Chilling dan Healing bagi OYPMK, Seperti Apa?

chilling dan healing bagi OYPMK

Chilling dan Healing bagi OYPMK, Seperti Apa? Setiap dari kita,butuh jeda sejenak sekadar untuk menenangkan pun memulihkan diri. Termasuk pula chilling dan healing bagi OYPMK. Buat yang belum tahu, OYPMK itu apa sih? OYPMK adalah orang yang pernah mengalami kusta. Kusta sendiri merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae, dimana kondisi ini dapat memengaruhi kulit, mata hidung dan saraf perifer. Kondisi yang demikian membuat para OYPMK tidak hanya sakit fisiknya, sering dikucilkan oleh lingkungan sekitar pun membuat mereka terganggu pula psikisnya. Mereka terkadang menjadi insecure, tidak percaya diri, dan lainnya.

Layaknya kita, yang sering kali jenuh dan mengalami kebosanan agar aktivitas sehari-hari. Butuh waktu untuk menenangkan pun memulihkan diri. Maka OYPMK pun butuh yang namanya chilling dan healing. Beruntung sekali beberapa waktu lalu, tepatnya Rabu (14/12) saya berkesempatan mengikuti Talkshow Ruang Publik KBR bertajuk Chilling-Healing bagi OYPMK, Perlukah? via live di kanal Youtube Berita KBR. Saya jadi tahu bahwa ya tidak hanya kita yang butuh yang namanya healing, tetapi juga para OYPMK. Bahkan bisa dikatakan, merekalah yang lebih membutuhkan healing tersebut. Tahu sendiri kan, bagaimana bagi anak zaman sekarang, healing justru diartikan sebagai aktivitas traveling ke suatu tempat. Sementara makna aslinya adalah proses penyembuhan luka batih. See? Dari definisi healing yang sebenarnya saja sudah jelas bahwa OYPMK butuh itu.

chilling dan healing bagi OYPMK

Mengenal Program Suara untuk Indonesia Bebas Kusta (SUKA)

Untuk diketahui bahwa talkshow ini merupakan bagian dari program Suara untuk Indonesia Bebas Kusta (SUKA). Program yang diinisiasi oleh Netherlands Leprosy Relief atau NLR Indonesia bekerja sama dengan Radio KBRI ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik akan isu kusta dan mendorong keterlibatan kelompok sasaran untuk mempromosikan isu kusta tersebut. Kegiatannya bervariasi, mulai dari Talkshow Ruang Publik bulanan selama 12 bulan, kompetisi (blog, video, poster, foto cerita), hingga roadshow ke kampus dan media gathering. Setiap talkshow yang diselenggarakan melalui kanal Youtube Berita KBR tentunya mengangkat topik-topik seputar kusta dan para OYPMK. Demikian pula dengan narasumbernya, menghadirkan OYPMK serta orang-orang sekitar yang terlibat akan kegiatan mengenai isu kusta.

Untuk talkshow yang saya saksikan pada 14 Desember 2022 kemarin, mengangkat topik tentang Chilling dan Healing bagi OYPMK. Hadir sebagai narasumber, yakni Mbak Donna Swita  selaku Executive Director Institute of Women Empowerment (IWE), serta Mas Ardiansyah yang adalah seorang OYPMK sekaligus Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia.

chilling dan healing bagi OYPMK

 

Chilling dan Healing bagi OYPMK, Seperti Apa?

Mengawali talkshow, Mbak Donna memaparkan bagaimana peran serta keterkaitan Institute of Women Empowerment (IWE) dalam upaya membantu dan mendorong para penyandang disabilitas khususnya perempuan. IWE merupakan organisasi yang dibentuk di tahun 2008 oleh para perempuan aktivis, akademisi, dan lainnya, yang awalnya berkantor di Hongkong. Baru kemudian di tahun 2016, mengingat program-program IWE banyak berkaitan dengan pemberdayaan perempuan di Indonesia, maka kantornya pun pindah ke Jakarta, Indonesia. Keanggotaan IWE awalnya bersifat pribadi, namun di Indonesia, anggota IWE adalah perempuan-perempuan yang berada di organisasi-organisasi. Singkatnya, concern IWE adalah pada pemberdayaan perempuan, termasuk mereka penyandang disabilitas.

Konsep healing adalah menyembuhkan, menemukan nilai yang akhirnya tidak ada lagi diskriminatif, menghakimi diri sendiri dan dapat melepaskan beban mental atau psikologis yang selama ini terpendam

– Donna, Executive Director IWE

Berbicara tentang program, maka program-program IWE terkait dengan Penyandang Disabilitas dan OYPMK diantaranya adalah perawatan diri bagi perempuan pembela HAM. Dimana penyandang disabilitas dan OYPMK merupakan salah satu yang termasuk di dalamnya. Kesejahteraan dan perawatan diri menjadi hal yang penting, serta bagian dari keamanan. Bukan hanya institusinya, tetapi juga perseorangannya, bagaimana mental dan psikis orang yang ada pada organisasi tersebut.

chilling dan healing bagi OYPMK

Cerita Healing ala Mas Ardiansyah

Lantas bagaimana pengalaman dari seorang OYPMK? Narasumber berikutnya, Mas Ardiansyah, seorang OYPMK dan Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia, membagikan pengalamannya. Bagaimana dia yang awalnya dulu mendapatkan respon kurang menyenangkan justru dari lingkup terdekatnya yakni keluarga. Oleh ibunya sendiri, ia dijauhkan dari banyak orang. Mulai dari memisahkan tempat makan, melarangnya tidur di sembarang tempat di dalam rumah, tidak boleh berpindah kamar, yang rupanya itulah menjadi awal ia menjadi tertekan. Bahkan meski ia sudah menjalani proses perawatan/pengobatan yang cukup panjang.

Ketika Mas Ardi sudah membangun rasa percaya diri, siap untuk bersosialisasi, usai menjalani perawatan/pengobatan yang cukup panjang, justru ia mendapatkan perlakuan yang kurang baik di keluarga. Bagaimana ia tidak diperkenankan berkumpul dengan keluarga, dikucilkan, serta tidak dilibatkan setiap kali ada acara keluarga. Tentunya ini membuat luka batin yang mendalam sekali baginya. Tekanan dan serta rasa sedih yang dirasakan sangatlah berat.

Writing is Healing

Lantas langkah apa saja yang dilakukan oleh sosok Ardiansyah dalam menyembuhkan luka batin serta keluar dari tekanan yang dirasakannya tersebut. Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia ini membagikan langkah-langkah yang dilakukannya. Mulai dari keluar dari lingkungan di mana yang ia mendapatkan tekanan (dalam hal ini keluarganya), fokus terlibat pada organisasi kusta, menanamkan rasa percaya diri- meski mendapatkan tekanan, saling dukung dengan teman serta jaringan OYPMK lainnya, serta menerima dan berserah diri pada Sang Pencipta.

Di luar langkah-langkah tersebut, Mas Ardiansyah melakukan healing dengan cara menulis. Ya, writing is healing ternyata tepat. Dengan menulis, ia bisa menumpahkan segala isi hatinya melalui tulisan. Menulis kata demi kata, membuatnya menjadi tenang dan sedikit banyak dapat menjadi sarana/proses baginya untuk menyembuhkan luka batin.

Jadi bagaimana dengan teman-teman? Ada ide chilling dan healing bagi OYPMK gak nih yang bisa teman-teman sarankan? Share dong di kolom komentar.

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment