Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

Waspadai 6 Bentuk Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Anak

Posted on 15 May 202412 July 2024 By andyhardiyanti

Waspadai 6 Bentuk Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Anak. Ayah dan Bunda, yuk waspadai 6 bentuk kekerasan berikut yang mungkin dapat terjadi di lingkungan pendidikan anak-anak kita. Apa saja? Sebelum membahas lebih lanjut, coba diingat-ingat deh, pernah gak sih sepulang sekolah anak-anak mengurung diri, tidak bersemangat seperti biasanya? Atau mungkin pula mereka pernah bercerita, sedih karena tadi di sekolah mengalami hal yang tidak mengenakkan. Tidak melulu anak kita, bisa jadi, ia melihat teman-temannya sebagai pelaku atau malah korban. Harapannya sih, semoga ayah dan bunda tidak pernah mengalami hal tersebut ya. Eitt, tapi tidak pernah mengalami hal itu, belum tentu lho bahwa semuanya baik-baik saja. Jangan sampai justru anak-anak yang memang enggan bercerita atau di lingkungan pendidikannya belum dibentuk tim khusus untuk menangani hal tersebut.

Alhamdulillah, awal bulan Mei lalu, saya berkesempatan mewakili Sidina Community untuk hadir pada kegiatan Advokasi Implementasi Pemanfaatan Produk Kebinekaan Bagi Pemangku Kepentingan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diadakan di Balai Guru Penggerak NTB. Dalam forum tersebut, kami para peserta- mendapatkan materi terkait apa saja sih produk kebinekaan tersebut dan bagaimana memanfaatkannya.

Mengenal Produk Kebinekaan

Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) telah memproduksi berbagai alat bantu (produk kebinekaan) untuk dapat dipakai oleh satuan pendidikan dalam meningkatkan iklim kebinekaan. Menarik karena produk kebinekaan ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua. Adapun produk kebinekaan tersebut yaitu:

Modul Wawasan Kebinekaan Global

Penguatan perspektif kebinekaan dari konteks global, nasional, sekolah, dan personal. Produk ini tersedia dalam bentuk modul belajar mandiri di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Digunakan dari guru, dan untuk guru.

Buku Panduan Aktivitas Kreatif Penguatan Keberagaman

Digunakan sebagai tools atau alat bantu bagi guru kepada siswa (PAUD hingga SMA) yang berisi kumpulan aktivitas sederhana durasi 10-20 menit untuk melatih empati, menghargai sudut pandang lain, dll).

Forum Belajar Kebinekaan

Forum yang dibuat dari guru dan untuk guru dengan tujuan berbagi praktik baik dan diskusi kendala implementasi kegiatan kebinekaan di satuan pendidikan.

Produk Kampanye #BersamaCintaiKeberagaman

Merupakan produk kampanye dalam berbagai bentuk yang diakses pada laman Cerdas Berkarakter, terdiri dari:

  • Video edukasi (Youtube: Cerdas Berkarakter)
  • Infografis (Instagram: @cerdasberkarakter.kemdikbudri)
  • Poster cetak (filenya bisa diunduh pada laman cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id)

Buku Panduan Orang Tua PAUD

Merupakan buku panduan bagi orang tua PAUD untuk memperkenalkan keragaman dan toleransi pada anak usia dini. Buku panduan ini juga memuat kumpulan dongeng PAUDPEDIA yang tentunya menjadi bahan edukasi yang menyenangkan dari orang tua bagi anak-anak.

Panduan Proyek Pelajar Pancasila Topik Bineka Tunggal Ika

Merupakan pembelajaran kokulikuler berbasis proyek untuk mengasah dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya Kebinekaan Global. Alat bantu ini dapat digunakan oleh siswa tingkat SMA/SMK.

–

Adapun postingan blog terkait pencegahan kekerasan ini termasuk dalam tools produk kampanye #BersamaCintaiKeragaman, dari konten poster cetak, saya coba sajikan dalam bentuk teks postingan blog. Jadi apa aja sih bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan anak-anak kita yang patut diwaspadai?

Waspadai 6 Bentuk Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Anak-anak Kita

Jadi tahukah Ayah Bunda, kekerasan apa saja yang harus diwaspadai di lingkungan pendidikan anak-anak kita? Nah, berdasarkan yang tertuang dalam Permendikbudristek 46/2023 tentang Pencegahan dan Penanganan kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, terdapat enam bentuk kekerasan, yaitu:

1. Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik merupakan perbuatan yang dilakukan dengan kontak fisik, baik menggunakan alat bantu, ataupun tanpa alat bantu, seperti perkelahian dan penganiayaan.

