Pengalaman Puasa Pertama Si Kecil dan Buku Diari Ramadhan Posted on 9 June 2017 By andyhardiyanti Buku Diari Ramadhan dan Pengalaman Puasa Pertama Si Kecil. Bulan ramadhan 1438H terasa sangat istimewa buat saya, pertama karena Alhamdulillah tahun ini saya berpuasa sambil mengandung adik buat Rani (sulung saya) dan kedua karena tahun ini merupakan tahun pertama Rani mulai menjalankan ibadah puasa. Saya bahas poin kedua dulu ya, tentang si kakak yang excited banget sama puasa pertamanya. Ya, di usianya yang 6 tahun, saya memang berencana mulai mengajarkan puasa ke Rani. Niat saya sih cukup puasa setengah hari, tapi kemudian si anak malah sangat semangat dan hingga hari ini dia berhasil menjalankan puasa penuh. Salah satu faktor pendukung itu semua adalah sebuah buku berjudul Diari Ramadhan. Penasaran seperti apa isi bukunya dan bagaimana Rani menjalankan puasa bersama buku ini? Simak tulisan berikut yuk! Rani dan Buku Diari Ramadhan Seingat saya, buku ini dibeli di Gramedia saat Rani sudah lancar membaca. Yups, sejak bisa membaca dia jadi senang diajak ke toko buku, bakal lebih senang lagi kalau sekalian dibelikan bukunya. Hehehe. Nah waktu itu kami membeli buku berjudul Diari Ramadhan karena saya memang sudah rencana mau mengajak Rani berpuasa pada ramadhan tahun ini. Rani juga setuju setelah saya kasih lihat isi buku tersebut. Karena bulan ramadhannya masih lama, buku itu ya tergeletak saja di atas meja belajar si anak. Tidak seperti buku lain yang langsung dia baca. Sampai kemudian tibalah kami di bulan ramadhan yang ditunggu-tunggu. Usai mengerjakan shalat maghrib, saya bercerita dengan Rani, mengajaknya untuk berpuasa dan tentu saja untuk mendirikan shalat tarawih usai shalat isya nanti. Saya sangat terbantu karena di dalam buku Diari Ramadhan ini memuat banyak sekali pengetahuan tentang puasa yang sudah disesuaikan untuk anak-anak. Pengalaman Puasa Pertama Si Kecil Kalau sejak awal teman-temannya sudah dijanjikan hadiah ini itu jika berhasil puasa penuh, tidak demikian dengan Rani. Ingin juga sih sebenarnya. Tapi kemudian saya khawatir nantinya dia malah kepikiran hadiahnya melulu. Hehehe. Beruntung banget anak saya yang satu ini punya prinsip #BahagiaItuSederhana. Yups, jadi di buku Diari Ramadhan tersebut kan ada tabel ibadah nih. Nantinya jika si anak mengerjakan ibadah (shalat fardhu, shalat tarawih, puasa, dan ibadah lainnya), maka tabel-tabel itu bakal ditempelkan dengan stiker sesuai ketentuan yang ada. Ceilah, ketentuan~ Contohnya: si anak akan diminta menempelkan stiker bintang kalau mengerjakan shalat fardhu, stiker permen jika mengerjakan shalat tarawih, stiker apel jika berpuasa dan stiker bergambar ketupat jika mengerjakan ibadah lainnya (shalat sunnah, mengaji, bersedekah dll). Dan tahu gak #BahagiaItuSederhana ala Rani yang saya maksud? Ya, pada salah satu ketentuan menempel stiker disebutkan bahwa: “tempelkan 1 stiker apel jika kamu berpuasa setengah hari dan 2 stiker apel jika kamu berpuasa penuh satu hari” Yups, itu poin penting yang bikin dia lebih memilih sekalian puasa penuh seharian dibanding puasa setengah hari. #BahagiaItuSederhana banget kan? Cuma karena stiker apel! Dan hal tersebut berlangsung hingga hari ini, tanpa pernah saya maupun anggota keluarga di rumah lainnya menjanjikan hadiah apapun. Emaknya langsung malu, ingat pas umur segitu belum juga puasa ๐ Belajar Banyak Hal dari Berpuasa Ibadah aja Dulu, Stikernya Dirapel Kemudian Meskipun makin ke sini Rani jadi gak begitu sesemangat nempelin stiker di buku Diari Ramadhan seperti awal ramadan, maksud saya gak disiplin tempel stiker per hari, melainkan langsung dirapel sekalian setelah berapa hari terlewati gitu. Tapi Alhamdulillah, ibadah-ibadahnya tetap semangat dia kerjakan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa buku ini jadi salah satunya penyemangat dia menjalankan ibadah dan tentu saja untuk berpuasa seharian penuh! Stiker-stiker tetap kita tempel, tapi langsung sekalian setelah beberapa hari terlaksana. Awalnya target saya stiker-stiker tersebut penuh mengisi tabel ibadahnya. Eh yang namanya manusia, apalagi Rani yang usianya masih 6 tahun, adaaaa aja celahnya. Setidaknya hingga hari ini, puasa sehariannya tidak ada yang bolong, tapi shalat shubuh dan tarawihnya pernah absen sekali ๐ Yaitu karena dia keasyikan bermain sama sepupunya. Jadi usai makan sahur langsung deh tidur, dibangunkan