasananya asri dan nyaman sekali..kapan-kapan kalau sudah kondusif mau main juga ah. Reply
Wah.. Asiknya tempat wisata udah ad yg dibuka ya. Smg pengunjung ttp ketat sm protokol kesehatan y. Jd pengen jg nih jalan. Tp msh takut kalo bw bayi. Heu Reply
Kemarin aku sudah ke kampoeng Kopi banaran di era new normal ini. dan beneran kabupaten Semarang sudah menerapkan protokol kesehatan di tempat wisatanya Reply
Pentingnya protokol kesehatan itu kuncinya 3M ya mba ,,, aplagi klo travellingan kyknya smua Tempat sudah menberlakukan protokol kesehatan jadi kitanya aman Reply
Alhamdulillah ya, objek-objek wisata di kabupaten semarang sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat Reply
aku setuju ini yang pembatasan jumlah pengunjung, karena walau pakai masker tapi rasanya kalo jarak ga sampai 2 meter masih was-was, apalagi bawa anak kicik, duh super harus dijaga Reply
Alhamdulillah ya mbak, penerapan protokol kesehatan nya ketat banget ya. InsyaAllah aman untuk Berlibur ke sini ya Reply
Saya sebenarnya setuju 2 saja klo tempat wisata dibuka untuk umum kembali. Dan memang harus cukup jelas ya aturan protokolnya. Serta tegas diberikan sangsi bagi yang tidak patuh Reply
Pariwisata di kab,Semarang emang kece-kece euy…aku suka karena pemandangannnya bagus dan hawanya adem… Reply
Nah terutama di Cimory nih yang peminatnya rata-rata keluarga dengan anak yang masih kecil ya, pengawasan harus ketat. Penggunaan masker dan pembatasan jumlah pengunjung harus diawasi karena rawan terjadi kerumunan ya. Semoga saja semua orang taat terhadap protokol kesehatan yang telah ditentukan demi keselamatan bersama. Reply
Wisata Semarang sekarang makin banyak dan kece. Mending dateng pagi banget di lokasi, supaya sepi & lebih puas jalan jalannya Reply
saya belum pernah ke semarang nih mbak andy tapi dengan ditetapkannya regulasi tentang protokol kesehatan di tempat wisata seperti ini membuat kita sedikit tidak was-was ya mbak Reply
Duuuh udah ngidam banget buat ke sana Mak. Masalahnya di daerahku sendiri masih zona merah dan aku sendiri jadi takut buat pergi-pergi terlalu sering. InsyaAllah setelah agak membaik langsung disempatkan. Reply