2. Kekerasan Psikis

Kekerasan psikis merupakan perbuatan nonfisik yang dilakukan bertujuan untuk merendahkan, menghina, menakuti, atau membuat perasaan tidak nyaman, seperti: penyebaran rumor, pengabaian, intimidasi, dan panggilan yang mengejek.

3. Perundungan/Bullying

Perundungan merupakan kekerasan fisik dan kekerasan psikis yang dilakukan berulang kali oleh orang yang lebih punya kekuatan atau pengaruh, seperti siswa yang bertubuh tinggi sering mengejek dan memukul siswa lain yang bertubuh lebih pendek.

4. Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual merupakan perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, menyerang, mempertontonkan, atau memotret area tubuh seseorang, seperti mulut, dada, alat kelamin, dan pantat, karena ketimpangan relasi kuasa dan gender.

5. Diskriminasi dan Intoleransi

Diskriminasi dan intoleransi merupakan pembedaan, pengecualian, pembatasan atau pemilihan berdasarkan suku/etnis, agama, kepercayaan, ras, warna kulit, usia, status sosial ekonomi, kebangsaan, jenis kelamin, atau kemampuan intelektual, mental, sensorik, serta fisik.

6. Kebijakan yang Mengandung Kekerasan

Kebijakan yang mengandung kekerasan merupakan kebijakan yang berpotensi atau menimbulkan terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh guru, tenaga kependidikan, anggota komite sekolah, kepala sekolah, atau kepala dinas pendidikan.

Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Anak-anak Kita

Ayah Bunda pun harus tahu bahwa semua bentuk kekerasan yang disebutkan di atas dapat dilakukan secara fisik, verbal, non verbal, maupun melalui media teknologi informasi dan komunikasi lho! Wah, ini topiknya nyambung juga dengan literasi digital. Kapan-kapan deh dibahas. Nah, lantas pencegahan kekerasan menjadi tanggung jawab siapa?

Pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah menjadi tanggung jawab semua orang, mulai dari pemerintah, masyarakat, termasuk orang tua.

Ayah Bunda, yuk dorong dan pastikan setiap sekolah anak-anak kita membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) untuk menangani kasus kekerasan yang mungkin terjadi. Mari gerak bersama menciptakan pendidikan yang inklusif, berkebinekaan, dan aman bagi semua. #MerdekaBeragamSetara

*untuk informasi lebih lengkap tentang Permendikbudristek 46/2023, kunjungi laman merdekadarikekerasan.kemdikbud.go.id

Pendidikan

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Pendidikan

Upacara Bendera dan Upaya Membentuk Kepribadian Bangsa

Posted on 3 July 202429 May 2025

Upacara Bendera dan Upaya Membentuk Kepribadian Bangsa. Sebagai bangsa Indonesia, kita tentu tidak asing dengan yang namanya upacara bendera. Entah itu di hari Senin atau pada momen penting. Dari masih kanak-kanak, remaja, hingga dewasa, sekolah hingga bekerja, kita lekat dengan kegiatan tersebut. Berbagai cerita di baliknya pun tentu ada. Excited,…

Read More
Pendidikan Sahabat Mengejar Cita 01

INSTO Dry Eyes – Sahabat Mengejar Cita, Pelumas Bagi Kedua Mata

Posted on 15 May 202516 May 2025

Proses mengejar beasiswa itu sungguh menguras tenaga, pikiran, pun biaya. Bagi saya, khusus di bagian tenaga- jangan lupakan perjuangan mata. Entah ini sudah hari keberapa sejak pengumuman dibukanya pendaftaran beasiswa tersebut- yang siapa saja bisa melihatnya di berbagai kanal media sosial. Formulir belum juga saya lengkapi, apalagi submit. Saya masih…

Read More
Pendidikan

Gateways Study Visit Indonesia 2024, Ketika Dunia Mengenal Merdeka Belajar

Posted on 8 October 202411 October 2024

Gateways Study Visit Indonesia 2024, Ketika Dunia Mengenal Merdeka Belajar. Technology as an enabler, not a replacement. Demikian kutipan dari keynote speech Mas Menteri Nadiem Makarim pada Gateways Study Visit Indonesia 2024. Gateways merupakan inisiatif global yang dijalankan oleh UNESCO dan UNICEF untuk membantu negara-negara dalam membangun dan meningkatkan platform…

Read More

Comments (34)

  1. Dian Restu Agustina says:
    3 June 2024 at 1:40 pm

    Mengingat kasus yang marak belakangan tentang kekerasan, kita mesti waspada akan bentuk-bentuk kekerasan yang ada. Tentunya dengan bergerak bersama menciptakan pendidikan yang inklusif, berkebinekaan, dan aman bagi semua. Saya belum tahu apakah di sekolah anak saya ada, tapi sebagai ortu tentu siap iku membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) untuk menangani kasus kekerasan yang mungkin terjadi.

