Setelah sekian lama, akhirnya melakukan perjalanan lagi dari Mataram menuju Dompu. Terakhir kali ke sana di tahun 2018 menggunakan travel, kali ini kami berangkat dengan mobil pribadi (eh mobilnya kakak sih). Mengingat Mataram dan Dompu berada di dua pulau yang berbeda, yakni Pulau Lombok dan Sumbawa, maka bakal ada sesi menyeberang dalam perjalanan tersebut. Kami menyeberang dari pelabuhan Kayangan di Lombok Timur menuju pelabuhan Poto Tano yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat.
Kalau diingat-ingat lagi, rasanya jarang sekali saya ke sana. Blas tidak ingat pula naik kapal apa saja. Satu yang teringat adalah pelayaran sebelumnya, di tahun 2018. Pengalaman buruk karena kapalnya tidak bersih ditambah sejumlah penumpang merokok di dalam ruangan ber-AC. Saya sampai menegur mereka satu per satu saking kesalnya. Jadi tidak berekspektasi apa-apa untuk pelayaran kemarin, mana saya tidak punya informasi apapun tentang kapal yang recommended.
Berangkat dari Pelabuhan Kayangan
Dari kota Mataram ke Pelabuhan Kayangan yang berlokasi di Kabupaten Lombok Timur butuh waktu perjalanan sekitar 2 jam lebih. Sebelum tiba di Pelabuhan Kayangan, pastikan teman-teman sudah membeli tiket menyeberang melalui aplikasi maupun situs web Ferizy. Oh ya, di pinggir jalan juga sudah tersedia sejumlah loket pembelian tiket (entahlah ini termasuk calo atau bukan). Harga tiket untuk mobil yakni Rp563.000,-. Itu sudah termasuk mobil dan para penumpang di dalamnya. Pastikan detail identitas penumpang semua diinput yaa.
Kami berada di Pelabuhan Kayangan sekitar pukul 20.30 WITA. Syukurnya begitu masuk, ada kapal yang sudah hampir penuh. Mobil yang kami tumpangi langsung diarahkan ke kapal tersebut. Jadi tidak perlu menunggu begitu lama. Sayangnya saya jadi tidak sempat memotret kondisi pelabuhan, mana gelap juga, kamera hp saya tidak mumpuni. Hiks. Untuk durasi berlayar dari Kayangan ke Poto Tano umumnya sekitar 1,5 hingga 2 jam.
KMP Garda Maritim 1
Mengingat pengalaman terakhir saya menyeberang dari Lombok ke Sumbawa dengan kapal yang tidak nyaman, saya mencoba menurunkan ekspektasi pada pelayaran kali ini. Namun di luar dugaan! Kapalnya nyaman! Kondisi kapalnya bersih, pun tidak ada penumpang yang merokok di dalam ruangan. Saya baru mengetahui nama kapalnya saat berada di dalam ruangan penumpang. Tepatnya ketika melihat sertifikat keikutsertaan lomba kapal sehat yang dipajang dengan bingkai kaca. Di sana tertulis KMP Garda Maritim 1.
Kapal yang berada di bawah kepemilikan PT. Multi Guna Maritim ini memiliki panjang 57 m dan lebar 14.02 m, dengan tinggi dek kendaraan 4,5 m. Cukup untuk memuat aneka kendaraan mulai dari motor, mobil, bus, hingga truk (lihat jenis bus dan muatan truknya juga sih hehehe).
Kesan Pertama
Ada gitu ya pembahasan kesan pertama untuk sebuah Kapal Motor Penyeberangan (KMP)? Wkwkwk. Kesan pertamanya: bersih! Dari segi ukuran, menurut saya sih terbilang kecil. Tapi jangan jadi patokan ya, soalnya belakangan saya lebih sering berlayar di rute Lembar-Padangbai (PP), termasuk yang jarak jauh macam Lombok-Surabaya (PP) dan Surabaya-Balikpapan (PP). Khawatir penilaian saya itu masih membandingkan ukuran kapal yang berlayar di rute tersebut. Tentu tidak apple to apple. Bersihnya langsung terasa begitu saya menaiki anak tangga, melewati toilet (jadi sempat tengok kondisi di dalamnya), sampai ke ruangan penumpang.
