Membaca Nyaring Cerita: Menciptakan Ruang Riang antara Anak dan Kita

Cover buku sarah mackenzie

Cucian dan setrikaan menumpuk, anak-anak selalu punya alasan untuk saling bertengkar, makanan harus tetap disiapkan, serta rumah yang berantakan- salah satunya oleh aneka mainan yang membosankan, yang selalu frekuensi pembeliannya tidak berbanding lurus dengan durasi dimainkan. Kondisi nyata yang kita-para ibu alami bersama. Tidak peduli dari negara mana kita berasal, tahun berapa kita dilahirkan, rasanya kesamaan itu terjadi begitu saja selama bertahun-tahun lamanya. Sulit sekali mencari waktu untuk membersamai anak-anak, menciptakan potret kondusif seperti pada konten pariwara keluarga bahagia yang semangat mengejar cita. Sementara kita semua sepakat, kita merindukan itu. 

Sarah Mackenzie adalah kita, bahkan mungkin posisinya lebih jungkir balik dibandingkan kita. Seorang ibu dari enam orang anak, berada dalam siklus kesibukan urusan rumah tangga, tanpa pembantu, tapi ia konsisten menyempatkan waktu. Waktu untuk membersamai anak-anaknya dengan buku-buku, dengan membaca nyaring cerita demi cerita di dalamnya. Buku The Read-Aloud Family adalah cara Sarah memeluk kita semua, menuntun para ibu melakukan hal luar biasa: membaca nyaring. Ia tak mau menikmati pengalaman itu sendiri, ia ingin ada lebih banyak keluarga di luar sana yang menciptakan ruang riang bagi anak-anaknya dengan mulai membiasakan membaca nyaring.

Dunia Kini Serba Cepat, Kita Butuh Solusi yang Tepat

Informasi digital mengalir demikian derasnya, gawai terbaru diproduksi tak kenal waktu, dan manusia, terlebih dalam keluarga, rasanya menjadi hidup satu-satu. Masing-masing sibuk dengan dirinya sendiri, tak ada cerita, apalagi cinta. Para orang tua berselancar, mencari informasi tentang metode pengasuhan terbaik, pun cara bermain bersama keluarga agar lebih akrab, seru dan asyik. Sayangnya semua itu tak kunjung sampai pada titik temu. Sementara di balik sana, ada buku-buku yang menanti untuk dibaca, tak sekadar dibiarkan dibaca begitu saja oleh masing-masing anggota keluarga, tapi dengan mulai melakukan kegiatan membaca nyaring. Meluangkan waktu untuk membaca nyaring, sebagai jalan dimulainya tanya demi tanya, dan percakapan penuh cinta yang tiada habisnya. Antara kita dan anak-anak.

Anda dan saya- orang tua di dunia sibuk serbacepat yang sarat pengalih perhatian- harus menyengaja menjadikan kegiatan membaca nyaring sebagai bagian rutin dari kehidupan keluarga kita sehari-hari.

Buku terbitan PT Bentang Pustaka Yogyakarta, yang saya pinjam dari koleksi perpustakaan kota Mataram ini adalah karya terjemahan yang lahir dari perjumpaan tak sengaja penulisnya pada sebuah buku dilihatnya hampir terjatuh dalam perapian. Bertahun-tahun lalu, saat baru dianugerahi seorang anak, Sarah Mackenzie melihat buku berjudul The Read-Aloud Handbook karya Jim Trelease di sana- dekat perapian di rumah temannya. Buku yang kemudian dipinjamkan padanya itulah yang membuka wawasan bahwa betapa membaca nyaring adalah kegiatan yang teramat penting.

Berbekal panduan tersebut, praktik nyata yang dilakukan Sarah kepada keenam anaknya, serta bagaimana ia mengelola siniar Read-Aloud Revival, Sarah membimbing kita semua, memberikan alasan-alasan yang kuat untuk melanjutkan kegiatan membaca nyaring. Tidak hanya untuk balita dan anak-anak prasekolah yang belum mampu membaca sendiri, tetapi juga untuk anak-anak yang telah belajar keterampilan membaca. Dunia kini serba cepat, bahkan terlalu cepat, kita butuh solusi tepat dengan kegiatan membaca nyaring.