    Reply
  2. Andiyani Achmad says:
    3 June 2024 at 4:28 pm

    sedih tau mba setiap liat vt di sosmed tentang perilaku bullying dan kekerasan pada anak-anak, apalagi pelakunya temannya sendiri

    Reply
  3. Rani R Tyas says:
    4 June 2024 at 10:38 am

    Suka ngeri lihat anak-anak jaman sekarang. Ya Allah lindungilah anak-anak kami Ya Allah.

    Reply
  4. maria tanjung says:
    4 June 2024 at 12:26 pm

    Prihatin banget dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak. Saya prihatin alau korbannya sampai meninggal. Semoga anak-anak kita terlindungi dari segala bentuk tindak kekerasan di sekolah ya

    Reply
  5. Fenni Bungsu says:
    4 June 2024 at 7:24 pm

    Kalau ada proyek pelajar Pancasila, semoga bisa konsisten terus diterapkan di sekolah dan dalam lingkungan juga. Agar tentang perundungan yang terjadi bisa dibasmi

    Reply
  6. Ria Nugros says:
    4 June 2024 at 10:27 pm

    iya ya sekarang kalau lihat berita banyak sekali kasus kekerasan yang dilakukan pelajar, ingat punya anak yang masih pelajar juga jadi was-was banget.

    Reply
  7. Jiah Al Jafara says:
    5 June 2024 at 12:28 pm

    Zaman sekarang, kasus kekerasan itu banyak banget. Kalau ditelusuri, ada andil orang tua, lingkungan juga. Aku sendiri sejak ada keponakan nomor 5, belajar banyak soal parenting. Sebisa mungkin gak melakukan kekerasan yang biasanya lewat verbal

    Reply
  8. Latifah Desti Lustikasari says:
    5 June 2024 at 3:04 pm

    Hai kak Andy senang sekali berkesempatan membaca artikel kakak ini, Ternyata bentuk kekerasan anak ini banyak sekali ya Macamnya, dan sedih sekali melihat banyak berita viral di sosial media tentang anak anak korban kekerasan. Sebagai orang Tua dan calon orang Tua bentar bentar ekstra aware untuk menjaga anak kita yaa

    Reply
  9. lendyagassi says:
    5 June 2024 at 3:54 pm

    Untuk menghindari bullying ini harus ada kerjasama dari semua pihak. Contoh yang baik dari lingkungan juga termasuk yaa..
    Kadang yang sedih tuh bullying dari tenaga pendidik atau orangtua. Ini kan sedih yaa..

    Reply
  10. Katerina says:
    5 June 2024 at 4:02 pm

    Terima kasih banyak Mbak Andy buat informasinya yang sangat penting ini! Kita memang perlu waspada terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan anak-anak. Semoga semua orang tua bisa terlibat aktif dalam memastikan keamanan anak-anak di sekolah. Terima kasih lagi atas informasinya, semoga semakin banyak yang peduli!

    Reply
  11. Atisatya Arifin says:
    5 June 2024 at 5:13 pm

    Baca tulisan ini bikin aku sedih mak, karena anakku pernah mengalami salah satu dari 6 bentuk kekerasan yang dijelaskan di sini. Setuju banget perlu kerjasama semua pihak, baik sekolah, orang tua, dan siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman untuk semuanya.

    Reply
    1. Hani says:
      13 June 2024 at 8:06 pm

      Wah…ikut prihatin Mbak kalau anaknya pernah mengalami kekerasan di lingkungan sekolah.
      Seringkali awalnya dari becandaan yang engga lucu sih, menurutku.
      Semoga anaknya engga trauma yah…

      Reply
  12. Lintang says:
    5 June 2024 at 5:34 pm

    Harus aware beneran sama 6 bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Rame banget cerita perundungan yang korbannya bahkan ampe meninggal. Miris banget kan. Pastikan sekolahan punya TPPK untuk menangani kasus kekerasan yang mungkin terjadi.