susahnya minta ampun. Sedangkan shalat tarawihnya sempat bolong sekali karena malamnya kecapekan bermain. Usai shalat isya malah langsung tidur. Hehehe. Belajar Banyak Hal dari Berpuasa Yang saya senang adalah setelah melakukan kesalahan tersebut Rani menyesalnya minta ampun. Dan itu dari dirinya sendiri. Sekarang? Gak lagi deh dia begadang seekstrim si sepupu yang bisa begadang bahkan sampai jam 3 dini hari wkwkwkwk. Terus nih, gak bakalan tuh dia baring di tempat tidur kalau belum kelar shalat tarawih. Duh rasanya kita yang dewasa ini aja kalah sama dia. Ya, saya senang. Bulan puasa ini mengajarkannya banyak hal. Saya senang dia bisa menahan rasa lapar dan dahaganya saat harus tetap bersekolah dan melihat teman-teman menikmati makan siang mereka. Saya senang di rumah dia bisa menahan godaan sepupu seumurannya yang tidak berpuasa yang setiap saat meminta makan dan menikmati makanan tersebut di hadapannya. Saya senang meskipun berawal dari 2 stiker apel untuk puasa seharian penuhnya, tapi kebelakang dia paham bahwa puasa ramadhan itu adalah kewajiban. Harus dikerjakan. Dan tentu saja mendapatkan pahala. Ah ya, suatu hari Rani pernah ditanya oleh niniknya (ibu saya). Kenapa sih masih kecil begini sudah kuat puasa penuh, tetap masuk sekolah hingga siang, tetap pergi mengaji setelahnya, dan tidak tergoda meskipun banyak yang makan di sekitarnya. Lalu bibir mungilnya berucap: Kan ada Allah yang bantu Rani, Nik… Subhanallah :* Senangnya mendengar jawaban Rani. Love you, nak. Oh ya, terima kasih juga buat buku Diari Ramadhan. Saya yang awalnya mau cerita banyak tentang buku ini malah baperan cerita anak sendiri. Gak papalah ya? Semoga gak pada bosan bacanya. Kalau teman-teman gimana? Cerita dong tentang pengalaman puasa pertama si kecilnya ๐ Inspirasi buku diari ramadhanpengalaman puasapuasa pertama
Inspirasi Kurban Sengaruh Itu, Bahagianya Menyebar Ke Mana Saja Posted on 5 June 20258 June 2025 Ternyata kurban sengaruh itu bersama Dompet Dhuafa, ciptakan bahagia bagi banyak orang. Masya Allah. Bayangkan, dari uang yang kita kumpulkan untuk diniatkan menunaikan ibadah kurban itu, bisa menghasilkan banyak bahagia. Melukiskan senyum tulus dari wajah para peternak hewan kurban, hingga mereka para penerima daging hewan kurban. Saya selalu terkesima akan… Read More
Inspirasi Kelas Inspirasi Lombok 4: Pengalaman Pertama Bersama Kelas Inspirasi Posted on 16 February 20173 March 2017 Kelas Inspirasi Lombok 4: Pengalaman Pertama Bersama Kelas Inspirasi. Kegiatan Kelas Inspirasi sudah diadakan sebanyak 4 kali di Pulau Lombok. Dan entah selama ini saya berada di belahan dunia yang mana sampai akhirnya baru ikut berpartisipasi pada perhelatannya yang keempat, yang diadakan di kaki Gunung Rinjani, 21 Januari 2017 lalu…. Read More
Inspirasi Belajar dari Bu Wagini, Sarjana Hukum yang Sukses Usaha Katering Posted on 22 December 201722 December 2017 Belajar dari Bu Wagini, Sarjana Hukum yang Sukses Usaha Katering. Kendaraan kami berhenti di sebuah rumah, tepatnya di BTN Griya Pagutan, Jalan Batu Bolong No.35 Mataram. Teriknya panas matahari di kota Mataram siang itu tidak menghalangi semangat kami untuk bertemu dengan Bu Wagini, seorang sarjana hukum yang sudah 6 tahun… Read More
Ahh ponakan Tante Nchie pinter banget yaa sudah belajar puasa, buku diary ramadhannya cantik. Hayu atuh kita buka bersama di HokBen lagi Raniii Reply
Terkadang buku pintar kayak gitu menjadi motivasi buat si kecil untuk lebih giat lagi puasanya,, Reply
Wah banyak membantu ya. Tahun ini Fahmi putra saya juga diajak puasa hihi… Aneh aneh aja permintaannya. Tapi paling tidak tahu kalau siang jangan makan sembarangan. Maksudnya biar menghormati yg puasa. Reply
Ingat zaman sekolah dulu ya.. dikasih agenda sama guru untuk mengisi kegiatan dibulan ramadhan. Semangat ya puasanya ade kecil Reply
Hahahah iya mbak. Saya ingat banget dulu heboh berburu tanda tangannya penceramah usai tarawih. Reply
Iya mbak. Dulu juga kita kita dibekali buku semacam ini dari sekolah, tapi tentu saja buku anak-anak sekarang tampilannya jauh lebih menarik. Jadi bikin si kecil makin bersemangat. Reply
Rani sudah TK B yaa, mba Andy. MashaAllah, ibadahnya bisa istiqomah. Semoga Rani menjadi anak sholiha dan istiqomah dalam menjalankan kebaikan. Aammin. Reply
Amiiin. Iya nih Man, si Rani udah puasa seharian. Makasih yaa. Sukses juga buat Andrew dan Emma di sana. Reply