Daftar isi buku sarah

Seni Mendekatkan Keluarga Melalui Cerita

Kita tentu sering melihat adegan orang tua yang membacakan buku cerita pada anaknya menjelang tidur, entah itu pada film, maupun dalam buku. Dulu saya berpikir pemandangan tersebut adalah adegan pemanis saja, yang menjadi salah satu tolak ukur keluarga harmonis. Pemandangan yang mungkin wajib ada sebagai adegan film maupun buku. Padahal kenyataannya memang demikian, membacakan nyaring cerita pada anak-anak- termasuk menjelang tidurnya, adalah salah satu cara kita mendekatkan hubungan dengan mereka.

Mungkin kita merasa bersalah, menyesal karena baru menemukan The Read-Aloud Family, buku yang diterbitkan sejak tahun 2021 lalu, dan bertanya-tanya: apakah saya boleh memulainya? Memulai kegiatan membaca nyaring pada anak-anak, dengan harapan menjadikan keluarga ini erat, hangat. Jawabannya tentu saja boleh, dan ya! Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulainya.

The Read-Aloud Family dan Pengalaman yang Tidak Bisa Dibeli

Ya, sekaranglah waktunya. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, termasuk untuk menyediakan waktu secara rutin untuk membaca nyaring (read-aloud). Membacakan nyaring tidak hanya memiliki kekuatan untuk mengubah diri kita dan keluarga, ia bahkan memiliki kekuatan untuk mengubah dunia.

Buku dengan nomor ISBN 978-602-291-867-7 yang masuk dalam USA TODAY’s Best Selling Book ini dapat dikatakan sebagai sahabat kita- para orang tua, khususnya ibu yang ingin mengusahakan hubungan keluarga yang dekat dan bermakna itu. Bab demi bab di dalamnya, menunjukkan betapa Sarah benar-benar hendak meyakinkan kita: inilah cara terbaik yang bisa kita lakukan. Rutinitas membaca nyaring kepada anak-anak kita adalah pengalaman yang tak bisa dibeli, dengan apapun itu.

Membaca nyaring bersama anak-anak kita sungguh cara terbaik untuk memanfaatkan waktu dan tenaga kita sebagai orang tua. Kegiatan ini malah lebih penting daripada praktis apa saja yang bisa kita lakukan.

Ketika membaca sepintas judul tiga bagian dalam buku ini, yakni: Sekaranglah Waktunya, Menjalin Hubungan dengan Anak-anak Kita Berkat Buku, dan Mempertahankan Kesuksesan Anak Melalui Buku Bacaan; sudah terbayang bukan, bahwa buku The Read-aloud Family sangat layak mencapai penjualan hingga lebih dari 100.000 eksemplar. Sungguh ini adalah sahabat, paket lengkap, bahkan panduan, yang menuntun kita mulai menerapkan kebiasaan membaca nyaring. Lebih dari itu, kita pun dibantu dengan sejumlah solusi ketika dihadapkan dengan masalah demi masalah saat mempraktikkan kebiasaan ini. Setiap bagiannya, terbagi lagi ke dalam sejumlah bab, diantaranya: bagaimana membangun budaya klub buku di rumah, menepis lima mitos tentang membaca nyaring, dan masih banyak lagi.

Sarah adalah Kita, Membuat Buku ini Dekat dan Seperti Bercerita

Gaya penulisan Sarah dalam buku ini terbilang menarik, dan terasa dekat dengan kehidupan kita, yang ruwet setiap harinya. Kita akan sangat mudah menemukan bagaimana Sarah bercerita dengan sangat baik, terutama pada bagian-bagian yang sifatnya terkait keluarga pribadi. Rasanya, seperti sedang membaca cerita teman lama, seolah sudah lama mengenal dan dekat dengan sosok Sarah dan keenam anaknya. Lebih dari itu, kita pun diajak mengenal orang-orang terkait siniarnya, baik narasumber maupun pendengarnya yang berbagi cerita.