    Reply
  13. Suciarti Wahyuningtyas says:
    5 June 2024 at 5:47 pm

    Sedih deh kalau lihat berita di media sosial atau cerita dari grup-group wa tentang bullying ini. Peran orang tua itu sangat penting sekali, karena tingkah laku anak-anak itu lebih besar pengaruhnya dari lingkungan rumah. Anak-anak juga harus dibekali pengetahuan dan edukasi tentang bullying agar mereka bisa menhindar dan tidak jadi pelaku ya.

    Reply
  14. Okti Li says:
    5 June 2024 at 6:31 pm

    Selain tiga dosa besar pendidikan Indonesia, sekarang muncul enam bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan anak. Sebagai anggota TPPK jangan hanya menjadi pencegah, tapi juga sekaligus selalu mensosialisasikan supaya semua pihak jadi lebih waspada ya

    Reply
  15. Aisyah Dian says:
    5 June 2024 at 7:06 pm

    Perundungan ini sebenarnya di beberapa sekolah masih ada ya mbak. Terkadang kita yang tutup mata, Halah bukan terjadi sama anakku saja jadi merasa tenang

    Reply
    1. Fenni Bungsu says:
      14 June 2024 at 11:47 am

      Iya benar masih ada kak
      Suka bingung kenapa masih beredar, apa karena masih masif kabarnya di medsos, sehingga mungkin jadi dianggap hal yang lumrah huhu

      Reply
  16. Dian Radiata says:
    5 June 2024 at 7:38 pm

    Belakangan ngeliat maraknya kasus kekerasan di lingkungan sekolah jadi miris juga ya mba.. Harus kerjasama semua pihak untuk menangani masalah ini ya.

    Reply
  17. Mira Sahid says:
    5 June 2024 at 9:18 pm

    Bulan lalu, aku dengan sekitar 30 komunitas diundang juga oleh Puspeka membahas hal ini. Semakin maraknya bentuk kekerasna terhadap anak, maka ini udah jadi tanggung jawab bersama, semua stakeholder untuk bisa mencegah kekerasan terjadi pada anak-anak. Karena itu, KEB juga bersama 6 komunitas lain berkolaborasi untuk kampanye online Anti Bullying. Seenggaknya kita juga turut melakukan sesuatu dalam memberikan kesadaran ke masyarakat akan hal ini

    Reply
  18. Eri Udiyawati says:
    5 June 2024 at 10:27 pm

    Pendidikan karakter di sekolah saat ini penting banget ya, Mbak. Karena anak sekolah sekarang gak jarang yg terang-terangan ngebully temannya sendiri.

    Kalau hal ini gak dihentikan ngeri oeeyy…

    Reply
  19. Dedew says:
    5 June 2024 at 10:50 pm

    Orang tua dan guru harus lebih perhatian ya gelagat anak-anak adalah perubahan perilaku kadang sudah terjadi kekerasan tapi pihak sekolah dan ortu mengabaikan atau menganggap hal biasa..

    Reply
  20. Bayu Fitri says:
    5 June 2024 at 11:52 pm

    Wah kekerasan dilingkungan anak semakin menjadi2 ya jadi ngeri sendiri tapi tetap harus diwaspadai terutama selalu mengingatkan anak2 untuk segera meminta bantuan jika menjadi korban tindakan kekerasan

    Reply
  21. Antung apriana says:
    6 June 2024 at 12:37 am

    Akhir-akhir ini kasus bullying anak semakin parah ya. Terakhir berita yang anak dibakar temannya itu yang bikin sedih banget huhu

    Reply
  22. Armita says:
    6 June 2024 at 9:04 am

    PR banget nih untuk mencegah kasus bullying, ada aja muncul kasusnya belakangan ini. Saya sedih kalau baca atau lihat kasus begini. Semoga ke depannya kasus perundungan semakin berkurang

    Reply
  23. Diah Kusumastuti says:
    6 June 2024 at 9:35 pm

    Di sekolah anak-anakku belum ada nih yg namanya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) itu. Harusnya emang ada, ya. Karena kayaknya saat ini makin banyak kasus kekerasan seperti yg disebutkan di atas.
    Kayak anakku sendiri, pernah cerita kalo temennya suka bully secara verbal. Tapi alhamdulillah sekarang udah enggak katanya.