Ruangan Penumpang yang Nyaman
Ruangan penumpangnya bersih dan nyaman. Kursinya banyak, malah lebih banyak dibanding jumlah penumpang. Jadi sejumlah orang ada yang memilih berbaring di kursi. Kemudian ada beberapa area, berupa kotak gitu, yang oleh penumpang dimanfaatkan sebagai tempat berbaring. Mereka cukup menggelar kain atau tikar, lalu tidur di sana. Tapi karena jumlahnya tidak banyak, jadi area ini cepat penuh.
Colokan untuk ngecharge hp tersedia lebih dari 10 titik. Sayangnya ada beberapa kotak yang sudah tidak memiliki kunci. Jadi pastikan jaga hp kalian yaa saat di-charge di sini. Untuk suhu AC di dalam ruangan penumpang rasanya cukup. Tidak terlalu dingin, tidak pula tidak berasa dinginnya (alias panas). Pas lah. Pastinya tidak ada yang merokok di dalam sana. Oh satu lagi, tidak ada yang menyanyi. Beneran nyaman menurut saya, jadi para penumpang bisa beristirahat sebelum kembali melakukan perjalanan.
Kantin
Pada bagian belakang ruang penumpang, tersedia kantin, eh apa sih semacam toko kecil gitu. Ada etalase yang memuat aneka produk. Mulai dari pop mie, air mineral, makanan ringan, teh dan kopi. Untuk pop mie, kopi, dan teh, nantinya akan langsung diseduh. Harganya mulai dari 10ribu. Saya tidak sempat bertanya, apakah penumpang boleh meminta air panasnya saja. Siapa tahu ada yang membawa bekal pop mie, kopi, maupun teh sendiri, ya kan?
Ruang Laktasi
Masih di dalam ruangan penumpang, tepat di samping kantin. Tersedia ruangan kecil yakni ruang laktasi. Entahlah itu ukurannya berapa. Di dalamnya ada tempat duduk kecil nan empuk (dilengkapi busa), meja dengan lapisan untuk ganti popok (tapi better tetap bawa alas sendiri ya), dan dispenser (ada air panasnya). Membantu banget sih ini untuk ibu-ibu yang mau menyusui maupun mengganti popok si kecil. Oh ya, berbeda dengan suhu di ruangan penumpang yang terbilang dingin (untuk ukuran anak), di sini cenderung lebih hangat. Ahh, suka deh sama detail yang diperhatikan gini.
Toilet yang Bersih
Toiletnya terdapat di dek luar, dekat tangga. Bersih, biliknya cukuplah (tapi gak hitung ada berapa), dan airnya lancar. Jadi gak perlu menahan buang air kalau pas naik KMP Garda Maritim 1.
Mushola
Meski sudah shalat sebelum naik kapal, saya menyempatkan diri untuk melihat kondisi mushalanya. Tempat wudhunya berada di area dek luar. Untuk musholanya berada di area belakang ruangan penumpang. Tidak luas, tapi cukup untuk digunakan shalat hingga 10 penumpang secara bersamaan (mungkin lebih). Sajadah, sarung, dan mukena tersedia di sana. Musholanya bersih dan dingin.
Pelayaran ke Pelabuhan Poto Tano
Seingat saya, begitu kami duduk di ruangan penumpang, tidak lama kemudian kapal langsung bersiap berlayar. Kalau tidak salah, kami berangkat pukul 20.50 WITA, dan tiba sekitar pukul 22.50 WITA. Total 2 jam perjalanan eh pelayaran. Selama berada di atas kapal, sebagian besar penumpang memilih untuk beristirahat, lebih tepatnya tidur. Kalau pun ada yang terjaga, paling beberapa orang saja.
Asyiknya ya itu, tidak ada biduan, tidak ada pertunjukan live music. Jadi para penumpang bisa benar-benar beristirahat, memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan. Ombak memang sempat terasa, ada goyangan lah, tapi tidak sampai membuat pusing/mual. Alhamdulillah, perjalanan 2 jam tidak begitu terasa, eh tahu-tahu Pelabuhan Poto Tano sudah di depan mata.
Kapal bersandar dan kami bersiap untuk menempuh jalan darat nan panjang dari Pelabuhan Poto Tono menuju Kabupaten Dompu selama 6 jam! Hahaha.
–
Pengalaman dapat kapal nyaman begini bikin saya jadi tertarik pengen coba unit kapal yang melayani rute Kayangan-Poto Tano lainnya deh. Teman-teman ada yang rutin bolak-balik ke sana? Share dong rekomendasinya KMP apa?


No Comments