Tema buku non-fiksi ini sangat erat dengan kehidupan nyata keluarga, lebih khusus lagi bagaimana penanaman kecintaan pada literasi sejak dini di dalam keluarga itu sangatlah penting, bukan akademik tujuannya, melainkan untuk mengaitkan cinta antara orangtua dan anak- serta untuk kehidupan mereka.

Sejumlah testimoni yang mengisi lembaran awal buku ini adalah bukti bahwa banyak sekali orang di luar sana yang terinspirasi, dan punya tekad yang sama untuk meneruskan semangat membaca nyaring. Kita tidak diwajibkan untuk membaca testimoni-testimoni itu, tapi percayalah, dengan membacanya justru membangkitkan semangat untuk segera mengetahui bagaimana isi buku ini. Meski lagi-lagi, tidak semua orang akan nyaman dengan testimoni yang terlalu banyak.

Buku ini Seperti Halnya Membaca Nyaring

Selanjutnya, apresiasi setinggi-tingginya siapa saja yang terlibat hingga buku The Read-aloud Family sampai ke tangan kita, terkhusus kepada seorang bernama Reni Indardini- sang penerjemah. Bagaimana tidak, mengingat buku ini adalah buku terjemahan, maka ada beberapa pilihan kata yang rasanya agak aneh ketika dibaca dalam satu kalimat utuh berbahasa Indonesia. Saya yakin, butuh usaha dan kerja keras yang luar biasa untuk menerjemahkannya, memastikan pesan dalam buku ini bisa benar-benar kita pahami.

Buku yang dilengkapi daftar rekomendasi judul buku di bagian akhir ini tentu bertujuan untuk membantu kita menemukan buku-buku terbaik, yang sudah terpilih. Sayangnya, mengingat ini buku terjemahan, maka kita akan terkendala menemukannya di toko buku dan perpustakaan setempat. Ya, seluruh judul buku yang direkomendasikan adalah buku internasional yang rasanya sulit ditemukan di Indonesia. Tugas kita adalah menyesuaikan dan berusaha mencari referensi sendiri terkait judul buku yang sekiranya tersedia di Indonesia. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi esensi dari isi buku itu sendiri.

Penutup

Di balik itu semua, buku berukuran kertas A5 yang sangat nyaman digenggam-dibawa ke mana saja ini memiliki banyak sekali kelebihan, tidak hanya memuat cerita/pengalaman Sarah dalam membersamai keenam anaknya dengan membiasakan aktivitas membaca nyaring. Tidak pula tentang bagaimana siniar Read-Aloud Revival bermula dari kebiasaannya mendengarkan radio dan dipertemukan pada penyiar favoritnya, yang menjadi cikal bakal siniar tersebut, yang mendatangkan banyak narasumber, pun menginspirasi banyak orang.

Menarik ketika mendapatkan summary setiap kali Sarah menjelaskan panduan ataupun materi apa saja dalam poin-poin, di akhir bagian selalu ada rangkumannya. Sehingga kita dapat memahaminya jadi kesatuan utuh.

Akhirnya, selayaknya proses membaca nyaring yang tidak perlu sempurna, tetapi bagaimana memulai dan konsisten, buku ini pun demikian. Kita bisa menikmati kisah-kisah itu dimulai, semangat menularkan aktivitas membaca nyaring itu tak perlu waktu yang lama asalkan konsisten. Hingga bahwa di balik sedikit hal yang kita komentari dan keluhkan tadi, ada lebih banyak hal baik yang sudah disajikan di sini.

Buku The Read-Aloud Family adalah bacaan tepat bagi kita, bagi siapa saja yang mengidamkan ruang riang antara orang tua dengan anaknya. Bagi siapa saja yang ingin menanamkan kecintaan baca pada anaknya, yang tidak sekadar baca- tetapi juga menjadikan cerita di dalamnya sebagai jalan untuk mengkomunikasikan apa saja, untuk menjadi peta dalam meniti hidup, serta tentunya sebagai momen paling indah yang bisa dikenang sepanjang hayat.

andyhardiyanti

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

No Comments

Leave a Comment