    Reply
  24. Wahid Priyono says:
    13 June 2024 at 7:50 pm

    Yang sedang trending memang kasus bullying di lingkungan pendidikan (sekolah). Saya sebagai guru sangat aware untuk melihat dan mempelajari motif pelaku semacam ini. Saya sebagai guru tentunya sering mengingatkan anak2 untuk hidup rukun dengan teman, termasuk melarang anak2 untuk melakukan bullying kepada teman sebaya mereka.

    Reply
  25. Andrew Pradana says:
    13 June 2024 at 8:21 pm

    Penjelasan mengenai enam bentuk kekerasan benar-benar membuka mata saya nih mba. Sangat penting untuk lebih waspada dan peka terhadap tanda-tanda kekerasan yang seringkali tidak disadari oleh banyak orang. Ini bisa membantu kita terutama dalam melindungi diri pada anak ataupun pada orang-orang terdekat.

    Reply
  26. Bambang Irwanto says:
    13 June 2024 at 10:24 pm

    Dari dulu sampai sekarang, masih saja terjadi kekerasan pada anak. Termasuk di lingkungan sekolah. Salah satu solusinya, anak harus dibiasakan bercerita apa yang dialami selama seharian. Termasuk saat di sekolah. Jadi orang tua bisa segera membantu mengatasi masalah. Kalau dibiarkan berlarut malah bisa berakibat fatal.

    Reply
  27. Annie NUGRAHA says:
    14 June 2024 at 6:46 am

    Ngeri banget soal perundungan ini ya. Mau verbal maupun tindakan. Gak semua anak kuat dan tegar untuk menghadapi perundungan karena bisa jadi (sangat) membekas pada ingatan. Menimbulkan traumatik yang lama. Bahkan bisa jadi jika memang perundungan yang dialami sangat anak cukup parah, bukan gak mungkin mereka akan tertekan seumur-umur dan membawa tekanan ini dalam kehidupan masa depan mereka.

    Semoga hal ini jadi perhatian (sangat) serius oleh berbagai pihak. Bukan hanya sekolah tapi juga lingkungan dimana anak itu berada sehari-hari.

    Reply
  28. Farida Pane says:
    14 June 2024 at 7:06 am

    Serem banget sih kalau di sekolah pun bukan tempat aman bagi anak. Semoga sekolah anak-anak kita tetap kondusif untuk belajar, ya

    Reply
  29. Suci says:
    14 June 2024 at 9:10 am

    Sekarang lagi musi buly ya mbak, ngga main2 korbannya sampe trauma, depresi. Bayangin kalau korbannya anak2 usia paud begitu, boro2 bela diri, mau ngadu aja ketakutan saking beratnya intimidasi.
    Setuju bangeet aku pelaku buli dihukum berat, kalau bisa blacklist ke semua sekolah/instansi sampe bener2 jeraa…
    gemesss, kalau kasus berulang artinya hukuman kurang berat

    Reply
  30. Maria G says:
    14 June 2024 at 10:03 am

    baru aja baca tentang pelecehan seksual yang dilakukan anak nSMP

    saya gak habis pikir, mereka kan masih bocil, kok bisa berpikir untuk memperkosa

    karena itu penting banget pendampingan ortu ya?

    Reply
  31. lendyagassi says:
    14 June 2024 at 2:40 pm

    Perundungan ini menjadi masalah kita semua.
    Semoga anak-anak bisa saling mamahami dan saling menjaga. Rasanya enteng banget saat ngomong seperti ini yaa.. Tapi butuh waktu yang panjang untuk mengubah lingkungan, dimulai dari keluarga sendiri dulu.

    Reply
  32. naqiyyah syam says:
    22 June 2024 at 8:01 pm

    sekarang itu banyak banget hal yang dihadapi anak-anak ya, zaman dulu bully soal nama ortu aja saling sindir, sekarang udah fisik. Mana kadang sampai terluka, padahal anak SD, semoga Allah lindungi anak-anak kita, ya!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Sembalun Lombok on Serunya Bersepeda dan Naik Scooter di Sembalun
  • Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Sembalun Lombok on 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas
  • 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas on Ada Apa di sepanjang Jalan Udayana Mataram?
  • 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas on Rekreasi dan Relaksasi di Soera Eco-Retreat Suranadi
  • Heni Hikmayani Fauzia on Say Healthy Lombok: Nongkrong Sehat dengan Jus dan Salad

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes