Piknik Asyik di RTH Pagutan Mataram

piknik keluarga pakai tenda

Baru tahu ternyata seasyik ini piknik di RTH Pagutan Mataram, biasanya ke sana ya untuk olahraga atau temenin anak bermain aja. Sering banget lihat postingan media sosial atau status whatsapp teman-teman yang pada menikmati akhir pekan ke sini. Entah datang sendiri, bareng keluarga, atau emang lagi pada pengen hangout sama teman. Hype banget dah pokoknya tempat yang disebut paru-parunya kota Mataram ini (karena hijau, banyak pohonnya kali ya?).

Masing ingat Jalan Udayana Kota Mataram? Nah dulu kan kalau mau cari udara segar, hijaunya pepohonan, ya ke situ (sampai sekarang masih sih…). Terus tiap hari Minggu pagi, di sana rutin diadakan Car Free Day (CFD), yang oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk jadi area jogging, bersepeda, lari, main sepatu roda, serta tentu saja: bertransaksi jual beli (yang terakhir ini paling ramai). Sekarang, RTH Pagutan pun macam demikian. Harus pintar-pintar pilih waktu biar gak dihadapkan pada kenyataan ramainya para pengunjung.

Tiba-tiba Piknik di RTH

Kayaknya emang yang gak direncanakan, alias yang tiba-tiba tuh kadang lebih seru gak sih? Bisa dibilang juga malah yang dadakan gini malah ‘jadi’. Sementara giliran direncanakan, kok ya mentok di sebatas rencana. Demikianlah bagaimana piknik asyik di ruang terbuka hijau Pagutan ini bermula. Berawal dari kami yang ke RTH lagi (padahal deket dari rumah, tapi ya kok sering mager ke sini) karena ada sesi technical meeting sebagai persiapan kegiatan kids market day yang diadakan Lombok Read Aloud. Gak lama sih, sambil anak-anak meeting, saya sambil muter-muter jogging, lumayan dapat 6 km.

Beres meeting, eh salah satu teman Tita pas TK dulu (yang juga ikut kegiatan market day nanti), ngajakin piknik. Dia udah datang dengan tenda sat setnya, yang katanya tinggal dilempar, tuh tenda bisa langsung dipakai. Lah? Dianya siap, kami? Beneran cuma datang bawa hp, botol minum, sama sepeda. Itu juga satu doang sepedanya, karena si sulung yang ke sini bersepeda.

Seharian Melakukan Kegiatan Luar Ruangan

Kelar technical meeting tuh udah jelang siang. Kondisi RTH Pagutan bagaimana? Tentu saja sepi! Wkwkwk. Siapa juga mau berolahraga saat matahari sedang terik-teriknya gini. Eitss, tapi gak sepi-sepi amat kok. Masih aman untuk beraktivitas. Beberapa para pedagang masih ngelapak, selain kami pun ada yang piknik juga di beberapa titik (cari tempat teduh lah…), terus ada juga yang sedang duduk melingkar (sepertinya komunitas gitu, sedang berdiskusi).

Oh ya, kami jadinya berenam. Saya dengan anak-anak, dan tentunya temannya Tita beserta adik dan bundanya (yang adalah teman saya juga). Ini belibet amat bahasanya.. Ya, demi warga kota Mataram bagian utara, kami yang di selatan ini bersedia menemani mereka piknik. Soalnya mereka udah jauh-jauh ke sini, masa hadiri technical meeting aja, kan? Eh plus abis dirayu traktiran Soto Sasak juga sih wkwkw.

Tapi dari semua itu, senang deh, setelah lama tak berjumpa dan tak berkegiatan bareng. Anak-anak ini beneran dari pagi hingga sore jadi puas berkegiatan di luar ruangan. Mulai dari berlarian di taman, main di playground (perosotan, manjat, dll), bersepeda, shalat, dan makan bareng.

Aneka Jajanan di RTH Pagutan

Mengingat pikniknya dadakan, tentu saja tidak ada yang bawa perbekalan. Siang hari saat tenda sudah terpasang, sebelum anak-anak mulai lapar, Bunda Z (teman saya) langsung sigap ngajak makan. Saya yang memilih (mungkin karena saya warga sini, padahal ya baru kali ini juga jajan di sana). Pilihan jatuh kepada Soto Sasak. Warungnya berada di dekat tempat parkir, dan epicnya… kami meminjam mangkok masnya untuk dibawa ke area piknik wkwk. Panas woy! Baik mangkok, maupun terik mataharinya. Ya udahlah gak papa. Oh iya, sotonya ini berbeda dengan soto ayam pada umumnya ya. Soto Sasak tuh pakai mie kuning juga, terus ditaburi kelapa sangrai, jadi warna akhirnya tuh kecoklatan.

Masya Allah, nikmat banget kami menyantap semangkok soto tersebut di taman, di bawah pepohonan hijau. Beres makan, minumnya air mineral. Ada yang memang dibawa dari rumah, ada pula yang kami beli di sana.

Terus kami makan apa lagi ya? Oh ya, jajan crepes, kentang goreng, dan beli es jeruk. Asli deh, udah berasa zaman bocah gitu jajan di sekolah. Syukurnya sebagian besar pelapak sudah menyediakan metode pembayaran QRIS, jadi tidak perlu bawa uang tunai.

Fasilitas Piknik di RTH

Shalat dan ke toiletnya bagaimana? Untuk shalat, di salah satu sisi ada mushola, masih tahap renovasi sih. Tapi sudah bisa digunakan. Mengingat kami datang bareng anak-anak, dan lokasi mushola dengan tenda cukup jauh, maka kami putuskan untuk shalat di sekitar area tenda saja. Tentu saja rumputnya diberi alas kain terlebih dahulu. Syukurnya di sekitar sana ada saja tersedia keran air.

Nah, terkait toilet. Ada dua area toilet nih yang kami temukan. Pertama, di tempat parkir. Wah, epic banget sih ini kondisinya. Sudahlah gelap, kotor pula. Hiks. Kemudian ada di dekat aula bencingah, lampunya juga gak nyala, tapi toiletnya mengarah ke arah matahari. Jadi cukuplah untuk menerangi. Airnya lancar, kondisinya bersih. Semoga setelah ini semua toilet dalam keadaan baik dan layak pakai ya.

Begitulah cerita singkat dua keluarga kecil yang dadakan piknik di RTH Pagutan ini. Ada yang pernah piknik di sana juga, atau mungkin di ruang terbuka hijau lainnya?

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment