Nyaman atau tidaknya suatu tempat tidak melulu diukur dengan mewahnya desain interior maupun mahalnya pilihan menu yang ditawarkan. Kombinasi menu rumahan yang akrab di lidah dengan lanskap alam yang indah dilihat dari ketinggian, justru membuat tempat makan yang sederhana jadi tiada tandingannya. Inilah yang kami rasakan ketika duduk bersama rekan-rekan relawan saat melaksanakan Silaturahmi Wilayah (Silatwil) Mafindo NTB, 5 Juni 2026 kemarin, bertempat di Kedai D’View Lombok.
Lokasi dan Jam Operasional Kedai D’View Lombok
Kedai yang berjarak 12 km dari pusat kota Mataram ini berlokasi di Dusun Bunian, Desa Bengkaung, Kabupaten Lombok Barat. Letaknya berada di kawasan perbukitan tinggi yang menawarkan pemandangan bukit-bukit nan hijau di sisi kiri dan kanan, serta lanskap perkotaan di depan mata. Kemudian di kejauhan, terlihat perbukitan lainnya yang berada di sisi lain Kabupaten Lombok Barat (Gerung), serta birunya laut di wilayah Ampenan, hingga Sekotong. Masya Allah, komplit!
Adapun jam buka/operasionalnya adalah pukul 15.00-21.00 WITA (Selasa-Sabtu), serta 07.00-10.00 WITA dan 15.00-21.00 WITA (Minggu). Hari Senin tutup yaa… kerja gih, kerja. Wkwkwk
Perjuangan Menuju Tempat yang Indah
Setuju gak sih perihal ungkapan sesuatu yang indah, tidak didapat dengan mudah? Nah ini cerita perjuangan kami saat menuju kedai yang pertama kali beroperasi di tahun 2025 ini, setidaknya ada tiga tanjakan yang kami lalui.
Seharusnya tanjakan tersebut seperti tanjakan pada umumnya. Sayangnya pada tanjakan pertama, mobil yang kami tumpangi (dibawa oleh Mbak Liya, dengan saya dan Pia sebagai penumpangnya), sempat berpapasan dengan pick-up dari arah berlawanan (mau turun). Sempat nyangkut dong, nyaris melorot malah! (melorot banget ini sebutannya wkwk), syukurnya Mbak Liya tenang menghadapi kondisi tersebut, kami diminta keluar mobil dulu biar gak panik (dan gak berat kali ya?). Kemudian warga setempat membantu menaruh batu atau potongan pohon kelapa gitu untuk mengganjal ban belakang mobi. Alhamdulillah setelahnya mobil bisa naik.
Saya dan Pia sempat berpikir tanjakannya ya itu saja, rupanya masih ada dua tanjakan lagi! Tanjakan kedua ya lurus-lurus saja, aman- walau namanya tanjakan yang tetap saja bikin deg-degan. Kemudian tanjakan terakhir, cukup mengagetkan karena posisinya benar-benar di tikungan. Alhamdulillah…tidak jauh setelah melewati tanjakan terakhir, kami sampai di tempat tujuan. Benar saja, pemandangannya indah sekali. Dari sini selain bisa melihat bukit, laut, lanskap kota, sudah tentu terlihat pula Islamic Center Lombok, yang mana jadi kecil sekali kalau dari sini. Iseng-iseng, saya mencoba menghitung pula bangunan masjid lainnya, entahlah ada berapa. Banyak pokoknya.
Menu Sederhana, Rasa Sesuai Selera, Pemandangan Luar Biasa
Kami tiba tepat pukul 15.00, saat kedai kembali dibuka. Sempat terpikir, siapa pula punya ide memilih lokasi nan ekstrim di sini wkwk. Tapi pikiran itu saya singkirkan saja ketika disuguhkan pemandangan lanskap alam yang luar biasa. Setelah puas menikmati pemandangan, saya berkeliling kedai, melihat ada fasilitas apa saja di sana. Kemudian melihat pilihan menu yang tercantum pada tiga lembar kertas berlaminasi.
Ada banyak pilihan menu, tapi yang menjadi andalan adalah Miyago alias Mie Ayam Goreng. Entahlah itu rasanya bagaimana, kata Mbak Liya sih enak. Saya memesan hidangan Mie Ayam Jamur, sementara teman lainnya ada yang memesan Nasi Tempong dan Bakso. Alhamdulillah enak semua, bahkan sebelum disajikan, aroma masakannya sudah tercium dari dapur yang berada di bawah, aih menggoda! Kalau biasanya tuh mie ayam maupun nasi tempong disantap di warung/tenda pinggir jalan, nah kali ini dari ketinggian. Seperti apa sensasinya? Cobain deh~
Tidak hanya makanan utamanya yang lezat, camilan/makanan pembukanya pun layak dicoba. Ada tempe mendoan, pastel (pastel yaa…pastel, bukan Jalangkote), dll. Enak! Masukan aja, untuk hidangan tempe mendoan kayaknya cocolannya lebih cocok pakai kecap manis dan irisan cabe deh dibanding saos sambal. Oh terus ada apa lagi? Ada banyak pilihan sajian minuman. Dari jus, sampai kopi. Udahlah, cepetan ke sini.
Mushala yang Nyaman
Sudah sampai di ketinggian begini, jauh dari keramaian, bakal mikir dong ini shalatnya bagaimana. Syukurnya semua sudah diantisipasi oleh pemilik kedai. Jangan khawatir, karena sudah disediakan mushala yang nyaman, komplit dengan tempat wudhu, dan ada toilet juga!
Mushalanya ada di lantai atas dari tempat makan (sebenarnya sejajar dengan jalan aspal). Bangunannya berupa rumah kayu (Insya Allah kuat), tapi bagian terasnya gitu yang dipakai. Mungkin yang di dalamnya kamar. Untuk peralatan shalat berupa sajadah, sarung, dan mukena sudah tersedia, dalam keadaan bersih. Bayangin deh itu shalat dengan pemandangan bukit, kota, dan laut. Masya Allah..cantiknyaaaa
–
Teman-teman ada yang pernah ke Kedai D’View Lombok juga? Share dong bagaimana perjalanan ke sana, atau mungkin ada hidangan yang jadi andalan kalian?




No Comments